Alt Title
Orang Gila Mana yang ...

Orang Gila Mana yang ...

 


Orang gila mana yang enak-enakan hidup di bumi ini karena Allah tapi gak mau diatur dengan semua aturan Allah

Nah kamu gitu gak, sih? Semoga enggak yaa....

_________________________


Penulis Siti Aminah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis dakwah


KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER -

Yuhuuu tau kan trend "orang gila mana yang...." Nah yang itu pokoknya kan? Taulah masa enggak.


Karena pasti ada aja yang berseliweran di fyp kalian kan?

Trennya itu banyak sekali ragamnya. Ada yang tentang pekerjaan, pendidikan, percintaan, ekonomi dll.


Nah, guys, aku juga mau ikutan nih hehe.


"Orang gila mana yang ... "


Orang gila mana yang diajak hijrah, diajak kajian malah bilang entar aja nunggu diberi hidayah


Haduhh kalo ada orang-orang yang kaya gini harus digimanain sih guys? 

Kalian pasti sering dengar kan kalimat seperti itu?


Yups guys hidayah itu dikejar dan dicari bukan ditunggu. Ibaratnya gini aja deh, wir, lo mau kaya, tapi lo gak kerja hanya nunggu kerjaan dateng sendiri emang yakin bisa dateng tuh kerjaan? Dan apa bisa menjadi kaya langsung? Enggak kan?


Jadi yaa gimana mau berubah menjadi lebih baik kalo enggak ada tindakan apapun alias hanya berdiam diri saja yaa gak akan ada hasil kalo hanya ditunggu kan. Makanya hidayah itu dikejar dan dicari bukan ditunggu. Jadi gak ada alesan lagi yaa, guys, jangan bilang nunggu-nunggu hidayah yo kalo ada sahabat kamu yang mengajak kepada kebaikan, ngajak kajian, ngajak ngaji dll-nya ayo ikut aja. Emang kalo nunggu hidayah nanti? Emang yakin 5 menit yang akan datang 1 hari yang akan datang kamu masih hidup di dunia ini? Upsss... pokoknya semangat kajiannya, ya, guysss.


Orang gila mana yang terbiasa ketika melihat kemaksiatan dibiarkan, eh, saat melihat orang berangkat ke kajian malah dibilang sok alim.


Wah, kalau ini sih relate banget, ya kan, karena di zaman sekarang ini kemaksiatan tuh seolah biasa aja dan dibiarkan. Contoh pacaran, gak nutup aurat, riba, judi online, dll.


Nah itu semua menjadi biasa aja kenapa coba? Karena mata yang sudah terbiasa melihat kemaksiatan seperti itu lalu dianggap lumrah dan membiarkannya. 


Coba kalau ada orang yang gak pacaran pasti dianggap gak laku lah, gak cantik dll. Padahal kita yang gak pacaran ini tuh salah satu bentuk taat kita kepada Allah agar terhindar dari segala macam kemaksiatan.


Terus kalo ada orang yang sedang belajar menutup aurat nih malah dibilang kaya ibu-ibu, norak, dll. Haduhh, padahal perintah menutup aurat itu sudah ada dalam Al-Qur’an dan itu juga kewajiban bukan sekadar pilihan. Ya yang namanya wajib kalau gak dilakukan ya berdosa, ya kan? Ihh, seremm.


Apalagi kalo ada yang mengingatkan tentang haramnya riba atau judi online, wah, dianggap sok sucilah, orang baru ngaji kemaren sore aja udah sok-sokan jadi ustazah. Kalau mau ceramah di masjid aja, dll. Astaghfirullah sesering itukah melihat sesuatu yang berbau maksiat lalu dilumrahkan dan dibiarkan? Lalu saat melihat kebaikan malah di kata-katain? Islam benar-benar sudah seasing itu, ya, di mata? Astaghfirullah.


Orang gila mana yang enak-enakan hidup di bumi ini karena Allah tapi gak mau diatur dengan semua aturan Allah. Nah kamu gitu gak sih? Semoga enggak, ya.


Karena apa? Ya, kita hidup di bumi Allah. Yaa kita juga harus taat sama aturan yang dibuat sama Allah. Mentaati semua perintahnya dan menjauhi semua larangan-Nya. Kalau Allah bilang riba itu haram, ya jangan dilakukan. Kalau Allah bilang nutup aurat itu wajib ya maka kita harus melakukannya. Gituloh, paham kan? Heheh....


Orang gila mana yang menutup aurat tapi hanya ngambil manfaat bukan karena bentuk taat. Nah kamu juga semoga enggak gini ya. Misalnya nutup aurat tapi karena hanya ingin kulit putih karna tidak ingin terpapar sinar matahari. Namun kita niatkan menutup aurat ini karna kewajiban dan merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah. Okey? Kalo jadi putih dan jadi tidak terlalu terpapar sinar matahari itu mah bonus dari Allah... Masya Allah baik banget yaa Allah kepada kita.


Orang gila mana yang kalo melihat perempuan yang sedang belajar menutup aurat eh malah bilang ini bukan di Arab. Lah kamu gak nutup aurat kok gak di kebun binatang aja kan gak pada tertutup tuh auratnya, upssss sorry hehe...


Lah lagian gak tau, ya, Arab sekarang udah ikut ikutan Barat? Sudah tersekulerkan? 


Makanya ayo ngaji biar tau kalo nutup aurat itu bukan ikut budaya Arab tapi karena perintah dari Allah dan itu wajib. Inget nutup aurat itu kewajiban bukan pilihan.


Orang gila mana yang diingatkan untuk melaksanakan solat malah bilang atur aja hidup lo sendiri jangan ngatur-ngatur hidup gue.


Nah ini nih manusia kayak gini cocoknya kita apain, guys? Si paling gak mau diatur sama aturan Allah padahal dia masih bisa hidup sampe sekarang juga karena Allah.

 

Percayalah, guys, jika ada orang yang mengingatkan kalian tentang kebaikan maka orang itu jangan pernah kalian lepaskan karena dia tuh sebenernya sayang banget sama kalian, pengen se-surga bareng. Bukannya malah ditinggalin karena gak seru, gak gaul dll.


Orang gila mana yang katanya udah sering ikut kajian tapi masih seneng nge-ghibah. Paginya ikut kajian A, siangnya ikut kajian B, lah sorenya nge-ghibah, aduhh sayang bangett gak sih rasanya. Coba deh diinget-inget lagi dosa ngeghibah itu kaya apa hmmm serem banget kan. Masa kita mau sih ngetransfer pahala kebaikan kita kepada orang yang dighibahin, kan sayang banget kalo ilang pahalanya dan dapet dosa lagi.


Orang gila mana yang tau riba itu haram tapi masih saja dilakukan. Aduhh kalo yang ini sih udah jadi lumrah banget dan dibiarkan. Inget dosanya  itu gak main main loh. Tahu kan dosanya kaya apa? Seperti berzina dengan ibu kandung sendiri. Astaghfirullah.


Orang gila mana yang janji ketemuan jam dua eh malah datang jam lima. Nah ada, gak sih yang kaya gini. Hati hati loh guys jangan dianggap remeh. Karena itu sama dengan janji yang harus ditepati. Karena nanti kita juga akan dihisab tentang itu semua.


Orang gila mana yang tau ada dosa jariyah yang mengalir terus sampai kita udah meninggal. Namun foto-foto yang memperlihatkan aurat terbuka di sosial media kok masih banyak, ya. Hati-hati yaa cantik kamu itu berharga, kecantikan kamu itu hanya untuk mahram kamu.


Aku tau kok sebenarnya kamu tuh bukan gak tau kalo itu haram. Sebenarnya kamu tau kalo itu haram, kalo itu gak boleh, kalo itu gak baik dll. Cuman mungkin karena kurangnya kedekatan kamu terhadap Rabb kamu sehingga bisa saja menjadikan apa apa yang kamu lihat itu dari haram bisa jadi halal. Dari gak baik bisa jadi baik, atau dari terbiasa melihat kemaksiatan jadinya tidak terbiasa melihat kebenaran tentang Islam. Astaghfirullah.


Ayo kita ngaji dari sekarang, biar kita gak merasa asing dengan ajaran Islam itu sendiri. Tentunya dengan mengkaji seluruh aturan Islam secara kafah.

Semangat, bestie....

Wallahualam bissawab. [GSM]

I Dream That This Is The World (Aku Bermimpi Bahwa Ini Adalah Dunia)

I Dream That This Is The World (Aku Bermimpi Bahwa Ini Adalah Dunia)


Dunia yang indah dan juga fana

Keindahan ini akan segera berakhir jika Tuhanmu sudah menghendakinya, maka berakhirlah semuanya

______________________________


Penulis Firsyi

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pelajar

  

KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Aku baru menyadari kalau ini dunia. Dunia yang ketika terbangun dari tidur dan membuka mata, aku sadar kalo inilah dunia. Di saat beranjak dari tempat tidur dan melakukan aktivitas seperti biasanya, membuka pintu dan melihat ketika pintu itu dibuka oleh kedua tanganku, kulihat ada hamparan yang sangat luas dan berwarna biru. Aku bertanya apakah itu? 


Lalu pikiranku mengatakan bahwa itulah langit. Warnanya tidak selalu biru, langit membuat mata dipenuhi berbagai warna darinya. Ketika dini hari atau fajar datang langit akan mengeluarkan warna oranye hingga menyerupai langit senja atau terkadang berwarna blue yang digradasi menjadi perpaduan warna yang sempurna.


Begitu besar dan tak terdefinisi ciptaanNya. Allah Swt. menciptakan semuanya dengan mudah. Ketika pagi hari langit berubah menjadi awan putih dan langit yang biru. Ketika siang hari langit itu berubah menjadi langit yang sangat menyolok biru dan awan putih yang tebal disertai teriknya matahari yang menyinari bumi.


Ketika sore hari, langit itu berubah menjadi kuning keoranyean dan terkadang kita tidak bisa membedakan ini fajar atau senja karna warnanya hampir sama. Ternyata Sang Pencipta telah mengatur semua alam semesta ini dengan skenario yang tidak tebersit sedikitpun.


Terkadang juga jika langit itu lelah dan tidak mampu menahan air matanya, maka awan mendung dan warna abulah yang datang menghampiri bumi, dan awan menumpahkan semua air matanya ke bumi


Karena Allah tidak ingin apa yang dia ciptakan merasakan kesedihan sehingga ditumpahkan semuanya ke bumi. Yang menyebabkan bumi menjadi basah karena terguyurnya hujan. Tetapi mahkluk yang kekeringan akan merasa gembira jika hujan turun dari langit. Karena itu akan memuaskan hasrat kehausan mereka, dan itulah nikmat dari Tuhan untuk mahklukNya. Ketika aku menginjakkan kakiku di bawah terasa keras dan bertekstur kasar, lalu aku bertanya apakah itu? 


Pikiranku sekali lagi menjawab itu adalah tanah. Tanah adalah tempat berpijak semua mahkluk atas kekuasaan Allah Swt. untuk menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri di tanah. Merasakan tekstur yang beragam.


Tanah bisa menghadirkan berbagai jenis bentuk permukaan, gundukan tanah yang menutupi akar dan hewan-hewan di dalam tanah. Tanah yang membuat akar itu tumbuh menjadi ranting sehingga pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi semua orang.


Lalu ketika aku melangkah lebih jauh ke depan melewati tanah yang kupijak, di situ aku melihat sesuatu yang berbeda dari semua yang aku lihat. Aku melihat hamparan yang luas dan pandangan mataku sangatlah sejuk ketika melihatnya. Lalu selintas aku berpikir apakah itu air?


Dan ya, itu adalah air. Aku melihat air itu mengalir dengan tenang di sebuah sungai yang diiringi kicauan burung yang terbang di atas langit yang luas. Aku merasakan hal yang berbeda. Aku merasa tenang saat berada di sana. Dia yang membuat naungan tinggi itu tetap hidup hingga saat ini.


Tetapi itu belum berakhir. Di sana aku masih bisa merasakan semua hal yang ada dalam satu alam yang sama. Aku menghirup aroma yang bagi penghirupnya akan merasakan daya tarik. Karena aroma yang menyejukkan jiwa masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh menyatu dengan alam semesta.


Begitu luas Tuhan menciptakan tempat untuk semua mahkluknya. Seiring aku membuka mata ternyata aku dikejutkan dengan elemen alam yang saling berkaitan satu sama lain. Aku melihat benda yang melebihi tubuhku dan seseorang bisa bernaung atau beristirahat menghilangkan penat mereka.


Ketika warna hijau yang ada dalam tumpukan tanah yang dipondasikan oleh ranting akar yang menjalar indah dengan semua jenis-jenisnya. Dan sekali lagi hatiku berfirasat bahwa itu adalah pohon.


Dan apa kalian tahu? Saat aku melihat ke atas langit, ternyata aku tidak bisa melihat dengan jelas. Justru aku hanya bisa merasakan hangatnya tubuhku yang disinari oleh sinarnya. Ternyata itu adalah matahari. Tata surya yang paling penting di alam semesta. Aku merasakan hangatnya yang masuk ke dalam tubuhku.


Paparan sinarnya membuatku merasakan bahwa ini adalah sinar matahari yang Pencipta alam ciptakan untuk menyatu dengan langit. Seketika aku berpikir semua ini sudah cukup untuk menyadarkan aku bahwa ini dunia.


Dunia yang indah dan juga fana. Keindahan ini akan segera berakhir jika Tuhanmu sudah menghendakinya, maka berakhirlah semuanya. Karena dunia ini tidak abadi semuanya hanya sementara, dan semua mahkluk di bumi ini akan kembali kepada pemiliknya di suatu hari yang sudah ditentukan.


Ketika aku ingin melangkah mundur dan kembali untuk bernaung di rumahku karena melihat hari yang makin gelap. Aku melihat sesuatu yang baru yang menyinari bumi dengan kegelapan malamnya.


Aku merasakan kedamaian pada saat itu, dan ternyata itu adalah bulan. Selain matahari, bulan menerangi kegelapan. Saat hari itu aku kembali beranjak ke tempat tidurku. Dan beranggapan inilah dunia. Aku bermimpi ketika aku tertidur dan nyata di saat aku terbangun.


Seperti apa yang dikatakan Allah dalam  sebuah kitab yang sudah diperuntukkan dan diturunkan untuk umat Islam.


Allah berkata, "Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami menumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah (yang) kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah ada Tuhan (lain) bersama Allah? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)." (QS. An-Naml: 60)


Lihat begitu besar bukan kekuasaan yang telah Allah ciptakan, yang telah Allah khususkan untuk mahkluk ciptaanNya di bumi dengan menyiapkan hal yang begitu luar biasa untuk umatnya.


Segala puji bagi Allah, hanya untuk Allah Swt.. Oleh karena itu, janganlah membuat kerusakan di bumi yang kita pijak ini, semuanya hanyalah milik Allah Swt.. Wallahualam bissawab. [SJ]

Kamu Ingin Jadi Cinderella Dunia? Atau Muslimah yang Dirindukan Surga?

Kamu Ingin Jadi Cinderella Dunia? Atau Muslimah yang Dirindukan Surga?

 


Yuk mulai dari sekarang kita harus menjadi muslimah yang dirindukan surga

Kita hanya butuh rida Allah bukan tepuk tangan, sanjungan dan apresiasi dari pujian manusia

______________________________


Penulis Siti Aminah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah


KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Cinderella pun tiba

Dengan k'reta kencana

Sepatu kaca hiasi kakinya

Semua mata terpana

Akan kedatangannya

Pangeran pun jatuh cinta padanya


Btw, saat sobat muslimah baca tulisan di atas, bacanya itu baca atau nyanyi yah? hehe. Gak apa-apa kok kalo jadi nyanyi itu artinya kalian tau kan lagunya. Karena lagi ngehits banget kan yah, hehe. Lagi-lagi karena lagu ini viral, ya banyak diikutin para konten kreator juga kan. Pastinya yaa kan? Akhirnya muncul deh tuh di fyp kita. Huhh astaghfirullah.


Lagu Cinderella ini sebenarnya bukan lagu baru di tahun 2024, melainkan lagu lama yang dirilis tahun 2004 silam. Namun kembali viral di tahun 2024 terutamanya di aplikasi tiktok. Yups guys tren bucin ini banyak diikuti semua kalangan baik yang sudah menikah, yang belum menikah, bahkan anak SD aja sampe hafal banget dengan lagu yang satu ini. Gak hanya sekadar hafal melainkan juga ikut-ikutan buat tren kaya gini, astaghfirullah! Miris banget kan yah guys lihat generasi sekarang.


Kalo dilihat-lihat, lirik lagu ini tuh sama banget kaya cerita Cinderella pada umumnya, guys. Diawali dengan Cinderella yang menderita, ada pesta, ada cerita tentang sepatu kacanya, lalu Cinderellanya pergi karena udah jam 12 malam, hehe.


Cinderella yang awalnya menderita kini bahagia karena sudah bertemu dengan sang pangeran huhuuuu. Dan tentunya juga tren ini sangat membangkitkan gharizah nau kita kan, guys. Haduh astaghfirullah!! Lagi dan lagi gharizah nau kita terus saja dibangkitkan karena hal viral seperti ini, hmmmm.


Sobat muslimah tau gak awal lirik lagu ini kaya gimana? Okey-okey aku bantu ingatkan yaaa, 


Ada sebuah kisah

Tentang dara jelita

Hidup s'lalu penuh

Dera dan siksa


Kalo temen-temen simak tentang potongan lirik di atas, kira-kira yang tergambar dalam pikiran dan benak teman-teman apa yaa? Kalau untuk aku, potongan lirik ini relate banget sih dengan generasi sekarang.


Maksudnya perempuan di zaman sekarang, karena ini tentang perempuan dan bukan hanya sekadar kisah melainkan fakta yang sangat menyedihkan jika melihat kaum perempuan saat ini.


Di mana banyak perempuan yang salah dalam pergaulan hingga berujung pelecehan seksual (sedihnya pelecehan ini menyebabkan hamil di luar nikah dan bisa saja nih sang lelaki gak jadi tersangka karena dilakukannya suka sama suka). Astaghfirullah!


Btw banyak banget loh bestie terjadinya kasus hamil di luar nikah ini. Bahkan anak SD aja ada lohh guys yang sudah hamil di luar nikah. Bukan hanya ada tapi banyak, hmm miris banget kan? Astaghfirullah.


Berbicara tentang Cinderella dunia? Yah, ini tentang perempuan yang mungkin saja pemikirannya belum Islami. Di mana standar hidup yang digunakan adalah sekularisme dan kapitalisme. Sekularisme adalah memisahkan agama dari kehidupan, lah kok bisa, sih?


Iya layaknya seorang Cinderella dalam cerita di mana digambarkan seorang perempuan yang memakai gaun dan berambut panjang dan juga memakai sepatu kaca. Gimana sudah tergambarkan ya sosok Cinderella itu kaya gimana?


Cinderellanya menutup aurat gak yah? hihi. Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari para perempuan zaman sekarang juga sama kan yaa, mereka dengan bangganya memamerkan kecantikannya, berpakaian dengan pakaian yang belum sesuai syariat, pergi malam-malam untuk party-party kan ya, astagfirullah! Yaa, seperti itulah sekularisme.


Jika seperti itu terus keadaannya, gimana kasus kekerasan seksual tidak banyak terjadi coba? Jika perempuannya saja senang dan terus saja mengumbar auratnya, senang party-party, keluar malam bahkan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Bestieku semoga kamu dijauhkan dari segala hal yang dapat melanggar syariat.


Dan mirisnya tentang perihal menutup aurat saja, itu tuh hanya dipakai ya ketika akan pengajian aja ya harus nutup aurat, kalo gak ngaji atau mau jalan-jalan aja yaa gak usah nutup aurat.


Stigma yang beredar di masyarakat itu terus saja seperti itu. Ya karena tadi yang dipakainya sistem sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Masyarakat ini perlu banget untuk dipahamkan kembali tentang wajibnya dan pentingnya menutup aurat ini. 


Hmmm bestiee muslimah tau gak sih ternyata masih banyak perempuan terutamanya di kalangan remaja yang lebih ingin menjadi Cinderella dunia yang banyak dipuji akan kecantikannya, keanggunannya, dan dengan bangganya mereka menampilkannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Astaghfirullah.


Bestie sudah banyak sekali perempuan yang menjadi Cinderella dunia, tetapi masih sedikit perempuan yang ingin menjadi muslimah yang dirindukan surga. Maukah kamu menjadi satu di antara muslimah yang dirindukan surga?


Caranya mudah banget kok bestie, bisa kamu pasti bisa, pelan-pelan saja. Jangan berpikir jika kamu ingin hijrah, ingin memperbaiki diri itu tuh harus diawali dengan hati yang bersih atau perilaku yang baik. Jangan ya. Kalo bisa sih ya gak apa-apa hehe. Jangan berfokus pada kamu harus baik dulu, tapi kamu tidak menutup aurat. Nah jangan ya. 


Coba kamu nutup aurat secara sempurna dan syar'i dulu. Karena masalah akhlak baik atau perilaku baik insya Allah itu akan menyusul lambat laun selama proses hijrah kamu. Dengan itu, kamu akan sedikit mempunyai rasa malu untuk melakukan hal yang kurang baik. Contoh, ‘’Oh iya yaa aku udah menutup aurat masa perilaku aku masih gini aja, akan aku perbaiki deh lambat laun."


Berbeda halnya dengan kamu yang harus perbaiki akhlak dulu tapi gak nutup aurat. Itu bisa saja niat hijrah kamu jadi mundur karena kamu mungkin saja seperti, ‘’Ya, aku belum baik, gimana aku mau nutup aurat kalo aku belum baik terus." Nah kalo gitu sih salah banget, hmmm kan. Akhirnya pasti niat baiknya terundurkan lagi kan, hmmm.


Ketika kamu sedang belajar menutup aurat secara syar’i, aku kasih tau nih yaaa ujian dan masalah itu pasti ada dan akan ada. Contoh kamu kehilangan temen-temen kamu karena kamu hijrah jadi lebih baik dan plissss banget jangan takut, percaya deh bakal datang kepada kamu temen-temen taat yang Allah kirim untuk kamu.


Atau misal dengan kamu menutup aurat, kamu banyak dikatain kaya ibu-ibu. Yaa doain aja semoga nanti menjadi seorang ibu yang baik kan yaa. Dan lain-lainnya aku yakin kamu akan lebih bijak lagi dalam menanggapi omongan orang-orang dan sebenernya gak perlu ditanggapi sih kalo gak penting banget. Yang penting Allah rida sama kamu, dan kamu harus doain orang itu supaya bisa menutup aurat juga.


Setelah belajar menutup aurat sesuai syariat, aku yakin akhlak kamu juga akan terbentuk baik di sana. Kamu belajar perbaiki salatnya lagi, tidak bergaul dengan laki-laki yang bukan mahram. Insya Allah lambat laun, kamu bisa terus menjadi lebih baik.


Melakukan semua hal yang Allah wajibkan dan bahkan amalan sunahnya bisa kamu perbanyak lagi. Menjauhi semua hal yang diharamkan Allah dan melakukan semua perintah yang sudah Allah perintahkan untuk kamu. Jangan lupa imannya di-charger ya dengan cara banyak mengikuti kajian-kajian.


Yuk mulai dari sekarang kita harus menjadi muslimah yang dirindukan surga. Kita hanya butuh rida Allah bukan tepuk tangan, sanjungan dan apresiasi dari pujian manusia. Yuk ngaji. Semangat mengkaji Islam. Wallahualam bissawab. [SJ]

Hi Guys This Is Your Best Friend : Your Best Friend, Has Three Messages of Love for You

Hi Guys This Is Your Best Friend : Your Best Friend, Has Three Messages of Love for You

Dulu kalian pernah berpesan dan berkata,

"Guys kalo aku berubah, kalo aku salah, kalo kalian liat aku melakukan kemaksiatan tolong ingatkan aku ya, tolong tegur aku." (diiringi dengan suasana yang begitu sulit untuk diungkapkan karena teringat akan keindahan surganya Allah dan teringat akan begitu dahsyatnya siksa api neraka)

______________________________________


Penulis Siti Aminah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi



KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Hai Kids this is your mom. Hmmm Fyp tiktok kalian gitu juga gak sih?? Yuhuu lagi tren banget kan ya karena pastinya konten ini sangat viral banget di penghujung akhir tahun 2023. Mungkin sampai Januari 2024 ini masih sering muncul di Fyp kalian gak sih?


Aku bantu ingetin dikit nih yaa. Dikutip dari Liputan6[dot]com Jumat (29/12/2023) yang diperbarui oleh Putra Marenda, 18:52 WIB. Dia menuliskan baru-baru ini media sosial ramai memperbincangkan konten TikTok viral. Konten itu kreasi Rifanisa dalam akun @rifanisara15 yang unggah konten pada Jumat (22/12/2023). Konten yang diunggah di ruang perkuliahan berupa pesan untuk anaknya kelak.


Nah gimana kids? Hehe. Udah inget kan ya kontennya itu yang kaya gimana? Ya namanya juga konten viral pasti taulah ya karena banyak juga content creator yang ikut-ikutan buat tren ini juga dengan versinya masing-masing. Banyak banget juga bentuk pengungkapan rasa yang diungkapkan oleh para konten kreator di tren yang sedang viral ini dari sedih, senang dan lain-lainnya. 


Nah aku juga ingin ikutan nih Guys. Tapi this is your best firend, aku ingin berpesan pada sahabat-sahabat aku aja. Lebih tepatnya sih untuk pengingat diri aku juga, kita sama-sama belajar ya Bestie? Tapi boleh juga nih pesan ini juga untuk anak aku kelak, hehe.


Btw dengan adanya konten viral ini, aku jadi teringat dengan sahabat-sahabat aku semasa sekolah dulu, sobat izinkan aku menyampaikan pesan cinta ini untukmu terutama untuk pengingat diriku. Sahabatku dimanapun kalian berada, kalian ingat tidak?


Dulu kalian pernah berpesan dan berkata: "Guys kalo aku berubah, kalo aku salah, kalo kalian liat aku melakukan kemaksiatan tolong ingatkan aku ya, tolong tegur aku." (diiringi dengan suasana yang begitu sulit untuk diungkapkan karena teringat akan keindahan surganya Allah dan teringat akan begitu dahsyatnya siksa api neraka). 


Untuk itu, "Hi guys this is your best friend: your best friend, has three messages of love for you. Hai teman-teman, ini sahabatmu: sahabatmu punya tiga pesan cinta untukmu.


Pesan cintanya adalah:


1. Jangan lupa jaga salat 5 waktu ya Bestie. Aku tau kamu banyak banget aktivitas dan juga kesibukannya. Ada yang disibukkan dengan kuliahnya atau pekerjaannya. Apapun kesibukan dan aktivitasnya jangan sampe lupa salat ya apalagi di akhir-akhirkan. Dan kalo kamu ada masalah jangan sedih yaa Bestie kan ada Allah Swt. yang selalu menemani kamu, berdoa aja dan berusaha serta percayalah di setiap cobaan masalah yang kamu hadapi ada jalan keluarnya. Semoga kita semua selalu istiqomah dalam ketaatan. Amin.


2. Jaga selalu marwah kita, oke? Tetap dijaga identitas muslimahnya ya. Jaga apa yang seharusnya kamu jaga, salah satunya jaga aurat kamu karena itu mahkotamu. Jangan goyah, jangan iri lihat temen-temen berpakaian OOTD yang katanya unik dan menarik. Ingatlah pakaian muslimah jauh lebih baik. Aku tau di zaman yang seperti sekarang ini banyak sekali godaannya untuk kita agar tidak menerapkan hukum syariat Allah. Soalnya di tengah-tengah diterapkannya kehidupan sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Apalagi di lingkungan sekolah atau perkuliahan yang ber-circle-circle itu bisa mempengaruhi cara bergaul kan. Hmm, jangan sampai kita yang terbawa jadi buruk ya Bestie. Tapi kita yang harus membawa mereka, membantu mengingatkan mereka untuk lebih baik.


3. Tidak ikhtilat. Jangan campur baur dengan laki-laki kecuali ada alasan syar’i sesuai syariat yah, oke?


Pesan ini berawal dari rasa ketakutan, kegelisahan sahabatmu, yang banyak melihat fakta di remaja yang gemar melakukan maksiat dan bangga dengan maksiat. Bahkan dosanya itu sampai-sampai semuanya di-posting di media sosial, seperti gemar mengumbar aurat, gaya hidup hedonis/mewah, pacaran, dll..


Hidup adalah pilihan. Pilihan taat atau maksiat, surga atau neraka, pilih bahagia atau sengsara. Harta, jabatan dan apapun yang ada pada diri kita, itu semua kita sendiri yang akan dimintai pertanggungjawabannya, termasuk masa muda kita dihabiskan untuk apa.


Untuk itu agar kehidupan kita bahagia dan dapat meraih surga maka harus memilih jalan dalam ketaatan, yakni taat kepada syariat islam. Kita harus terikat dengan hukum syara seperti menutup aurat secara syar’i, menjaga pergaulan sesuai syariat Islam dengan tidak ikhtilat, khalwat, tabarruj dll. Itu semua harus kita lakukan dari sekarang tanpa tapi tanpa nanti oke?


Yuk Bismillah Bestie kita bisa menjadi lebih baik lagi dengan terus belajar mengkaji Islam secara kafah. Kita harus tetap saling mengingatkan ya walau lewat online (media sosial) karena kita terpaut jarak yang cukup jauh juga hehe. Walau kita tidak saling mengenal pun, tugas seorang muslim apabila melihat saudara muslimnya melakukan kesalahan maka tugasnya adalah saling mengingatkan. Semoga kita semua istikamah selalu dalam ketaatan ya. Amin. Wallahualam bissawab. [GSM]

Fatamorgana Cinta Remaja

Fatamorgana Cinta Remaja

 


Terus gimana, ya, agar bisa menyalurkan gharizah nau ini dengan benar? 

Sebagai manusia yang diberikan akal oleh Allah maka kita harus menggunakannya dengan pola pikir Islam yang akan menuntun kita menuju ridanya Allah Swt.

______________________________


Penulis Siti Aminah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi


KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Dalam bahasa gaul yang dikutip dari Kapanlagi[dot]com (04/03/2022), fatamorgana menjadi salah satu kata yang sering kalian dengar dan tidak asing. Namun, apa sih arti fatamorgana itu? Secara sederhana, arti fatamorgana sendiri merupakan sebuah ungkapan untuk bayangan yang dibiaskan pada waktu tertentu.


Waduh, agak bingung, ya, kok ada bayangan yang dibiaskan pada waktu tertentu. Oke-oke, kita coba sederhanakan, ya, guys. Fatamorgana yang akan dibahas di sini adalah bayangan atau gambaran-gambaran di saat cinta menyapa remaja atau saat remaja mengenal cinta, eaaa.


Nah kita coba perkuat lagi nih pembahasan fatamorgana cinta itu sendiri. Menurut Ikatandinas[dot]com (19/05/2023), fatamorgana cinta adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang yang berada dalam hubungan yang tidak sehat atau tidak masuk akal.


Fatamorgana cinta sering kali terjadi ketika seseorang jatuh cinta pada seseorang yang tidak layak untuk dicintai. Hal ini bisa terjadi karena banyak alasan, seperti rasa kesepian atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.


Nah, loh, kan fatamorgana cinta itu menggambarkan hubungan yang ternyata tidak sehat jika kita menyalurkannya dengan cara yang salah. Gimana mau sehat, doi gak ngabarin aja galaunya setengah mati. Tau doi gak bales chat galaunya sampe-sampe lupa makan dll, bahkan rela tuh nyakitin dirinya sendiri saat dirasa doi nyakitin hatinya, huhu miris banget dehh.


Terus-terusan aja mikirin doi. Tugas yang menumpuk sih gak kepikiran tuh untuk buru-buru di kerjain, upsss hehe. Intinya gak baik banget untuk kita yang masih remaja ini, apalagi masa depan kita masih panjang. Ya gak?


Nah, setelah arti fatamorgana cintanya sudah kita ketahui, sekarang kita bahas yuk tentang "Apa Itu Cinta."


“Cinta” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lebih terkesan kepada rasa suka antara pria dan wanita. Dalam bahasa Inggris disebut “love” dan bahasa Latin “amor”. Namun demikian, KBBI juga memberikan definisi cinta bukan hanya rasa suka antara pria dan wanita, tetapi juga cinta kepada sesama, alam, dan negeri.


Nah kan ternyata cinta itu artinya luas banget tidak melulu tentang cinta kepada lawan jenis. Tapi kalo bahas cinta bareng remaja biasanya sih tentang cinta kepada doi. Bener gak? Hehe, Astaghfirullah!


Terus gimana ya kalo dalam Islam? Makna cinta dalam Islam sendiri sangatlah suci. Cinta haruslah didasari oleh kasih sayang dan dibuktikan dengan perbuatan yang baik. Dan apa-apa yang kita cintai di bumi ini haruslah karena Allah Ta'ala. Sangat tidak baik, bahkan berbahaya jika kita mencintai hanya karena hawa nafsu. Atau istilahnya sekarang yaitu pacaran.


Ngomong-ngomong soal pacaran yang belum halal ini nih, ada beberapa fakta di remaja perempuan terutamanya, saat mengenal cinta.


(1) Lebih memperhatikan penampilan. Ingin terlihat cantik hanya untuk menarik lawan jenis.


(2) Ingin lebih diperhatikan oleh kaum adam atau sama pasangannya.


(3) Nafsu makan juga bisa berkurang, why? Karena ingin terlihat cantik dan ingin diperhatikan lebih oleh pasangannya. Tidak sedikit dari remaja yang ingin terlihat bagus dari segi postur badan mereka dengan melakukan diet, tapi diet yang salah dan ujung-ujungnya ya sakit.


(4) Senyum-senyum sendiri saat mikirin crush. Bahkan belum jadi doi aja udah dipikirin. Punya crush di kalangan remaja ini kayaknya menjadi sesuatu yang harus banget.


(5) Pengen lebih punya privasi, yang akhirnya tidak mau diganggu, selalu menutupi semuanya dari orang tua. Bahkan handphone aja pake privasi alias sandi, semuanya di privasi termasuk Whatsapp, Instagram, Facebook.


(6) Banyak melihat konten romantic yang dijadikan tuntunan. Misalnya saat buka tiktok banyak kayak konten mesra-mesraan bareng doi. Astagfirullah!


(7) Kalo punya doi baper-baperan, distatusin lagi! Padahal itu sebuah aib. Allah sengaja menutup semua aib hambanya tapi mereka malah membukanya dan memperlihatkannya kepada orang lain.


(8) Kalo jomblo, cari doi di aplikasi. Alasannya kesepian dan melihat teman-temannya punya pasangan. Banyak banget kasus dari cari doi lewat aplikasi ini dan yang paling dirugikan adalah kaum perempuan. 


Pernah dengar gak sih guys kata-kata “kalo kita sedang jatuh cinta itu bener-bener dibuat buta alias semua hal yang dilakukan itu tampak indah di pandangan mata." Walau disakitin juga yaaa tetep berakhir indah deh kalo doi bujuknya pake setangkai bunga, coklat dan boneka. Huhhh, astagfirullah. 


So ngomong-ngomong soal pacaran, remaja harus tau bagaimana cara menyalurkan cinta yang benar sesuai syariat Islam agar tidak salah dalam menyalurkannya.


Cinta adalah fitrah manusia, setiap orang pasti merasakannya. Namun cinta termasuk naluri yang pemenuhannya bisa dialihkan karena tidak menimbulkan kematian. Hanya saja akan timbul keresahan jika tidak dipenuhi.


Adapun setiap manusia itu memiliki 3 macam naluri/gharizah:


1. Gharizah baqo (naluri mempertahankan diri)


2. Gharizah Nau' (naluri melestarikan keturunan)


3. Gharizah tadayyun (naluri beragama)


Selain naluri, manusia juga diberikan potensi yang lain berupa kebutuhan jasmani/hajatul udowiyah. Misalnya kebutuhan makan dan minum. Hajatul udowiyah ini harus segera dipenuhi karena kalau tidak segera dipenuhi, bisa menimbulkan kematian.


Nah berbeda dengan naluri/gharizah yang pemenuhannya bisa ditunda atau dialihkan karena jika tidak segera dipenuhi tidak akan menimbulkan kematian. Namun hanya akan muncul rasa resah atau gelisah, termasuk gharizah nau.


Terus gimana ya agar bisa menyalurkan gharizah nau ini dengan benar? Sebagai manusia yang diberikan akal oleh Allah maka kita harus menggunakannya dengan pola pikir Islam yang akan menuntun kita menuju ridanya Allah Swt..


Gak boleh bebas mengikuti hawa nafsu kayak binatang. Faktanya remaja sekarang banyak yang menyalurkan cintanya dengan cara yang salah seperti pacaran, TTM, komitmen, FWB, dan lainnya.


Ada berbagai macam alasan/penyebab remaja salah menyalurkan cinta:


1) Sudah menjadi lumrah/banyak melihat segala sesuatu yang haram dan sudah dianggap wajar


2) Karena kalo gak punya gebetan, gak TTM, dll-nya itu gak ngetrend dan gak gaul


3) Kesepian, gak ada temen chatan, dan penyaluran yang salah jika memilih ingin punya doi


4) Banyak tontonan yang membangkitkan gharizah nau kita


5) Pengaruh lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan


6) Jauh dari pemahaman Islam


Dan ngeri banget loh kalo kita salah menyalurkan cinta. Adapun akibatnya yaitu free sex (seks bebas), MBA (Married By Accident), aborsi, putus sekolah, dan masa depan suram.


Jadi, selama ini yang kalian tau tentang cinta yang bernamakan harus punya doi/pacaran itu benar-benar cinta atau hawa nafsu yaa? Hmmm yupss itu semua hawa nafsu dan kurangnya pemahaman karena kurang mengkaji islam.

       

So, gimana nih cara menyalurkan cinta ituh? Akukan masih sekolah masa iya harus nikah, hehe?


Kembali ke gharizah nau tadi bahwasanya gharizah/naluri itu tidak akan menyebabkan kematian tapi hanya menimbulkan rasa gelisah aja. Jadi kalo gharizah nau ini sedang datang kepada kita, kalo kita bisa memenuhinya dengan segera menikah karena sudah siap, yaa segera laksanakanlah.


Tapikan aku masih sekolah gak mungkin aku nikah? Maka kita bisa mengalihkannya dengan cinta/sayang kepada adik kita, kepada saudara kita yang ada di Palestina. Banyak mengkaji lagi tentang Islam, diperbanyak lagi sahabat taat yang bisa saling menguatkan, dan hal lain yang sesuai dengan syariat Islam. 


Kembalikan semuanya sesuai dengan aturan Islam yang udah Allah tetapkan untuk kita laksanakan, dengan cara terus mengkaji Islam secara kafah. Wallahualam bissawab. [SJ]

Mencetak Generasi Taat Syariat

Mencetak Generasi Taat Syariat

Generasi yang seharusnya menjadi penerus dalam kebangkitan Islam, kini malah menjadi generasi yang mudah sekali hancur layaknya stroberi

Nah, kalo sudah begini gimana dong solusinya?

___________________________________________


Penulis Salwa Khairusyifa Kamillah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Santri Ma’had Madrasah Ummat



KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER- Hai sobat, coba deh kita perhatikan sejenak kabar pemuda zaman sekarang. Miris banget ya! Mulai dari pergaulan dan pertemanan yang sudak tak dapat lagi dikontrol. Tawuran antar pelajar, terjerat judi online, pacaran berujung hamil di luar nikah. Bahkan seorang pelajar berani membunuh gurunya hanya karena tak setuju akan aturan yang dibuat.


Semua berita maraknya kenakalan remaja, membuktikan pendidikan selama ini yang diberikan kepada para pelajar telah gagal membentuk pelajar agar memiliki adab dan akidah yang kuat.


Nah sebenarnya apa sih pokok dari permasalahan remaja sekarang ini? Yuk simak baik-baik. Setelah keruntuhan Daulah Islam pada tahun 1924, umat mengalami banyak keterpurukan di segala bidang kehidupan. Baik ekonomi, politik, pendidikan, dan budaya. Nah salah satunya pada bidang pendidikan ini. Sistem sekarang yang diterapkan negara bukan lagi sistem Islam. Melainkan sistem kapitalisme-sekulerisme.  


Ngomong–ngomong, apa sih sistem sekulerisme itu? Sekulerisme ialah suatu pemahaman yang memisahkan antara agama dengan kehidupan. Sehingga kehidupan yang kita jalani, baik dari ekonomi, pendidikan, politik dan sebagainya tidak diatur oleh syariat Islam. Maka tak heran jika pendidikan sekarang tidak lagi berbasis Islam. Para pelajar tak lagi memiliki syakhsiyah Islam atau kepribadian Islam. Mereka tidak lagi dibentuk menjadi pemuda yang taat akan syariat. Akan tetapi, dididik agar dapat bekerja, dan hanya fokus pada kesibukkan duniawi saja. Sedangkan agama diberikan hanyalah sebatas tentang ibadah wajib semata.


Selain akidah ditelantarkan dan tak berbasis Islam, orang tua juga menjadi penyebab kenakalan remaja saat ini. Mengapa? Karena orang tua sibuk dengan pekerjaannya hingga melalaikan dan membebaskan anak-anaknya tanpa adanya kontroling. Sehingga anak-anak bebas melakukan apapun.


Maka gak heran ya Sob,  jika generasi yang tercetak adalah generasi rusak. Generasi dengan mental mudah hancur. Sekalinya dapet masalah bisa sampai bunuh diri, bahkan bunuh keluarganya sendiri.


Ih serem juga ya Sob dengernya. Generasi yang seharusnya menjadi penerus dalam kebangkitan Islam, kini malah menjadi generasi yang mudah sekali hancur layaknya stroberi. Nah, kalo sudah begini gimana dong solusinya?


Solusi dari segala permasalahan yang kini terjadi di kalangan para remaja tidak lain dan tidak bukan hanyalah Islam. Mengapa  harus Islam?


Jadi gini Sob, agama Islam yang sekarang kita anut merupakan agama yang diturunkan secara langsung oleh Allah untuk hamba-Nya melalui perantara nabi kita yakni Nabi Muhammad saw.. Islam juga merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Dari mulai hal yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Merupakan agama yang telah mendapatkan predikat sempurna dari Allah secara langsung melalui firman-Nya. Seperti yang telah tercantum dalam Al-Quran. Allah ta’ala berfirman:


“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu. Dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu. Dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”  (TQS Al Maidah: 03)


Seperti halnya ketika zaman Rasulullah. Mereka mendapatkan dididikan langsung dari manusia paling agung yakni Rasulullah saw. Alhasil banyak generasi yang tercetak kala itu menjadi generasi yang memiliki akidah kuat, generasi yang dapat menaklukan negeri–negeri hingga Islam menjadi jaya.


Seorang sahabat nabi yang kala itu mendapatkan didikan langsung dari beliau ialah Abdullah bin Abbas atau lebih dikenal dengan Ibnu Abbas. Ia merupakan sepupu Rasulullah sekaligus sahabat yang mendapatkan didikan langsung. Mendapatkan julukan ulama umat ini, karena ahli dalam bidang tafsir, sastra Arab, juga hukum waris. Bahkan ia telah banyak meriwayatkan hadis.

 

Kemudian, seperti yang tak asing lagi ialah sosok Muhammad Al Fatih. Sang Penakluk Konstantinopel. Kisah Muhammad Al Fatih sangat menginspirasi para pemuda pejuang Islam. Meskipun tak hidup di zaman Rasulullah, namun kala itu Islam masih berdiri tegak. Sehingga Muhammad Al Fatih salah satu yang mendapatkan pendidikan Islam. Sejak kecil Ia didik menjadi seorang pemimpin taat syariat Allah. Tak pernah sekalipun meninggalkan salat tahajud. Bahkan ia telah hafal Al-Qur'an saat usianya masih kanak-kanak.


Muhammad Al Fatih senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, bahkan ia sangat dekat dengan para ulama di zaman tersebut. Salah satu yang menjadi guru terdekatnya ialah syekh Aaq Syamsyudin. Sang guru senantiasa menanamkan dalam diri Muhammad Al Fatih agar memiliki akidah yang kuat, semangat juang untuk menaklukan Konstantinopel. 


Alhasil Muhammad al fatih dengan semangatnya dan atas izin Allah berhasil menaklukan Konstantinopel. Ini juga berkat pendidikan  yang sebelumnya diberikan kepadanya, sehingga membentuknya menjadi seorang pejuang Islam.


Luar biasa banget ya Sob, seandainya saja Islam kembali menjadi asas hukum yang diterapkan. Sudah berapa banyak generasi pejuang Islam yang akan terlahir. Karena kita tahu bahwa kemajuan peradaban tergantung pada pemudanya. Nah maka dari itu Sob, dengan tegaknya Islam kembali. Akan tercetak generasi–generasi yang taat syariat. Maka dari itu sama- sama kita berdakwah memperjuangkan penegakan Islam secara kafah. Wallahualam bissawab. [GSM]

Gaya Hidup Slow Living, Memang Boleh?

Gaya Hidup Slow Living, Memang Boleh?

Ternyata, sumber kebahagiaan itu bukan dari seberapa banyak harta yang kita punya

Tetapi seberapa dekat kita sama Allah, seberapa nerima kita sama qada Allah dan seberapa beriman kita sama Allah

_______________________________________


Penulis Siska Juliana 

Tim Media Kuntum Cahaya



KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Pernahkah kalian ngerasa kalau hidup ini berjalan begitu cepat? Banyak target yang harus dikejar, harus ngikutin ekspektasi orang lain ke kita, tuntutan hidup yang makin banyak. Rasanya pengen berhenti sejenak dan hidup berjalan melambat. 


Kalau pernah ngerasa kayak gitu, berarti kalian tandanya lagi ngelakuin gaya hidup slow living. Apa sih slow living itu? Jadi, slow living adalah gaya hidup yang mendorong kita buat enggak pasang target atau ambisi apa pun, hidup tanpa ambisi, sambil mencoba enggak peduli dengan tekanan orang sekitar kita yang nuntut kita buat sukses.


Soalnya kalau hidup tanpa ambisi dan ekspektasi apa pun, maka enggak akan kecewa dan terburu-buru dalam ngelakuin suatu pekerjaan. Hasilnya, hidup bakal damai dan terhindar dari depresi.


Pertanyaannya, bener enggak sih kalau slow living bakal bikin hidup kita damai dan terhindar dari stres?


Alasan terbesar seseorang ngelakuin slow living itu karena dirinya udah ngerasa lelah sama tekanan hidup. Sedangkan tekanan hidup itu berasal dari pemikiran yang berkembang di tengah masyarakat. 


Pemikiran masyarakat memandang arti kebahagiaan adalah ketika punya materi yang berlimpah. Pemikiran ini dipengaruhi oleh sistem kapitalisme sekularisme yang diterapkan saat ini. Hidup bahagia selalu identik dengan materi dan tujuan hidupnya hanya untuk mendapatkan materi. 


Akhirnya, dia bakal ngebandingin dirinya dengan orang lain. Bahkan bisa saja saling menjatuhkan, selama hal itu bisa memuluskan tujuannya. Apakah bahagia ala kapitalisme ini benar-benar bisa membawa kebahagiaan?


Ternyata, sumber kebahagiaan itu bukan dari seberapa banyak harta yang kita punya, tapi seberapa dekat kita sama Allah, seberapa nerima kita sama qada Allah dan seberapa beriman kita sama Allah. 


Bagi seorang muslim, kebahagiaan hakiki adalah saat dia mendapat keridaan Allah. Ia akan selalu menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sehingga Allah akan menanamkan ketenangan dalam hatinya, keberkahan hidup, dan kebahagiaan. Jadi, kebahagiaan hakiki adalah ketika kita ditempatkan di surga-Nya. 


Munculnya tekanan hidup yang berat itu disebabkan karena kesejahteraan hidup di sistem kapitalisme ini serba enggak pasti. Kapitalisme menjunjung tinggi kebebasan kepemilikan. Seseorang yang bermodal besar bisa menguasai kekayaan milik umum. Jadi enggak aneh kalau ada kesenjangan ekonomi. 


Di mana 99 persen kekayaan milik umum dinikmati oleh satu persen masyarakat yang tergolong dalam oligarki. Sementara 99 persen rakyat, memperebutkan satu persen harta milik umum tadi.


Selain itu, negara juga berlepas tangan dalam ngurusin rakyatnya. Buktinya pendidikan dan kesehatan mahal. Kebijakan negara sama sekali enggak pro rakyat. Makanya enggak aneh banyak orang yang memilih untuk menyerah dan menjadikan slow living sebagai solusi. Karena enggak sanggup buat mencapai kesejahteraan hidup.


Urusan tekanan hidup memang butuh peran negara. Yang bisa memberi jaminan kesejahteraan hidup hanya negara Islam. Seluruh kebijakan yang diambil negara berlandaskan pada akidah Islam. Islam mewajibkan negara sebagai pengurus (raa'in) rakyatnya. Islam mempunyai seperangkat aturan yang lengkap termasuk politik, ekonomi, pemerintahan, dan aspek hidup lainnya. 


Dalam aspek ekonomi, Islam mengharamkan penguasaan kekayaan umum oleh individu. Seperti sabda Rasulullah saw., "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)


Jadi, harta milik umum harus dikelola oleh negara dan hasilnya diberikan pada rakyat dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar. Misalnya kesehatan dan pendidikan gratis.


Selain itu, dari penguasaan harta milik umum, negara juga bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Para pencari nafkah akan digaji sepadan dan bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. 


Gaya hidup slow living ternyata bukan solusi untuk meraih kebahagiaan. Karena selama sistem kapitalisme sekuler yang berkuasa, maka jaminan kesejahteraan enggak bakal tercapai dan tekanan hidup bakal tetap ada. 


Solusi yang hakiki adalah menerapkan Islam secara kafah (menyeluruh). Sehingga kesejahteraan bisa diraih karena sistem Islam berasal dari Allah.


Jadi, yang dibutuhkan sekarang bukanlah slow living, tapi berambisi untuk meraih kemuliaan dari Allah dan berjuang untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Wallahualam bissawab.

Generasi Stroberi : Indah tapi Rapuh

Generasi Stroberi : Indah tapi Rapuh

Kita sangat beruntung menjadi generasi muda muslim. Karena ajaran Islam yang kita kaji, membuat kita tetap enjoy saat diuji dengan masalah

Jadi, jangan bosan untuk terus mengkaji ilmu Islam. Itu sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan 

_______________________________


Penulis Siska Juliana 

Tim Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Stroberi adalah salah satu buah yang indah dilihat dan rasanya enak. Warnanya yang merah terang membuat setiap orang yang melihatnya ingin langsung melahapnya. Selain itu, stroberi juga bisa dibuat berbagai olahan. Mulai dari es krim hingga sirup. Wahh, pokoknya mantap! 


Tapi bagaimana jika julukan stroberi ini disematkan pada kepribadian remaja? Memang ada ya?


Bestie, ternyata generasi stroberi itu ada lho. Orang yang pertama kali menciptakan istilah "generasi stroberi" adalah sosiolog asal Australia yang bernama Paul Hirst pada tahun 1978. Ia berpendapat bahwa ada tiga generasi utama yang ada di Australia yaitu Baby Boomer, Generasi X dan “Generasi Stroberi” (lahir antara tahun 1970–1980). Istilah ini ada dalam bukunya yang berjudul The Graying of the Greens: Demographic Change and Political Realignment in Australia (1978). (familyfirstindonesia[dot]org, 06/04/2023) 


Generasi stroberi yaitu generasi anak muda yang kreatif dan mempunyai banyak ide, tetapi keadaannya mudah hancur saat mendapat tekanan dari lingkungan sekitarnya. Mereka mudah menyerah dan tidak mau bekerja keras karena tekanan yang ada. Sebutan ini bagi generasi di bawah milenial yang dianggap lunak seperti buah stroberi. Indah tapi lemah. 


Bestie, generasi stroberi ini enggak muncul secara tiba-tiba. Lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian mereka. Setelah diteliti, ada tiga penyebab munculnya generasi stroberi, yaitu:

 

Pertama, adanya self diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri tanpa melibatkan para ahli. Terutama remaja, mereka rentan terpengaruh dengan informasi yang didapat di media sosial. Ketika melihat konten gaya hidup flexing, mereka mulai membandingkan dengan kehidupannya. Akhirnya, tanpa disadari timbul rasa insecure, tertekan, stres hingga depresi. Masalah yag ada bukannya dihadapi, malah lebih memilih lari dari masalah. 


Kedua, pola asuh orang tua yang cenderung memanjakan remaja. Terutama jika keluarganya tergolong mampu secara ekonomi. Orang tuanya beranggapan bahwa memanjakan anak adalah hal yang wajar, agar anaknya tidak merasa sengsara seperti kehidupan mereka dulu. 


Ketiga, adanya label dari orang tua yang mengatakan kalau anaknya "moody". Jadi, mau mengerjakan apapun tergantung pada mood. Akhirnya, kebanyakan rebahan daripada produktif mengerjakan sesuatu. 


Bestie, generasi stroberi punya karakteristik yang khas lho. Mereka itu indah tapi lemah. Generasi stroberi memiliki keunikan sendiri. Tumbuh bersama kemajuan teknologi telah memberi karakter positif pada mereka yang patut dibanggakan. 


Mereka menyukai tantangan. Tantangan dianggap sebagai sarana untuk menguji dan mengasah kemampuan mereka. Ini sangat berguna untuk karier mereka di masa depan, sehingga bisa menjadi orang yang profesional. 


Generasi stroberi tidak takut menyampaikan pendapat. Mereka berani berbicara selama itu mendatangkan kebaikan bagi dirinya ataupun circle persahabatannya. Kadang tanpa pikir panjang akan akibat yang ditimbulkan. 


Mereka juga mengikuti perkembangan zaman. Hampir mirip dengan generasi milenial dan gen Z. Generasi stroberi aktif menggunakan internet dan lincah menggunakan teknologi terkini. Selain itu, mereka memiliki pemikiran yang kreatif, kritis, dan cerdas. Ditambah kemampuannya dalam mengikuti perkembangan teknologi.


Bestie, sayangnya di balik segala kelebihannya, ternyata generasi stroberi dianggap sebagai generasi mager alias pemalas. Soalnya, mereka ingin sukses tapi ingin juga santai. Bahkan ingin kesuksesan yang instan. Bingung enggak tuh?  Mereka punya prinsip, kalau ada jalan yang mudah buat sukses, mengapa harus bersusah payah dan melalui proses yang panjang? 


Padahal, kesuksesan itu bisa dicapai dengan proses yang panjang. Kalau tiba-tiba namanya doorprize. Saat keberhasilan dicapai selangkah demi selangkah, rasanya akan sangat bernilai. Mereka juga punya kegiatan favorit, yaitu healing. Kalau ada masalah, bawaannya ingin menenangkan diri. Masalahnya dihindari dulu. Enggak berusaha buat diselesaikan. Giliran healingnya beres, masalah tetap ada. Bisa saja masalahnya tambah besar. 


Bestie, mereka juga terkenal si paling royal kalau urusan self reward. Self reward itu adalah penghargaan untuk dirinya sendiri saat mencapai target tertentu. Alih-alih membeli sesuatu buat apresiasi diri, justru membuat generasi stroberi jadi boros dan konsumtif. Parah!


Bestie, kalau remaja Islam tuh anti rapuh. Mereka menyadari kalau manusia pasti enggak akan bisa lepas dari masalah. Kapan pun, siapa pun, dan di mana pun pasti pernah mengalami masalah. Biar enggak ketularan generasi stroberi yang sukanya lari dari masalah, kita harus pandai menghadapi masalah. 


Jangan sampai salah dalam memandang masalah atau ujian, nanti kita bisa salah mengambil sikap. Saat menghadapi masalah atau ujian, kita harus menyadari bahwa: 


Pertama, masalah adalah bentuk rasa kasih sayang Allah Swt. yang berupa ujian dan peringatan. Kedua, masalah adalah cara Allah Swt. untuk meningkatkan derajat dan status kita di hadapan-Nya. Ketiga, masalah yang diberikan Allah Swt. sesuai dengan kadar kemampuan kita. Tidak akan melebihi batas kemampuan kita. Jadi, kita harus selalu optimis dan selalu berusaha mencari solusinya.


Keempat, setiap masalah pasti ada solusinya. Seperti firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 6, "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”


Kelima, hendaklah kita memperhatikan orang yang keadaannya lebih rendah daripada kita. Jangan memperhatikan orang yang lebih sukses dibanding kita. Agar kita lebih mudah bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. 


Jadi, generasi stroberi mudah rapuh ketika mendapat tekanan hidup bukan karena berat atau banyaknya masalah yang dihadapi. Mungkin mereka belum tahu sikap atau cara pandang terbaik dalam mengatasi setiap masalahnya. 


Bestie, kita sangat beruntung menjadi generasi muda muslim. Karena ajaran Islam yang kita kaji, membuat kita tetap enjoy saat diuji dengan masalah. Jadi, jangan bosan untuk terus mengkaji ilmu Islam. Itu sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan. Wallahualam bissawab. [By]

Ikut Tren Fashion, Haruskah?

Ikut Tren Fashion, Haruskah?

Ketika mau pakai fashion apa, harus melihat dulu apa kata Allah. Harus bertahan memakai pakaian syar'i, meski dikata kurang trendi

Apa pun kata orang, enggak perlu kita galauin. Soalnya perintah Allah-lah yang layak buat jadi prioritas

________________________________


Penulis Siska Juliana

Tim Media Kuntum Cahaya 



KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Bestie, saat ini gempuran perfilman dan tren fashion mengepung anak-anak remaja. Pernah enggak kalian lihat influencer muslimah yang memakai OOTD ala Korean style? Misal pakai midi dress. Atau banyak juga mbak-mbak berkerudung dan menutup aurat, tapi pakai tank top di luar bajunya. Lho, kok bisa sih? 


Enggak bisa dimungkiri, tren fashion kayak gini dipengaruhi banget sama sistem yang ada saat ini, yaitu sekularisme kapitalisme. Sistem ini punya ciri khas, misahin agama dari kehidupan. Jadi, manusia diberi kebebasan berekspresi. Artinya, bebas menentukan way of life versinya masing-masing. Bisa memilih apa pun yang ia suka, termasuk dalam urusan fashion. Mau pakai baju ketat atau tipis, dikasih pernak-pernik yang bisa menarik perhatian, bahkan bisa juga nolak fashion yang sesuai dengan syariat, kalau enggak sesuai sama style kece menurutnya. 


Jadi bisa banget milih fashion yang menurutnya trendi, meski enggak sesuai dengan busana muslimah. Karena standar fashion-nya ditentukan oleh suka atau enggak suka, bukan sama aturan syariat. 


Bestie, tentu beda dengan Islam. Dalam Islam enggak ada kebebasan mutlak. Soalnya Allah Swt. terus-menerus ngingetin kita kalau hidup itu bakal ada pertanggungjawaban. Jadi, setiap pilihan hidup kita itu bakal ditanya di akhirat kelak. Termasuk fashion apa yang kita pilih. 


Dalam mindset seorang muslim, enggak ada yang namanya hidup sesuka hati. Yang ada, hidup itu untuk taat sama syariat. Soalnya ngeri banget kalau kita hidup sesuka hati, ada neraka yang siap menghanguskan tubuh kita. Nauzubillahi min zalik. 


Ketika mau pakai fashion apa, harus melihat dulu apa kata Allah. Harus bertahan memakai pakaian syar'i, meski dikata kurang trendi. Apa pun kata orang, enggak perlu kita galauin. Soalnya perintah Allah-lah yang layak buat jadi prioritas. 


Memang rasanya susah buat selalu berpakaian syar'i. Apalagi banyak tren yang bermunculan. Contohnya, banyak banget pilihan model baju mulai dari celana kulot, midi dress, tunik, tank top yang dipakai di luar dan masih banyak lagi. Rasanya pengen nyoba-nyoba kayak gitu. Apalagi kalau melihat pakaian dengan warna-warna pastel di online shop. 


Bestie, kalau kita perhatikan, pengaruh sistem kapitalisme itu benar-benar nyata. Enggak cuma dari sisi behavior yang serba bebas aja, tapi kapitalisme juga masuk ke dalam dunia bisnis termasuk fashion. Apa pun yang bisa menghasilkan cuan, pasti bakal di-share ke publik. Supaya bisa bikin masyarakat tergiur dan penjualannya laris manis. 


Ada juga soft selling lewat dunia perfilman. Enggak sedikit orang yang jadi hedon gara-gara ingin nyoba berbagai tren fashion. Padahal baju di lemari masih numpuk. Setiap hari masih bisa ganti baju. Kecuali kalau memang kita butuh banget beli pakaian. Misal, bajunya sudah penuh lubang atau sudah kekecilan. Boleh beli yang baru, tapi jangan sampai kita beli karena fomo (fear of missing out) saja. 


Terus, sebagai muslimah kita harus tahu pakaian muslimah yang sesuai sama perintah Allah. Islam mempunyai aturan fashion untuk dikenakan ke luar rumah. Rumusnya, kerudung plus jilbab minus tabarruj minus pakaian yang ketat dan menerawang. 


Pertama, kita harus memakai kerudung yang dijulurkan sampai menutup dada. Ingat ya, harus menutup dada. Bukan dililit-lilit ke leher, bestie. Bisa cek di Al-Qur'an surah An-Nur ayat 31.


....وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ.....


Artinya, "... dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya ...." 


Kedua, memakai jilbab. Jilbab adalah baju seperti lorong yang menjulur dari atas sampai ke bawah. Sering kita sebut dengan gamis. Cek di Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 59. Jadi, pakaian-pakaian kayak tunik atau midi dress yang panjangnya di atas mata kaki belum termasuk gamis. 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


Artinya, "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


Ketiga, enggak boleh tabarruj. Tabarruj adalah menampakkan perhiasannya yang sampai bikin orang lain tertarik melihatnya. Misal, memakai pakaian dalam di luar gamis. Bukankah ini sangat menarik perhatian? 


Keempat dan kelima, baju yang dipakai enggak boleh menerawang dan ketat. Jadi, jangan sampai pakaian yang dikenakan masih bisa memperlihatkan warna kulit kita. Terus juga enggak boleh pakaiannya nge-press body sampai lekuk tubuh kita itu terlihat. 


Ayo kita berusaha stay syar'i dengan menaati aturan Allah. Syar'i bukan berarti enggak trendi kok. Sekarang banyak banget model gamis yang enggak kalah cakep juga. Bisa juga di mix and match warnanya biar kelihatan bagus. Insya Allah buah dari ketaatan bakal kita petik kelak. 


Tapi sayangnya, sekarang tuh banyak banget orang yang enggak tahu bagaimana fashion muslimah yang sebenarnya, makanya mudah terbawa tren. Mereka ngikutin tren fashion Korea atau Citayam fashion week yang sempat viral saat itu. 


Bestie, kayak gini jadinya kalau kita enggak punya pegangan yang benar. Bakal mudah terombang-ambing kayak perahu di lautan. Coba tengok yang terjadi pada dunia pendidikan hari ini, yang harusnya mendidik generasi biar jadi benar dan lurus, tapi saat ini ajaran agama diajarkan dengan porsi secuil. Yang diajarkan hanya terkait ibadah seperti salat, puasa, dan pernikahan. 


Ketika ajaran Islam ada dalam kehidupan sehari-hari seperti pada kebiasaan dan fashion, hampir tidak ada petunjuk sebelumnya. Akhirnya, muncul individu-individu yang hidup bebas dan enggak paham syariat. Selain itu, Gen Z adalah generasi yang melek digital. Aktif banget di media sosial. Mudah banget terpengaruh sama hal-hal yang viral. Apalagi kalau aktris favoritnya pakai brand fashion tertentu, auto mau terus check out. Habis itu, dipamerin deh ke media sosial. Akhirnya, bikin yang lain ikutan fomo. 


Enggak habis sampai di situ. Mereka berpikir kalau hidup itu cuma untuk mengejar kesenangan aja. Sedangkan dalam Islam, suasananya bukan kejar-kejaran kesenangan pribadi, tapi kejar-kejaran amal baik. Keren kan! 


Tentu yang punya peran besar dalam memberikan suasana takwa seperti ini adalah negara. Dalam Islam, pendidikannya punya asas yang jelas yaitu akidah Islam. Jadi generasi bakal dipahamkan tujuan hidupnya, yaitu beribadah. Mereka enggak bakal tersibukkan oleh hal-hal yang remeh.


Setelah paham fashion seorang muslimah harusnya seperti apa, ia bakal taat enggak bakal mikirin lagi style yang bertentangan sama syariat. Kalau ada yang pakai fashion enggak sesuai sama syariat, pasti langsung diingetin. Suasana amar makruf nahi munkar bakal terbentuk.


Media dalam negara yang menerapkan Islam kafah enggak akan dibiarkan secara bebas. Akan dipakai buat edukasi dan dakwah. Enggak bakal ada orang yang pamer OOTD yang menyalahi syariat. Kalau kita ngebahas Islam, pasti enggak akan ada habisnya. Apapun masalahnya, selalu ada solusinya dalam Islam. Jadi bestie, jangan bosan buat selalu mengkaji ilmu Islam. Wallahualam bissawab. [By]

GenZ Rawan Stress, Kenapa Sih?

GenZ Rawan Stress, Kenapa Sih?

 


Seseorang bisa mudah terkena stress atau tidak dipengaruhi oleh bagaimana cara pandangnya terhadap kehidupan. Islam adalah agama kita, sedangkan kapitalisme adalah sistem yang saat ini berkuasa di seluruh dunia.

_________________________


Penulis Siska Juliana

Kontributor Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Bestie, tau nggak sih kalo GenZ itu dua kali lebih rawan stress dibanding generasi lain? Ternyata, menurut survey jakpat di tahun 2022 sebanyak 59,1 persen orang dari GenZ mengaku mempunyai masalah kesehatan mental. Dalam survey yang sama juga dijelaskan kalau GenZ itu tingkat stressnya dua kali lebih tinggi daripada generasi yang lain. Kok bisa sih? 


Seseorang bisa mudah terkena stress atau tidak dipengaruhi oleh bagaimana cara pandangnya terhadap kehidupan. Islam adalah agama kita, sedangkan kapitalisme adalah sistem yang saat ini berkuasa di seluruh dunia. 


Di dalam kapitalisme, kehidupan dipandang sebagai ajang bahagia. Bahagia versi mereka adalah punya banyak uang, makan makanan yang enak, punya rumah yang bagus, mobil mewah, dan bisa travelling keliling dunia. Kebahagiaan dalam kapitalisme hanya tentang materi. Sesuai sama prinsip mereka yaitu sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan).


Ini akan mendorong seseorang untuk mengejar materi sampai merasa puas, tanpa ada batasan. Mereka berdalih dengan mengatakan,"Kamu pantas untuk bahagia, lakukan saja apa yang kamu suka." Mereka nggak berpikir lagi tentang aturan Allah. Lalu, saat keinginannya nggak tercapai, mereka mengalami gangguan mental. Miris bangett!


Berbeda dengan Islam, Islam memandang kalau hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Adz-Dzariyat: 56. Jadi, setiap perilaku seseorang terikat dengan hukum syara sebagai bentuk ibadah mereka. Ini termasuk caranya dalam memandang kebahagiaan. 


Di dalam QS. At-Taubah: 72 dijelaskan bahwa kebahagiaan itu ketika kita mendapat rida dari Allah dan masuk ke surgaNya. Tetapi dalam Islam, bukan artinya materi itu nggak penting. Semuanya diperbolehkan selama masih dalam koridor syara dan tidak dijadikan sebagai tujuan hidup. Artinya, materi yang kita dapatkan digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bagus banget kan bestie ..


Lingkungan juga berpengaruh, dalam kapitalisme memandang bahwa kemuliaan dan kebanggaan itu berputar di sekeliling pencapaian materi. Lingkungan kapitalis sekuler ini akan mendorong orang-orang untuk membandingkan kekayaan materi yang dimiliki. Ujung-ujungnya saling menghina atau pamer. Flexing, hedonisme, gaya hidup liberal menjadi hal yang lumrah. 


Lingkungan seperti ini akan menimbulkan tekanan pada orang yang tidak memiliki pencapaian yang sama. Makin stress nggak tuh?!


Sementara dalam lingkungan Islam, setiap orang mengerti bahwa kebanggaan dan kemuliaan dilihat dari perbuatan baik yang dilakukan selama di dunia. Jadi, kemuliaan itu diraih ketika kehidupan seorang hamba selalu terikat dengan syariat Allah.


Merasa sedih dan iri ketika orang lain lebih rajin beribadah. Selalu berusaha agar kehidupannya sesuai dengan aturan Allah, selalu mendekatkan diri kepada Allah, dan bersabar dalam menjalankan ketaatan. 


Bestie, peran negara juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental masyarakatnya. GenZ biasanya merasa stress karena takut sama masa depan yang suram. Nah, masalahnya dalam kapitalisme, negara itu nggak ngejalanin perannya sebagai periayah atau pengatur urusan rakyat dan pelindung rakyat. 


Kebijakan negara tidak berpihak pada rakyat, melainkan kepada para kapitalis. Buktinya, masih banyak orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya, bahkan ketika mereka sudah bekerja. Untuk mendapatkan pekerjaan pun sulit, saat sudah bekerja, gajinya sangat minim. Padahal mereka sudah bekerja lembur. Ditambah rasa khawatir akan biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar yang tidak dapat dijangkau. Wah, bisa tambah stress nih!


Sedangkan dalam Islam, negara yang disebut Khilafah akan menjalankan perannya dalam mengatur urusan rakyat. Khilafah akan berusaha memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Para laki-laki nggak usah khawatir akan menjadi pengangguran, karena negara menjamin ketersediaan lapangan kerja. 


Lalu, kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan akan dipenuhi oleh negara. Semua itu bisa terwujud jika Islam kafah diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam bidang politik dan ekonomi.


Negara mempunyai wewenang untuk mengelola seluruh kekayaan alam, tidak diserahkan kepada asing atau kelompok tertentu. 


Seluruh hasil dari pengelolaan sumber daya alam, digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Tidakkah kita rindu dengan penerapan Islam kafah?                                    

Bestie, dari sini terlihat jelas kalau Islam satu-satunya sistem kehidupan yang bisa menjadi solusi dari permasalahan GenZ yang rawan stress.


Nah bestie, saatnya kita berjuang agar bisa hidup di bawah syariat Islam kafah. Tapi, berjuang itu nggak boleh gegabah. Kamu harus punya ilmu. Yuk, kita mengkaji Islam kafah bersama kelompok dakwah Islam ideologis. Lalu menerapkan Islam dalam kehidupan kita, dan jangan lupa ikut juga menyebarkan Islam atau berdakwah. Wallahualam bissawab. [SJ]