Alt Title
Dari Rafah Menuju Jannah

Dari Rafah Menuju Jannah

 


Rafah

Root of Jannah

Role of Mujahadah

Raise of Ummah

______________________________


Penulis Hanif Kristianto 

Sastrawan Politik dan Analis Politik-Media 


KUNTUMCAHAYA.com, PUISI - Setelah Gaza kini mata tertuju pada Rafah

Pinggiran yang berbatasan dengan Mesir dengan pintu yang tak terbuka

Tenda yang berenda dengan harapan bahagia

Terkoyak atas membabi-buta serangan setan merah


Semua berdoa untuk Rafah

Semua mengecam genosida

Rafah telah membuka hijab pemimpin muslim yang cuma bisa ucap 'vampir'

Rafah membuka hijab orang-orang nonmuslim untuk turut berdukacita atas nama manusia


Seketika Rafah ramai membara dalam lautan api

Anak-anak kecil bergumul dengan pekat hitam bom yang diledakkan

Keluarga sebagian besar terjebak dalam kepungan kawah penyiksaan

Dan dunia kini mulai bicara dan memperpanjang bersuara untuk Rafah


All eyes on Rafah

Sebegitu viral dan memenuhi lini masa

Beredar gambar dan video kebergajulan akibat serangan memusnahkan

Sekonyong-konyong terbakar gosong


Dari Rafah menuju jannah

Antrian panjang anak-anak kecil perindu surga

Cita-cita mulia syahid di jalan kesunyian perjuangan yang panjang tanpa dukungan

Ini Rafah, tanah persaksian menguak persekongkolan jahat penguasa sesat


Dari Rafah menuju jannah

Seketika orang tua bangga sebab anaknya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya

Mati yang patut dibanggakan dan tak perlu investigasi bertahunan

Semerbak syahid mengguyur subur di tanah pejuang merdeka


Dari Rafah menuju jannah

Di tengah pengiriman jutaan manusia ke dua tanah suci dalam ibadah haji

Padahal Palestina berdekatan dengan Saudi Arabia

Musuh pun tak takut dan sangat yakin jutaan itu fokus ibadah bukan jihad fi sabilillah


Semua telinga mendengar jeritan Rafah

Tak banyak yang ingin melempar batu pada setan penjaggal jiwa

Tak banyak yang ingin kirimkan tentara bersenjata canggih kelas dunia

Tak banyak yang ingin kirimkan solusi utama dari penjajahan yang terus terpelihara


Semua hati terasa sesak dan tersakiti

Anak-anak kecil sama seperti di dalam rumah mungil

Ibu-ibu sama seperti nasib ibu di rumah tangga yang melayani keluarga


Dari Rafah menuju jannah

Di jannah mereka bercerita kepada Tuhannya

Mengadukan segala tipu daya bangsa tak berperikemanusiaan

Menyampaikan sikap atas diamnya pemimpin muslim yang masih menikmati kekuasaannya


Rafah

Root of Jannah

Role of Mujahadah

Raise of Ummah [SJ] 


#puisi #puisihanifk #alleyesonrafah #gaza #freepalestine

Generasi Darurat Moral

Generasi Darurat Moral

 


Menanamkan nilai akidah yang kuat di tengah masyarakat

 Sehingga tercipta peserta didik yang memiliki kepribadian Islam

______________________________


Penulis Siti Sopianti
Kontributor Media Kuntum Cahaya  


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Belum juga kasus Vina usai, yang menggemparkan dunia serta menarik simpati dari berbagai kalangan. Namun tampaknya generasi saat ini sedang mengalami penurunan kualitas moral.


Kasus Vina yang dibunuh dan mengalami penganiayaan secara fisik dan mental. Ternyata tak membuat kapok generasi untuk meninggalkan aktivitas pacaran. Malah makin menjamur dari usia sekolah dasar sampai perguruan tinggi.


Merebaknya tindakan asusila tentu sangat mencoreng dunia pendidikan. Terlebih banyak terjadi di lingkungan pendidikan. Masyarakat jadi menilai, betapa hasil pendidikan saat ini tidak berhasil mencetak generasi yang bermoral. 


Contohnya saja di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya. Terjadi kasus asusila yang diduga pelakunya adalah mahasiswa dan mahasiswi kampus Islam tersebut.  Investigasi yang mendalam pun dilaksanakan oleh Wakil Rektor III UINSA bidang kemahasiswaan Prof Abdul Muhid. Beliau membenarkan adanya video yang beredar tersebut. 


Menurut pengakuan beliau, salah satu video mahasiswanya tersebut diduga kuat direkam di gedung Uinsa Kampus Gunung Anyar, Surabaya. Sanksi tegas pun sedang dirancang dan disiapkan jika benar setelah dilakukan pemeriksaan terbukti mereka melakukan tindakan asusila tersebut. Sanksi tersebut berupa teguran sampai dikeluarkan dari kampus. (cnnindonesia.com, 17/05/2024)


Sungguh miris bukan? Terlebih tindakan asusila tersebut terjadi di lingkungan kampus Islam. Inilah buah diterapkannya sistem sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan. Dalam sistem sekuler, seorang muslim beberapa tidak mau menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat Islam. Mereka bebas berbuat sesuka hati.


Agama hanya dijadikan simbol saat ibadah di masjid, atau rumah ibadah lainnya. Akan tetapi dalam pergaulan, muamalah, ekonomi, politik, hukum dan lain sebagainya, mereka enggan diatur oleh aturan agama.


Efek sekularisme ini sangat berbahaya, karena bisa memunculkan liberalisasi dalam pergaulan. Orang dengan bebasnya melakukan pergaulan tanpa mengindahkan aturan agama. Berdua-duaan dengan bukan mahram, bercampur baur, pacaran, berzina, bahkan melakukan aktivitas seksual dengan sesama jenis. 


Faktor penyebab dari semua itu, selain karena diadopsinya sistem sekuler dari barat, juga adanya efek dari buah sistem pendidikan yang berorientasi pada materi semata. Peserta didik hanya diarahkan agar pola pikirnya berkualitas dalam menyerap ilmu pengetahuan. Guna memudahkan dalam mencari pekerjaan.


Padahal dalam kacamata Islam, pendidikan itu seharusnya menghasilkan output para ilmuwan, ulama dan pemikir yang handal dalam bidangnya masing-masing. Serta tidak berorientasi pada kehidupan di dunia semata, namun untuk menghadapi tantangan kehidupan kelak di akhirat. 


Dalam hal ini para ilmuwan, ulama dan generasi yang lahir dari sistem pendidikan Islam. Mampu memecahkan problematika umat. Dan juga mampu mengingatkan umat untuk beramar makruf nahi mungkar.


Selain dari faktor sistem pendidikan, sistem hukum pun berperan besar terjadinya tindakan asusila. Kurang tegasnya negara dalam pemberian sanksi hukuman bagi pelaku tindak kejahatan asusila, bebasnya akses porno beredar. Hal tersebut jadi cikal bakal munculnya pelaku tindakan asusila.


Pemahaman masyarakat terhadap konsep kejahatan pun salah. Di mata masyarakat jika tindakan asusila dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai, maka itu tidak dianggap sebagai tindakan kejahatan. Padahal dalam syariat Islam itu sendiri, segala sesuatu yang melanggar aturan syariat Islam itu adalah kemaksiatan dan bagian dari tindak kejahatan.


Lantas bagaimana solusi Islam untuk mengatasi kasus asusila ini? Jawabannya, tentu berawal dari sistem pendidikan itu sendiri. Sistem pendidikan dalam syariat Islam itu harus berideologikan Islam.


Menanamkan nilai akidah yang kuat di tengah masyarakat. Sehingga tercipta peserta didik yang memiliki kepribadian Islam. Yakni memiliki pola sikap dan pola pikir Islami. Di dunia, generasi Islam itu memiliki kontribusi untuk meningkatkan peradaban serta membangkitkan umat.


Dan berusaha untuk mengejar akhirat melalui rida Allah Swt.. Dengan begitu, mereka akan selalu berusaha taat syariat. Dan menjauhi kemaksiatan yang mengundang murka Allah Swt.. Sehingga tidak ada di pikiran mereka untuk berbuat tindakan asusila. 


Semua itu hanya akan bisa terwujud, pendidikan yang Islami jika sistem Islam tegak di muka bumi ini. Wallahualam bissawab. [SJ]

Transportasi Aman dan Nyaman, Dambaan Setiap Penumpang

Transportasi Aman dan Nyaman, Dambaan Setiap Penumpang

 


Negara yang menerapkan sistem Islam akan bertanggung jawab penuh dalam memenuhi hajat publik, salah satunya transportasi nyaman dan infrastruktur publik yang aman bagi pengguna jalan

Keselamatan dan keamanan rakyat dijamin oleh negara sepenuhnya

__________________


Penulis Bunda Hanif

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pendidik


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Berita duka datang dari dunia pendidikan. Rombongan bus SMK Lingga Kencana, Depok mengalami kecelakaan di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu 11-5-2024. Peristiwa tersebut telah menewaskan 11 orang, serta 32 orang luka ringan dan berat. 


Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan rasa prihatin dan berduka cita atas kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024). (Republika,co.id, 12/5/2024). 


Menurut keterangan Aznal, Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat, bus tersebut tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023.


Aznal juga mengatakan bahwa Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sudah mengimbau seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan. Kemenhub juga mengimbau masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus agar memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone. 


Adapun kronologinya yaitu saat bus bernomor polisi AD 7524 OG yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat sedang mengarah dari Bandung menuju Subang, tiba-tiba bus oleng ke arah kanan dan menabrak sepeda motor yang berada di jalur berlawanan dan bahu jalan sehingga bus terguling. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 11-5-2024 pukul 18.45 WIB. Dugaan sementara adanya rem blong pada bus. 


Akibat kecelakaan tersebut sebanyak 11 orang meninggal dunia. Korban terdiri dari 9 orang siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, seorang guru dan seorang warga sekitar kejadian. (CNN Indonesia, 12-5-2024).


Setelah dilakukan penyelidikan di TKP, tidak ditemukan adanya bekas rem di lokasi kecelakaan. Padahal dugaan sebelumnya kecelakaan tersebut akibat rem blong. Pernyataam tersebut disampaikan oleh Wadirlantas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi.


Sejumlah saksi tidak kurang dari 10 orang telah dimintai keterangan untuk mendapatkan fakta-fakta di lapangan yang lebih baik. Namun, sopir bus yang berinisial SAD belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisi yang masih belum stabil. 


Tidak ada satu pihak yang menginginkan terjadinya kecelakaan. Siapa yang menyangka perjalanan wisata harus berakhir dengan perpisahan. Kecelakaan dan meninggalnya para korban memang ketetapan dari Allah ta'ala. Namun, semestinya peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar tidak terulang lagi. Sudah berapa kali peristiwa kecelakaan yang terjadi akibat tidak layaknya kendaraan. 


Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Pertama, mahalnya transportasi membuat konsumen atau penyewa memilih transportasi yang murah. Seringkali keselamatan diabaikan demi menghemat pengeluaran. Terkadang biaya pas-pasan, tetapi ingin berwisata. 


Kedua, bus tidak layak, tetapi masih tetap beroperasi. Ketidaklayakan itu terindikasi dari tidak adanya surat izin angkutan serta status lulus uji berkala yang sudah kadaluwarsa. 


Ketiga, keterbatasan modal pemilik perusahaan transportasi membuat mereka meminimalisasi pengeluaran sehingga membiarkan kendaraan tidak layak jalan dibuat seolah-olah masih layak jalan. Biaya pendaftaran izin angkutan dan uji berkala kendaraan yang tidak murah dan proses yang tidak mudah juga menambah beban pemilik perusahaan transportasi. 


Keempat, negara pihak yang turut bertanggung jawab atas keselamatan masyarakat di jalan. Seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi diimbau untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan. Harusnya, negara tidak sekedar memberikan imbauan, tetapi memang sudah seharusnya ada pengawasan dan kontrol dari pemerintah kepada perusahaan transportasi. Pemerintah seharusnya memberi kemudahan administrasi dan uji berkala kendaraan dengan biaya terjangkau agar para pemilik transportasi tidak “malas” melakukan pengecekan dan pemeliharaan kendaraannya. 


Kelima, diketahui, tempat terjadinya kecelakaan bus merupakan kawasan blackspot, yaitu jalur rawan kecelakaan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan mengatakan akan menggelar Focus Group Discussion bersama instansi terkait untuk memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah setempat guna mencegah kejadian serupa terjadi di kemudian hari. (Suara, 13-5-2024).


Selama 12 tahun terakhir, total korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Kawasan tersebut mencapai 52 orang dan masih bisa bertambah. Faktor pemicu terbesar adalah kelalaian pengemudi dan masalah rem blong. Peran negara sebagai penanggung jawab utama dalam melindungi keselamatan rakyat selama melakukan perjalanan tentu saja sangat dibutuhkan. Negara harus bisa menyediakan transportasi yang layak, memberikan kemudahan administrasi untuk uji kelayakan juga memperbaiki kondisi jalan, (Kompas, 11-5-2024).


Bercermin pada kasus ini, negara sebagai pelayan masyarakat belum bisa menjalankan perannya dengan baik. Negara hanya sekadar melakukan imbauan dan saran agar tidak terjadi kecelakaan. Seperti halnya tulisan peringatan yang biasa kita jumpai di jalan raya, “Hati-hati jalan bergelombang, kurangi kecepatan”. Harusnya jalannya yang diperbaiki agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman, bukan malah pengguna jalan yang diminta hati-hati dan menyesuaikan kondisi jalan. Terbalik bukan? Tapi itulah faktanya. Memang tidak salah mengimbau masyarakat untuk hati-hati di jalan, namun alangkah lebih bijaknya jika dibarengi dengan usaha pemerintah memperbaiki fasilitas jalan dan kendaraan. 


Transportasi Nyaman Untuk Keamanan Penumpan

Negara yang menerapkan sistem Islam akan bertanggung jawab penuh dalam memenuhi hajat publik, salah satunya transportasi nyaman dan infrastruktur publik yang aman bagi pengguna jalan. Keselamatan dan keamanan rakyat dijamin oleh negara sepenuhnya. Untuk itu negara akan melakukan beberapa upaya. 


Pertama, membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana publik seperti jalan raya secara totalitas. Perbaikan jalan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan untuk mengaspalnya dan proses pengerjaannya. Sarana lainnya seperti lampu penerang juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada jalan raya yang tidak ada lampunya karena itu sangat membahayakan pengguna jalan. Tidak hanya kondisi jalan, rambu-rambu lalu lintas juga harus jelas guna meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan. 


Kedua, pemerintah menyediakan transportasi dengan teknologi terbaru dan tingkat keselamatan yang tinggi sehingga kelaikan moda transportasi jenis apapun terjamin kualitasnya. Rakyat diberikan kemudahan untuk mengakses moda transportasi jenis apa pun secara murah, aman, nyaman dan berkualitas. Semuanya ini harus dikelola oleh negara, bukan diserahkan ke swasta atau asing. 


Ketiga, membangun industri dengan segala risetnya yang dapat membantu menghindarkan rakyat dari hal-hal penyebab kecelakaan. 


Keempat, menegakkan sistem sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. 


Untuk mewujudkan itu semua, negara membiayainya melalui anggaran baitulmal. Baitulmal ini diperoleh salah satunya dari sumber daya alam yang dimiliki. Oleh karenanya, sumber daya alam ini harus dikelola oleh negara, bukan swasta atau asing. Demikian,  sistem Islam mengatur secara sempurna transportasi yang nyaman dan aman bagi rakyatnya.  Wallahuallam bissawab. [Dara]

Rafah Memerah

Rafah Memerah

 


Rafah memerah

Menyala Rafah

Pemimpin muslim itu masih termangu

Sibuk mencari sangu

_________________________


Penulis Hanif Kristianto 

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com, PUISI -

Rafah sejenak membara bukan ingin berseteru dengan penjajah

Rafah sejenak menjadi tempat tinggal untuk bertahan di tanah keberkahan

Rafah sejenak memerah atas lumuran luka penuh darah

Rafah sejenak semua mata tertuju padanya


Rafah memerah mematahkan asumsi baik hati penjajah

Rafah memerah memarahkan jutaan manusia dunia

Rafah memerah penuh tipu daya penjajah

Rafah memerah membuat batas kesabaran dunia atas suasana yang tiada habisnya


Anak-anak di tenda Rafah sejenak berwasiat kepada dunia

Sudah di ambang batas kewajaran manusia yang mengklaim jadi manusia

Senjata yang terbeli dari sumbangan uang penjajah menjadi pemusnah massal

Kelaparan dan keguncangan pikiran sungguh tiada terkira berat begitu cobaan


Ibu-ibu yang menjaga anak-anak di tenda Rafah

Kesabarannya begitu berlipat-lipat tiada berkurang

Tertautnya jiwa dengan Allah azza wa jalla pemilik alam semesta

Setiap membersamai keluarga dalam pendidikan dalam masa pengungsian


Malam yang seharusnya syahdu berubah sendu

Anak-anak kecil sudah bersiap menuju peraduan sambil berdoa sebelum tiduran

Roket para pengkhianat meluncur dan menghancurkan mimpinya

Hingga anak-anak terbangun sudah beralih ke alam barzakh


Ah, rasa-rasanya membiarkan Gaza dan Rafah sendiri bukanlah tindakan ksatria

Apalagi tiada peduli pemimpin muslim yang sibuk diplomasi dan di meja perundingan

Penjajah kok diajak berunding ya tak sebanding

Justru harusnya diusir dengan pasukan sepadan biar mereka lari tunggang langgang


Ah, rasa-rasanya membiarkan Gaza dan Rafah di tepian kesedihan gambaran sikap picik

Terlalu licik menindas rakyat di negerinya sendiri hingga hidupnya tercekik

Musuh yang seharusnya diperangi dan ditumpas habis

Justru masih bermuka manis dengan nada sumbang kompromistis


Bangsa penjajah itu tak pernah kompromi

Bangsa penjajah itu pandir dan mudah membohongi

Bangsa penjajah itu sombong yang berotak kosong

Bangsa penjajah itu seolah-olah hebat padahal di ujung sekarat


Rafah memerah

Menyala Rafah

Pemimpin muslim itu masih termangu

Sibuk mencari sangu


Rafah menyalakan alarm kegentingan global

Keheningan dalam kekalutan mental

Kegetiran dalam amarah brutal

Stop sampai di sini karena akan ada Khalifah pembebas sejati


#puisi #puisihanifk #alleyesonrafah #stopgenocide #sastra #sastraindonesia

Narkoba Menggurita, Islam Punya Solusi

Narkoba Menggurita, Islam Punya Solusi

 


Islam menetapkan narkoba haram

Maka negara harus mampu memberantas tuntas narkoba dari pengguna, pengedar dan pembuat, dengan dukungan 3 pilar (individu, masyarakat dan negara)

_______________________


Penulis Ummu Choridah Ummah, S.Farm

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Ditemukan kebun ganja di lantai 2 villa Badung, Bali yang ditempati oleh kembar WNA asal Ukraina. Selain kebun ganja ternyata di lantai digunakan untuk produksi pil dan sabu-sabu. Pasalnya, WNA ini telah tinggal di villa tersebut selama 2 tahun, mereka melakukan produksi dengan dibantu oleh temannya yang berhasil melarikan diri pada saat penggrebekan. Mabes polri yang menangani langsung kasus ini, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengingat kasus narkoba ini menyangkut sebuah jaringan. (radarbali.id 8-05-2024)


Penyelundupan narkoba jenis sabu cair sebanyak 13,2 liter yang dikemas ke dalam botol minuman dan botol teh cina berhasil digagalkan di bandara Riau. Diduga sabu jenis cair ini akan dibuat kristal, satu liter sabu cair akan menghasilkan 2,5 kilogram jenis sabu kristal padat. Berdasarkan pengakuan pelaku, sabu cair tersebut didapatkan dari perbatasan laut Indonesia-Malaysia dibawa ke Kota Batam dengan tujuan pengiriman Provinsi Jambi. (kompas.com 30-04-2024)


Narkoba (Narkotika Psikotropika dan bahan Adiktif lainnya) adalah zat atau obat baik yang besifat alamian, sintetis maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, daya rangsang serta menyebabkan kecanduan. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan apabila digunakan berlebihan. Pemanfaatan obat-obatan ini dalam dunia kedokteran adalah sebagai obat penghilang rasa nyeri serta memberikan ketenangan. 


Pengguna narkoba akan mengalami gangguan kesehatan hingga kematian. Dampak yang paling ringan adalah kecanduan, kecanduan bagi pengguna narkoba akan berujung pada kejahatan. Ketika seseorang kecanduan dan ingin mendapatkan narkoba apapun akan dia lakukan. Maka tidak sedikit bagi pelaku kejahatan setelah dites ternyata positif narkoba, bahkan pelaku ketika sedang mengonsumsi narkoba bisa melakukan pemerkosaan hingga pembunuhan akibat kehilangan kesadaran. Begitu mengerikannya dampak dari narkoba, terlebih bentuk sediaan yang mulai beragam.


Pencegahan Ala Kapitalisme

Maraknya narkoba di Indonesia ternyata membuat resah negara sehingga pada tahun 2002 dibentuk satuan pengawas narkoba yaitu BNN. 22 tahun BNN telah bekerja namun tidak membuahkan hasil, justru narkoba semakin luas beredar, bukan hanya pada kalangan elit seperti artis, politisi, dan konglomerat saja. Saat ini narkoba telah sampai pada tangan anak-anak di bawah umur. Dengan uang jajan pas-pasan mereka dengan mudah mendapatkan narkoba. 


Sanksi yang diberikan negara pun tidak memberikan efek jera. Sanksi terberat bagi pemilik dan pengedar dalam UU No 35 tahun 2009 adalah sanksi penjara hanya 20 tahun. Bayangkan seberapa banyak kerusakan yang telah dibuat akibat peredaran narkoba, bahkan sampai merusak generasi, tetapi hukuman yang diberikan hanya 20 tahun penjara. Hal ini tidak membuat pelaku dan orang lain merasa takut untuk melakukan kejahatan yang sama.


Narkoba Haram

Dalam Islam minuman keras, narkoba, obat-obatan terlarang adalah haram hukumnya. Para ulama sepakat bahwa hukum mengonsumsi bahan-bahan tersebut adalah haram, cakupannya sama dengan definisi khamr. Kesepakatan mengacu kepada hadist yang dikemukakan oleh Umar bin Khatab RA. Khamar adalah "segala sesuatu yang menutup akal.” (HR Bukhari Muslim). Maka narkotika hukumnya adalah haram. Islam sangat menjaga umatnya agar terhindar dari narkoba yang jelas memberikan efek buruk bila digunakan.


Islam Memberantas Narkoba

Peredaran narkoba nyatanya tak pernah usai. Sayangnya yang ditangkap skala kecil, baik pemakai maupun bandar. Mirisnya lagi Indonesia sudah memiliki BNN. Hal ini juga menggambarkan betapa narkoba sudah menggurita dan beredar dengan bebas. Pada kenyataannya negara kalah dalam melawan narkoba karena lemahnya sistem hukum/sanksi. 


Islam menetapkan narkoba haram. Maka negara harus mampu memberantas tuntas narkoba dari pengguna, pengedar dan pembuat, dengan dukungan 3 pilar (individu, masyarakat dan negara).


Dalam Islam, setiap muslim wajib mengimani melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Maka ketika Allah mengatakan keharaman sebuah benda dengan keimanan umat muslim wajib patuh. Ketika bermasyarakat seorang muslim wajib untuk saling mengingatkan satu dengan yang lainnya, dengan begitu akan terbentuk masyarakat yang saling menjaga, mengawasi.


Dalam sekala besar narkoba hanya bisa diberantas oleh negara. Dalam Islam negara wajib memantau peredaran narkoba, penggunaan obat-obatan harus tepat sasaran yaitu untuk pengobatan. Negara juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat akan dampak dari penggunaan narkoba dan juga memberikan sanksi atau hukuman yang tegas sehingga memberikan efek jera.


Sanksi atau uqubat bagi mereka yang menggunakan narkoba adalah ta’zir, yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh seorang Qadhi. Misalnya dipenjara, dicambuk, dan sebagainya. Sanksi ta’zir dapat berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya. Bagi pengguna narkoba yang baru beda hukumannya dengan pengguna narkoba yang sudah lama. Beda pula dengan pengedar narkoba, dan beda pula dengan pemilik pabrik narkoba. Ta’zir dapat sampai pada tingkatan hukuman mati. (Saud Al Utaibi, Al Mausu’ah Al Jina`iyah Al Islamiyah, 1/708-709; Abdurrahman Maliki, Nizhamul Uqubat, 1990, hlm. 81 & 98).


Dalam Islam, ekonomi masyarakat akan disejahterakan. Sehingga dapat memutus mata rantai peredaran narkoba karena sisi kemiskinan. Maka peredaran narkoba skala besar sampai kecil akan mampu diberantas dengan sistem Islam. Wallahualam bissawab. [GSM]

Kursi Panas Diburu, Rakyat Ditipu

Kursi Panas Diburu, Rakyat Ditipu

 


Sejatinya, pemilihan ini bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk kepentingan elit politik dan kroninya

Slogan "bagi rakyat oleh rakyat untuk rakyat" hanya isapan jempol semata

_________________


Penulis Rina Ummu Meta

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Setelah beberapa bulan lalu dilaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilu, kembali suara rakyat diburu. Kali ini untuk mendapatkan kursi panas pilkada, yang akan dilaksanakan serentak pada 27 November nanti. Beberapa partai mulai berkoalisi.


Seperti di Depok, Jawa Barat, Partai Keadilan Sosial (PKS) berkoalisi dengan Partai Golkar. Mereka sepakat mengusung Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi A.Rafiq sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok di Pilkada nanti. Imam mengungkapkan pasangan Imam-Ririn berencana melakukan deklarasi secepatnya setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) dari DPP masing-masing. Farabi mengungkapkan Partai Golkar berkoalisi dengan PKS karena ingin membangun kota Depok bersama-sama.(www.nasional.tempo 12/5/2024)


Demi untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan para calon menggunakan berbagai cara. Mereka menebar janji-janji manis kepada rakyat, bagi-bagi BLT bahkan rela melakukan kecurangan demi meraup perolehan suara sebanyak-banyaknya agar terpilih. 


Di antara calon terdapat publik figur atau artis, mereka memanfaatkan popularitasnya untuk mendulang suara. Meski, kemampuan dalam bidang kepemimpinan masih dipertanyakan. Mereka berburu kedudukan atau jabatan sebagai penguasa. Bagi mereka kekuasaan adalah sarana untuk meraih materi dan kedudukan (prestise)  serta kemudahan dan fasilitas lainnya. 


Sejatinya, pemilihan ini bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk kepentingan elit politik dan kroninya. Slogan "bagi rakyat oleh rakyat untuk rakyat" hanya isapan jempol semata. Faktanya setelah menjabat mereka lupa akan tugas dan janji-janji manisnya kepada rakyat sebelum menjabat. Yang ada di benak mereka hanya meraih materi sebanyak-banyaknya dan sibuk memperkaya diri.


Inilah yang terjadi dalam sistem demokrasi yang dianut saat ini. Sistem yang melahirkan sekuleralisme kapitalis, memisahkan agama dari kehidupan sehingga manusia bebas melakukan apa saja tanpa memandang halal haram, bagi mereka materi dan jabatan adalah standar untuk meraih kebahagiaan. 


Jauh berbeda dengan sistem Islam. Dalam Islam kekuasaan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Dalam hadis disebutkan : "Imam/Khalifah adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia akan dimintai pertanggung jawaban terhadap rakyatnya" (HR. Al Bukhari)


Menjadi seorang pemimpin bukan tugas yang mudah. Pemimpin harus menjalankan kewajibannya dalam meriayah umat dengan penuh tanggung jawab sesuai syariat. Pemimpin terbaik sepanjang masa adalah Rasulullah saw. Pantaslah jika Beliau dijadikan suri tauladan dan sosok panutan dalam memimpin umat. Pemimpin dalam Islam harus memiliki empat sifat yaitu : siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), fathanah (cerdas). 


Sedangkan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang pemimpin adalah: laki-laki, balig, berakal, adil, merdeka, dan cerdas serta memiliki kemampuan dalam memimpin.


Memberikan kepercayaan kepada yang bukan ahlinya merupakan suatu tanda kehancuran. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat" (HR. Imam Al Bukhari)


Rasulullah juga memberi peringatan dan ancaman kepada pemimpin yang zalim dan curang terhadap rakyatnya. Beliau bersabda: "Tidaklah seorang hamba diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk surga" (HR. Imam Al Bukhari).


Dalam sistem Islam, mekanisme pemilihan kepala daerah atau gubernur (wali, amil) sangat sederhana, cepat, murah, efektif dan efisien. Pemilihan seperti ini akan menutup rapat pintu kecurangan. Gubernur atau wali dipilih oleh seorang khalifah sesuai akad syariat. Gubernur merupakan perpanjangan tangan khalifah dalam meriayah umat. Khalifah juga berhak memberhentikan gubernur jika melakukan pelanggaran, atau jika umat sudah tidak menghendaki atau tidak menyukai gubernur lagi. 


Demikian, gambaran pemilihan kepala daerah dalam Islam. Islam menuntun agar pemimpin senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Swt. dan menjalankan perintah serta menjauhi larangan Nya. Sehingga pemimpin yang amanah akan senantiasa mencari rida Allah. Pemimpin yang amanah bisa diwujudkan jika diterapkan sistem Islam secara kafah. Wallahuallam bissawab. [Dara]

Polemik Study Tour Sekolah, Islam Solusi Hakiki

Polemik Study Tour Sekolah, Islam Solusi Hakiki

 


Study tour akan menjadi polemik yang terus berulang tiap tahun akhir ajaran

Karena problem pokoknya belum terselesaikan, yaitu bagaimana biaya pendidikan mahal dan transportasi umum yang aman belum memadai

_______________________________


Penulis Ima Rohima, S.Pd.I

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Praktisi Pendidikan


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Pasca kejadian bus maut Subang yang membawa rombongan anak sekolah Depok, yang merenggut 11 nyawa, 10 di antaranya siswa dan guru SMK Lingga Kencana. Kegiatan study tour menjadi polemik di masyarakat. 


Pro kontra study tour ramai diperbincangkan masyarakat. Di antaranya ada orang tua yang merasa keberatan dengan mahalnya biaya, di samping mengkhawatirkan keselamatan putra putri mereka. Mengingat kegiatan study tour di akhir tahun ajaran seolah menjadi rutinitas yang harus diikuti tanpa kompromi. 


Di lain pihak ada yang menilai bahwa study tour banyak manfaatnya sehingga penting dilaksanakan. Hanya harus diperhatikan keselamatan perjalanannya. 


Atas desakan berbagai pihak, kemudian Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 64/Pk.01/Kesra yang ditujukan untuk bupati/wali kota dan kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi Jawa Barat mengatur tentang study tour ini. (Jurnal depok.id, 12/05/2024) 


Dalam surat itu disampaikan, bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan pihak sekolah di antaranya:

Pertama, kegiatan study tour satuan pendidikan diimbau untuk dilaksanakan di dalam kota, kunjungan dilakukan ke pusat perkembangan ilmu pengetahuan, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata edukatif lokal, yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Jawa Barat, kecuali sudah ada kerja sama yang tidak bisa dibatalkan. 


Kedua, kegiatan study tour harus diperhatikan manfaat dan keamanannya bagi seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendidikan serta dipastikan kelayakan kendaraan, awak kendaraan dan jalur transportasi ke tujuan. Berkoordinasi dan mendapatkan rekomendasi dari dinas perhubungan kabupaten/kota terkait kelayakan teknis kendaraan.


Ketiga, penyelenggara study tour harus melakukan koordinasi dengan memberikan surat pemberitahuan kepada dinas pendidikan sesuai kewenangannya.


Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar pun bereaksi. Menurut beliau pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk menganjurkan pihak sekolah yang akan melakukan study tour bersurat terlebih dahulu. (TribunJabar.id, 17/05/2024)


Dengan bersurat, pihaknya menyiapkan untuk mengecek kendaraan angkut masalah yang akan digunakan untuk study tour. 


"Pihak Disdik dan Pool bus yang ada di Kabupaten Bandung, diharapkan disiplin soal pengecekan. Paling tidak ketika ada order study tour, agar segara datang ke Dishub untuk dilakukan pengecekan uji kelayakan kendaraan yang akan digunakan," ujar Hilman.


Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto pun angkat bicara. Beliau tidak mempermasalahkan study tour sekolah, namun menurutnya yang harus menjadi perhatian adalah terkait keamanan dan keselamatan dalam pelaksanaan study tour itu. Layak kendaraan juga sopirnya. 


“Kalau positifnya ada di wilayah yang lebih dekat, tentu lebih baik ke tempat yang lebih dekat, bisa mengurangi ongkos yang dikeluarkan," pungkas Sugianto. (Dejurnal Bandung.com, 18/05/2024 )


Sangat disayangkan suatu perkara baru mendapatkan perhatian jika sudah menjadi viral diperbincangkan banyak orang. Padahal study tour ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari instrumen pendidikan yang tidak boleh diabaikan oleh pihak-pihak yang berwenang. 


Kurangnya biaya operasional sekolah menjadikan pihak sekolah memungut biaya untuk kegiatan sekolah, khususnya study tour. Hal ini pun mau tidak mau harus diikuti orang tua supaya anak mereka tidak ketinggalan pembelajaran di luar sekolah tersebut. Walaupun tentu sangat memberatkan khususnya bagi orang tua menengah ke bawah. 


Selain itu juga study tour yang dilakukan kental dengan kepentingan ekonomi khususnya pariwisata. Bisnis tahunan yang menggiurkan. 


Rutinitas tahunan tersebut pun menjadi rezeki yang dinantikan pihak PO bus, persaingan usaha pun akan terjadi. Dana perawatan pengecekan menjadi kendala tersendiri di tengah lemahnya perekonomian. Akhirnya ada di antaranya yang bisa jadi memanipulasi. Yang di cek dan diperiksa yang layak jalan, tapi yang dioperasikan yang tidak diperiksa. Hal itu sangat mungkin terjadi.


Ditambah jalan ke area tempat wisata yang kurang aman untuk dilalui, banyak terjadi tragedi kecelakaan. Padahal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Sebagaimana sabda Nabi saw.,


Rasulullah saw. bersabda, "Setiap pemimpin (pemelihara) akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya. (HR. Bukhari Muslim)


Pada masa pemerintahan IsIam, Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata,

“Seandainya seekor keledai terperosok di Kota Baghdad karena jalanan rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala, “Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?”


Begitu khawatirnya Khalifah Umar dengan amanat kepemimpinannya, bagaimana dengan pemimpin kita hari ini? 


Study tour akan menjadi polemik yang terus berulang tiap tahun akhir ajaran. Karena problem pokoknya belum terselesaikan. Yaitu bagaimana biaya pendidikan mahal dan transportasi umum yang aman belum memadai. 


Beda dengan sistem kapitalis sekuler, dalam IsIam menuntut ilmu adalah wajib. Maka untuk menunaikan kewajiban tersebut, negara memberikan sekolah gratis untuk seluruh warga negara baik muslim atau nonmuslim. 


Negara juga akan memberikan jaminan keamanan kendaraan umum. Sehingga kegiatan study tour tidak akan menjadi beban orang tua dan khawatir akan keselamatan putra putri mereka. 


Hanya saja sistem penididikan dan transportasi akan optimal penerapannya dengan sistem yang lainnya, baik sistem politik, pemerintahan, dan seterusnya.


Mudah-mudahan segera tegak kembali naungan IsIam yang akan memberikan rahmat kepada seluruh alam. Wallahualam bissawab. [SJ]

Membangun Rumah Impian

Membangun Rumah Impian

 


Senyaman-nyamannya rumah di dunia, maka jangan pernah lupakan kampung akhirat kita

Di sanalah tempat kembali terbaik

______________________________


Penulis Ummu Zhafira 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Ibu Pembelajar


KUNTUMCAHAYA.com, INSPIRASI - Sebagai anak rantau, berpindah-pindah rumah adalah hal lumrah. Apalagi bagi sebagian yang masih harus bersabar dengan mengontrak karena memang belum memiliki rumah. Mereka harus berpindah-pindah tempat tinggal, bahkan ada yang dalam waktu setahun tidak cukup sekali atau dua kali pindah. Bisa dibayangkan betapa merepotkannya masa-masa itu. 


Begitu pun kami. Belum lama ini kami harus berpindah rumah karena pemilik rumah lama ingin menjual rumah yang kami sewa. Alhamdulillah kami masih termasuk beruntung dalam masa hampir 12 tahun merantau, keluarga kami terhitung hanya berpindah dua kali saja. Itu pun bagi saya sudah sangat menguras banyak energi dan emosi.


Mungkin bagi sebagian orang, berpindah-pindah tempat menjadi momen seru karena akan berpetualang lagi di tempat baru. Namun bagi kami, ini bukan persoalan mudah. Terutama untuk saya sebagai ibu yang cenderung introvert.


Betapa tidak, berpindah tempat tinggal ini bukan hanya urusan memindahkan barang-barang. Lebih dari itu, kita harus memulai semuanya lagi dari awal. Kita harus mengenal lingkungan baru, orang-orang baru, penataan rumah yang baru, bahkan suasana yang baru.


Teruntuk saya ini adalah hal yang sulit. Apalagi meninggalkan lingkungan yang sudah menerima kita, orang-orang yang membuat kita nyaman dengan kasih sayangnya, suasana setiap sudut yang telah bertahun-tahun mendukung kita dalam bertumbuh dan berkembang. Ya, Allah Rabb, ampunilah hamba-Mu yang naif ini. Hidup tetaplah harus berlanjut. 


Saat merasa nyaman, kita sering lupa bahwa tabiat dunia ini memang fana, semuanya hanya sementara. Sebagaimana rumah yang kita sewa. Seolah-olah itu rumah milik kita karena nyamannya kita di sana. Padahal, rumah itu hanya titipan dari sang pemilik kepada kita untuk menggunakannya. Saat dia mengambilnya, kenapa berat hati mendera?


Memiliki rumah yang nyaman tentu menjadi impian semua orang. Dengan harga hunian yang semakin fantastis tentu kita harus banyak bersabar. Apalagi hidup di tanah rantau yang merupakan kota metropolis dengan biaya hidup fantastis.


Skill mengelola keuangan wajib dimiliki, karena rayuan kehidupan hedon terus menghantui. Belum lagi godaan transaksi ribawi yang hadir seolah-olah menjadi solusi. Padahal jelas keharamannya dan kebinasaan jika kita tetap mengambilnya. 


Maka bersabarlah wahai diri, bersabarlah! Sabarlah sebentar dalam lelahnya berpindah-pindah rumah. Sabar pulalah sebentar dalam menahan rasa pedih saat meninggalkan banyak hal yang kau sayang. Inilah realitas kehidupan dunia. Ada awal, tentu saja ada akhirnya. Ada pertemuan, tentu perpisahan menjadi jalan berikutnya.


Ingatlah bahwa ini semua hanya sebentar, sangat sebentar. Allah Swt. berfirman,


ﻗُﻞْ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻗَﻠِﻴﻞٌ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟِﻤَﻦِ ﺍﺗَّﻘَﻰ

“Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (TQS. An Nisa’: 77)


Bukankah kita harusnya tetap bersyukur. Alhamdulillah, meski masih rumah sewa kita tetap memiliki tempat yang melindungi diri dari terik dan hujan. Ada tempat yang kita gunakan untuk istirahat dari lelahnya ujian.


Masih banyak saudara kita yang terpaksa hidup di bawah tenda-tenda pengungsian. Sebagiannya lagi malah "dipaksa" hidup di bawah kolong jembatan atau rumah-rumah kardus yang bersisian dengan sampah. Tentu kondisi kita ini jauh lebih "mewah". 


Bersabar dan bersyukurlah, mudah-mudahan ada masanya nanti kita bisa benar-benar membangun atau memiliki rumah yang nyaman sehingga bisa menunjang aktivitas ibadah dengan lebih baik.


Senyaman-nyamannya rumah di dunia, maka jangan pernah lupakan kampung akhirat kita. Di sanalah tempat kembali terbaik. Untuk itu, harusnya kita makin giat membangun rumah impian kita di sana. 


Jika kita giat mengumpulkan biaya membangun rumah di dunia, maka sudah semestinya kita lebih giat mengumpulkan pahala kebaikan demi melihat bangunan rumah di surga dengan kenyamanan abadi. Tidak berminatkah kita pada gambaran lingkungan surga yang luar biasa keindahannya? 


Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (TQS. Ali Imran: 136)


Yuk, pantaskan diri kita agar Allah menolong dalam membangun rumah impian dunia dan akhirat. Allah Maha Kaya. Allah pula Maha Penolong, maka jangan berputus asa! Semoga keluasan syukur dan sabar menjadikan kita semakin dekat dengan setiap impian baik. Kalaupun di dunia kita tidak sempat memilikinya, maka cukuplah kita dengan rumah yang sedang Allah bangunkan di surga-Nya. Aamiin. Wallahualam bissawab. [SJ]

Bagi-bagi Kursi Kekuasaan, Habit Demokrasi

Bagi-bagi Kursi Kekuasaan, Habit Demokrasi

 


Realitas pahit dalam sistem politik demokrasi inilah yang menjadi habit politik transaksional yang tidak berkesudahan

Wajar jika kepentingan rakyat berada di deretan terakhir prioritas para politisi

_________________________


Penulis Siti Mukaromah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Fenomena bagi-bagi kursi di dalam politik sistem demokrasi sudah menjadi habit. Tidak ada kawan atau lawan abadi. Yang kemarin mencalonkan paslon kekuasaan dengan menjaga jarak, melawan, gemar mengkritik, sekarang memuji setinggi langit dan merapat bergandengan akrab, tentu tidak ada yang aneh dengan semua itu.


Dikutip dari mediaindonesia.com. (19/5/2024) revisi UU Kementerian buat unsur profesional makin minim. Badan Legislasi (Baleg) DPR bangga dapat merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara pada periode saat ini. Adanya perubahan baleid itu didasari adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketok pada tahun 2012.


Pakar hukum tata negara Hardiansyah Castro menyebut, kabinet gemuk dalam konteks saat ini artinya bakal banyak orang-orang partai yang akan diakomodasi dalam kementerian. Anggaran besar dalam kabinet gemuk akan beriringan dengan potensi korupsi. Ia menegaskan, kementerian yang 34 sekarang saja anggarannya dikorup di mana-mana, apalagi kalau kabinetnya makin gemuk. Castro menambahkan, mestinya pembahasan dihentikan saja, tidak hanya RUU kementerian negara, termasuk juga RUU MK, RUU penyiaran, hingga RUU kepolisian juga yang terakhir akan dibahas juga. Seharusnya DPR dan pemerintah menggunakan kacamata publik bukan sekadar memenuhi hasrat kekuasaan. Castro mengingatkan lagi agar DPR mengutamakan UU yang sejak dulu digantung, sebut saja RUU PPRT perampasan aset atau RUU masyarakat adat, itu jauh lebih prioritas.


Politik dalam sistem demokrasi berasas manfaat dan kepentingan, di mana ada peluang berkuasa disitu target keuntungan, idealisme tidak lagi dipertimbangkan. Siapapun yang berjasa dalam memenangkan paslon penguasa, dapat mendudukinya meski kurang kompeten dan belum layak.


Prinsip dalam sistem kapitalisme "tidak ada makan siang gratis" demi memenangkan ajang pemilihan, para politisi harus bertaruh dengan berbagai amunisi. Sudah menjadi rahasia umum sebagai kontestan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan di belakangnya ada penyokong yang terus memberikan sumbangsih.


Sistem kapitalisme meniscayakan bahwa yang memiliki modal berpeluang mengendalikan sistem tata sosial yang berjalan di tengah masyarakat. Termasuk dalam segala bentuk ekonomi, politik, sosial, lingkungan hidup dan lain-lain adalah spirit. Untuk menggaet hati para pemilih dalam ajang pesta pemilihan para politisi dibutuhkan intrik skema kampanye serangan fajar. Bahkan para calon pemimpin bisa membeli kekuasaan dengan "ongkos", maka para pemilik modal inilah bermain menjadi penyokong dana kontestan atau mencalonkan langsung.


Prinsip "uang menghasilkan kekuasaan dan kekuasaan menghasilkan uang" bukanlah suatu yang mengherankan dalam sistem politik kapitalisme demokrasi.


Konsekuensi transaksional sudah menjadi lumrah dalam sistem ini. Ketika ada perbedaan kepentingan kerap terjadi konflik, partai, elit, dan para politisi bisa berpindah-pindah bak kutu loncat. Para politisi bukan hanya sekadar menjadi mitra di dalam berbagai proyek, mereka juga mengontrol dan membuat rancangan Undang-Undang (UU) yang menguntungkan para pemilik modal.


Realitas pahit dalam sistem politik demokrasi inilah yang menjadi habit politik transaksional yang tidak berkesudahan. Wajar jika kepentingan rakyat berada di deretan terakhir prioritas para politisi. Masyarakat tidak bisa berharap pada sistem ini dan sangat sulit melahirkan spirit kemanusiaan, terutama dalam sistem politik.


Masyarakat justru harus paham dan menyadari bahwa politik dalam kapitalisme demokrasi selalu ada sikap pragmatis, dan oportunistis. Di sinilah pentingnya kesadaran politik masyarakat agar tidak terjebak dengan politik pragmatis yang tersaji dalam demokrasi dan melakukan kesadaran politik sesuai syariat IsIam.


Politik dalam IsIam mendapatkan tempat dan kedudukan yang hukumnya wajib. Mengurus dan memelihara urusan kaum muslim merupakan kewajiban syariat. Tercermin ungkapan Imam Al-Ghazali tentang pentingnya politik dalam IsIam berikut, "Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar, agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin" (Ihya 'Ulumuddin, 1/17).


Umat IsIam wajib menaruh peduli terhadap persoalan umat. Kaum muslim sejak awal turunnya agama ini sudah berpolitik, menghukumi persoalan dengan syariat IsIam. Ikut kegiatan bernegara, berjihad, mengirim utusan ke penguasa nonmuslim, bahkan mendirikan negara.


Rasulullah saw. contoh politisi negarawan terbaik, Khulafaur Rasyidin, serta para pemimpin Islam terdahulu. Dalam IsIam orientasi politik bukanlah meraih kekuasaan setinggi-tingginya. Tujuan politik dalam Islam adalah untuk menerapkan syariat, kekuasaan adalah jalan untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Syariat IsIam sebagai solusi fundamental bagi permasalahan umat manusia.


Mustahil berharap dari sistem sekuler demokrasi melahirkan pemimpin amanah. Dalam menjalankan amanahnya, pemimpin sekuler tidak menjadikan ketakwaan sebagai bekal utama. Orang-orang baik dalam sistem buruk terus dipaksakan menjadi buruk. Seperti pernah yang dikatakan Mahfud MD beberapa tahun silam, "Malaikat pun masuk dalam sistem  ini bisa menjadi iblis."


Tanpa didukung sistem yang baik tidak akan terlahir pemimpin baik. Sistem terbaik yaitu bersumber dari Allah Swt. saatnya masyarakat mengarahkan perjuangannya pada IsIam. Bersungguh-sungguh berupaya mendakwahkan dan membina umat agar memahami bahwa hanya Islam tumpuan harapan lahirnya sistem dan kepemimpinan yang amanah dan berkah. Yakni dengan menjalankan syariat secara kafah (menyeluruh). Wallahualam bissawab. [GSM]

Maraknya PHK Massal, Menambah Derita Para Pekerja

Maraknya PHK Massal, Menambah Derita Para Pekerja

 


Keadaan masyarakat hari ini tak bisa dilepas dari paradigma kapitalisme sekularisme

Sistem yang mengedepankan keuntungan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat

____________________


Penulis Susci

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Balut, Sulteng


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Baru-baru ini, PHK massal terjadi secara besar-besaran, melibatkan beberapa tenaga karyawan. PHK menjadi salah satu tindakan yang cukup merugikan bagi tenaga pekerja, khususnya kaum buruh. Pekerjaan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka, kini pupus ditelan fakta.


Perusahaan mengharuskan mereka untuk segera diberhentikan. Hal tersebut diungkap oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terkait nasib ratusan karyawan pabrik sepatu Bata yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. (liputan6.com, 06/05/2024). Fakta PHK tak hanya dialami oleh satu perusahaan, melainkan di beberapa perusahaan lainnya, seperti di DKI Jakarta yaitu sekitar 47, 45 % dari jumlah yang terlaporkan. (satudata.kemnaker.go.id, 04/04/2024).


PHK menjadi jalan bagi sebuah perusahaan dalam memastikan perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian dari proses produksi yang dilakukan. Sebab, pemberhentian para tenaga pekerja, terjadi apabila suatu perusahaan terdeteksi akan mengalami kerugian, apabila Karyawan masih berjumlah tetap. Sehingga, mengurangi sebagian tenaga pekerja dianggap mampu menyelamatkan perusahaan dari kerugian. Jika hal tersebut terjadi, akan berdampak pada meningkatnya kemiskinan di negeri ini. Biaya hidup yang semakin tinggi, semakin memperparah kondisi hidup masyarakat.


Dilema makin menghantui para tenaga pekerja. Mirisnya, mereka tak mampu mempertahankan keberadaannya di perusahaan tersebut. Namun di sisi lain, mereka harus berhadapan dengan fakta bahwa ancaman kemiskinan dan tidak terpenuhinya kebutuhan hidup akan membersamai mereka dibeberapa hari kedepan selama mereka belum memiliki pekerjaan. Sekarang ini, harapan hanya tertuju pada keberadaan negara dalam menyelamatkan kehidupan mereka, agar tetap berada pada lingkaran stabil dalam memenuhi kebutuhan hidup.


Kapitalisme Sekularisme Sumber Masalah

Keadaan masyarakat hari ini tak bisa dilepas dari paradigma kapitalisme sekularisme. Sistem yang mengedepankan keuntungan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat. Wajar jika hari ini liberalisasi SDA banyak diberikan kepada para pemilik modal. Sedangkan, negara belum siap mengelolah sendiri SDA yang dimiliki dengan berbagai macam pertimbangan. Legalisasi SDA kepada para pemilik modal,  mengakibatkan penguasaan sepenuhnya berada di bawah naungan para oligarki. Penguasaan totalitas bagi satu individu dalam membangun sebuah perusahaan akan memberikan legalitas kepada perusahaan tersebut untuk menerima atau memberhentikan karyawan sesuka hati. Sehingga, negara tidak memiliki kapasitas dalam mempertahankan para pekerja ketika mengalami PHK masal.


Berbeda halnya, apabila negara sendiri yang membangun perusahaan dan mengelola sendiri SDA yang dimiliki. Tentu, pekerjaan masyarakat akan terjamin. Masyarakat tidak akan berharap dan bergantung pada oligarki. Bahkan, nasib mereka tidak akan ditentukan oleh satu individu manapun. Namun, faktanya hal tersebut tidak disadari oleh negara. Menyerahkan sebagian tanggungjwab pengelolaan SDA dianggap sebagai sebuah kerjasama yang menguntungkan. Sayangnya, keuntungannya bukan untuk masyarakat, melainkan sebagian orang tertentu. Justru sebaliknya, masyarakat yang mengalami kesulitan dalam bekerja. Sebab, sebagian besar perusahaan dikelola oleh para pemilik modal.


Harapan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di bawah naungan negara akan sangat sulit didapatkan. Keberadaan negara hanya terlibat sebagai regulator dalam menghubungkan antara perusahaan dengan masyarakat. Pada dasarnya, yang menjadi pengelola inti dalam sebuah perusahaan dan berhak menerima dan memberhentikan para karyawan adalah perusahaan itu sendiri, bukan negara. Kondisi ini memberikan ruang besar-besaran pada individu swasta dalam memperhitungkan keuntungan, tanpa memperhatikan nasib para karyawan.


Oleh karena itu, berharap pada negara yang menerapkan kapitalisme sekularisme untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya serta menjaga nasib masyarakat, nampak jauh api dari panggangnya. Pada akhirnya, masyarakat harus berjuang sendiri dalam mencari pekerjaan. Mirisnya, ketika kapitalisme sekularisme terus menjadi tumpuan negara hari ini, akan semakin melanggengkan keberadaan dan penguasaan para oligarki dalam mengelola SDA milik umum.


Islam Solusi Hakiki

Berbeda halnya dalam Islam. Islam akan menjamin kesejahteraan bagi setiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Islam menyadari bahwa sumber pemasukan pendapatan bagi setiap individu terletak pada pekerjaannya. Sebagaimana, Islam memberikan kapasitas ikhtiar bagi setiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Proses ikhtiar yang dilakukan oleh setiap individu akan dibekali oleh Islam, dalam bentuk pekerjaan. Islam akan memastikan negara membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan bagi setiap individu masyarakat. Negara dalam Islam akan memastikan tidak adanya satu individu yang mengalami pengangguran.


Selain itu, Islam sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kemiskinan menjadi salah satu faktor yang amat sangat diperhatikan oleh Islam. Islam akan memastikan bahwa tidak ada masyarakat satupun yang mengalami kemiskinan. Kehidupan mereka akan dijamin oleh negara, sebagai penanggung jawab utama dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidup masyarakat dan negara. Jika pengangguran menjadi salah satu faktor dari kemiskinan, Islam akan memastikan pengangguran tidak dirasakan oleh individu masyarakat manapun.


Keyakinan tersebut berangkat dari keberadaan negara, sebagai pengelolaan tunggal dalam pembangunan perusahaan-perusahaan sebagai tempat-tempat produksi. Penguasaan sepenuhnya oleh negara akan memberikan hak paten kepada negara untuk menerima dan memberhentikan para pekerja sesuai dengan keputusan yang berlaku. Para oligarki tidak dibiarkan menguasai sepenuhnya sebuah perusahaan tanpa legalitas dari negara sebagai operator inti. Negara dalam Islam akan memastikan bahwa para oligarki tidak memiliki kapasitas dalam membangun perusahaan-perusahaan, yang bahan mentahnya berasal dari sumber daya alam milik umum.


Selain itu, Islam memiliki sumber pemasukan keuangan yang mampu menyediakan pembangunan infrastruktur maupun perusahaan-perusahaan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, seperti fa'i, kharaj, jizyah, ghanimah, dan lain sebagainya. Kemandirian negara dalam membangun perusahaan-perusahaan akan menjadikan negara bebas mengelola sendiri perusahaan tersebut, tanpa campur tangan dari pihak manapun. Keuntungannya akan secara menyeluruh dirasakan oleh masyarakat, baik dari segi pekerjaan maupun gaji yang layak.


Oleh karena itu, sudah seharusnya umat menyadari bahwa keberadaan kapitalisme sekularisme hanya menjadi benalu dalam kehidupan hari ini. Segala persoalan terjadi, akibat dari keberadaan kapitalisme sekularisme yang berasaskan kepentingan segolongan tertentu. Sehingga, Hanya Islam satu-satunya solusi yang mengatasi persoalan unat hari ini, termasuk PHK massal. Sebab, Islam berasal dari Allah Swt. Tuhan pencipta alam semesta. Wallahualam bissawab. [Dara]