Alt Title

I Dream That This Is The World (Aku Bermimpi Bahwa Ini Adalah Dunia)

I Dream That This Is The World (Aku Bermimpi Bahwa Ini Adalah Dunia)


Dunia yang indah dan juga fana

Keindahan ini akan segera berakhir jika Tuhanmu sudah menghendakinya, maka berakhirlah semuanya

______________________________


Penulis Firsyi

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pelajar

  

KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Aku baru menyadari kalau ini dunia. Dunia yang ketika terbangun dari tidur dan membuka mata, aku sadar kalo inilah dunia. Di saat beranjak dari tempat tidur dan melakukan aktivitas seperti biasanya, membuka pintu dan melihat ketika pintu itu dibuka oleh kedua tanganku, kulihat ada hamparan yang sangat luas dan berwarna biru. Aku bertanya apakah itu? 


Lalu pikiranku mengatakan bahwa itulah langit. Warnanya tidak selalu biru, langit membuat mata dipenuhi berbagai warna darinya. Ketika dini hari atau fajar datang langit akan mengeluarkan warna oranye hingga menyerupai langit senja atau terkadang berwarna blue yang digradasi menjadi perpaduan warna yang sempurna.


Begitu besar dan tak terdefinisi ciptaanNya. Allah Swt. menciptakan semuanya dengan mudah. Ketika pagi hari langit berubah menjadi awan putih dan langit yang biru. Ketika siang hari langit itu berubah menjadi langit yang sangat menyolok biru dan awan putih yang tebal disertai teriknya matahari yang menyinari bumi.


Ketika sore hari, langit itu berubah menjadi kuning keoranyean dan terkadang kita tidak bisa membedakan ini fajar atau senja karna warnanya hampir sama. Ternyata Sang Pencipta telah mengatur semua alam semesta ini dengan skenario yang tidak tebersit sedikitpun.


Terkadang juga jika langit itu lelah dan tidak mampu menahan air matanya, maka awan mendung dan warna abulah yang datang menghampiri bumi, dan awan menumpahkan semua air matanya ke bumi


Karena Allah tidak ingin apa yang dia ciptakan merasakan kesedihan sehingga ditumpahkan semuanya ke bumi. Yang menyebabkan bumi menjadi basah karena terguyurnya hujan. Tetapi mahkluk yang kekeringan akan merasa gembira jika hujan turun dari langit. Karena itu akan memuaskan hasrat kehausan mereka, dan itulah nikmat dari Tuhan untuk mahklukNya. Ketika aku menginjakkan kakiku di bawah terasa keras dan bertekstur kasar, lalu aku bertanya apakah itu? 


Pikiranku sekali lagi menjawab itu adalah tanah. Tanah adalah tempat berpijak semua mahkluk atas kekuasaan Allah Swt. untuk menyeimbangkan dirinya agar bisa berdiri di tanah. Merasakan tekstur yang beragam.


Tanah bisa menghadirkan berbagai jenis bentuk permukaan, gundukan tanah yang menutupi akar dan hewan-hewan di dalam tanah. Tanah yang membuat akar itu tumbuh menjadi ranting sehingga pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi semua orang.


Lalu ketika aku melangkah lebih jauh ke depan melewati tanah yang kupijak, di situ aku melihat sesuatu yang berbeda dari semua yang aku lihat. Aku melihat hamparan yang luas dan pandangan mataku sangatlah sejuk ketika melihatnya. Lalu selintas aku berpikir apakah itu air?


Dan ya, itu adalah air. Aku melihat air itu mengalir dengan tenang di sebuah sungai yang diiringi kicauan burung yang terbang di atas langit yang luas. Aku merasakan hal yang berbeda. Aku merasa tenang saat berada di sana. Dia yang membuat naungan tinggi itu tetap hidup hingga saat ini.


Tetapi itu belum berakhir. Di sana aku masih bisa merasakan semua hal yang ada dalam satu alam yang sama. Aku menghirup aroma yang bagi penghirupnya akan merasakan daya tarik. Karena aroma yang menyejukkan jiwa masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh menyatu dengan alam semesta.


Begitu luas Tuhan menciptakan tempat untuk semua mahkluknya. Seiring aku membuka mata ternyata aku dikejutkan dengan elemen alam yang saling berkaitan satu sama lain. Aku melihat benda yang melebihi tubuhku dan seseorang bisa bernaung atau beristirahat menghilangkan penat mereka.


Ketika warna hijau yang ada dalam tumpukan tanah yang dipondasikan oleh ranting akar yang menjalar indah dengan semua jenis-jenisnya. Dan sekali lagi hatiku berfirasat bahwa itu adalah pohon.


Dan apa kalian tahu? Saat aku melihat ke atas langit, ternyata aku tidak bisa melihat dengan jelas. Justru aku hanya bisa merasakan hangatnya tubuhku yang disinari oleh sinarnya. Ternyata itu adalah matahari. Tata surya yang paling penting di alam semesta. Aku merasakan hangatnya yang masuk ke dalam tubuhku.


Paparan sinarnya membuatku merasakan bahwa ini adalah sinar matahari yang Pencipta alam ciptakan untuk menyatu dengan langit. Seketika aku berpikir semua ini sudah cukup untuk menyadarkan aku bahwa ini dunia.


Dunia yang indah dan juga fana. Keindahan ini akan segera berakhir jika Tuhanmu sudah menghendakinya, maka berakhirlah semuanya. Karena dunia ini tidak abadi semuanya hanya sementara, dan semua mahkluk di bumi ini akan kembali kepada pemiliknya di suatu hari yang sudah ditentukan.


Ketika aku ingin melangkah mundur dan kembali untuk bernaung di rumahku karena melihat hari yang makin gelap. Aku melihat sesuatu yang baru yang menyinari bumi dengan kegelapan malamnya.


Aku merasakan kedamaian pada saat itu, dan ternyata itu adalah bulan. Selain matahari, bulan menerangi kegelapan. Saat hari itu aku kembali beranjak ke tempat tidurku. Dan beranggapan inilah dunia. Aku bermimpi ketika aku tertidur dan nyata di saat aku terbangun.


Seperti apa yang dikatakan Allah dalam  sebuah kitab yang sudah diperuntukkan dan diturunkan untuk umat Islam.


Allah berkata, "Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami menumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah (yang) kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah ada Tuhan (lain) bersama Allah? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)." (QS. An-Naml: 60)


Lihat begitu besar bukan kekuasaan yang telah Allah ciptakan, yang telah Allah khususkan untuk mahkluk ciptaanNya di bumi dengan menyiapkan hal yang begitu luar biasa untuk umatnya.


Segala puji bagi Allah, hanya untuk Allah Swt.. Oleh karena itu, janganlah membuat kerusakan di bumi yang kita pijak ini, semuanya hanyalah milik Allah Swt.. Wallahualam bissawab. [SJ]