Gencatan Senjata Palsu, Pembunuhan Terus Berlanjut di Gaza
OpiniGencatan senjata tidak pernah benar-benar menciptakan perdamaian secara langsung
Melainkan semua itu merupakan strategi politik Barat untuk meredakan gelombang protes dan opini dunia
__________________________
Penulis Nunung Sulastri. Amd
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Ibu Pemerhati Generasi
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Situasi di G4za masih sangat memprihatinkan. Anak-anak menjadi korban dan banyak yang terluka akibat serangan dan artileri. Badan Internasional menyoroti kesepakatan gencatan senjata banyak diwarnai pelanggaran yang tidak sesuai dengan perjanjian damai. Pada kenyataannya menjadi sebuah ilusi yang brutal serta banyak mengancam nyawa anak-anak P4lestina.
Gencatan senjata yang dinarasikan oleh UNICEF, James Elder pada konferensi pers tepatnya di Jenewa yang diumumkan 8 bulan lalu, hanyalah omong kosong belaka. Pasalnya, tidak sesuai dengan realitas. Kenyataannya, korban yang tewas akibat serangan dari Zion*s Isra*l makin banyak, terutama anak-anak. James Elder mengatakan bahwa selama berbulan-bulan dunia diberi tahu tentang adanya gencatan senjata di G4za. Namun, telah berubah menjadi "ilusi yang kejam dan mematikan bagi anak-anak P4lestina." (indo palindo, 20-06-2026)
Zion*s Isra*l terus melakukan pelanggaran dan gencatan senjata secara sistematis. Sementara itu, Amerika Serikat sebagai penjamin dan sponsor utama Zion*s terus memberikan mereka bantuan dengan cara apapun. Berikut beberapa laporan terhadap pelanggaran pendapatan yang terjadi baru-baru ini:
1. Eskalasi di Lebanon dan Iran. Meningkatnya ketegangan setelah terjadi pelanggaran gencatan senjata dan serangan udara zionis Israel di Lebanon Selatan sehingga memicu peluncuran rentetan rudal dan balasan dari Iran.
2. Situasi di G4za. Adanya ribuan insiden pelanggaran serangan arteri udara serta penembakan Zion*s Isra*l.
3. Aktivitas di Tepi Barat. Isra*l terus melakukan operasi kontra terorisme dengan melumpuhkan sejumlah pelaku pergerakan yang dianggap melanggar batas keamanan.
Akibat Ketiadaan Perisai Umat
Gencatan senjata tidak pernah benar-benar menciptakan perdamaian secara langsung. Melainkan semua itu merupakan strategi politik Barat untuk meredakan gelombang protes dan opini dunia terhadap keamanan dunia internasional.
Di sisi lain, membiarkan Zion*s Isra*l terus membunuh anak-anak G4za secara terukur. Selain itu, memberikan waktu bagi Isra*l untuk menyusun strategi dan logistik untuk melanjutkan serangan. Kesepakatan di atas kertas dinilai tidak efektif tanpa adanya sanksi internasional dan kekuatan nyata sehingga korban jiwa terhadap warga P4lestina makin masif.
Amerika Serikat sebagai pendukung utama finansial, militer, serta diplomatik bagi sekutu Zion*s Isra*l, tidak mungkin ada keadilan. Selama masih mengandalkan negara penjajah untuk urusan umat Islam, maka merupakan kesalahan yang sangat fatal dan makin melanggengkan penjajahan di atas dunia. Dampaknya makin memperburuk kestabilan global dan konflik di Timur Tengah.
Akar masalahnya bukan hanya dari pelanggaran gencatan senjata saja. Melainkan ketiadaan junnah (perisai) yang melindungi umat dan menjaga kehormatan jiwa dan tempat tinggal, yakni Khil4fah Islamiah. Semua ini akibat dari kepemimpinan global yang menggantungkan pada kafir penjajah Amerika Serikat. Alhasil, banyak terjadi perundingan yang tidak jelas arahnya dan tidak menyentuh akar permasalahan. Pelanggaran dari gencatan senjata bahkan pembunuhan warga P4lestina yang terus berulang.
Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surat al-Mumtahanah ayat 9:
إِنَّمَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ وَظَٰهَرُوا۟ عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
Solusinya dengan Jihad Fisabilillah
Umat Islam tidak boleh berharap apalagi sampai menggantungkan nasib pada kafir penjajah dan musuh-musuh Islam. Sebagai umat Islam harus menjadikan Islam sebagai landasan dalam mengambil dan menyelesaikan setiap persoalan di kanca kehidupan. Termasuk menyelesaikan masalah umat, terutama masalah P4lestina. Umat Islam harus bisa memimpin dan berdaulat menolak segala intervensi penjajahan dan hegemoni asing yang dapat merusak kedaulatan syariat Islam.
Satu-satunya solusi permasalahan P4lestina adalah dengan adanya jihad fisabilillah sehingga dapat mengusir penjajah dan mempertahankan negeri Islam dari penjajahan kafir Zion*s. Ini merupakan kewajiban syar'i. Dengan adanya jihad fisabilillah, umat Islam akan mempunyai kekuatan yang luar biasa apabila semua umat Islam bersatu dalam naungan Khil4fah Islamiah.
Allah Swt. berfirman dalam surah al-Hajj ayat 39:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
"Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu."
Umat Islam harus mempertahankan dan memperjuangkan kembalinya Khil4fah Islamiyah sebagai pelindung (perisai) terhadap kaum muslim. Dengan demikian, dapat membela kehormatan serta menjaga setiap jengkal tanah kaum muslim, terutama tanah yang dijanjikan yaitu P4lestina.
Semoga Pertolongan Allah makin dekat dengan kita. Berikhtiar dakwah menyeru dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran serta memperjuangkan kembali adanya Khil4fah Islamiah yang mewujudkan kepemimpinan umat Islam secara global. Aamiin Allahumma aamiin. Wallahualam bissawab. [Eva/MKC]


