Alt Title

Entitas Zion*s Isra*l Bangun Tembok Membelah G4za

Entitas Zion*s Isra*l Bangun Tembok Membelah G4za

 


Ambisi entitas Zion*s Isra*l menguasai seluruh wilayah G4za hingga tak tersisa kian tampak

Tembok tersebut sebagai langkah preventif mempertahankan hegemoni keamanan Isra*l dan mencegah keluar masuknya ancaman dari P4lestina

______________________


Penulis Nunung Sulastri

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Isra*l tidak henti-hentinya membuat ulah terhadap warga P4lestina, khususnya G4za. Kali ini mereka membangun tembok untuk membelah wilayah G4za. Dengan diam-diam secara masif militer Israel memperluas pembangunan pembatas tembok tanah raksasa sepanjang 23 KM yang membelah lebih dari separuh wilayah jalur G4za.



Pembatas wilayah ini dikenal dengan "Garis Kuning" (Yellow Line), dengan tujuan membagi wilayah G4za menjadi 2 bagian dan rencananya akan menempatkan lebih dari 50% wilayahnya di bawah komando penuh tentara militer Isra*l. Keberadaan tembok penghalang ini terungkap melalui citra satelit yang menunjukkan pembangunan yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Dilansir dari Associated Pers, Selasa (21-07-26).


Tembok raksasa dibangun setelah Isra*l terus mencaplok sebagian G4za dengan memundurkan penanda garis kuning sejak akhir 2025 dan pada pertengahan 2026. Sejumlah menteri garis keras Isra*l mengungkapkan rencana pembangunan pemukiman ilegal di G4za Utara. (kompas.id.com, 21-07-26)


Pada tanggal 29 Mei 2026 Benyamin Netanyahu menyatakan telah menunjuk militer Isra*l untuk meningkatkan kekuasaan Isra*l hingga mencapai 70% di wilayah G4za. Proyek Pembangunan ini terus berlanjut memperluas pemisahan wilayah di jalur G4za, melintasi sejumlah pemukiman P4lestina yang telah hancur dibombardir Isra*l, serta semakin membatasi ruang gerak warga G4za yang dihuni lebih dari 2 juta jiwa.

Sudah banyak warga G4za yang terpaksa mengungsi karena pembangunannya didirikan dengan cara meratakan bangunan yang telah ada, merusak infrastruktur, dan menciptakan zona penyangga yang memisahkan warga dari lahan mereka. 


Keserakahan dan Perluasan Jajahan Isra*l


Pembangunan tembok tanah dan penghalang raksasa yang membelah jalur G4za secara strategis memperkuat kontrol Isra*l di wilayah kantong G4za. Hal tersebut menegaskan ambisi entitas Zion*s Isra*l untuk menguasai seluruh wilayah G4za hingga tak tersisa.


Penghalang tembok tersebut berfungsi sebagai langkah preventif untuk mempertahankan hegemoni keamanan Isra*l dan mencegah masuk dan keluarnya ancaman dari P4lestina.
 

Benyamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Isra*l dan jajaran pemerintahannya secara jelas dan konsisten menegaskan tidak akan pernah memberikan kemerdekaan pada rakyat P4lestina, sekalipun seluruh dunia menentangnya. Hal ini karena dukungan militer, politik, dan ekonomi Amerika Serikat terhadap Isra*l yang menjadi salah satu faktor utama yang menghalangi kemerdekaan P4lestina.


Amerika Serikat kerap kali menggunakan hak vetonya dalam Dewan Keamanan PBB untuk menanggalkan revolusi yang mengakui kedaulatan P4lestina, dengan alasan kemerdekaan P4lestina harus dicapai melalui negosiasi secara langsung. 


Perjanjian BOP dan New G4za pada kenyataannya hanyalah propaganda yang menipu dan tak akan pernah menyampaikan pada kemerdekaan P4lestina. Perjanjian tersebut merupakan upaya rekonsiliasi atau sekadar taktik politik serta propaganda semata. Berbagai kalangan menilai perjanjian BOP sebagai strategi board of war atau kedok politis. Maka, berharap kemerdekaan dan pengakuan negara P4lestina dari Isra*l adalah merupakan ilusi dan kebodohan.


Jihad Solusi Perlawanan terhadap Zion*s Isra*l


Sebagai umat Islam tidak boleh tertipu dengan propaganda negara kafir. Perjanjian BOP atau New G4za merupakan bentuk pengkhianatan terhadap P4lestina. Bagaimanapun negara kafir tidak akan menjadi pelopor perdamaian bagi umat Islam.


Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 141:

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ المُؤْمِنِينَ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامةِ ۚ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا


Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Jika kamu mendapat kemenangan dari Allah, mereka berkata, 'Bukankah kami bersama kamu?' Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, 'Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?' Maka Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat. Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."


Berdamai dengan entitas jenis Isra*l adalah haram karena mendukung dan membenarkan kezaliman Amerika Serikat yang berdalih perdamaian. Jalan hakiki untuk menyelesaikan persoalan P4lestina yaitu dengan menegakkan jihad fisabilillah. Melawan entitas Zion*s Isra*l hukumnya fardhu kifayah atas seluruh umat Islam. Kita wajib untuk membela dan menolong saudara-saudara di P4lestina yang diperangi oleh orang-orang kafir dalam menegakkan agama Allah subhanahu wa taala.


Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 191:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۚ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Artinya: "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir."


Umat Islam harus terus diingatkan terkait pengkhianatan penguasa muslim, menarik dan mundur diri dari perjanjian BOP, serta mengajak umat fokus pada perjuangan menegakkan kembali Khil4fah Islamiah yang akan menjadi junnah (penolong) bagi rakyat P4lestina dan seluruh umat Islam dunia. 


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:

«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ»

Artinya: “Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR. Muslim)


Di bawah pimpinan khalifah yang memimpin kaum muslim menyerukan untuk membebaskan tanah P4lestina melalui jihad fisabilillah. Melalui khilafahlah kepemimpinan dunia menerapkan syariat secara menyeluruh. Persatuan umat di bawah kepemimpinan khalifah adalah kunci kejayaan dan kemenangan P4lestina dan seluruh umat Islam dunia.


Di bawah kepemimpinan khalifah pula umat Islam tidak akan mudah tertipu oleh negara kafir dipecah belah, dijajah, dan mampu menjadi perisai bagi umat seluruh Islam. 
Semoga dengan izin Allah kekhilafahan segera tegak di atas muka bumi. Amin Allahumma Amin. Wallahualam bissawab.[BY/MKC]