Alt Title

Menjadi Sarjana Bukan Jaminan Kerja

Menjadi Sarjana Bukan Jaminan Kerja


Melihat pengangguran membludak

mahasiswa menagih janji 19 juta lapangan kerja yang disampaikan saat kampanye

_____________________


Penulis Mardiyah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Muslimah 


KUNTUMCAHAYA. com, ANALISIS- Menjadi sarjana kemudian bekerja sesuai keilmuan yang dipelajari adalah hal diimpikan bayak mahasiswa. Namun sayang kondisi ini tidak bisa menjadi kenyataan untuk saat ini.


Dikutip dari (kompas.id, 7-8-2026) Berdasarkan data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional, per Mei 2026, yang diunggah harian Kompas jumlah sarjana pengangguran mencapai 1.033.182 orang. Lapangan kerja ada tapi tidak bisa menampung sarjana fresh graduate.


Kenapa hal ini bisa terjadi? Ini namanya skills gap plus mis match. Di kampus belajar tentang konsep, tetapi dunia kerja menuntut bisa excel + data, bisa buat konten, bisa jualan, bisa AI tools, bisa komunikasi dan lain-lain. Sementara itu, lapangan kerja formal tumbuh lambat. Lowongan pekerjaan di perusahaan besar hanya sedikit dengan persyaratan yang tinggi.


Hari ini ekonomi bergeser ke informal dan digital. Nama-nama seperti Gojek, UMKM, content creator, freelancer, toko online, banyak menyerap tenaga kerja tetapi tidak terkategori masuk data kerja formal. Di lain pihak ekspektasi bersebrangan dengan realita, sarjana maunya kerja kantoran gaji UMR. Sementara lowongan kerja yang banyak itu ada di UMKM, sales, startup.


Melihat pengangguran membludak, mahasiswa menagih janji 19 juta lapangan kerja yang disampaikan saat kampanye. Jawaban Pemerintah menyatakan, bahwa target 19 juta lapangan kerja tersebut merupakan program jangka menengah pemerintah selama 5 tahun (2024-2029), dikomandani Prabowo-Gibran. Upaya pencapaian ini diharapkan melalui hilirisasi komoditas, pembukaan lapangan kerja 5 juta green jobs, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi SDM.


5 juta green jobs itu juga bagian dari target penciptaan lapangan kerja pemerintah. Apa itu green jobs/pekerjaan hijau? Green jobs adalah pekerjaan yang membantu menjaga lingkungan agar hemat energi dan mengurangi emisi. Bukan cuma menanam pohon. Cakupannya sangat luas. Target 5 juta green jobs dari mana datangnya?


Target ini masuk di RPJMN dan komitmen Indonesia ke Paris Agreement. Sektor utamanya: Energi Baru Terbarukan EBT: PLTS, PLTB, PLTA, PLT Panas Bumi. Untuk mewujudkannya membutuhkan teknisi, engineer, surveyor, sales panel surya.


Disamping itu, pemerintah mencanangkan Hilirisasi dan Industri Hijau meliputi Smelter nikel, baterai EV, pabrik daur ulang. Untuk itu dibutuhkan operator, ahli K3 lingkungan, ahli kimia.


Pertanian dan kehutanan berkelanjutan menjadi target berikutnya. Meliputi pertanian organik, agroforestry, karbon kredit, restorasi gambut. Bidang ini membutuhkan penyuluh dan ahli agronomi.


Pemerintah juga menggagas Transportasi Hijau, Bus listrik, MRT, LRT, motor listrik. Bidang ini membutuhkan mekanik EV, perencana transportasi, dan lain-lain. Berikutnya pemerintah menargetkan pengelolaan sampah air, bank sampah, waste to energy, pengolahan air. Bidang ini membutuhkan engineer lingkungan, operator, dan lain-lainnya. 


Pemerintah menargetkan juga 'Konstruksi Gedung Hijau'. Bidang ini membutuhkan Arsitek, kontraktor yang paham efisiensi energi, ahli K3 dan lain-lain. Semua lowongan pekerjaan ini pabriknya belum semua beroperasi. Investasi EBT dan hilirisasi baru mulai 2024-2025.


Fenomena Jobless Growth


Jobless growth adalah kondisi ketika perekonomian suatu negara atau wilayah mengalami pertumbuhan, atau peningkatan secara angka, tetapi pertumbuhan itu tidak disertai dengan penciptaan lapangan kerja baru yang memadai. Penyebab utama jobless growth adalah otomatisasi dan teknologi. Perusahaan memakai mesin atau kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan tenaga manusia.


Penyebab berikutnya adalah sektor padat modal, bisnis lebih memilih banyak menanam modal pada alat canggih daripada merekrut banyak buruh atau karyawan. Efisiensi perusahaan juga merupakan penyebab jobless growth. Bisnis ingin untung besar dengan jumlah pekerja yang sedikit. 


Dampak di masyarakat Pekerjaan informal naik. Banyak orang terpaksa bekerja di sektor informal yang penghasilannya tidak tetap. Daya beli lemah, angka kemiskinan atau kesulitan ekonomi tetap terasa karena sedikitnya warga yang mendapat gaji layak. Kualitas kerja turun, lapangan kerja formal yang stabil semakin sulit dicari oleh pencari kerja.


Kapitalisme Biang Kerusakan 


Dalam sistem kapitalisme, pertumbuhan ekonomi memang diukur lewat Produk Domestik Bruto (PDB) dan akumulasi modal nasional. Ukuran ini fokus pada total nilai barang dan jasa, sehingga sering kali mengabaikan distribusi kesejahteraan riil atau kebahagiaan tiap individu di masyarakat.


Sudut pandang kapitalisme dan akumulasi modal fokus utama kapital adalah laba, investasi, dan perluasan aset. PDB naik saat transaksi uang bertambah banyak. Kesejahteraan individu tidak otomatis ikut naik saat angka PDB naik. Ketimpangan pendapatan bisa terjadi di balik angka pertumbuhan yang tinggi.


Dalam kapitalisme negara hanya bertindak sebagai wasit, bukan pemain, sehingga persoalan penyediaan lapangan kerja diserahkan pada swasta. Ketika terjadi PHK negara tidak bisa berbuat banyak. Rakyat yang jadi korban PHK harus mencari solusi sendiri atas masalah ekonomi yang dihadapinya.


Kapitalisme tidak memiliki aturan kepemilikan yang jelas dalam hal sumber daya alam dalam suatu negara. Sumber daya alam yang merupakan kepemilikan umum dibiarkan saja ketika oligarki menguasainya. Ketika SDA yang melimpah ruah ini dikelola oleh negara tentu sektor ini akan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Rakyat akan mendapat pekerjaan dengan gaji yang layak. 


Islam Solusi Kehidupan 


Dalam sistem Islam, ukuran keberhasilan ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu, disamping pertumbuhan ekonomi. Islam menjadikan kesejahteraan individu sebagai dasar kecukupan ekonomi.


Kebutuhan dasar setiap individu sebagai titik awal atau fondasi utama dalam menciptakan kecukupan ekonomi. Sistem ini memastikan bahwa kebutuhan pokok sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan setiap orang dapat terpenuhi secara adil sebelum kekayaan berputar lebih luas.


Prinsip dasar kesejahteraan individu adalah pemenuhan kebutuhan pokok. Setiap manusia berhak mendapat jaminan kecukupan pangan, pakaian, dan tempat tinggal. Keseimbangan material dan spiritual. Kesejahteraan tidak diukur dari angka atau jumlah uang saja, tetapi juga ketenangan batin dan keberkahan.


Ada tanggung jawab sosial di masyarakat, harta memiliki fungsi sosial agar tidak menumpuk pada segelintir orang saja. Instrumen pemerataan ekonomi dengan zakat, yang merupakan alat utama untuk memindahkan harta dari golongan mampu kepada yang membutuhkan.


Demikian pula dengan infak dan sedekah merupakan dorongan sukarela untuk membantu memperkuat ekonomi warga yang lemah. Larangan riba dan larangan monopoli merupakan aturan yang menjaga persaingan pasar tetap jujur dan tidak merugikan orang lain.


Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah 278-279: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak menzalimi dan tidak dizalimi".


Khil4fah adalah negara berideologi Islam dan menerapkan syariat Islam secara totalitas. Kehadirannya merupakan solusi bagi masalah yang dihadapi manusia. Khil4fah menjamin setiap warga negaranya agar sejahtera, tercukupi sandang, papan, keamanan pendidikan dan kesehatan tanpa kecuali, baik muslim maupun non-muslim.


Dengan demikian, rakyat yang kesulitan ekonomi akibat PHK atau yang lainnya akan mendapatkan pertolongan dan solusi dari negara.

 

Negara dalam Khil4fah mengambil peran sebagai raa’in/penanggung jawab bagi rakyat. Negara khilafah akan mengelola sumberdaya alam yang merupakan kepemilikan umum dan menggunakan hasilnya untuk mencukupi kebutuhan dasar rakyat. Sumber daya alam yang melimpah ini oleh negara Khil4fah tidak akan diserahkan pengelolaanya kepada asing karena hukumnya haram.


Khil4fah akan mengelolanya sehingga mampu menyediakan lapangan kerja bagi setiap rakyat yang membutuhkan. Khil4fah mampu mengembangkan industri strategis sesuai potensi SDA yang dimiliki. Khil4fah akan mempersiapkan SDM rakyat serta memfasilitasi keterampilan, dan penempatan kerja rakyat.


Sejarah telah membuktikan bahwa Khil4fah mampu dalam mengatasi berbagai masalah manusia. Saat ini Khil4fah tidak ada, tetapi akan tegak kembali dengan izin Allah Swt..


Wahai kaum muslimin sambutlah janji Allah dan kabar gembira dari Rasullullah saw. bahwa Khil4fah akan tegak kembali. Persiapkan diri kita agar ditangan kita Khil4fah bisa terwujud kembali. Wallahualam bissawab. [SM/MKC]