Alt Title
Dua Syawal Menjaga Hal Ihwal

Dua Syawal Menjaga Hal Ihwal



Menjaga hal ihwal pasca Ramadan
Menjaga perjuangan untuk tetap dalam keistiqamahan
Sebelas bulan ke depan menjadi bulan-bulan berat
Pembuktian ketaatan apakah masih 24 karat?
_________________________


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com - Ramadan memang sudah usai

Puasa wajib sudah selesai

Zakat fitrah sudah tertunai

Dan qiyamul lail bersama tarawih sudah terurai


Satu hal menjaga ihwal

Prosesi perayaan selayaknya menjadi puncak peneguhan

Sebab puasa tak di Ramadan saja

Karena salat dan ibadah hadir di hari-hari biasa


Ramadan hadir sebagai alarm

Agar teringat jika ibadah dan taat perlu di-scale up

Cukup landai berbarengan istiqamah

Sembari bersiap naikkan value sebagai nilai tambah


Pasca Ramadan bukan berarti selamat tinggal

Selamat tinggal masjid

Selamat tinggal wakaf dan sedekah

Selamat tinggal Al-Qur'an yang dikenang


Hidup di dunia tak hanya musiman

Musim hanya penanda untuk siap bekalnya

Musim Ramadan waktu tonggak perubahan

Musim bulan lainnya pembuktian untuk tetap berdaya


Menjaga hal ihwal pasca Ramadan

Menjaga perjuangan untuk tetap dalam keistiqamahan

Sebelas bulan ke depan menjadi bulan-bulan berat

Pembuktian ketaatan apakah masih 24 karat?


Ramadan telah menjadi altar perjamuan agung

Allah menggelar dan membuka semua pintu kebaikan

Hidup seorang Muslim pancaran kepribadian berkelas

Tetap tinggal kelas atau naik kelas?


Sebuah menjaga hal ihwal

Dimulai dari Syawal

Hingga bertemu nanti di bulan penuh keagungan

Hari-hari seorang Muslim adalah hari raya ketika bebas menghamba pada Allah Yang Esa []


#puisi #puisihanifk #lebaran #idulfitri #lebaran2023 #idulfitri1444h #sastra #sastraindonesia

Menyejahterakan Rakyat Kewajiban Penguasa

Menyejahterakan Rakyat Kewajiban Penguasa



Bercermin dari kepemimpinan yang menerapkan Islam sebagai ideologi sempurna, yang mana telah mewajibkan negara dengan seorang pemimpin sebagai penerap syariat untuk melindungi harta rakyatnya dan juga menjamin kehidupan mereka. Negara dalam sistem Islam akan melindungi hak-hak para pegawai pemerintah tanpa merasa bahwa itu adalah beban tapi bagian dari tanggung jawabnya untuk menyejahterakan rakyat termasuk ASN itu sendiri, sehingga akan terasa keadilan yang merata

________________________

Penulis Ummu Nasywa

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi Komunitas AMK


KUNTUMCAHAYA.com - Ironis. Nasib pegawai honorer di negeri ini sepertinya akan terus terkatung-katung karena kebijakan negara untuk tidak mengangkat lagi tenaga ASN. Padahal, para pegawai negara ini masih sangat dibutuhkan dalam hal pelayanan publik. Sebagaimana dikeluhkan Bupati Bandung Dadang Supriatna bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Bandung kekurangan 8.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk melayani masyarakat, sehingga sangat berpengaruh terhadap kuantitas layanan kepada mereka. Penduduk di Kabupaten Bandung saat ini tercatat sebanyak 3,7 juta jiwa, sedangkan jumlah pegawai ASN ada 26.000 orang, tentu hal ini tidak sepadan. Oleh karena itu Dadang berencana akan mengajukan tambahan tenaga ASN dari pemerintah pusat. (JPNN[dot]com, Bandung 05/04/2023) 


Sayangnya, harapan Bupati Bandung ini akan berbenturan dengan aturan Men-PAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) terkait tidak boleh lagi menerima tenaga honorer. Pada tanggal 31 Mei 2022 Tjahjo Kumolo telah menandatangani Surat Men-PAN-RB tentang rencana penghapusan tenaga honorer. Disebutkan dalam surat bahwa tidak bisa mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi ASN, karena akan membebani APBN. Mulai tanggal 28 November 2023 secara resmi KEMENPAN-RB akan menghapus tenaga honorer di kementerian atau lembaga pemerintahan. (antara/jpnn, Bandung, Rabu, 05/04/2023)


Mengapa Tenaga ASN Dianggap Beban Negara?


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN adalah rencana tahunan keuangan pemerintahan negara yang persetujuannya disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meliputi pendapatan, anggaran belanja dan pembiayaan negara. Pokok masalah yang terjadi sepertinya bukan negara kekurangan dana untuk menggaji pegawainya, tapi karena pengelolaan APBN yang salah atau pengeluaran yang tidak tepat, sehingga anggaran untuk pelayanan masyarakat dianggap beban. Padahal kewajiban negara melakukan riayah (pengurusan) terhadap rakyatnya. Inilah konsekuensi diterapkannya sistem Kapitalisme. Rakyat sulit mendapat akses sementara kelompok kapitalis bergelimang materi. Bahkan rakyat dijadikan objek sasaran pajak, diperas dengan beragam program, tapi kesejahteraannya terabaikan. Lalu siapa yang menikmati hasil memalak rakyat tersebut?


Bercermin dari kepemimpinan yang menerapkan Islam sebagai ideologi sempurna, yang mana telah mewajibkan negara dengan seorang pemimpin sebagai penerap syariat untuk melindungi harta rakyatnya dan juga menjamin kehidupan mereka. Negara dalam sistem Islam akan melindungi hak-hak para pegawai pemerintah tanpa merasa bahwa itu adalah beban tapi bagian dari tanggung jawabnya untuk menyejahterakan rakyat termasuk ASN itu sendiri, sehingga akan terasa keadilan yang merata. 


Rakyat dengan berbagai status sosial apapun semuanya adalah amanah. Rakyat pun diibaratkan sebagai gembala yang wajib dijaga serta dilindungi oleh penggembalanya. Rasulullah saw. bersabda: "Imam (Khalifah) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus."  (HR. Al-Bukhari dan Ahmad) 


Terkait APBN, negara memiliki berbagai sumber pemasukan tapi sangat berbeda dengan era sekarang. Islam tidak menjadikan pajak sebagai sumber terbesar penghasilan negara, apalagi dijadikan urat nadi ekonomi bagi negara. Tetapi Islam sudah menetapkan sumber-sumber pendapatan untuk negara penerap syariat dipisah dari harta kepemilikan umum (seperti pertambangan), zakat dan sedekah, ghanimah, kharaj, harta yang tidak ada ahli warisnya, dan lain sebagainya. APBN negara bisa tercukupi dengan sumber-sumber pendapatan yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Karena itu negara penerap syariat tidak membutuhkan lagi pungutan pajak, baik secara langsung atau tidak langsung. (An-Nabhani, Nizhaam al-Iqtishaadi fii al-Islam, halaman 242)


Siapa pun, termasuk penguasa yang melakukan pungutan harta tanpa hak atau tidak sesuai dengan syariat diperingatkan oleh Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang mengambil harta saudaranya dengan sumpahnya (secara tidak benar, red.) maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan dia masuk surga."  Lalu ada seorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, meskipun hanya sedikit?" Beliau menjawab, "Meskipun hanya sebatang kayu arak (kayu untuk siwak)." (HR. Ahmad)


Begitu sempurnanya Islam menciptakan sistem kekuasaan dan para penguasa yang benar-benar me-riayah (mengurus) umat. Para penguasa Islam bekerja keras untuk melindungi dan menjamin kehidupan rakyatnya dengan didasari ketakwaan kepada Allah Swt.. Mereka sadar dan tahu betul bahwa jabatan yang sedang diemban bisa menjadi bencana bagi mereka pada hari akhir, jika mereka menelantarkan amanah, mengabaikan urusan rakyat, apalagi sambil memperkaya diri. Wallahu a'lam bi ash-hawwab. []

Mewujudkan Pemerintahan Anti Korupsi

Mewujudkan Pemerintahan Anti Korupsi


Mewujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi sepertinya hanya mimpi dalam sistem Demokrasi. Pasalnya akar masalah penyebab terjadinya korupsi adalah penerapan sistem Demokrasi itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa biaya politik dalam sistem Demokrasi sangat mahal

_________________________


Penulis Binti Masruroh

Kontributor Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com - Lagi-lagi pejabat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Korupsi seolah menjadi budaya dalam sistem kapitalis Demokrasi. Sebagaimana dikutip kompas[dot]com (15/04/23) jelang Hari Raya idul Fitri, dalam waktu delapan hari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar OTT sebanyak 3 kali, dan berhasil menangkap puluhan orang.


Ketiga pejabat yang tertangkap OTT tersebut adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk Bupati Muhammad Adil pada tanggal 06 April 2023, sejumlah pejabat Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tanggal 12 April 2023 dan Wali Kota Bandung Yaya Mulyana pada 15 April 2023 lalu.

 

Sebagaimana dikutip oleh kompas[dot]com (15/04/23) dalam perkara ini Muhammad Adil melakukan tiga klaster dugaan korupsi. Pertama  diduga mengutip setoran dari satuan kerja perangkat daerah, kedua menerima suap dari jasa travel umroh sebesar 1,4 milyar dan menyuap Tim BPK tujuannya agar kabupaten memperoleh opini wajar tanpa pengecualian.

 

Sejumlah pejabat Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) diduga melakukan korupsi berjamaah dalam proyek pembangunan dan perawatan jalan tahun anggaran 2018 - 2022, dalam perkara ini hakim menetapkan 10 tersangka. (kompas[dot]com, 13/04/22)

 

Wali kota Bandung Yaya Mulyana diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 14/04/23. Yaya Mulyana ditangkap dalam OTT atas dugaan pengadaan barang dan jasa CCTV serta jaringan internet pada program Smart City Kota Bandung.

 

Mewujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi sepertinya hanya mimpi dalam sistem Demokrasi. Pasalnya akar masalah penyebab terjadinya korupsi adalah penerapan sistem Demokrasi itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa biaya politik dalam sistem Demokrasi sangat mahal.


Untuk bisa menjadi kepala daerah atau anggota legislatif, tidak sedikit biaya yang harus dibayar oleh calon. Bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiyah. Untuk mendapatkan biaya tersebut para calon disokong oleh para kapitalis yang bermodal besar. Karena, setelah menjadi pemimpin mereka akan berpikir bagaimana bisa mengembalikan modal yang dikeluarkan ketika mereka akan menjabat.

 

Sistem Demokrasi saat ini berasaskan sekularisme. Sekularisme yang menjauhkan peran agama dalam kehidupan. Akibatnya, kaum Muslimin memiliki keimanan yang lemah, tidak paham terhadap ajaran agamanya. Aturan yang diberlakukan dalam kehidupan pun bersumber dari akal manusia yang lemah. Akibatnya, hukum yang lahir lemah. Hukum yang dibuat sesuai kepentingan manusia dan mudah berubah sesuai hawa nafsunya.

 

Ukuran kebahagiaan dalam sistem kapitalis sekuler adalah terpenuhinya kenikmatan jasadiah semata. Seseorang bahagia apabila memiliki kekayaan yang melimpah. Maka, tidak heran para pejabat ketika mereka berkuasa akan melakukan segala cara demi mendapatkan kekayaan, tanpa memandang apakah diperoleh dengan cara yang benar atau salah. Bahkan korupsi sering dilakukan secara berjamaah.


Sementara, kegaduhan di tubuh KPK makin membuat harapan pemberantasan korupsi di negeri ini hanya sebuah mimpi. Mengingat, mekanisme pemberantasan yang makin tak punya gigi.

 

Kondisi ini berbeda dalam sistem Islam. Islam mengharamkan korupsi dan memiliki mekanisme jitu yang mampu mencegah tindakan korupsi. Adapun mekanisme Islam untuk mencegah terjadinya korupsi adalah negara membentuk badan pengawas dan pemeriksa keuangan. Badan ini akan menghitung kekayaan pejabat sebelum menjabat serta mengawasi penambahan kekayaan pejabat.


Apabila terdapat penambahan kekayaan yang meragukan maka, penambahan itu akan dihitung secara syar’i. Jika terbukti diperoleh dengan cara korupsi maka harta tersebut akan disita sebagai kas negara, dan pejabat tersebut akan diproses secara hukum.

 

Selain itu, negara juga menanamkan keimanan individu yang kuat pada semua warga negara. Terlebih kepada para pegawai dan pejabat negara. Dengan keimanan tersebut para pejabat dan pegawai negara akan memahami, apapun yang dilakukan senantiasa diawasi oleh Allah dan kelak akan dihisab oleh Allah. Mereka tidak akan berani melakukan korupsi sebagaimana para jebabat dalam sistem Demokrasi hari ini.

 

Kontrol sosial berupa budaya amar makruf juga tumbuh subur. Apabila ada indikasi kesalahan dilakukan oleh anggota masyarakat maupun oleh pejabat atau pegawai negara maka akan segera dinasehati.


Islam mengharamkan segala bentuk penerimaan yang dilakukan secara ghulul (curang) seperti risywah atau suap, korupsi, denda, komisi dan lain-lain. Baik  harta tersebut berasal dari harta negara maupun dari masyarakat.


Rasulullah bersabda: "Allah melaknat penyuap dan yang disuap dalam urusan hukum." (HR.Tirmidzi)

 

Harta yang diperoleh secara tidak syar’i harus dikembalikan kepada pemiliknya atau disita dan diserahkan kepada Baitulmaal apabila tidak diketahui pemiliknya.

 

Islam memberi sanksi sangat tegas terhadap pelaku korupsi, penerima suap, komisi gelap dengan sanksi takzir yaitu sanksi yang hukumannya ditentukan oleh Khalifah sesuai dengan tingkat kesalahannya. Mulai hukuman ringan sampai berat. Dari dinasehati oleh hakim, denda, diumumkan pada publik melalui media massa, penjara, cambuk, pengasingan, sampai hukuman mati.

 

Dengan penerapan syariat Islam secara kaffah maka pemberantasan korupsi tidak hanya mimpi tapi benar-benar terbukti dan terealisasi. Dan akan terwujud masyarakat yang anti korupsi. Wallahualam bissawab. []

Satu Syawal Masih Awal

Satu Syawal Masih Awal


Mumpung masih di awal Syawal
Dosa sesama anak Adam mohon dimaafkan
Sebelum berkalang tanah dan sendiri kedinginan
Mohon maaf lahir dan batin lebih dalam
_________________________


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com - Masih mengawali di lebaran kali ini

Lembaran baru seolah halaman pertama

Semoga langkah pasti menambatkan hati

Untuk tetap menjadi jiwa Muslim sejati


Tak perlu bingung dengan 1 Syawal

Cukup dihitung di awal

Lalu lihat kemunculan sang hilal

Lebih-lebih jika mudah bersatu dalam rukyat global


Mumpung masih di awal Syawal

Permohonan maaf atas diri yang tak tahu arti

Akan arti kemurnian Ramadan

Akan arti kemurahan Allah yang Maha Penerima taubat hamba


Mumpung masih di awal Syawal

Dosa sesama anak Adam mohon dimaafkan

Sebelum berkalang tanah dan sendiri kedinginan

Mohon maaf lahir dan batin lebih dalam


Taqoballahu minna wa minkum taqabal ya karim

Shiyamana wa shiyamakum

Kullu 'amin wa antum bikhair

Minal aidzin wal faizin


Syawal menjadi start awal

Hadapi bulan-bulan ke depan yang tanpa kepastian

Masih menapaki jalan kenabian dan kerabbanian?

Atau berbelok ke jalan yang berlainan?


Ibaratnya seorang hamba alumni pendidikan

Ramadan menjadi hari-hari pengejawantahan

Siapa yang mengambil bekal dan pelajaran

Niscaya dapat kemuliaan dan keistiqamahan


Harapannya Syawal tempat maksiat tertutup selamanya

Sayang seribu sayang aturan kebebasan menghempaskan agama dari kehidupan

Islami cukup di bulan Ramadan

Selepas itu jiwa-jiwa kembali tertawan dan kambuhan


Ya Allah Ya Rabbi

Ya Malik Ya Hadi

Tunjukilah pemimpin negeri ini untuk memutuskan dan mengambil syariat-Mu

Seperti mudahnya pemimpin itu memutuskan awal dan akhir Ramadan []


#idulfitri #lebaran #idulfitri1444h #puisi #puisihanifk #sastra #sastraindonesia

Dua Puluh Sembilan Ramadan Gerhana Datang

Dua Puluh Sembilan Ramadan Gerhana Datang



Gerhana matahari datang
Manfaatkan dengan amal kebajikan
Salat gerhana matahari
Berzikir, bersedekah, dan bertakbir di ujung Ramadan mulia
_________________________


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com - Dan di antara tanda-tanda kebesaran Allah

Bumi, bulan, dan matahari dalam satu garis edar

Sejenak bumi redup oleh sinar mentari

Tanda gerhana matahari dalam detik dan menitnya


Tanda penting dari makhluk Allah

Dijadikan ciptaan-Nya tunduk atas kuasa-Nya

Siapa yang mampu menjajar bumi, bulan, dan matahari?

Tuhan mana yang mampu kuasa atas segala


Gerhana matahari datang

Sinyal akan mengakhiri Ramadan

Besok siap-siap berlebaran

Tapi tunggu tengok dahulu bulan yang mulai berpendar


Gerhana matahari datang

Manfaatkan dengan amal kebajikan

Salat gerhana matahari

Berzikir, bersedekah, dan bertakbir di ujung Ramadan mulia


Gerhana matahari datang bukan sekadar fenomena alam

Bukan ber-tolokolo yang memakan sehingga hilang

Bukan sebab kematian seseorang

Ini murni Kemahabesaran Allah agar makhluk tidak anti Tuhan


Tanda apa lagi untuk menambah iman?

Suratan apa lagi untuk mengabarkan kebenaran?

Ketetapan apa lagi untuk menyakini syariat Islam?

Dan pelajaran apa lagi untuk bersegera tunduk total tanpa perhitungan []


#gerhanamatahari #puisi #puisihanifk #ramadan2023 #lebaran #sastra #sastraindonesia

Dua Puluh Delapan Ramadan Menemput Janji dengan Kesungguhan

Dua Puluh Delapan Ramadan Menemput Janji dengan Kesungguhan


Menjemput janji dengan kesungguhan
Allah tak pernah ingkar janji
Hanya manusia yang tak percaya diri
Mengerdilkan jiwa seolah janji terbang jauh ke angkasa raya
_________________________


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com - Bagi yang paham saja

Sepuluh hari akhir gaspol menjemput kemenangan

Bersungguh-sungguh meraih malam penentuan

Malam 1000 bulan yang bikin iri umat nabi sebelumnya


Kiranya sikap itu bisa terwujud di waktu lainnya

Terkait janji-janji Allah

Terkait kabar dari Rasulullah

Yang tak terkotak dalam pandora ibadah biasa


Sekiranya umat manusia menyadari

Bahwa kemenangan Islam akan berwujud kembali

Islam di atas segalanya dan mengatur urusan dunia

Niscaya kemenangan itu bisa diraih dengan berjamaah


Dialah Allah yang mengutus Muhammad

Dengan petunjuk dan agama yang haq

Untuk memenangkan Islam di atas segala

Cukuplah Allah sebagai saksi akan terwujudnya janji


Energi umat sangatlah dahsyat

Demi berburu janji ampunan dan pembebasan dari api neraka

Rela berduyun-duyun mendekati Allah di malam gelap gulita

Yang entah jatuh pada malam berapa ganjil atau genapnya


Kalaulah energi umat disatukan dalam amar makruf nahi mungkar

Menuntut penguasa Muslim tunduk dan patuh pada syariat

Niscaya kemenangan itu nyata dan bermakna

Potret Islam rahmatan lil 'alamin dirasakan semua


Menjemput janji dengan kesungguhan

Allah tak pernah ingkar janji

Hanya manusia yang tak percaya diri

Mengerdilkan jiwa seolah janji terbang jauh ke angkasa raya


Oh umat Muhammad yang sungguh luar biasa

Ramadan menjadi energi menumpuk pahala di mana pun

Berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwa

Kini saatnya ambil bagian wujudkan Islam sebagai peradaban umat manusia


Janji Allah itu pasti

Yang tak pasti janji politisi

Bisyarah nabi itu kan terwujud kembali

Yang tak terwujud janji-janji politisi []


#puisi #puisihanifk #ramadan #ramadankarim #janjiallah #sastra #sastraindonesia

Dua Puluh Tujuh Ramadan Nikmatnya Puasa Anak-Anak

Dua Puluh Tujuh Ramadan Nikmatnya Puasa Anak-Anak



Sungguh indah puasa anak-anak
Semenjak dini dikenalkan salah satu syariat-Nya
Tatkala dewasa siap menerimanya
Sebagai mukallaf yang menjalankan syariat tanpa tapi dan tanpa nanti

_________________________


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Berita


KUNTUMCAHAYA.com - Paling nikmat puasa anak-anak

Sebuah pembelajaran dalam perintah ketaatan

Taat yang tak banyak alasan

Cukup tahu jika ini bagian perintah Tuhan


Anak-anak kalau puasa begitu riang

Tadarusan beriringan dengan teman-teman

Selesai Tarawih berebutan tanda tangan

Tertulis tanggal dengan tanda centang kalau sudah melaksanakan


Dari anak-anak yang belum balig banyak pelajaran

Pelaksanaan syariat Islam kaffah nyatanya bisa dikerjakan

Bukan mungkin atau tidak mungkin

Cukup mau dan mampu itu penentu


Puasa anak-anak terasa manis

Tak ada senyum sinis anarkis

Rasa lapar cuma soal waktu menahan

Selanjutnya itu akan jadi kekuatan 


Sungguh indah puasa anak-anak

Semenjak dini dikenalkan salah satu syariat-Nya

Tatkala dewasa siap menerimanya

Sebagai mukallaf yang menjalankan syariat tanpa tapi dan tanpa nanti


Nikmatnya puasa anak-anak

Andai waktu bisa berputar

Orang-orang dewasa kan senang ketika masih anak-anak

Puasa penuh akhirnya dapat baju baru


Kalau anak-anak kuat puasa

Rasanya kawan-kawan dewasa kuat tentunya

Sebab puasa itu panggilan dengan timbangan iman

Bukan panggilan biasa yang terkadang diabaikan begitu saja


Terimakasih anak-anak telah memberikan tamparan

Pelajaran berharga untuk jadi makhluk mulia

Pasti kuat puasa

Sebab tak mungkin Allah memberikan beban berat untuk pelaksana syariat []


#puisi #puisihanifk #sastra #sastraindonesia #ramadan #ramadan1444h

Harga Minyak Dunia Naik, Negara Adidaya Panik

Harga Minyak Dunia Naik, Negara Adidaya Panik



Pada hakikatnya AS memiliki ketergantungan terhadap minyak dunia, yang sebagian besar dimiliki oleh kaum Muslim. Secara politik hal tersebut seharusnya menjadi peluang kaum Muslim untuk membebaskan negeri kaum Muslim yang telah dirampas Israel, yakni negeri Palestina. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Palestina telah menjadi negeri terjajah Israel yang secara sepihak mengeklaim kekuasaannya atas negeri itu


Namun hal ini bukanlah perkara yang mudah, sebab pemikiran sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah tertanam pada pemikiran-pemikiran kaum Muslim. Hal inilah yang kemudian menghambat pembebasan saudara-saudara di negeri Palestina

_________________________


Penulis Anita Rahayu

Kontributor Media Kuntum Cahaya  dan Aktivis Dakwah


KUNTUMCAHAYA.com - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memutuskan memangkas produksi minyak mereka, OPEC dan negara pengekspor minyak lain tidak terkecuali Arab Saudi berencana memangkas total volume produksi minyak hingga 3.66 juta barel per hari, termasuk pemotongan 2 juta barel pada Oktober 2022. Jumlah ini setara dengan sekitar 3,7 persen dari permintaan global.


Hal ini tentu saja berdampak pada peningkatan inflasi berbagai negara diantaranya negara adidaya Amerika Serikat, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan kesulitan mengendalikan inflasi tersebut, hal ini dimulai dengan kenaikan harga energi di seluruh dunia yang melonjak pada tahun 2022 lalu ketika Rusia menginvasi Ukraina. Perang tersebut telah memicu inflasi global, hal tersebut bertepatan ketika negara-negara ekonomi utama dunia mulai pulih dari pandemi.


Saat ini warga Amerika Serikat membayar US$3,55 per galon atau sekitar Rp52.902,10 menurut kurs terbaru. Sedangkan pada Maret lalu harga minyak US$3,40 atau sekitar Rp50.666,80 per galon atau untuk sekitar 3,7 liter. 


Meski hal ini memang belum mempengaruhi psikologis konsumen, tetapi pakar ekonom senior Wells Fargo Sarah House menilai jika tingginya harga minyak secara otomatis dapat saja merembet pada kenaikan harga-harga lainnya. Dan ini kemudian akan menjadi fokus The Fed dalam menentukan kebijakan selanjutnya, sebab jika harga minyak melonjak lagi yang telah sempat naik 5% yang membentuk 7,5% dari keseluruhan indeks pada Februari lalu Maka para ekonom beranggapan tingginya inflasi Amerika Serikat sebagai negara kampiun Kapitalisme itu akan berlangsung lebih lama dan bahkan bisa saja naik lebih tinggi lagi. Dikutip dari cnnindonesia[dot]com (09/4/2023).


Pada hakikatnya AS memiliki ketergantungan terhadap minyak dunia, yang sebagian besar dimiliki oleh kaum Muslim. Secara politik hal tersebut seharusnya menjadi peluang kaum Muslim untuk membebaskan negeri kaum Muslim yang telah dirampas Israel, yakni negeri Palestina. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Palestina telah menjadi negeri terjajah Israel yang secara sepihak mengeklaim kekuasaannya atas negeri itu.


Namun hal ini bukanlah perkara yang mudah, sebab pemikiran sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah tertanam pada pemikiran-pemikiran kaum Muslim. Hal inilah yang kemudian menghambat pembebasan saudara-saudara di negeri Palestina. Kapitalisme yang seolah membius pemikiran menjadikan kaum Muslim terlena akan kesenangan dunianya dan melupakan kehidupan akhiratnya.


Kaum Muslim yang sejatinya memiliki pemikiran sekuler hendaknya mulai mempelajari dan memahami agamanya, sehingga dapat memperjuangkan dan membela agamanya sendiri yang kini seolah kian menjadi musuh dalam bingkai kata terorisme, intoleran, radikal dan sebagainya. Sebagaimana Rasulullah Muhammad ﷺ melakukan banyak peperangan untuk membebaskan manusia dari penjajahan. Sudah sepantasnya pula kita melanjutkan perjuangan beliau mengembalikan peradan mulia yang pernah berjaya selama 14 abad lamanya, serta menguasai 2/3 dunia pada masanya.


Kaum Muslim hendaknya selalu mengingat tujuan penciptaan manusia yaitu sebagai pemimpin di muka bumi. Sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam surah Al-Baqarah ayat 30:


" وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ "


Yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?' Dia berfirman, 'Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'."


Berdasarkan dalil di atas, perlu disadari bahwa tujuan penciptaan manusia adalah sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi, dan kesejahteraan serta terjaganya planet bumi ini hanya bisa diwujudkan melalui penegakan syariat secara kaffah yang menjamin terlaksananya peradaban mulia. Tidakkah kita ingin mewujudkan peradaban Islam di tengah karut-marut kehidupan saat ini? Wallahu a'lam bi ash-shawwab. []

Krisis Populasi Melanda Jepang, Gerbang Awal Kehancuran Negara Liberal?

Krisis Populasi Melanda Jepang, Gerbang Awal Kehancuran Negara Liberal?



Ini merupakan potret kehidupan masyarakat kapitalis yang memprihatinkan. Inilah harga mahal yang harus dibayar untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi yang mereka kejar. Pemikiran untuk lebih fokus kepada karir daripada menikah dan memiliki anak telah mengakar sebagai dampak bercokolnya pemikiran sekuler dan membuat kehidupan sosial masyarakat sulit dikendalikan. Hal ini sekaligus menjadi titik awal dari gejala sekaratnya sebuah bangsa karena minim penerus. Jika hal ini masih belum teratasi maka tidak menutup kemungkinan penduduk lokal Jepang akan punah dari bumi

_________________________


Penulis Ati Nurmala

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah


KUNTUMCAHAYA.com - Pasca berakhirnya perang dunia II sains dan teknologi di Jepang berkembang pesat. Jepang dengan teknologi yang dimilikinya mampu membawa nama negeri Sakura tersebut mendapat predikat sebagai negara dengan kekayaan nomor 3 di dunia. Sumbangsih teknologi yang dikembangkan oleh Jepang memberi pengaruh besar terhadap globalisasi yang mengagumkan negara-negara Eropa bahkan dunia. Namun dengan segala kemajuan serta kemegahannya dalam bidang pendidikan dan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi tersebut, tidak lantas menjadikan Jepang aman dari guncangan dalam perjalanannya.


Saat ini Jepang tengah mengalami kegalauan yang memprihatinkan. Pasalnya angka kelahiran di negeri Sakura tersebut dikabarkan menurun selama 14 tahun terakhir dan pada tahun 2022 menjadi yang paling buruk dalam sejarah Jepang. Menurut data grafik kelahiran 14 tahun terakhir, jumlah populasi Jepang menurun dari 125 juta jiwa, diproyeksikan mengalami penyusutan hingga 86,7 juta jiwa per 2060. Sejauh ini angka kelahiran Jepang mencapai 599.636 bayi sepanjang Januari-September 2022. Artinya jumlah ini berkurang 4,9% dibanding tahun lalu yang memecahkan rekor natalitas terendah. (Kompastv, 28/11/2022)


Penyusutan populasi ini berimbas kepada instansi pendidikan yang terancam tutup sebab tidak memiliki murid. Menurut data pemerintah, sejak tahun 2002 sampai 2020, hampir 9 ribu sekolah di Jepang menutup pintu mereka selamanya. Ada sekurangnya 450 sekolah yang ditutup setiap tahunnya, sebut saja SMP Yumoto sebuah sekolah yang berpusat di distrik yang pada puncak kejayaannya di tahun 1960-an memiliki sekitar 50 lulusan setiap tahunnya tapi jumlah ini terus menyusut sejak tahun 2000. Hingga pada beberapa waktu lalu sekolah yang telah berdiri selama lebih dari 76 tahun tersebut resmi menutup pintu untuk selamanya ketika tahun ajaran berakhir. Lulusan sekolah menengah tersebut hanya memiliki dua murid dan itu adalah satu-satunya lulusan terakhir. (Detikhealth[dot]com, 3/04/ 2023)


Fenomena penurunan jumlah populasi yang melanda negara dengan kekayaan nomor 3 di dunia tersebut bukan tanpa alasan. Jepang merupakan salah satu dari negara-negara yang dijuluki keajaiban Asia Timur lantaran keberhasilannya menjadi wilayah pertumbuhan ekonomi yang tinggi saat ini. Namun sayangnya, kemajuan dalam sektor ekonomi tersebut memicu Jepang mengalami risiko kepunahan ras mereka sendiri sebagai sebuah bangsa. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan sebab beginilah ironi di negeri yang mengadopsi sistem Kapitalisme hari ini.


Kapitalisme yang orientasinya kepada materi ditambah lagi arus pemikiran sekuler yang mendarah daging pada masyarakat tentu memberi lebih banyak dorongan untuk enggan memiliki keturunan sebab tuntutan biaya hidup yang semakin tinggi. Ternyata dengan predikat negara kaya tidak menjadikan kehidupan ekonomi masyarakatnya tertangani dengan baik. Buktinya alasan masyarakat tidak memiliki anak salah satunya adalah tingginya biaya hidup di negeri Matahari Terbit tersebut.


Selanjutnya, sebagaimana yang kita ketahui Jepang merupakan salah satu negara yang berusaha keras dalam mengontrol populasi rakyatnya dengan memberlakukan program pembatasan kelahiran. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan ekonomi dengan memberdayakan perempuan sebagai penggerak ekonomi. Tanpa mempertimbangkan dampak mengerikan yang akan mereka hadapi di masa depan sebagai konsekuensi dari penekanan terhadap angka kelahiran tersebut. Saat ini mereka tengah mengalami keresahan karena minimnya jumlah penduduk bahkan turunnya angka kelahiran tersebut 8 tahun lebih awal dari prediksi pemerintah. Untuk mengatasi hal ini pemerintah Jepang akhir-akhir ini telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong rakyatnya agar mau memiliki keturunan. Bahkan pemerintah menjanjikan subsidi dari awal kehamilan, kelahiran dan perawatan anak. Mereka juga memberi insentif untuk perempuan yang bersedia hamil dan melahirkan. Namun sejauh ini hal tersebut belum memberi dampak yang signifikan untuk menaikkan angka kelahiran.


Sejatinya apabila tingkat perempuan yang belum menikah pada suatu wilayah tersebut tinggi maka otomatis akan diikuti dengan minimnya angka kelahiran. Kemudian akhirnya hal ini mengarah kepada depopulasi yang mengerikan. Kasus serupa terjadi pada setiap negara Kapitalisme maju termasuk Jepang. Pasalnya dalam sistem Kapitalisme yang menjadikan materi sebagai orientasinya membuat para perempuan lebih memperioritaskan kesuksesan materi dibanding membangun sebuah keluarga. Mereka beranggapan bahwa menjalankan peran sebagai seorang Ibu justru mengekang kaum perempuan dengan tugas-tugas rumah tangga. Mereka menganggap anak-anak adalah beban ekonomi yang menyulitkan.


Ini merupakan potret kehidupan masyarakat kapitalis yang memprihatinkan. Inilah harga mahal yang harus dibayar untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi yang mereka kejar. Pemikiran untuk lebih fokus kepada karir daripada menikah dan memiliki anak telah mengakar sebagai dampak bercokolnya pemikiran sekuler dan membuat kehidupan sosial masyarakat sulit dikendalikan. Hal ini sekaligus menjadi titik awal dari gejala sekaratnya sebuah bangsa karena minim penerus. Jika hal ini masih belum teratasi maka tidak menutup kemungkinan penduduk lokal Jepang akan punah dari bumi. Sekali lagi terbukti bahwa sistem kapitalis hanya menyediakan solusi praktis yang menyelesaikan masalah dengan menghadirkan masalah baru. Hingga permasalahannya tersebut berlarut-larut tanpa bisa ditemukan solusi tuntasnya, Inilah wajah asli sistem Kapitalisme buatan manusia.


Kemudian jika kita melihat bagaimana upaya pemerintah Jepang untuk memotivasi warganya agar mau memiliki keturunan, maka kita temui fakta bahwa betapa dunia menyadari pertumbuhan penduduk adalah potensi demografi bukan ancaman. Sebab para generasi muda adalah tulang punggung peradaban mereka merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Melalui tangan merekalah estafet kehidupan ini akan terus berlanjut. Maka dalam sistem Islam yang pernah berjaya selama lebih dari 13 abad, penurunan populasi tidak pernah terjadi sepanjang sejarah peradabannya. Hal ini sebab Islam memegang prinsip-prinsip di antaranya adalah pertama Islam memuliakan lembaga pernikahan dan menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya metode melestarikan keturunan.


Islam juga memiliki seperangkat hukum-hukum bekerluarga untuk menata pembagian peran antara suami dan istri. Kedua, tujuan berkeluarga dalam Islam yakni beribadah kepada Allah untuk melestarikan keturunan dan mendatangkan ketenteraman sakinah mawadah warahmah bukan hanya memuaskan naluri seksual atau status sosial semata. Selain itu Islam sangat menekankan paradigma identitas bertanggung jawab dalam mendidik generasi.


Islam membentuk pondasi keimanan dan ketawakalan rezeki bagi kaum Muslimin. Sehingga pembagian peran dalam keluarga tidak goyah seperti yang terjadi saat ini. Islam mengatur pihak laki-laki sebagai penanggung jawab jaminan nafkah bagi keluarganya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 233:


"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena kesengsaraan karena anaknya. Dan ahli waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain maka tidak ada dosa bagimu. Apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."


Ketiga, Daulah Islam menerapkan sistem ekonomi yang sehat. Dalam Islam tidak ada model keuangan cacat ala kapitalis yang berbasis riba. Islam menerapkan larangan privatisasi sumber daya alam, melarang asing berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur, perindustrian, pertanian, maupun teknologi. Oleh sebab itu tidak akan terjadi kasus kemiskinan, kesenjangan, langkanya lapangan pekerjaan seperti dunia Islam hari ini akibat dari penerapan sistem ribawi ala sistem bathil kapitalis sekuler.


Sesungguhnya Daulah Islam atau negara Islam adalah perisai bagi umat. Khalafah atau kepala negara dalam Islam akan menghapuskan sistem ekonomi berbasis riba. Islam akan menjamin ketahanan keluarga, menjaga kehormatan kaum ibu dan menjaga generasi kaum Muslim yang bermartabat. Daulah Islam juga akan mampu melindungi warga dari guncangan akibat keserakahan ekonomi kapitalis. Dari sinilah Islam akan mampu membangun ketahanan keluarga di tengah tuntutan materialistik yang kian melanda keluarga-keluarga Muslim. Karena penerapan Islam secara kaffah tersebut maka sepanjang sejarah peradaban Islam yang telah berjaya selama lebih dari 13 abad penurunan populasi tidak pernah terjadi. Wallahu a'lam bi ash-shawwab. []

Sekularisme Lahirkan Money Laundering

Sekularisme Lahirkan Money Laundering



Sistem sekuler akan melemahkan pengawasan, baik dari dalam diri manusia maupun dari luar. Dari dalam lemah, karena setiap orang ketika  menjalankan tugasnya bukan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Melainkan asas manfaat belaka, hingga merasa bersemangat saat memperoleh harta. Begitupun pengawasan dari luar juga lemah. Karena politik demokrasi yang transaksional akan menciptakan politik saling sandera. Mereka saling melindungi kejahatan. Anehnya, bukan hanya dilakukan secara individu, tapi juga antar departemen, bahkan para pemilik modal yang telah mendukung dengan biaya besar dalam kontestasi jabatan

_________________________


Penulis Nuni Toid

Kontributor Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi dan Member AMK


KUNTUMCAHAYA.com - Saat ini istilah money laundering atau TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) makin dikenal publik. Pasalnya gegara Komite Mahfud MD, Ketua Komite Nasional Koordinator Pencegahan dan Pemberantasan TPPU (KNK-PP-TPU), membahas adanya dugaan TPPU yang melibatkan 491 ASN Kemenkeu dengan total transaksi mencapai sekitar Rp349 triliun. (BBC[dot]indonesia, 29/3/2023)


Walaupun Menkeu Sri Mulyani membantahnya, dengan menyebutkan kalau transaksi mencurigakan TPPU yang melibatkan pegawai Kemenkeu hanya sekitar Rp3,3 triliun. Namun publik sudah telanjur kecewa, karena di tengah kemiskinan yang melanda negeri, ternyata ada kehidupan mewah yang dipertontonkan oleh sejumlah pegawai Kemenkeu. 


Seperti Rafael Alun Trisambodo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi uang selama 12 tahun dalam kapasitasnya sebagai pemeriksa pajak. Menurut ketua KPK, Firli Bahuri, Rafael dijerat pasal TPPU, dengan menyita asetnya yang berasal dari tindak pidana. Di samping itu, para koruptor katanya tidak takut dengan lamanya di penjara, melainkan lebih takut apabila dimiskinkan. Karenanya, bila proses pemberantasan pencucian uang berjalan dengan baik, maka seluruh harta hasil korupsi akan masuk kantong negara. Itulah pentingnya pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang akan diberlakukan di negeri ini. 


Pencegahan dan pemberantasan money laundering telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8/2010. Dikatakan dalam beleid bahwa harta yang dijerat TPPU merupakan harta yang sudah diyakini hasil tindak pidana lain. Seperti korupsi, pencurian, penggelapan, atau tindakan kriminal lainnya. Sedangkan sanksi bagi pelaku TPPU mengarah pada Pasal 3 UU 8/2010, yaitu pelakunya bisa dipidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 10 miliar. Pertanyaannya, apakah penerapan pasal TPPU ini bisa mencegah terjadinya korupsi yang terjadi di negeri ini?


Penerapan UU TPPU digadang-gadang sebagai satu cara untuk membuat jera pelaku korupsi. Karena selain penjara dan denda, para tikus berdasi akan dimiskinkan, dan harta bendanya akan dimasukkan ke dalam aset negara. Sayangnya rakyat merasa ragu akan kesungguhan negara dalam memberantas money laundering ini. Sebab KPK sendiri menyampaikan bahwa sebenarnya dari tahun 2003, PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan) sudah mencium gelagat Rafael, sayangnya, baru sekarang diusut.


Jelas ini menunjukkan betapa negara lemah dalam menyelesaikan para koruptor yang makin hebat dalam melakukan pencucian uang. Begitupun di dalam tubuh KPK sendiri yang penuh dengan skandal. Sebut saja  kasus Stepanus Robin Pattuju yang divonis 11 tahun penjara karena terbukti menerima suap saat menangani korupsi.


Rumitnya permasalahan rasuah  sebenarnya bisa dikembalikan kepada persoalan hulunya, yaitu sekularisme. Selama sistem rusak itu masih diterapkan di negeri ini, tidak mungkin kasus korupsi bisa diatasi. Sebab sekularisme tidak menjadikan aturan agama sebagai pedoman hidupnya. Aturan yang dibuatnya adalah hasil dari akal manusia yang serba lemah, terbatas sampai akhirnya sering terjadi perselisihan di antara mereka.


Maka, jelas sistem sekuler akan melemahkan pengawasan, baik dari dalam diri manusia maupun dari luar. Dari dalam lemah, karena setiap orang ketika  menjalankan tugasnya bukan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Melainkan asas manfaat belaka, hingga merasa bersemangat saat memperoleh harta. Begitupun pengawasan dari luar juga lemah. Karena politik demokrasi yang transaksional akan menciptakan politik saling sandera. Mereka saling melindungi kejahatan. Anehnya, bukan hanya dilakukan secara individu, tapi juga antar departemen, bahkan para pemilik modal yang telah mendukung dengan biaya besar dalam kontestasi jabatan.


Begitulah sekularisme melahirkan money laundering. Jiwa-jiwa yang taat, dan takut sama agamanya sudah semakin menipis bahkan hilang. Karena yang dijadikan pijakannya bukanlah keimanan dan ketakwaannya, melainkan kesenangan duniawi belaka. Agama semakin dijauhkan dari kehidupan. Agama hanya dijadikan sebagai pajangan belaka. Halal-haram pun sudah berani dilanggarnya. Mereka melupakan kehidupan akhirat yang kelak semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Maha Pencipta. 


Islam Solusi Tuntas Korupsi


Islam bukan hanya sekadar agama ritual, tapi Islam adalah agama yang komprehensif. Sebab akidah Islam dijadikan sebagai pijakan perbuatan setiap orang. Keyakinan kepada Sang Maha Pencipta akan melahirkan ketaatan, keimanan yang kokoh terpatri dalam jiwa. Para pemangku jabatan selalu menjaga diri dan keluarganya dari harta yang bukan menjadi haknya. Karenanya akan terlahir kontrol yang kuat hingga paham bahwa korupsi adalah perbuatan yang dilarang oleh agama.


Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 188 yang artinya: "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."


Begitupun dengan kontrol luar (eksternal) akan kuat dengan hadirnya sistem politik Islam yang jauh dari kepentingan para kapitalis. Ditambah dengan sistem pemerintahannya yang tunggal, yaitu kepemimpinan umum bagi kaum Muslim seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Maka dalam pengangkatan kepala daerah dan kepala bidang seperti keuangan atau Baitulmaal akan ditunjuk langsung oleh khalifah (penguasa dalam sistem Islam). Dengan begitu, amat mustahil menimbulkan celah korupsi di antara para pejabat tersebut. 


Begitu halnya dengan sanksi bagi orang yang melanggarnya. Sanksi dalam Islam mampu menyadarkan. Hukuman bagi kasus korupsi adalah hukuman takzir, yakni hukuman yang bentuk dan kadarnya ditentukan oleh khalifah. Bisa termasuk hukuman penjara, bahkan hukuman mati bila terbukti benar menyebabkan dharar bagi umat. Itulah hukuman yang mampu menyelesaikan kasus korupsi. 


Akhirnya, semua permasalahan yang terjadi saat ini, khususnya kasus korupsi, adalah permasalahan yang sistemik. Karenanya untuk menyelesaikannya juga harus ada perubahan yang mendasar pula. Karena itu sudah saatnya umat Islam mengganti sistem rusak (Kapitalisme-sekuler) dengan sistem sahih, yaitu Islam kaffah yang diterapkan dalam segala aspek kehidupan manusia. Wallahu a'lam bi ash-shawwab. []