Alt Title

Kecanggihan AI Antara Harapan dan Kekhawatiran

Kecanggihan AI Antara Harapan dan Kekhawatiran



Persoalan utamanya adalah bukan sekadar apakah AI akan semakin pintar

tetapi siapa yang mengendalikan AI, untuk tujuan apa, dan berdasarkan nilai apa

__________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Saat ini kita hidup di zaman kecanggihan teknologi. Satu sisi, teknologi bisa memberikan manfaat, namun di sisi lain kecanggihan teknologi bisa membawa manusia kepada kerusakan ataupun kesesatan.


Salah satu kecanggihan teknologi yaitu Artificial Intellegence (AI). Para peneliti kecerdasan buatan (AI) termasuk "Bapak AI" dunia, menerbitkan riset yang kembali mewanti-wanti pemerintah untuk bersiap menghadapi "ledakan kecerdasan" AI. 


Riset yang baru diterbitkan di jurnal Cambridge Programme on AI Science & Policy (CASP) tersebut mendesak para pembuat kebijakan untuk bertindak segera sebelum terjadi kemajuan yang tak terkendali dari teknologi tersebut. Menurut riset tersebut, seorang pengembang AI dapat menjalankan tenaga kerja yang setara dengan jutaan peneliti manusia terbaik karena otomatisasi penelitian dan pengembangan oleh AI itu sendiri. (cnnindonesian.com, 30-10-2026)


Perlu kita sadari, meskipun menghasilkan dampak positif misalnya dalam bidang medis dan teknologi lainnya, ledakan kecerdasan membawa tiga risiko termasuk ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali dan keterlibatan manusia, serta ancaman perang antar negara. Hal ini berbahaya untuk kehidupan umat manusia. 


Akar Masalah


Persoalan utamanya adalah bukan sekadar apakah AI akan semakin pintar, tetapi siapa yang mengendalikan AI, untuk tujuan apa, dan berdasarkan nilai apa. Teori dual-use technology menjelaskan bahwa suatu teknologi dapat memiliki manfaat sekaligus potensi penyalahgunaan.


Memang kita sadari bahwa perkembangan teknologi AI dapat memberikan kemudahan sekaligus menimbulkan bahaya bagi manusia. Penggunaan AI bisa untuk kebaikan, tetapi juga sangat mungkin digunakan untuk kejahatan. 


Inilah yang terjadi jika AI berada pada sistem kapitalisme. Pemerintah tidak bisa memantau dan memastikan keamanan para rakyat dalam menggunakan AI. Ledakan kecerdasan buatan (AI) tanpa kendali akidah dan syariat Islam bisa berisiko pada kehancuran kehidupan manusia. Ini hanya menguntungkan pengendalian AI tersebut.


Solusi Islam


Islam tidak menolak perkembangan teknologi, hanya saja semua itu digunakan sesuai dengan perintah Allah. Manusia diberikan kemuliaan akal untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan menjadi Khalifah fiil ardhi. Islam memberikan prinsip yang jelas bahwa ilmu dan teknologi harus diarahkan untuk kemaslahatan manusia.


Rasulullah saw. bersabda: "Kalian lebih mengetahui urusan duniawi kalian." (HR. Muslim)


Dalam pandangan Islam, manusia tidak boleh menerima mentah-mentah segala kecanggihan teknologi. Islam menetapkan hukum yang tegas atas segala hasil pemikiran manusia menjadi hadarah (dipengaruhi ideologi) dan madaniyah (netral).


Kita ketahui bahwa AI adalah buah perkembangan teknologi buatan manusia. Namun, AI dipengaruhi oleh berbagai informasi, pemikiran dan teknologi yang diproses menjadi satu keputusan. Jika AI di tangan manusia yang memiliki akidah dan ketundukan pada syariat, maka akan memberikan kemaslahatan bagi manusia. Sebaliknya, ketika AI berada di tangan manusia kafir, maka akan mendatangkan bahaya dan kerusakan.


Oleh karena itu, solusi agar AI mampu memberikan kemaslahatan bagi umat manusia maka sistem kehidupan manusia harus diatur dengan syariat Islam agar selamat. Baik membawa keselamatan di dunia adanya kemudahan ketika menggunakan bantuan AI dan di akhirat diberi kabahagiaan hakiki karena taat pada Allah Swt.. Wallahualam bissawab. [EA/MKC]


Ummu Adil