Ketika Keamanan Rakyat Terancam Islam Solusinya
Surat PembacaDalam Islam, keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap rakyat
Negara tidak hanya bertindak ketika masalah muncul, tetapi juga berupaya menciptakan kehidupan yang aman
_________________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Belawan kembali menunjukkan bahwa keamanan masyarakat masih menjadi persoalan serius.
Polisi mengungkap tiga perkara yang terjadi yakni ancaman senjata tajam, perampasan sepeda motor, hingga pencurian telepon genggam. Dalam pengembangan kasus tersebut, seorang pria berinisial A.B.A. (23) diamankan bersama barang bukti berupa parang dan sepeda motor.
Peristiwa seperti ini tentu menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi tempat beraktivitas dengan aman justru menjadi lokasi terjadinya kejahatan. Korban bukan hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga menghadapi ancaman terhadap keselamatan dirinya.
Persoalan keamanan tidak cukup hanya ditangani setelah kejahatan terjadi. Negara perlu menghadirkan sistem yang mampu mencegah kejahatan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat. Jika keamanan hanya mengandalkan penindakan setelah kejadian, masyarakat tetap berada dalam risiko menjadi korban. (Gaperta.id.com 24-09-2026)
Tidak Ada Keamanan dalam Negara Kapitalisme
Maraknya pencurian dengan kekerasan (curas) di Belawan-Marelan menunjukkan bahwa persoalan keamanan masyarakat tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah individu pelaku.
Maka ketika kasus kejahatan terus muncul, perlu dilihat juga bagaimana sistem yang diterapkan negara dalam memenuhi kebutuhan, membina masyarakat, dan menjaga keamanan rakyat. Dalam sistem kapitalisme, kehidupan masyarakat banyak dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi dan mekanisme pasar.
Ketika kesenjangan sosial, sulitnya mendapatkan pekerjaan, keterbatasan pendidikan, dan lemahnya pembinaan masyarakat terjadi, sebagian masyarakat berada dalam kondisi rentan terhadap berbagai persoalan sosial. Karena itu, penanganan kriminalitas tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku setelah kejahatan terjadi. Negara seharusnya tidak hanya hadir ketika masyarakat sudah menjadi korban.
Negara perlu memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, pendidikan dapat diakses, generasi muda mendapatkan pembinaan, serta keamanan benar-benar menjadi tanggung jawab negara. Dengan demikian, pencegahan kejahatan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar melalui tindakan represif.
Islam Menjamin Keamanan Jiwa dan Harta Rakyat
Keamanan merupakan kebutuhan penting bagi setiap masyarakat. Rakyat berhak hidup tanpa rasa takut, baik terhadap ancaman terhadap jiwa maupun harta. Maraknya tindak pencurian dan kekerasan menunjukkan pentingnya negara hadir memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat.
Dalam Islam, menjaga jiwa dan harta merupakan bagian dari tanggung jawab negara. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa seorang pemimpin adalah ra'in, yaitu pengurus rakyat, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.
Keamanan bukan sekadar tugas aparat untuk menangkap pelaku kejahatan setelah terjadi, tetapi merupakan tanggung jawab negara secara menyeluruh. Negara harus hadir mencegah kejahatan, melindungi jiwa dan harta rakyat, serta memastikan hukum ditegakkan secara adil.
Dalam Islam, keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap rakyat. Negara tidak hanya bertindak ketika masalah muncul, tetapi juga berupaya menciptakan kehidupan yang aman, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan melakukan pembinaan agar kejahatan dapat dicegah sejak awal.
Dengan demikian, keamanan rakyat menjadi amanah yang wajib dijalankan negara secara serius dan menyeluruh. Karena itu, penegakan hukum harus dilakukan dengan tegas dan adil. Pelaku kejahatan diproses berdasarkan hukum dan bukti yang sah, sementara korban mendapatkan perlindungan dan keadilan. Ketegasan hukum bukan sekadar untuk menghukum, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat dan mencegah kejahatan berulang. Wallahualam bissawab. [GSM/MKC]
Marlina Wati, S.E


