Alt Title

Islam Memberantas Kemiskinan dari Akar

Islam Memberantas Kemiskinan dari Akar

 



Islam senantiasa membantu rakyatnya

untuk bekerja agar memenuhi kebutuhannya seperti membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan industri manufaktur dan industri hilir


__________________



KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat jumlah warga miskin di Sumut ada sebanyak 1,11 juta jiwa per Maret 2026. Beras dan rokok kretek menjadi penyumbang garis kemiskinan tertinggi.


Empat komoditi bukan makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan ada perumahan (6,66%), bensin (3.31%), listrik (3,03%), dan biaya Pendidikan (2,25%). (detikSumut, 07-08-2026)

Kemiskinan Struktural di Kapitalisme


Kemiskinan struktural menjadi hal biasa di sistem kapitalisme. Kemiskinan bukan sekadar kesalahan individu saja namun kesalahan sistem demokrasi kapitalisme. Sistem buatan manusia tidak akan mampu mensejahterakan rakyat. Sistem kapitalisme menjadikan segala lini dikapitalisasi sehingga warga kewalahan membayar semua kebutuhan hidup.


Sandang, pangan, dan papan cukup mahal karena tidak adanya subsidi dari pemerintah. Biaya hidup tidak sejalan dengan biaya pendapatan rakyat. Pengeluaran hidup di kota maupun di desa cukup mahal karena harus membayar sewa rumah, air, listrik ,keamanan, bensin, Pendidikan, kesehatan, pajak dan lain sebagainya. 


Dalam sistem kapitalisme, rakyat tumbuh menjadi individu yang tidak taat kepada Allah SWT, sehingga mudah mengikuti budaya barat. Mereka menjadi individu yang hedonisme, terbiasa dengan pinjol, judol, minum khamar, dan menjadi pecandu narkoba yang berujung menjadi faktor kemiskinan. Sistem kapitalisme menjadikan ekonomi rakyat tercekik karena semua lini butuh biaya yang cukup mahal.


Pemerintah hadir di tengah masyarakat saat kampanye pemilu namun saat sudah menjabat tidak hadir melihat kondisi masyarakatnya. Keluarga yang terlilit hutang harus berjuang sendiri membayar hutangnya. Kepala keluarga harus berjuang pagi, siang sampai malam untuk menghidupi keluarganya. Bahkan seorang istri juga harus turun tangan membantu perekonomian keluarga. 


Dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, negara tidak memberikan lapangan pekerjaan dengan gaji yang layak kepada kepala keluarga. Kondisi ini bukan sekedar kesalahan individu saja namun kesalahan negara yang abai terhadap kemiskinan rakyatnya.


Negara tidak berperan membantu menghentikan kemiskinan masyarakatnya yang ada, pajak semakin lama semakin naik, sembako dengan harga yang mahal, BBM yang tidak disubsidi, listrik dan air yang harus dibayar dengan harga yang juga semakin mahal. Sistem kapitalisme menjadikan ekonomi rakyat mencekik sehingga rakyat hidup dalam ruang lingkup kemiskinan. 

Solusi dalam Sistem Islam


Sistem Islam merupakan sistem yang berasal dari Allah Swt. yang dapat memuaskan akal dan menentramkan jiwa. Sistem islam menjadikan sumber daya alam seperti tambang emas, migas, batu bara, nikel, besi, timah dan lain sebagianya dikelola oleh negara hasilnya diberikan kepada rakyat. Rakyat mendapatkan hasil dari pengelolaan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan. 


Sebagaimana dalam hadis: "Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api." (HR Abu Dawud dan Ahmad)


Dari hasil sumber daya alam yang berlimpah tersebut akan dibagikan kepada rakyat secara merata sehingga tidak akan ditemukan rakyat yang kemiskinan. Kas negara tidak akan ditemukan dari hasil pungutan pajak yang mencekik rakyat, apalagi yang bersifat berkelanjutan, karena itu adalah haram. Melainkan Kas negara akan didapatkan dari dari kekayaan sumber daya alam yang ada di negara.


Dalam Sistem Islam sandang, pangan, Pendidikan, Kesehatan, keamanan merupakan hak bagi setiap warga negara. Dalam sistem Islam tidak akan ditemukan kemiskinan yang merata. Khalifah Umar bin Khattab sering berkeliling memanggul gandum sendirian untuk mencari warganya yang kelaparan. Khalifah akan senantiasa mencari orang yang terlilit utang yang tidak boros, lalu melunasi utangnya. 


Dalam sistem Islam, negara senantiasa memberikan keamanan, kesejahteraan, pendidikan gratis, kesehatan gratis, kepada setiap warga negaranya.


Rasulullah bersabda: "Pemimpin (kepala Negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya."


Islam senantiasa membantu rakyatnya untuk bekerja agar memenuhi kebutuhannya seperti membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan industri manufaktur dan industri hilir. Negara tidak lepas tangan terhadap kondisi masyarakat yang kemiskinan dan kesulitan ekonomi. Inilah peran negara seharusnya.


Negara mengatur kehidupan rakyatnya dengan syariah Islam secara kafah termasuk dalam sistem ekonomi Islam. Karena hanya dengan menerapkan sistem Islam, roda kemiskinan yang mengakar bisa diberantas. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


Tina Sitorus, S.Pi