Alt Title

Klaim Tepi Barat Milik Isra*l Ilusi Solusi Dua Negara

Klaim Tepi Barat Milik Isra*l Ilusi Solusi Dua Negara


Kejahatan yang dilakukan Zion*s Isra*l sudah tidak bisa ditolelir

Permasalahan P4lestina tidak akan selesai dengan solusi dua negara atau jalur diplomasi yang ditawarkan PBB

_____________________


Penulis Nunung Sulastri.Amd

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Semakin hari Isra*l kian agresif berambisi ingin menguasai seluruh wilayah tanah di P4lestina, sampai terjadi gelombang aksi protes dan kecaman bermunculan dari warga lokal P4lestina. 


Setelah Itamar Ben Gvir, selaku Menteri Keamanan dan Nasional Isra*l menyatakan seluruh 3 wilayah administratif di Tepi Barat, diklaim milik Isra*l. Selain itu, Ben Gvir juga mendukung perluasan kedaulatan Isra*l dan pendudukan kembali atas wilayah P4lestina. Langkah ini dinilai sejumlah negara, berpotensi dapat memicu ketegangan baru dan memperburuk situasi politik serta keamanan wilayah tersebut.


Berdasarkan kesepakatan Osio II 1995, Tepi Barat dibagi menjadi area A, B, dan C. Area tersebut dibagi menjadi:


- Wilayah A, dikuasai sepenuhnya oleh otoritas P4lestina,

- Wilayah B, dipimpin administrasi Sipil P4lestina, namun keamanannya dijaga oleh Isra*l, 

- Wilayah C, Isra*l memegang kendali penuh atas wilayah C, yang meliputi 60% Tepi Barat.


Akan tetapi, menurut Ben Gvir menyatakan kepada stasiun televisi sayap kanan Isra*l, "Tidak ada perbedaan antara area A, B, dan C, tanah itu milik kami, ini adalah negara kami." (metrotvnews.com, 3-10-2026)


Ambisi Isra*l dan Solusi Fiktif terhadap P4lestina


Keinginan Zion*s Isra*l yang sebenarnya adalah menguasai seluruh wilayah P4lestina termasuk Tepi Barat dan G4za demi mewujudkan konsep Isra*l Raya (Greater Isra*l). Yang mana dilatarbelakangi gagasan dari Zion*sme Revisionis awal oleh Ze'ev Zabotinsky yang memengaruhi garis politik Partai Likud. Berbagai permasalahan genosida, penghancuran G4za, perampasan pemukiman P4lestina di Tepi Barat, pembakaran puluhan masjid di Tepi Barat, pendudukan komplek Al Aqsho adalah kejahatan besar Zion*s Isra*l terhadap Islam terutama umat Islam.


Pernyataan solusi dua negara yang digembar-gemborkan Amerika Serikat, yang merupakan negara sekutu dan para penguasa negeri muslim, hanya kebohongan dan ilusi semata. Mereka mencerminkan skeptisisme mendalam akibat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan perpecahan politik internal P4lestina.


Dengan mendukung secara resmi solusi dua negara Amerika Serikat dinilai kurang memberikan tekanan konkrit untuk menghentikan kebijakan yang mengikis viabilitas negara P4lestina. Selain memberikan legitimasi Zion*s Isra*l bagi P4lestina, juga melanggengkan penjajahan dan pembantaian terhadap warga P4lestina.


Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 10: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan bagi mereka azab yang pedih, karena mereka berdusta.”


 Jihad Solusi Syar'i untuk P4lestina


Dalam sistem Islam, budaya amar makruf selalu digencarkan apalagi dalam permasalahan P4lestina. Lupakan suatu kewajiban menyuarakan kebenaran dan meyakinkan umat Islam serta masyarakat internasional bahwa Zion*s Isra*l benar-benar akan merampas seluruh wilayah P4lestina secara ilegal, menyempurnakan karena sudah mengusir warga P4lestina.


Kejahatan yang dilakukan Zion*s Isra*l sudah tidak bisa ditolelir. Permasalahan P4lestina tidak akan selesai dengan solusi dua negara atau jalur diplomasi yang ditawarkan PBB. Karena itu, menjadikan bahaya bagi kaum muslim yang lain dengan membiarkan warga Palestina dibantai dan diusir secara paksa. Solusi tersebut merupakan solusi otopis yang mengalihkan persoalan intinya yaitu penjajahan Johanes Isra*l di atas bumi P4lestina. 


Perdana Menteri Isra*l Benyamin Netanyahu, melakukan pertemuan secara diam-diam dengan pemimpin Arab Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, berlangsung pada 27 September 2026 untuk membahas hubungan bilateral serta membantah laporan mengenai peringatan dini terkait ancaman H4mas dalam serangan 7 Oktober 2023. Pemimpin Arab menyepakati dan semakin patuh dalam menormalisasi hubungan diplomatik tersebut. Hal ini menunjukkan pengkhianatan terbesar terhadap saudara Muslim di Palestina, yang terus mengalami penderitaan akibat penjajahan Zion*s Isra*l.


Pemimpin muslim saat ini memilih tunduk dan patuh terhadap kepentingan negara kafir serta bersikap pasif terhadap perjuangan rakyat Palestina, sementara aktif bekerja sama dengan penjajah serta memberikan karpet merah bagi Zion*s Isra*l untuk terus menerus melakukan genosida di P4lestina. Solusi sejati yang harus dilakukan yaitu melakukan jihad fisabilillah untuk melawan Zion*s Isra*l dan sekutunya.


Jihad itu hanya bisa sempurna jika adanya persatuan dari setiap umat Islam sedunia. Jihad akan berjalan efektif dibawah satu kepemimpinan tunggal yaitu sebuah negara dalam tatanan sistem Islam yang dikenal dengan Khil4fah Islamiyah. Jihad merupakan solusi nyata dalam menegakkan agama Allah Subhanahu wa ta'ala. Khalifah akan mengirimkan tentaranya untuk menolong dan membela saudara-saudara muslim di P4lestina.


Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Al-baqarah ayat 191: "Bunuhlah mereka(yang memerangimu) dimana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempatitu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasa bagi orang-orang kafir."


Perjuangan menegakkan Khil4fah Islamiyah menjadi sangat penting. Karena umat membutuhkan pemimpin dan pelindung yang satu. Dengan Khil4fah musuh Islam akan ketakutan seperti yang dilakukan oleh Shalahuddin Al Ayyubi, dengan kekuatan militernya menyerang pasukan tentara salib (pasukan Eropa) dalam pertempuran Hattin, yang membuka jalan membebaskan kota Yerusalem (Baitul maqdis). 


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, lalu ia bersikap lembut dan menyayangi mereka, maka bersikap lembutlah Engkau kepadanya. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia." (HR. Muslim No. 1828) 


Semoga pertolongan Allah semakin dekat dengan segera tegaknya kepemimpinan Khalifah dalam sistem Khil4fah Islamiyah, aamiin Allahumma aamiin. Wallahualam bisshawab. [Dara/MKC]