Alt Title

Thufan Al Aqsa, Harum Darah Para Syuhada

Thufan Al Aqsa, Harum Darah Para Syuhada


Para syuhada bertambah setiap harinya

dari kalangan pemuda yang tergabung dalam pejuang kemerdekaan, relawan medis, jurnalis, rakyat sipil dan yang tak luput dari sasaran genosida ini tentunya adalah para pelajar

_________________________


Penulis Yuli Mariyam

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Tiga tahun berlalu pasca 7 Oktober 2023, badai perjuangan kaum muslimin di bumi P4lestina belum juga tuntas.


Para syuhada bertambah setiap harinya, dari kalangan pemuda yang tergabung dalam pejuang kemerdekaan, relawan medis, jurnalis, rakyat sipil dan yang tak luput dari sasaran genosida ini tentunya adalah para pelajar. Data yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan P4lestina menyatakan sebanyak 20.748 pelajar P4lestina dan 1.058 tenaga pendidikan serta administrasi juga tenaga di Universitas tewas di Jalur G4za dan Tepi Barat selama konflik berlangsung. (Metrotv, 7-10-2026)


Diamnya Para Pemimpin Kaum Muslim Akibat Sekat Nasionalisme


Serangan Zion*s sudah jelas bertujuan menggenosida penduduk P4lestina secara brutal, dengan beralasan tempat tersebut dicurigai sebagai tempat berlindung para pejuang kemerdekaan. Zion*s seakan mendapat legalitas untuk menghancurkan rumah, apartemen, rumah sakit, camp-camp pengungsian dan juga sekolah. Ini merupakan salah satu bukti kejahatan perang, pelajar yang harusnya mendapat hak untuk tetap belajar dan dilindungi, justru dijadikan sasaran empuk para penjajah. 


Meski telah nyata kejahatan tersebut di mata dunia, namun para pemimpin negara-negara adidaya, lembaga-lembaga internasional dan juga penguasa di negeri-negeri muslim tidak berdaya menghentikan kejahatan Zion*s tersebut. Hal ini membuktikan bahwasannya sistem kapitalisme yang mengusung nasionalisme ini telah berhasil membuat sekat-sekat negara dan bangsa, kesatuan kaum muslim tidak hanya di runtuhkan pada tahun 1924 oleh Mustafa Kemal Attartuk tapi juga mencabik-cabik hingga ke dasar akidahnya, kaum muslim pun tak memahami ukhuwah yang Allah nash kan dalam surah Al-Hujurat ayat 10


اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ 


Yang artinya “ Sesungguhnya kaum muslimin adalah saudara”


Yang kemudian diperjelas dengan sebuah hadis;


عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)


Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


"Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Muslim No. 4685)


Meski donasi telah diberikan, doa telah dilangitkan, dan suara-suara dukungan terhadap P4lestina telah digaungkan para simpatisan seluruh dunia. Namun, itu tetap tidak membuat kondisi di P4lestina mendapatkan kemerdekaannya. Sekian lama negeri-negeri muslim bertahan dari berbagai bentuk penjajahan di negerinya masing-masing, begitu juga Al-Quds dengan para penjaganya, ratusan ribu nyawa melayang, mereka tidaklah sia-sia.


Tujuan mereka memenuhi janji mempertahankan tanah kaum muslimin telah tercapai, mereka syahid, tapi tanah mereka perlahan dicaplok secara terang-terangan di depan mata muslim dunia. Kemanakah umat ini?


Umat Islam sedang terlelap dalam sekat negara bangsa, mereka butuh disadarkan tentang pentingnya kesatuan, mereka membutuhkan sebuah sistem global yang bisa menandingi sistem kapitalis yang fasad ini. Jika paradigma perang negara kafir adalah penjajahan, maka berbeda dengan Islam memandang peperangan atau jihad.


Jihad dan Khil4fah Solusi Bebaskan P4lestina


Peperangan adalah hal yang dibenci oleh manusia. Namun Allah melegalkan Jihad atau perang pada kaum muslim pada kondisi-kondisi tertentu. Perintah Allah untuk senantiasa beriman dan amar makruf nahi mungkar menjadikan dakwah menjadi poros kehidupan kaum muslim. Ketika terjadi kekufuran pada sebuah negeri, Islam membebaskannya dengan dakwah bil lisan, tanpa kekerasan, tanpa senjata.


Namun dakwah seringkali mendapat penolakannya, dengan penolakan ini Islam menawarkan plan B, yakni bergabung dan mau menerapkan syariat Islam dengan jaminan keselamatan harta dan jiwa bagi negeri tersebut. Namun, jika hal tersebut tetap mendapat penolakan bahkan ada ancaman, halangan dan rintangan, maka futuhat atau pembebasan negeri tersebut bisa dilakukan dengan jihad. Namun, tujuan utama dari jihad bukanlah menjajah, tetapi membebaskan sebuah negeri dari kekufuran kepada Allah Swt., seperti yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman dalam membebaskan negeri Syaba dari penyembahan terhadap matahari. 


Jihad juga wajib dilakukan pada kondisi lain, yaitu saat negeri-negeri muslim terjajah secara nyata. Perlawanan ini dilakukan untuk menjaga kehormatan kaum muslimin serta simbol-simbol Islam, penduduk P4lestina telah mencontohkan bagaimana mereka mempertahankan negerinya karena janji mereka kepada Islam untuk menjaga Masjid Al-Aqsa yang menjadi simbol kemuliaan Islam.


Syariat Islam juga mengatur bahwasannya dalam jihad, tidak boleh menyerang warga sipil, perempuan, anak-anak, lansia, dan pemuka agama. Jihad juga tidak membenarkan penghancuran hunian, gedung-gedung peribadatan dan lain sebagainya termasuk sekolah. Peristiwa Fathul Makkah dan Penaklukan Konstantinopel telah menjadi bukti sejarah yang tak pernah diragukan kejadiannya.


Namun, segala kemuliaan tersebut hanyalah sejarah jika kaum muslim masih mengaut paham nasionalisme kapitalisme. Kemuliaan itu hanya akan ada jika kaum muslimin bersatu dan menundukkan ego mereka dalam sekat negara dan bangsa, dan menegakkan Khil4fah sebagai kekuatan global yang akan menghancurkan penjajah Zion*s Isra*l dan negara-negara kafir yang memusuhi Islam. 


Selain itu, Khil4fah juga mempunyai misi untuk menebarkan rahmat-Nya ke seluruh alam, baik manusia muslim atau bukan. Untuk sebuah peradaban manusia yang mulia sehingga tercipta sebuah tatanan negara adidaya yang baldatun thayyibatun warabbun ghafuur. Wallahualam bissawab. [GSM/MKC]