Islam Menjawab atas Seluruh Persoalan Kehidupan Manusia
OpiniInilah yang wajib kita usahakan agar Islam kembali tegak di muka bumi
Selayaknya seperti pada masa Rasulullah saw. dan para sahabat beliau
___________________________________
Penulis Mulyaningsih
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pemerhati Masalah Anak & Keluarga
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Sudah lebih dari enam bulan tahun ini dilewati. Silih berganti kejadian pun mewarnai di dalamnya. Termasuk persoalan demi persoalan, ikut meramaikan nuansa kehidupan di negeri ini. Mulai dari sisi ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, pemerintahan, dan yang lainnya.
Sebagaimana dikutip dari salah satu laman nasional menyebutkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyampaikan pada aksi demonstrasi mahasiswa bahwa penyandingan MBG dengan isu ekonomi mengkonfirmasi mahasiswa telah memiliki perhatian. Yaitu perhatian pada kebijakan yang telah diterapkan di negeri ini.
Dari pandangan mahasiswa, MBG ini adalah program yang erat kaitannya kebijakan lainnya. Seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tentu berdampak pada hal lainnya. Harga barang menjadi meroket, termasuk pada BBM juga merangkak naik, PHK massal, serta lainnya. Tentunya hal tersebut akan sangat memberatkan masyarakat dan pastinya berefek signifikan terhadap kehidupan. (kompas.com, 18-6-2026)
Melihat mahasiswa yang kembali turun dan bergerak untuk melakukan aksi demonstarasi yang dilengkapi dengan beberapa tuntutan serta kritik terhadap pemerintah memberikan indikasi peningkatan. Mereka sekarang sudah berani dan vokal untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan saat ini. Namun, sayang seribu sayang justru pemerintah menganggap biasa pada aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
Seolah-olah tidak terjadi apa-apa serta aman terkendali kondisinya. Padahal, seluruh mahasiswa menginginkan bahwa kritik dan saran dari mereka didengarkan untuk kemudian dikaji kembali terkait dengan kebijakan yang telah ditetapkan tadi.
Apakah memang benar yang menjadi aspirasi mahasiswa ataukah kebalikannya? Nah, ini yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kita, tidak malah menganggap santai serta biasa saja. Padahal ini nyatanya menyangkut kondisi yang terjadi di negeri ini. Dan sebenarnya harus fast respons yang didapatkan, bukan sebaliknya.
Inilah gambaran fakta yang terjadi di negeri bernama Indonesia. Yang punya kuasa dan jabatan tampak begitu seenaknya terhadap amanahnya serta bertindak sesuai dengan kemauannya sendiri tanpa memikirkan bagaimana nasib manusia yang dipimpinnya. Ironis memang, tetapi ini adalah kenyataan yang benar adanya terjadi di negeri kita.
Ini kemudian mengkonfirmasi secara nyata kepada kita bahwa hubungan pemerintah dan masyarakat hanya sebatas pada musim pemilihan saja. Mengapa demikian? Karena masyarakat hanya diperlukan ketika menghadapi hajatan besar 5 tahun sekali itu. Para calon hanya memerlukan suara mereka untuk kemudian setelah terpilih beda lagi sikapnya. Benar-benar sangat berbeda, bagaikan bumi dan langit.
Jauh sebelum pemilihan, mereka selalu mendengarkan aspirasi masyarakat secara keseluruhan untuk kemudian diberikan sesuatu. Entah itu dalam bentuk dana, barang, ataupun bangunan fasilitas umum yang sangat diperlukan masyarakat. Ini yang nyatanya terjadi dan terus berulang setiap perputaran pemilihan tersebut. Sehingga yang menjadi korban selalu saja masyarakat yang bernama rakyat jelata.
Bahkan jika kita mendalami hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, maka muatan ekonomi begitu kental didalamnya. Tentu saja bak hubungan penjual dan pembeli yang notabenenya harus memunculkan pada laba alias keuntungan semata. Seraya seperti hubungan bisnis, yang harus menghasilkan cuan dan cuan saja.
Ini semua secara jelas diduga kuat karena sistem yang ditetapkan saat ini telah menjerumuskan manusia pada sisi ingin mendapatkan manfaat dan materi semata. Demokrasi kapitalis telah mendidik kita untuk selalu mencari-cari celah agar terfokus pada sisi uang semata. Siapa yang mempunyai mod banyak maka seyogyanya akan mampu menyetir dan menjadi pemimpin.
Ini sudah menjadi rahasia umum dan selalu cara ini yang diambil agar mendapatkan kekuasaan dan jabatan. Dengan mendapatkan kedua hal tadi, maka manusia mampu bertindak sesuai dengan kemauannya sendiri tanpa memandang lagi orang lain. Parahnya, selayaknya menutup mata, hati, dan telinga mereka terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya. Tampak bisu dan tak berdaya ketika persoalan demi persoalan menerjang kehidupan mereka. Dan ini semua menjadi satu fenomena yang bergulir sama setiap ada persoalan.
Masyarakat disuruh bersabar dengan keadaan yang menimpa mereka. Kemudian mengganggap kejadian yang ada sekarang seperti hal biasa yang mampu dilewati. Itulah yang selalu dikatakan oleh para pejabat kita. Sebut saja, ketika virus datang melanda (Covid-19) pemerintah tampak tidak serius menyikapinya. Padahal korban sudah banyak berjatuhan dan para tenaga medis sudah angkat tangan.
Kemudian yang sekarang terjadi, dolar menguat sementara rupiah dalam kondisi selemah-lemahnya. Itupun dikatakan bahwa kita tidak memakai dolar sehingga aman dan kondisi bisa tetap stabil. Namun, fakta membuktikan bahwa dengan menguatnya dolar maka berdampak signifikan kepada roda ekonomi di negeri ini.
Seluruh barang meroket tajam, belum lagi gas yang langka, BBM pun ikut melangit harganya, dan masih banyak lainnya. Termasuk pada MBG yang ternyata eh ternyata, para pejabatnya melakukan korupsi juga dan nilainya tidak main-main.
Astagfirullah, inilah fakta demi fakta yang terjadi di masyarakat dan pemerintah masih saja bersikap seolah di Indonesia baik-baik saja. Sadar dong pak, masyarakat sekarang sudah mulai jenuh dengan omongan saja tanpa bukti nyata bahwa pemerintah bekerja serius untuk kemakmuran masyarakat seluruhnya. Jika ditanya, kapan itu terjadi? Nah, inilah yang sebenernya harus kita usahakan.
Sebagaimana pandangan penulis di atas, bahwa usaha kita seharusnya dimulai sekarang. Bagaimana caranya? Selayaknya sebagai seorang muslim dan negeri ini mayoritas beragama Islam maka itulah yang menjadi pegangan dan penuntun kita. Islam harus menjadi aturan baku yang posisinya wajib diterapkan dalam segala lini kehidupan manusia.
Karena kita menyakini bahwa manusia lemah, terbatas, dan serba kurang maka kita harus mencari sesuatu yang lebih kuasa atas kita. Tentunya Sang Pencipta, Allah Swt. yang mengetahui akan seluruh hal terkait manusia, bumi, dan yang lainnya sehingga kita hanya mengambil hukum yang Allah berikan saja, tidak lainnya.
Karena Allah telah menurunkan Al Qur'an sebagai kitab suci yang isinya tuntunan kehidupannya bagi manusia. Nah, itulah yang harus bin wajib kita terapkan dalam kehidupan ini, bukan buatan manusia tadi. Sebagaimana firman Allah Swt..
"Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam agama Islam secara totalitas dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syetan sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu". (TQS. Al-Baqarah 208)
Dari firman Allah tersebut kita dapati bahwa manusia harus masuk secara totalitas alias keseluruhan. Tidak mengambil setengah atau sebagian saja, namun semuanya. Sehingga dalam kehidupan pun harus menerapkan Islam, termasuk ketika menjalankan roda pemerintahan. Dengan keimanan (akidah) kita maka akan tunduk serta patuh terhadap pemimpin kaum muslim, yaitu khalifah. Dan khalifah nantinya akan dengan sungguh-sungguh menjalankan amanahnya, mengurusi urusan umat sampai terwujud kemaslahatan.
Nah, itulah yang wajib dilakukan oleh penguasa (pemimpin). Karena nanti seluruh amanah akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di Yaumil Akhir dan akan sangat menentukan ke arah surga atau neraka. Selayaknya sebagai manusia tentu surga menjadi cita-cita kita bersama, karena itu merupakan tempat terakhir yang begitu didambakan seluruh kaum muslim.
Kemudian, dari khalifah tadi akan menerapkan aturan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Beliau akan menunjuk beberapa orang yang nantinya akan menjabat sebagai Wali, Amil, Muawin, Qadi, Pemimpin Perang, dan yang lainnya. Semua akan diberikan amanah sesuai dengan porsinya masing-masing. Tentunya akan melihat kepakaran serta kemampuan mereka. Tak lupa menyampaikan bahwa amanah adalah berat karena ini menyangkut hajat masyarakat.
Kemaslahatan umat akan benar-benar diusahakan untuk tercapai karena itu tujuan utamanya. Persoalan demi persoalan yang muncul pun akan ditimbang dengan kacamata Islam saja untuk dicari solusinya. Ini mencakup seluruh seluruh persoalan kehidupan manusia. Jika ada yang menyampaikan aspirasi, akan diterima dengan baik. Kemudian akan dikaji ulang jika berkaitan dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Apakah tetap dilakukan ataukah harus diganti kebijakan, nanti akan ditetapkan kembali oleh khalifah.
Begitulah adanya pengaturan ketika Islam ditetapkan dalam kehidupan dunia. InsyaAllah tidak ada satu pun persoalan yang tak mampu dicari solusinya. Karena Islam mempunyai jawaban atas segala masalah manusia. Tinggal kitanya saja mau atau tidak mengambilnya secara menyeluruh.
Nah, inilah yang wajib kita usahakan agar Islam kembali tegak di muka bumi. Selayak ya seperti pada masa Rasulullah saw. dan lara sahabat beliau. Islam mampu ditetapkan selama 1300 tahun lamanya dan masyaraktnya bahagia. Artinya kita harus berjuang bersama agar Islam kembali tegak di dunia ini. Agar seluruh persoalan yang saat ini ada, mampu terselesaikan secara sempurna tidak tambal sulam. Wallahualam bissawab.











