Antrean BBM Kembali Terjadi lslam Memberi Solusi
OpiniIslam sebagai solusi problematika manusia
termasuk menawarkan penyelesaian antrean BBM. Bahkan, Islam mampu mencegah penyebab kelangkaan BBM
______________
Penulis Sri Handayani
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI- Antrean panjang BBM Kembali terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Sumut. Provinsi yang bolak-balik tertimpa bencana saat ini tengah mengalami gangguan distribusi BBM.
Antrean terjadi semenjak Senin, 13 Juli 2026 dan hingga saat ini belum diketahui kapan akan berhenti. Seorang ibu menangis tersedu-sedu karena telah mengantri dari jam 16.00 hingga jam 20.00 WIB. Ia begitu kecewa kerena ketika gilirannya tiba, petugas di SPBU mengatakan bahwa stok BBM sudah habis.
Antrean yang terjadi dari semenjak pagi hingga larut malam ini didominasi oleh kendaraan yang mengantre BBM jenis solar, pertalite, dan pertamax. Beberapa warga ada yang tidak tahan dengan antrean itu hingga mereka menghubungi keluarganya di rumah agar bisa bergantian mengantre. Deretan kendaraan besar-kecil memenuhi sebelah jalan yang relatif sempit hingga mengganggu arus baliknya.
Walhasil, masalah muncul bukan hanya pada pengantre BBM tetapi juga para pengendara secara umum yang tidak ada masalah dengan BBM. Warga kehabisan waktu di jalan dan sebagian tidak bisa mendapat tambahan penghasilan karena fenomena ini. Beberapa di antara mereka terpaksa memilih moda transportasi yang lain atau berbagi kendaraan dengan rekannya karena terdampak sulitnya pasokan itu. (Kompas.com, 13-07-2026 )
Berdasarkan investigasi pemerintah provinsi Sumut dan diperkuat dengan pernyataan pihak Pertamina, kelangkaan BBM ini konon terjadi bukan karena stok BBM Pertamina habis. Pemerintah daerah Sumatra Utara mengklaim kelumpuhan total ada pada armada pengiriman (distribusi). Sementara Pertamina menggeser alasan tersebut ke arah faktor lonjakan permintaan ekstrem yang terjadi secara bersamaan, baik karena hari pertama masuk sekolah maupun hari aktif para pegawai untuk masuk kerja.
Dari rangkaian informasi di atas publik pantas bertanya: Jika terjadi karena awal masuk sekolah dan awal pegawai beraktivitas mengapa antrean terjadi cukup lama?
Mengapa lonjakan ini tidak terjadi setiap tahun dengan tingkat yang sama jika benar karena awal masuk sekolah dan pegawai kembali aktif? Berapa sebenarnya kenaikan konsumsi BBM dibanding hari biasa?
Menjawab pertanyaan tersebut PT. Pertamina Patra Niaga menyatakan persentase kenaikan konsumsi BBM selama antrean terjadi sebesar 5 hingga 10%. Keadaan belum stabil hingga saat ini terjadi karena pemulihan stok butuh waktu. Setidak- tidaknya kata pertamina, keadaan akan stabil pada Sabtu, 18 juli 2026. Selain itu terjadi efek domino kekosongan karena peralihan konsumen dari satu stasiun ke stasiun yang lain.
Dalam berita yang berkembang selanjutnya Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak TNI Pertamina dan Polri untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM lebih luas. Hasilnyan TNI mengerahkan personelnya mengambil alih kemudi truk tangki pertamina untuk mengirimkan BBM khususnya di wilayah Medan.
Sementara itu, pertamina tidak merilis kenaikan persentase pengantar anak sekolah yang menggunakan kendaraan bermotor atau pegawai bermotor hingga disebut kebutuhan pasokan BBM melonjak karenanya. Hingga saat ini distribusi masih berproses.
Sebenarnya, pelonjakan 5 hingga10 % Ini adalah hal yang sangat kecil dan tidak masuk akal jika sampai bisa melumpuhkan pasokan BBM hingga satu provinsi. Keadaan itu, menjelaskan bahwa manajemen distribusi sedang dalam keadaan tidak normal sebagaimana kritik Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) dan Pemda terhadap Pertamina.
Islam Menawarkan Solusinya
Islam sebagai solusi yang menyelesaikan problematika manusia menawarkan penyelesaian antrean BBM bukan hanya pada antreannya saja. Islam juga mencegah penyebab kelangkaan BBM. Apabila terjadi antrean hingga berkepanjangan khalifah tidak cukup menerima satu penjelasan tanpa verifikasi khalifah berkewajiban memeriksa.
Apakah produksi seluruh jenis BBM yang dikelola pemerintah, seperti: pertalite, pertamax, solar atau pertamax turbo dan pertamax green memang cukup?
Apakah distribusi aman atau terganggu? Jika terganggu apa masalahnya? Apakah sopir atau armada sudah dipastikan cukup? Apakah ada penimbunan atau penyimpangan? Apakah stok cadangan memadai?
Karena biasanya, lonjakan harusnya bisa diprediksi. Kejadian-kejadian yang luar biasa umumnya terjadi secara kasuistik. Setelah penyebabnya jelas, solusi Islam akan diterapkan sesuai akar masalahnya. Jika penyebabnya distribusi, maka negara memperbaiki distribusi, memastikan armada dan pekerja tersedia, serta menghilangkan hambatan operasional.
Oleh sebab itu jika penyebabnya produksi, negara meningkatkan produksi atau menggunakan cadangan strategis. Negara perlu memerintahkan para ahli untuk melakukan penelitian dan eksplorasi, penyebabnya penimbunan atau penyalahgunaan, negara harus menindaknya. Maka negara harus sudah mengantisipasinya dengan stok dan distribusi tambahan sehingga masyarakat tidak perlu mengantre berjam-jam.
Dengan kata lain, dalam perspektif Islam, rakyat tidak seharusnya menanggung akibat dari kegagalan negara mengantisipasi masalah yang dapat diperkirakan. Pemimpin bertanggung jawab mengelola urusan publik dan memastikan kebutuhan pokok, termasuk layanan atas sumber daya energi yang dikelola negara tetap tersedia.
Hal itu harus dilakukan karena BBM termasuk dalam kategori energi (api). Sedangkan energi merupakan kepemilikan umum (public ownership) berdasarkan hadis:
الناس شركاء فى الماء و الكلاء و النار
"Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara air padang rumput dan api"
Sebagai turunan dari hadits tersebut muncul beberapa peraturan. Karena energi masuk dalam kategori kepemilikan umum maka negara mengelola untuk kepentingan rakyat. Negara juga wajib menjamin distribusi dimana kepala negaranya yaitu khalifah bertanggung jawab memastikan BBM tersedia di seluruh wilayah.
Jika di suatu daerah dalam negara khilafah mulai kekurangan pasokan, pasokan dari wilayah lain segera dipindahkan sebelum terjadi antrian panjang. Berikutnya negara juga bisa mengeluarkan cadangan strategisnya. Negara menyiapkan stok cadangan agar ketika terjadi gangguan produksi perbaikan kilang atau kendala distribusi masyarakat tetap bisa memperoleh BBM.
Agar BBM bisa diperoleh secara aman oleh masyarakat negara juga harus melakukan pengawasan yang ketat. Pengawasan itu juga dilakukan agar di lapangan tidak terjadi penimbunan dan penyelundupan atau permainan distribusi. Jika hal itu terjadi pelakunya dan pihak yang terkait akan diperiksa selanjutnya ditindak tegas karena merugikan hak masyarakat.
Selanjutnya,negara juga harus memperhatikan pihak-pihak yang harus diberikan ujrahnya jika mempekerjakan mereka misalnya para sopir tangki. Pengelolaan pekerja termasuk hal yg penting. Jangan sampai para sopir tangki tidak mendapat gaji berbulan-bulan hingga mereka mencari perhatian negara sampai mogok dan merugikan hak masyarakat.
Nabi Saw. bersabda bayarkan upah para pekerja sebelum kering keringatnya. Hal- hal seperti itu harus diperhatikan pemerintah karena ia adalah pihak yg mengurusi rakyat dan bertanggung jawab atas rakyat yang diurusi.
Hadis Rasulullah saw. :
كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ...
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam (kepala negara) adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya."
Wallahualam bissawab. [EA/MKC]











