Tragedi Nakba Awal Penjajahan P4lestina Hingga Kini
OpiniTragedi Nakba bukan sekadar sejarah masa lalu
melainkan siklus kekerasan dan perampasan hak yang masih terus membayangi P4lestina hingga hari ini
_____________________
Penulis Ummu Saibah
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Pada tanggal 14 Mei 1948, pasukan Zion*s mendeklarasikan pendirian negara Isra*l, dengan dukungan Inggris. Hal ini memicu perang Arab-Isra*l pertama.
Pasukan militer Zion*s mengusir setidaknya 750.000 warga P4lestina dari rumah dan tanah mereka serta merebut 78 persen wilayah P4lestina yang bersejarah. Menyisakan 22 persen wilayah yang sekarang dikenal sebagai Tepi Barat yang berada di bawah otoritas pemerintahan Isra*l dan Jalur G4za yang saat ini masih belum bisa ditaklukkan oleh zionis.(aljazeera.com, 15-5-2022)
Kemudian pada tahun 1998, Yasser Arafat mendeklarasikan 15 Mei sebagai hari yang menandai peringatan 50 tahun Nakba. (Wikipedia.org). Dari sini bisa kita simpulkan bahwa penjajahan Zion*s atas P4lestina terjadi sejak tragedi nakba sampai sekarang.
Pada peringatan hari Nakba 15 Mei 2026, Liga Arab mendesak perlindungan internasional bagi rakyat P4lestina dan meminta komunitas global untuk memaksa Isra*l agar menghentikan pendudukan ilegal mereka atas tanah P4lestina, termasuk Yerusalem Timur. Ditegaskan juga bahwa penting untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya sesuai dengan solusi dua negara, hukum internasional, dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Begitu juga dengan para menteri luar negeri negara anggota BRICS menyerukan komunitas internasional agar terus mendukung bangsa Palestina dalam upayanya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan. (antaranews.com, 15-5-2026)
Solusi Penjajahan hanya Jihad fi Sabilillah
Tragedi Nakba bukan sekedar sejarah masa lalu, melainkan siklus kekerasan dan perampasan hak yang masih terus membayangi P4lestina hingga hari ini. Sudah 78 tahun Zion*s menjajah P4lestina, mereka merampas tanah dan rumah, menghancurkan kota, menculik orang dewasa dan anak-anak, menyiksa lalu membunuh mereka serta membatasi akses penunjang kehidupan bagi warga P4lestina. Semua dilakukan terang-terangan di depan mata dunia.
Berlanjutnya penjajahan P4lestina adalah potret kegagalan sistem kehidupan yang saat ini diemban oleh individu maupun negara di seluruh dunia. Sistem kapitalis yang saat ini tegak telah gagal menciptakan perdamaian dunia, sekaligus menunjukkan kebusukan konsep negara bangsa yg membuat umat Islam kehilangan kekuatannya. Kekalahan kekhalifahan Utsmaniyah pada perang dunia satu menjadi salah satu pemantik yang akhirnya memecah kekuatan kaum muslimin lepas dari kekhalifahan yang mempersatukan mereka, sehingga umat Islam terpecah menjadi negara-negara kecil.
Dengan dalih diberikan kemerdekaan, negeri-negeri muslim akhirnya terpenjara oleh nasionalisme dan batas-batas teritorial yang membatasi kekuasaan dan wewenang mereka. Begitulah cara kapitalisme melemahkan kekuatan umat Islam dengan membagi wilayah kekhalifahan Utsmaniyah menjadi beberapa negara, dengan bendera dan simbol negara masing-masing, lalu menghembuskan paham nasionalisme dan patriotisme kebangsaan ke dalam hati penduduknya, membatasi kekuasaan dan menyibukkan para pemimpin negeri muslim pada urusan negaranya masing-masing saja. Mereka lupa bahwa umat Islam sejatinya adalah satu tubuh yang seharusnya menjaga satu sama lain.
Pembebasan P4lestina tidak bisa diharapkan datang dari negara-negara adidaya semisal Amerika Serikat, Inggris dan negara lainnya. Tidak juga lembaga-lembaga internasional seperti PBB maupun BOP. Karena mereka sejatinya merupakan bagian dari sistem kapitalis yang menyebarkan hegemoni kekuasaannya dengan penjajahan. Solusi yang mereka tawarkan tidak menyentuh akar permasalahan yang dihadapi P4lestina yaitu penjajahan.
Solusi gencatan senjata maupun pembagian dua negara justru akan mengukuhkan penjajahan di bumi P4lestina. Satu-satunya solusi penjajahan adalah dengan mengusir penjajah Zion*s dari bumi P4lestina. Hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh umat Islam karena ikatan akidah yang telah mengikat muslim P4lestina dan muslim di seluruh dunia.
Alhasil, Allah Swt. membebankan tanggung jawab pembebasan P4lestina kepada setiap muslim. Karena, di akhirat kelak Allah Swt. akan meminta pertanggungjawaban setiap muslim terkait respons mereka terhadap penderitaan saudara-saudara mereka yang terzalimi di P4lestina maupun di tempat lainnya.
Kewajiban Umat Islam Membebaskan P4lestina
Pembebasan P4lestina harus menjadi salah satu agenda dalam penegakkan sistem kepemimpinan Islam. Karena hanya kepemimpinan Islam yang diharapkan mampu mengusir penjajah Zion*s Isra*l dan mengalahkan kekuatan Amerika Serikat dan sekutunya. Walaupun tidak dimungkiri menyatukan umat Islam bukan hal yang mudah namun umat Islam harus yakin.
Rasulullah Saw bersabda: "Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan ada kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan ada kerajaan yang menggigit selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan ada kerajaan yang memaksa selama Allah menghendaki, lalu Allah akan mengangkatnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan kembali kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian." [HR Ahmad 18430, Al-Bazzar 2690]
Hadis di atas mengabarkan kepada kita bahwa akan tegak kembali kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Oleh karena itu, umat Islam harus optimis untuk terus memperjuangkan persatuan umat dalam satu kepemimpinan. Adapun langkah pertama perjuangan umat Islam hari ini adalah memahamkan kepada umat islam tentang urgensi hidup di bawah naungan kepemimpinan Islam sebagai wujud keimanan.
Allah Swt. berfirman dalam QS An Nisa: 65 : "Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
Menerapkan hukum-hukum Allah Swt. merupakan salah satu bukti keimanan seorang muslim. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk memperjuangkan keberadaan negara yang berlandaskan Islam yang akan menerapkan hukum-hukum Islam secara keseluruhan.
Selain penerapan syariat Islam secara keseluruhan, tegaknya kepemimpinan Islam akan menyatukan dan memobilisir kekuatan umat Islam, sehingga kewibawaan umat ini kembali dan siap merebut kepemimpinan dunia, membebaskan negeri-negeri muslim yang diperangi olah kafir penjajah, mengemban dakwah Islam keseluruhan dunia dan menebar rahmat ke seluruh alam. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


