Pelucutan Senjata H4mas: Siasat Baru Penjajahan
AnalisisTuntutan agar H4mas meletakkan senjata
sejatinya adalah siasat AS dan Zion*s melalui BoP untuk melemahkan pertahanan rakyat P4lestina
____________________
Penulis Retno Sari
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Mahasiswi
KUNTUMCAHAYA.com, ANALISIS- Usai genosida dan kelaparan, kini muncul narasi baru: "Perdamaian" Adapun caranya yakni dengan melucuti H4mas dan menyerahkan G4za pada dunia internasional dan menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan P4lestina.
Kedengarannya indah, tetapi sejatinya ini adalah siasat lama dengan bungkus baru. Menurut laporan AFP (31-7-2026), Trump menyatakan Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan pelucutan senjata menyeluruh di G4za, termasuk H4mas. Ia menyebut langkah ini sebagai tonggak penting untuk perdamaian yang berkelanjutan. Dilansir dari (News.detik.com, 31-7-2026)
Membongkar Siasat BoP
Tuntutan agar H4mas meletakkan senjata sejatinya adalah siasat AS dan Zion*s melalui BoP untuk melemahkan pertahanan rakyat P4lestina. Ini sama dengan menyerahkan G4za ke mulut harimau. Saat perlawanan dilucuti, penjajah bebas masuk tanpa perlawanan berarti.
BoP bukan solusi, tetapi alat legitimasi. Kehadiran pasukan stabilitas Internasional tidak ditujukan untuk membebaskan P4lestina. Fungsinya adalah mengamankan transisi penjajahan dari bentuk militer langsung menjadi bentuk sipil-birokratis. Dengan aktor lokal dan label "internasional", penjajahan jadi terlihat manusiawi dan bisa diterima dunia.
Pemikiran untuk menolak BoP hari ini mulai luntur. Sebagian pemimpin negeri muslim justru ikut mengamini skema ini. Padahal sejarah sudah membuktikan, setiap kali perlawanan dilucuti, yang datang bukan kemerdekaan, melainkan perluasan permukiman, perampasan tanah, dan genosida lanjutan.
Singkatnya: ini bukan jalan damai. Ini jalan untuk melanggengkan penjajahan tanpa darah di televisi.
Solusi Kembali pada Islam
Selama umat masih percaya bahwa perdamaian bisa lahir dari meja perundingan dengan penjajah, maka Palestina tidak akan pernah bebas. Islam mengajarkan jalan yang berbeda.
Umat harus paham bahwa AS, Zion*s, dan BoP adalah satu paket penjajahan. Setiap tawaran "bantuan" dan "stabilitas" adalah jebakan untuk melanggengkan cengkeraman. Tidak ada perjanjian dengan penjajah kecuali di atas kekalahan.
Umat juga wajib mengkritik keras para pemimpin negeri muslim yang bersekutu dengan AS dan menerima skema BoP. Karena itu sama saja menggadaikan Al-Aqsa demi kursi dan bantuan.
Umat harus bersatu di bawah naungan Islam. P4lestina tidak akan bebas oleh PBB, tidak akan bebas oleh pasukan internasional. Palestina hanya akan bebas ketika umat Islam bersatu di bawah satu komando, satu pemimpin, yang menggerakkan tentara kaum muslimin untuk memerangi dan mengusir Zion*s dari tanah P4lestina.
Pelucutan senjata bukan jalan menuju merdeka. Itu jalan menuju kuburan. Jika kita benar-benar ingin G4za hidup dan Al-Aqsa terbebas, maka jawabannya bukan BoP. Jawabannya adalah kembalinya sistem pemerintahan Islam yang menjadikan jihad sebagai metode pembebasan, dan menjadikan darah syuhada sebagai harga, bukan sebagai bahan negosiasi.
Peristiwa di P4lestina hari ini kembali menyadarkan kita: umat Islam hanya akan memiliki wibawa dan kekuatan jika bersatu di bawah satu komando. Umat membutuhkan pelindung dan pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh potensi umat untuk membela yang tertindas.
Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya imam itu adalah perisai. Kaum muslim berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.”(HR. Bukhari Muslim)
Sejarah mencatat, P4lestina pernah dibebaskan pada masa Khalifah Umar bin Khaththab ra. dan sejak itu berstatus sebagai tanah kharajiyah milik seluruh umat Islam. Di bawah naungan Islam, Baitul Maqdis dijaga kehormatannya dan rakyatnya hidup aman selama berabad-abad.
Namun setelah keruntuhan Utsmani akibat Perang Dunia I, P4lestina jatuh ke tangan penjajah Inggris. Pintu migrasi Yahudi pun dibuka lebar. Sejak itulah Zion*s secara bertahap merampas tanah, mengusir penduduk, merampok sumber daya, dan menumpahkan darah rakyat P4lestina hingga hari ini.
Khatimah
Maka, solusi hakiki atas luka P4lestina bukanlah sekadar gencatan senjata sementara, melainkan kembalinya umat pada persatuan dan kepemimpinan yang mampu melindungi seluruh tanah kaum muslim. Wallahualam bissawab. [SM/MKC]


