Alt Title

The Man Behind The Scene

The Man Behind The Scene

 


Ternyata wanita yang terkesan lemah gemulai tak berdaya dan seakan tak mampu berpikir panjang ternyata mempunyai peranan yang sangat penting, tak hanya berperan pada suami dan anak kandungnya, tapi juga bagi anak-anak generasi yang kelak akan turut mengubah peradaban.

_________________________


Penulis Arda Sya'roni 

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, NAFSIYAH - Dalam setiap gelar acara di atas panggung akan kita temui orang-orang yang bekerja di belakang panggung yang membantu suksesnya keberlangsungan acara tersebut. Mereka memang tak tampak, tapi kerja mereka sangat menentukan kesuksesan sebuah acara. Merekalah yang disebut orang-orang ”The man behind the scene” atau orang di belakang panggung. 


Selaras dengan orang-orang yang bekerja di balik panggung ini, kita pun sebagai wanita yang berperan baik sebagai istri sekaligus ibu adalah termasuk orang-orang di belakang panggung yang mendorong suksesnya orang-orang terkasih kita.


Wanita tercipta dari tulang rusuk pria, dimana tulang rusuk itu sendiri diciptakan bengkok untuk menjaga jantung tetap terlindungi. Karena sifatnya yang bengkok itulah, wanita cenderung untuk melangkah irasional, baper alias mudah terbawa perasaannya dan gegabah. Tak mudah untuk meluruskan rusuk yang bengkok ini, karena bila dipaksa maka akan patah, dan bila dibiarkan maka akan tetap bengkok. Dibutuhkan kesabaran dan kesalehan seorang pria untuk meluruskannya. 


Namun, dalam pepatah asing seringkali kita mendengar “Behind a great man, there is a great woman” yang artinya di belakang pria hebat terdapat seorang wanita yang hebat pula tentunya. Dengan demikian apakah arti seorang wanita bagi seorang pria?


Peran wanita sebagai istri


Wanita, mungkin secara fisik terlihat lemah dibandingkan pria, tetapi ternyata di balik kelemahan dan kelembutan wanita terdapat kekuatan yang sangat besar. Wanita bahkan memegang peranan penting bagi tumbuh kembang seorang anak pun bagi kesuksesan seorang suami. 


Sebagaimana telah diungkit sebelumnya bahwa di balik kesuksesan seorang pria, ada seorang wanita hebat yang senantiasa mendukungnya. Namun, sayangnya di balik kehancuran seorang pria pun, ternyata ada seorang wanita yang menyebabkan kehancuran itu. Bagaimana ini bisa terjadi?


Dalam sebuah hadis disebutkan, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salehah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr)


Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa istri salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Begitu berharganya istri salehah karena istri salehah bagaikan cahaya yang memberikan energi positif bagi suaminya. Istri salehah akan mendukung usaha suaminya dan membantunya untuk terus mengejar cinta Allah sehingga keluarga sakinah, mawadah, warahmah, insyaallah akan didapat.


Pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw., “Siapakah perempuan yang paling baik?”

Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai dan Ahmad)


Dan seburuk-buruk perempuan di antara kalian adalah yang suka berdandan/berhias (ketika keluar rumah), sombong, merekalah perempuan-perempuan munafik. Mereka tidak masuk surga, kecuali seperti burung gagak bersayap putih (atau sangat langka).” (HR. Baihaqi dalam As-Sunan 7: 82)


Sebaliknya, wanita yang tak saleh hanya akan menyusahkan suaminya, menjerumuskan suami pada kemaksiatan dan kehancuran atau bahkan mengantarkan suami ke pintu neraka.


Peran wanita sebagai ibu


Selain berperan penting dalam kesuksesan suami, wanita sebagai ibu juga mempunyai peranan tak kalah penting. Ibu salehah tentu akan mencetak generasi saleh yang mampu berpikir cemerlang. Ibarat sebuah bayangan dan benda, maka bila benda lurus maka bayangan akan lurus, sebaliknya benda yang bengkok maka otomatis bayangannya pun akan menjadi bengkok. Ibu merupakan panutan yang akan ditiru sang anak. Hal ini karena anak bukanlah pendengar yang baik, melainkan peniru ulung yang akan meniru segala tingkah laku orang tuanya.


Berkata Syaikh Mahmud Al Basyir Al Ibrahimiy rahimahullah, “Apabila seorang wanita tidak mengetahui ilmu-ilmu agama niscaya dia akan menyusahkan suami, merusak anak dan membinasakan umat.” (Atsar Al Ibrahimiy, 4/49). 


Peran wanita bagi peradaban 


Wanita, yang kelak akan menjadi seorang ibu adalah pondasi bagi terwujudnya kebangkitan suatu peradaban. Ibu sebagai madrasah 'ula atau madrasah pertama dan utama bagi seorang anak tentu berpengaruh besar bagi terwujudnya anak yang saleh dan salehah. Maka, bila para ibu telah menjadi madrasah yang mencetak anak-anak saleh dan salehah, maka bisa dipastikan bahwa generasi gemilang dengan anak-anak saleh dan salehah yang memimpin umat akan bisa diwujudkan. Peradaban gemilang yang kita impikan akan terwujud nyata, bukan hanya cerita dongeng semata.


Ternyata wanita yang terkesan lemah gemulai tak berdaya dan seakan tak mampu berpikir panjang ternyata mempunyai peranan yang sangat penting, tak hanya berperan pada suami dan anak kandungnya, tapi juga bagi anak-anak generasi yang kelak akan turut mengubah peradaban.

Wallahualam bissawab. [SJ]