Alt Title

Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalisme

Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalisme

 


Kekerasan dalam dunia pendidikan terus berulang

bahkan makin parah dari tahun ke tahun

_______________________


Penulis Asih

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Muslimah 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya Mangun karsa, Tut Wuri Handayani. Tiga semboyan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara ini sungguh memiliki arti yang mendalam. Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan.


Dengan semangat ini, beliau mendirikan taman siswa, lembaga pendidikan pertama yang memberikan kesempatan belajar bagi rakyat biasa di masa penjajahan. Cita-cita beliau adalah mencerdaskan bangsa. Beliau merasa bahwa pendidikan adalah sebuah cara terbaik untuk memperkuat orang Indonesia. Lewat taman siswa beliau mampu menggerakkan masyarakat untuk menjadi pribadi terpelajar.


Lembaga pendidikan tersebut dinilai sebagai tonggak awal kebangkitan pendidikan. Berkat jasanya yang begitu besar di bidang pendidikan, beliau dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional, dan tanggal lahirnya 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Tahun demi tahun hari Pendidikan Nasional dirayakan, tapi tidak lantas membuat dunia pendidikan kita menjadi seperti yang dicita-citakan beliau. Perayaan hanya sekedar ritual tahunan, nyatanya dunia pendidikan saat ini sangat mengkhawatirkan.


Kejahatan dalam dunia pendidikan marak terjadi kasus pelajar di Bantul yang tewas dikeroyok dan dilindas misalnya. Seperti dilansir dari kumparan NEWS (21-04-2026) Ilham Dwi Saputra seorang pelajar (16 tahun) menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul pada Selasa (14-4) sekitar pukul 23.00 WIB.


Dwi sempat dirawat, lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit karena dikeroyok secara sadis, brutal, keji, tidak manusiawi, dan tanpa ampun oleh para pelaku. Korban dipukul menggunakan selang, paralon, hingga disundut dengan rokok, bahkan korban digilas menggunakan sepeda motor berulang kali ujarnya. Ini bukan sekadar bullying, tetapi pembunuhan berencana.


Bukti Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalisme



Peringatan hardiknas seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak, untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan saat ini yang sudah benar-benar sangat mencemaskan. Sistem pendidikan saat ini memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak, terutama dalam perumusan arah atau peta jalan pendidikan.


Jika basis peta ini tidak jelas, maka wajar menghasilkan pelajar yang mengalami krisis kepribadian, yaitu cenderung sekuler-jauh dari agama, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab. Basis perumusan peta jalan pendidikan kita saat ini adalah sekulerisme kapitalis. Agama hanya dijadikan tambahan atau hiasan, bukan basis pokok. Output yang dihasilkan tidak lain adalah manusia yang mengejar sukses secara materi, sekedar mendapat gelar dan ijazah agar bisa menghasilkan uang sebbanyak-banyaknya.


Minimnya pendidikan agama dan pelajaran agama yang sekedar hafalan tanpa kesadaran yang berbuah amal yang ihsan dan ikhlas, juga semakin memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan. Maka tak heran jika kasus kekerasan di lingkungan pendidikan termasuk perundungan, dan pelecehan seksual, menunjukkan tren peningkatan bahkan terjadi di tingkat perguruan tinggi.


FSGI mencatat 60 kasus di satuan pendidikan sepanjang 2025 naik drastis dari 36 kasus di 2024, dan hanya 15 kasus di 2023 dengan 358 korban dan 126 pelaku. Longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas masih di bawah umur) sehingga menoleransi kriminalitas sebagai kenakalan anak semata.


Akibatnya kekerasan dalam dunia pendidikan terus berulang bahkan semakin parah dari tahun ke tahun. Fakta ini seharusnya menjadi alarm yang serius, bahwa pendidikan saat ini belum berhasil membangun lingkungan yang aman dan beradab. Kondisi ini harus cepat di tangani. Pasalnya, pendidikan saat ini kehilangan esensi utamanya yaitu membentuk manusia yang berilmu, berakhlak dan bermartabat yang merupakan pilar peradaban suatu bangsa.

Pendidikan Islam Solusi yang Tepat


Dalam Islam, menuntut ilmu bagian dari ibadah yang hukumnya wajib. Perintah Allah Swt. kepada umatnya yang pertama adalah membaca (iqra). Membaca adalah kunci utama dalam mencari segala bentuk ilmu pengetahuan. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." Terjemah Al-Quran Surah Al-Alaq (96: 1).


Kewajiban menuntut ilmu di tegaskan dalam hadits Nabi Muhamad saw., "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)


Dengan demikian, pendidikan Islam mempunyai beberapa keunggulan yang dirangkum dari beberapa sumber, di antaranya:

1. Menyatukan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains dengan landasan aqidah, serta spiritual yang kuat.

2. Menekankan pembentukan akhlak mulia, adab, moralitas, dan empati sebagai landasan hidup bermasyarakat.

3. Mempersiapkan peserta didik agar sukses menjalani kehidupan dunia, sekaligus memiliki bekal untuk kehidupan akhirat.

4. Mendidik manusia secara utuh (holistik), mencakup keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual 


Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah islamiyah) sebab belajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan perilakunya. Dengan sistem pendidikan Islam yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan kekuasaan, mampu melahirkan peradaban unggul. Islam juga mengarahkan pendidikan untuk membangun kekuatan umat.


Sistem pendidikan Islam dengan kekuatan landasannya yang sempurna akan mampu mewujudkan negara superpower yang akan membawa arah peradaban dunia. Peradaban besar yang lahir dari sistem pendidikan Islam akan menjadi kekuatan global yang mandiri serta mampu menghadapi hegemoni global peradaban sekuler kapitalistik saat ini. Hal ini membuktikan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna dengan seluruh ajarannya, mampu mewujudkan peradaban maju dan mulia.


Sudah jelas bahwa pendidikan Islam adalah satu satunya solusi terbaik untuk mengatasi masalah krisis moral dalam dunia pendidikan saat ini. Pendidikan Islam tidak akan berjalan dengan sempurna kecuali di bawah naungan institusi pemerintahan Islam. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]