Dengan Islam Depresi Menuju Resistensi
AnalisisGen Z adalah generasi era digital di mana internet menjadi kebutuhkan penting
Banyaknya informasi yang mudah diakses menjadikan mereka skeptis
_________________________
Penulis Asih
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Muslimah
KUNTUMCAHAYA.com, ANALISIS - Setiap generasi memiliki keunikannya masing-masing yang mencerminkan periode waktu tertentu dalam sejarah. Namun, ada satu generasi yang telah mendapatkan banyak perhatian belakangan ini, yaitu generasi Z.
Gen Z merupakan orang yang lahir tahun 1997 hingga 2012. Berbagai survey menyebutkan generasi Z di Indonesia paling banyak mengalami kecemasan dan gangguan mental.
Seperti dilansir dari Tirto.id, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan mengkhawatirkan dari hasil program cek kesehatan gratis (CKG) periode 2025-2026. Data terbaru menunjukkan hampir 10% atau sekitar 700.000 anak Indonesia memiliki gejala gangguan kesehatan jiwa berupa kecemasan dan depresi yang membutuhkan perhatian serius.
Budi menjelaskan program (CKG) 2025 - 2026 menyasar sekitar 7 juta anak. Hasilnya menunjukkan bahwa 4,4% atau sekitar 338.000 anak mengalami gejala cemas, sementara 4,8% atau sekitar 363.000 anak menunjukkan gejala depresi." ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa pada anak sangat besar", ujar Budi di Jakarta, Senin (9 Maret 2026) dikutip dari Antara.
Sejumlah faktor dinilai saling berkaitan dalam memicu kerentanan tersebut, mulai dari medsos, tekanan sosial dan lain-lain. Menkes Budi menyebut bahwa masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh lingkungan keluarga, pertemanan, serta sistem pendidikan.
Fenomena ini menggejala di seluruh dunia, dengan ketidakpastian karir dan masa depan membuat gen Z bersikap lebih skeptis . Banyak dari mereka menolak jenjang karir tradisional, lebih memilih pekerjaan freelance( jarak jauh) daripada terikat dengan struktur kantor yang kaku.
Namun dari kondisi tersebut muncul gelombang resistensi yang diprediksi mampu menjadi titik balik bagi generasi ini. Gelombang resistensi karir Gen Z adalah penolakan mereka terhadap budaya kerja tradisional yang dianggap merugikan kehidupan pribadi.
Generasi ini menuntut instruktur kerja yang sehat, keseimbangan hidup dan makna mendalam bukan hanya mengejar jabatan tinggi secara membabi buta. Gen Z menolak budaya kerja lembur berlebihan yang mengorbankan kesehatan mental demi uang.
Hanya 6% Gen Z yang menjadikan posisi bos atau pemimpin senior sebagai tujuan karir utama, 94% lainnya lebih fokus untuk terus belajar dan tumbuh. Banyak Gen Z memilih pindah kerja jika mereka menemukan lingkungan yang tidak nyaman atau gaji yang tidak ideal.
Mereka memilih pekerjaan dengan fleksibilitas tinggi seperti pekerja lepas atau poliworking (memiliki lebih dari satu pekerjaan). Mereka berani bersuara dan menetapkan batas tegas. Mereka tidak segan meninggalkan perusahaan yang mempraktikkan budaya beracun (foxic work place).
Resistensi ini muncul karena Gen Z melihat generasi sebelumnya sering terjebak dalam kelelahan kronis. Mereka sadar bahwa hidup bukan sekedar bekerja.
Krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini jadi pemicu utama kecemasan Gen Z. Masalah ini juga menimbulkan tekanan besar pada kesehatan mental gen Z. Tingginya biaya hidup dan sulitnya mencari kerja membuat gen Z rentan cemas. Mereka mudah stress memikirkan masa depan.
Selain itu potensi mereka sebagai pemuda sering dilemahkan dengan berbagai hal yang merusak jati diri melalui peradaban sekularistik kapitalistik. Sistem kapitalis mengukur sukses hanya dari uang dan barang. Akibatnya potensi besar Gen Z dalam seni, sosial, dan ilmu pengetahuan sering diabaikan jika tidak menghasilkan keuntungan finansial yang cepat.
Paham sekularisme memisahkan agama dari kehidupan. Hal ini mengakibatkan gen Z kehilangan pegangan moral yang kuat, sehingga membuat mereka mudah terjerumus pada gaya hidup bebas dan kecanduan digital.
Gen Z juga disebut generasi strowberi karena mereka lemah secara mental. Bagi gen Z validasi sangat dibutuhkan, oleh sebab mereka perlu dukungan dan bimbingan dari generasi sebelumnya. Dalam sistem kapitalisme melahirkan kebebasan dan sifat individualisme, hal ini menjauhkan gen Z dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang penting untuk menjadi pemimpin masa depan.
Stigma kapitalis cenderung lepas tangan dan menyerahkan kesejahteraan kepada mekanisme pasar bebas. Akibatnya pemuda dibiarkan berjuang sendiri tanpa dukungan pemerintah.
Di sisi lain, kecemasan dan sikap kritis gen Z bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang lebih ideal, rasa takut gagal membuat mereka lebih berhati-hati. Mereka juga jadi lebih kritis terhadap lingkungan mendorong mereka untuk mencari solusi nyata.
Mereka tidak mau terjebak dalam masalah. Rasa cemas sering kali muncul karena tantangan ekonomi yang sulit. Untuk bertahan hidup gen Z memutar otak. Mereka banyak menciptakan cara baru untuk bekerja dan berkarya, contohnya, menjadi kreator konten, merintis bisnis digital, hingga belajar investasi.
Rasa cemas adalah alarm tubuh untuk bertindak, gen z mengubah rasa takut ini menjadi aksi nyata. Mereka membuktikan bahwa mereka bisa beradaptasi dan sukses dengan cara mereka sendiri.
Islam Solusi Terbaik
Islam menawarkan solusi atas krisis multidimensi yang dialami gen Z melalui penanaman nilai moral (akhlak), keadilan ekonomi, dan pendidikan karakter.
Prinsip prinsip ini berfungsi sebagai pedoman hidup untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi. Penerapan Islam mendatangkan kasih sayang bagi seluruh alam. Membawa ketenangan dan keselamatan hidup bagi manusia. Hal ini karena ajarannya membawa kedamaian, keadilan, dan manfaat bagi semua makhluk.
Generasi di masa kejayaan Islam memiliki karakter yang kuat, berkepribadian Islam dan cakap dalam berbagai bidang keilmuan. Hal ini karena mereka memadukan iman yang kuat dengan semangat belajar yang tinggi. Mereka menjadikan Al- Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidup, rajin membaca, dan tidak takut gagal. Mereka di didik untuk pantang menyerah dan disiplin. Karakter ini membentuk jiwa pemimpin yang berani membela kebenaran.
Kehadiran negara sebagai pelindung dan pelayan umat, menjamin pemenuhan kebutuhan hidup secara adil. Dalam Islam pemimpin adalah pelayan masyarakat (khadimul ummah). Konsep amanah mengajarkan bahwa setiap kekuasaan harus di pertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt.. Hal ini mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan adil.
Nilai-nilai Islam ini melengkapi aturan negara, penerapannya secara konsisten membantu masyarakat keluar dari kesulitan. Pemimpin negara juga wajib menyediakan sarana pendidikan yang memadai karena tugas pemimpin tidak hanya sekedar mengurus tata kelola pemerintahan, akan tetapi seluruh aspek kehidupan umat menjadi tugas pemimpin, hal ini di tegaskan dalam hadits Nabi saw.
الامام راع وهومسو ولا عن رعيته
"Imam (pemimpin negara) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas pengurusanrakyatnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Menyadarkan pemuda hari ini untuk mengemban mabda Islam (ideologi Islam), harus melalui pendekatan dialogis dan kritisi. Dengarkan pendapat mereka, dan berikan ruang untuk berdiskusi. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang praktis dan penuh kasih sayang.
Libatkan mereka sesuai dengan minat atau bakat yang mereka miliki. Ajarkan nilai nilai Islam dengan menghubungkannya langsung pada permasalahan sehari hari mereka. Masa depan emas butuh pemuda yang peduli. Ajak mereka melihat masalah di sekitar kita. Misalnya krisis moral dan masalah sosial.
Tunjukkan bahwa ideologi Islam (mabda Islam) hadir sebagai solusi. Ideologi ibarat kompas penunjuk arah kehidupan. Agama dan sains harus berjalan seiring. Dorong pemuda rajin menuntut ilmu. Pemahaman agama yang kuat akan membuat prinsip.
Sementara itu, penguatan sains dan teknologi membantu mereka menghadapi tantangan zaman. Gabungan keduanya membuat pemuda menjadi problem solver di masyarakat. Semua itu hanya ada dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam hanya bisa di terapkan dalam naungan institusi pemerintahan yang menjadikan akidah Islam sebagai asasnya (Khil4fah). Wallahualam bissawab. [Luth/MKC]


