Berkaca dari Iran: Potensi Kekuatan Besar Dunia Islam
Surat PembacaBerkaca dari negeri Iran, umat Islam memiliki potensi kekuatan yang besar
di antaranya adalah kekuatan militer yang terdapat di berbagai negeri muslim
______________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Isra*l.
“Iran telah membuktikan bahwa kekuatan iman dan kemandirian mampu mengalahkan kekuatan materialistik. Hari ini, dunia melihat Iran bukan hanya sebagai negara yang bertahan, tetapi sebagai mercusuar inspirasi bagi mereka yang mencari keadilan,” ujar Mojtaba Khamenei dalam sebuah forum di Teheran. (mediaindonesia.com, 10-04-2026)
Sekutu AS juga terlihat mengalami perpecahan setelah sejumlah negara Eropa seperti Austria, Prancis, dan Spanyol serta NATO (North Atlantic Treaty Organization) menolak dan membatasi dukungan terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Isra*l terhadap Iran. Hal ini membuktikan bahwa AS tidak dapat memaksakan negara-negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung dalam perang melawan Iran.
Namun, ketika AS mulai kewalahan menghadapi tekanan geopolitik, muncul inisiatif perdamaian dari para penguasa negeri-negeri muslim, di antaranya datang dari Pakistan. Pakistan dipercaya sebagai mediator kunci oleh kedua belah pihak dan mengambil peran aktif untuk meredakan ketegangan di wilayah konflik AS-Iran tersebut.
Dari klaim kemenangan Iran, AS menangguhkan serangan selama 2 minggu ke Iran dan menerima 10 usulan Iran yakni : komitmen non-agresi terhadap Iran; Iran mengontrol Selat Hormuz; Iran berhak atas pengayaan uranium; pencabutan sanksi ekonomi atas Iran; pencairan aset-aset Iran yang dibekukan AS; pembatalan semua resolusi Dewan Keamanan PBB; pembatalan semua resolusi Dewan Gubernur Badan Atom Internasional; pembayaran kompensasi perang; penarikan pasukan AS, dan penghentian perang di semua front termasuk di Lebanon. (news.detik.com, 14-04-26)
Potensi Kekuatan Besar Dunia Islam
Menghadapi perlawanan tak terduga, AS telah gagal mencapai tujuannya ke Iran dan kembali ke titik awal melalui gencatan senjata. Iran telah membuktikan keberaniannya melawan AS yang unggul dalam kecanggihan kekuatan militer, armada pesawat tempur, serta memiliki jaringan pangkalan militer global yang luas. Hal ini mengungkap batas kekuatan AS dan menunjukkan pada dunia bahwa AS tak sekuat yang dibayangkan sebagai negara adidaya.
Sejatinya, berkaca dari negeri Iran, umat Islam memiliki potensi kekuatan yang besar. Di antaranya adalah kekuatan militer yang terdapat di berbagai negeri muslim. Kemudian sumber daya alam (SDA) yang melimpah, seperti minyak dan gas yang produksinya menyumbang sekitar 30% dari minyak dunia saat ini, serta geopolitik strategis yang menjadi jalur perdagangan dunia. Namun, yang perlu kita renungkan, apakah potensi besar tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan umat Islam? Atau hanya dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas sistem hegemoni global saat ini?
Faktanya, saat ini umat Islam tercerai-berai dalam puluhan negara-bangsa yang lemah dan terikat dengan berbagai kepentingan asing. Pelajaran penting dari konflik AS-Iran ini tidak ada negara yang bersekutu secara permanen, kecuali terdapat kepentingan di dalamnya. Pengkhianatan penguasa muslim menjadi perisai bagi kepentingan asing hanya untuk menyelamatkan tatanan imperium yang mulai retak. Hal ini tentu melemahkan kesatuan umat Islam menuju kebangkitan yang hakiki.
Dapat dibayangkan, jika kekuatan militer, ekonomi dan politik umat Islam dikerahkan dalam satu kekuatan global di bawah kepemimpinan yang independen dan tidak terikat dengan kepentingan asing. Saat itulah kekuatan baru akan muncul dan perubahan yang hakiki akan dimulai.
Persatuan Umat Islam untuk Kekuatan Global yang Baru
Penjajahan atas negeri-negeri muslim yang berlangsung hingga saat ini tidak akan pernah usai jika umat Islam masih tercerai-berai dan memiliki kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, persatuan umat menjadi langkah yang sangat penting untuk dilakukan agar umat bersatu melawan imperialis Barat dan negara-negara kafir penjajah serta menyatukan semua potensi negeri-negeri muslim menjadi satu kekuatan politik dalam institusi pemerintahan Islam global (Khil4fah).
Khil4fah sejatinya yang akan menjadi perisai dan pelindung yang akan menentukan arah perjuangan untuk kemuliaan umat Islam di seluruh dunia. Khil4fah di bawah kepemimpinan seorang khalifah adalah perisai bagi rakyatnya.
Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai; kaum muslim berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sudah seharusnya negeri-negeri muslim bersatu dalam satu kekuatan komando di bawah sebuah naungan institusi Khil4fah yang mampu menyatukan potensi besar umat dalam membentuk kekuatan global yang baru untuk melawan penjajahan kaum kafir sehingga terwujud keadilan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]
Amriane Hidayati


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

