Gaul (Tanpa) Bebas: When Love Needs Guidance
ReportaseAkal yang lemah dan terbatas butuh dipandu oleh Al-Qur’an
agar tidak tercampur oleh hawa nafsu
______________________________
Penulis Siska Juliana
Tim Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, REPORTASE – Jatuh cinta seringkali menghiasi hari-hari para remaja. Di usia ini, mulai ada ketertarikan kepada lawan jenis. Namun, karena rasa cinta ini dipenuhi dengan hawa nafsu banyak yang terjebak oleh pergaulan bebas.
Lantas, bagaimana Islam memandang rasa cinta? Bagaimana agar remaja tidak terjebak dalam pergaulan bebas?
Untuk menjawab rasa penasaran itu, Komunitas Smart With Islam mengadakan kajian yang bertajuk “Gaul (Tanpa) Bebas: When Love Needs Guidance” pada Ahad 18 Oktober 2026. Kajian ini dihadiri oleh puluhan pelajar dan mahasiswa area Kota Bandung.
Pemateri memaparkan fakta mengenai kasus akibat pergaulan bebas. Data akumulasi hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 10.771 kasus HIV/AIDS di Kota Bandung. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 76% kasus HIV di Indonesia terkonsentrasi di 11 provinsi prioritas, dengan wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua
Kemudian data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 59% remaja perempuan dan 74% remaja laki-laki pernah melakukan hubungan seksual di rentang usia 15-19 tahun. Angka kehamilan pada kelompok remaja usia 15–19 tahun tercatat sebesar 36 per 1.000 remaja putri
Selain itu, BKKBN memperkirakan kasus aborsi di Indonesia mencapai 750 ribu hingga 1,5 juta kasus per tahun, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kehamilan tidak diinginkan akibat pergaulan bebas.
Pemateri menjelaskan 3 faktor penyebab remaja terjebak pergaulan bebas, yaitu informasi sesat seputar pergaulan remaja, lingkungan pergaulan yang steril dari aturan Islam, dan benteng akidah yang rapuh.
Cinta dalam Perspektif Islam
Dalam bahasa Arab cinta adalah al-hubb yang bermakna benih. Menanam benih membutuhkan proses yang sangat serius dan istikamah. Allah memberikan potensi pada setiap manusia, yaitu: Kebutuhan jasmani/hajatul udhowiyah (makan, minum, tidur). Naluri/garizah ada 3 yaitu: naluri beragama (salat, puasa, zikir, dll), naluri berkasih sayang (mencintai lawan jenis, rasa senang terhadap bayi, rasa sayang kepada orang tua), naluri mempertahankan diri (berprestasi, senang memimpin orang lain).
Selain itu, Allah juga menitipkan akal supaya kita mampu mengarahkan pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluri pada tempatnya. Akal yang lemah dan terbatas butuh dipandu oleh Al-Qur’an agar tidak tercampur oleh hawa nafsu.
Agar Cinta Tetap Mulia
Islam memiliki aturan agar rasa cinta ini tetap mulia. Pemateri menjelaskan bahwa kebutuhan jasmani rangsangannya dari dalam sehingga jika tidak dipenuhi akan menyebabkan kematian. Naluri rangsangannya dari luar sehingga pemenuhan naluri bisa ditunda.
Islam mengatur bahwa cinta harus dipenuhi dengan cara yang halal. Islam juga menetapkan batasan dimana kehidupan laki-laki dan perempuan terpisah kecuali di bidang pendidikan, kesehatan, dan muamalah. Islam juga melarang khalwat (berduaan dengan yang bukan mahram) dan ikhtilat (campur baur dengan lawan jenis).
Allah Swt. berfirman,
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)
Tanggung Jawab Bersama
Dibutuhkan tanggung jawab bersama agar remaja terhindar dari pergaulan bebas.
Pertama, peran keluarga yaitu menanamkan akidah.
Kedua, peran masyarakat yaitu amar makruf nahi mungkar.
Ketiga, peran negara yaitu mencegah konten-konten yang menayangkan pergaulan bebas, memberikan sanksi tegas bagi pelaku zina
Hal yang harus dilakukan oleh remaja saat ini adalah meningkatkan ketakwaan individu, carilah bestie salihah, dan mengkaji Islam kafah dalam circle positif serta mendakwahkannya. Wallahualam bissawab.


