Maulid Nabi, Benarkah Sudah Cinta Nabi?
OpiniMencintai Nabi Muhammad saw., bukan hanya dengan merayakan maulid
namun menjadikan beliau tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
______________________________
Penulis Mardiyah
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Muslimah
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Maulid Nabi, momen spesial bagi umat Islam khususnya di Indonesia. Umat Islam mengaku mencintai nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengekspresikan dalam berbagai kegiatan dan ritual. Bahkan Kemenag menggelar acara gema selawat kebangsaan dengan judul Blissful Maulid. (SINDOnews.com 23 Agustus 2026)
Namun benarkah umat Islam sudah mencintai nabi Muhammad?
Setiap bulan Rabiul awal umat Islam dengan gegap gempita memperingati maulid Nabi dengan mengadakan pengajian/tabligh akbar, pembacaan selawat, pembacaan kitab barzanji, aneka lomba seperti lomba azan dan lain-lain. Benarkah dengan mengadakan kegiatan seperti ini umat sudah mencintai Nabi Muhammad? Padahal masih banyak hukum-hukum ajaran Rasulullah yang belum mampu diwujudkan.
Cinta kepada Nabi Muhammad seharusnya melahirkan ittiba'. Ittiba' adalah mengikuti ajaran Rasulullah secara totalitas. Rasullulah mewariskan ajaran Islam dengan dua pedoman yaitu Al-Qur'an dan As-sunah. Rasullulah juga mewariskan perjuangan agar ajaran Islam bisa ditegakkan di muka bumi secara kafah.
Sebenarnya umat sudah mulai menyadari bahwa aturan hidup yang dipakai untuk mengurusi umat saat ini sudah tidak layak dipakai. Umat sudah mulai sadar bahwa aturan yang dipakai sekarang memberikan peluang korupsi, membiarkan milkiyah ammah dikuasai korporasi dan hukum yang tebang pilih. Namun sangat disayangkan umat Islam juga masih belum memahami bagaimana arah dan metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan kehidupan Islam. Mewujudkan kehidupan baldatun thayyibatun wa rabbun gafur.
Peringatan Maulid Nabi yang dirayakan umat saat ini belum melahirkan kecintaan pada Rasulullah dengan cinta yang sejati alias cinta palsu.
Cinta kepada Rasulullah harus melahirkan ittiba', harus menjadikan Rasulullah sebagai teladan, idola, dalam memahami Islam dan mewujudkan kehidupan Islam. Jangan sampai perayaan Maulid Nabi hanya perayaan yang hampa tanpa mengikuti ajaran dan perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan kehidupan yang berlandaskan hukum-hukum Islam. Ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad saw., sudah lengkap, tidak boleh dikurangi dan ditambah.
Saat ini umat Islam masih banyak yang belum menyadari bahwa ajaran Islam harus ditegakkan secara totalitas. Masih ada kaum muslim, agamanya Islam, tetapi cara berpolitik nya demokrasi. Cara berekonomi dengan dengan cara ribawi. Cara bergaulnya dengan ikhtilat dan lain-lain yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Umat lslam saat ini merasa nyaman dan tidak sadar bahwa menghamba kepada Allah berarti menolak menghamba kepada selain-Nya. Apalagi sistem kehidupan yang diterapkan telah menolak agama (Islam) untuk mengatur kehidupan. Ide-ide kufur seperti demokrasi, liberalisme, kapitalisme, menjadikan umat terlena dan tidak memahami ajaran Islam secara utuh. Hal ini berlangsung secara sistemik sejak sistem Islam dijatuhkan secara mengenaskan oleh Mustafa Kemal Attartuk.
Sistem yang ada saat ini tengah menghalangi kebangkitan Islam. Aktivis dakwah Islam kafah di berbagai media sosial sering kali jadi sasaran 'banned', minimalnya mendapatkan peringatan "anda melanggar standar komunitas kami". Para aktivis juga mendapatkan persekusi ketika mendakwahkan Islam kafah. Semuanya membuktikan bahwa sistem yang diemban saat ini berusaha menghalangi bangkitnya umat lslam untuk menerapkan sistem lslam secara kafah.
Makna Hakiki Ittiba
Allah berfirman: "Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah Aku/Allah niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imran 31)
Ittiba secara bahasa artinya mengikuti. Syaikh AlHafidz 'Imadudin Abu Fida Ismail dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menyampaikan ayat ini sebagai pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, tetapi tidak menempuh jalan Muhammad Rasulullah, bahwa ia sebagai pembohong dalam pengakuan cintanya itu hingga dia mengikuti syariat dan agama yang dibawa oleh Rosullulah dalam semua ucapan dan perbuatannya.
Ittiba harus disandarkan pada dua hal yaitu fikrah dan thariqah. Fikrah adalah pemikiran Islam sementara thariqah adalah metode atau jalan yang ditempuh. Gerakan kebangkitan Islam yang sahih akan mengikuti fikrah dan thariqah Rasulullah dalam mengembalikan kejayaan Islam. Di samping itu, harus punya keyakinan dan keimanan yang kuat akan janji Allah dan bisyarah Rasulullah bahwa di akhir jaman kelak umat Islam akan menguasai dunia dengan hukum-hukum Islam.
Saat ini, di negeri-negeri kaum muslim diterapkan sistem kufur yaitu demokrasi, kapitalisme, sekuleris. Hal ini menjadikan PR bahwa umat harus bangkit, umat harus berusaha agar sistem kufur tersebut bisa segera digantikan dengan sistem Islam. Karena sejatinya kaum muslim adalah hidup dalam ri'ayah dan naungan sistem Islam. Bukan dalam cengkeraman kekuasaan dan hukum jahiliyah.
Ketika kita mempelajari sejarah perjuangan Nabi maka akan kita dapati bahwa Rasullulah membina umat dengan melalui beberapa tahapan yaitu tahapan tatsqif, tahapan interaksi dengan umat, tahapan thalabun nusrah dan tahapan istilamul hukmi (penerimaan kekuasaan).
Tahapan tatsqif adalah ketika Rasulullah menyampaikan pokok-pokok ajaran Islam kepada para sahabat. Dimulai dari mempelajari rukun Iman dan rukun Islam sampai para sahabat memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami atau memiliki syaksyiyah Islamiyah.
Tahapan interaksi atau tafaul ma'al umat yaitu ketika Rasulullah dan para sahabat melakukan dakwah yang lebih luas lagi. Rasulullah menyerukan dan menawarkan Islam kepada para kepala kabilah bahkan raja-raja agar menerima Islam. Walaupun ada yang menerima dan menolak lslam, tetapi Rasulullah tetap berdakwah dengan melakukan pembinaan terhadap para sahabat.
Tahapan thalabun nusrah yaitu Rasulullah mencari pertolongan untuk melindungi dakwah dan kaum muslimin. Hijrah Rasulullah ke Thaif di antaranya untuk mencari penolong dakwah. Namun, yang didapatkan adalah cacian dan hinaan bahkan Rasulullah dilempari batu sampai kakinya berdarah. Akhirnya nusroh itu datang dari Kota Yatsrib setelah Rssulullah mengutus Mus'ab bin Umair untuk berdakwah disana.
Alkisah disebutkan dalam siroh Nabi, bahwa Rasullulah hijrah ke kota Yatsrib/Madinah. Suku Aus dan suku Khazraj sebelum memeluk Islam mereka saling bermusuhan dan selalu berperang. Setelah menerima dan memeluk Islam mereka bersepakat menyerahkan kekuasaannya kepada Nabi Muhammad, agar memimpin mereka dan umat Islam dengan aturan Islam. Inilah proses istilamul hukmi proses penerimaan kekuasaan, tanpa kekerasan tanpa pertumpahan darah. Wallahualam bissawab. [Luth/MKC]


