Muharram Momen Refleksi bagi Umat Islam
OpiniMuharram kali ini harus menjadi momentum refleksi
bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah
____________________
Penulis Damawan Megawati,S.Pd
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Satu Muharram 1448 Hijriyah, bertepatan dengan hari Selasa,16 Mei 2026. Muharram adalah bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam (Kalender Hijriyah). Muharram termasuk empat bulan suci diantaranya: Muharram, Dzulqa’idah, Dzulhijah, dan Rajab.
Ada beberapa bulan yang sangat dimuliakan Allah Swt.. Dalam pandangan Islam, beberapa bulan ini digelari sebagai syahrullah (bulan Allah). Hal ini terdapat dalam terjemahan Al-Qur’an surah At-Taubah (9) ayat 36 yang artinya: ‘’Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu dan perangi lah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang orang yang bertakwa.’’
Dalam bulan mulia ini, banyak berbagai macam peristiwa penting dan bersejarah yang jarang diketahui oleh umat muslim di negeri ini antara lain: peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. dari Mekah ke Madinah dikenal dengan satu Muharram atau tahun baru Islam.
Pada sepuluh Muharram Nabi Musa diselamatkan dari Bani Israil dari kejaran tentara Fir’aun dengan mukjizat terbelahnya laut merah oleh tongkat Nabi Musa dan peristiwa Karbala khusus tradisi syiah memperingati tragedi gugurnya syaidina Ali bin Abu Thalib (cucu Rasullullah saw.).
Pada kesepuluh Muharram juga sebagai hari bersejarah karena diterimanya taubat dan diselamatkan para Nabi terdahulu dari berbagai macam kejadian dan ujian berat yakni diterimanya taubat Nabi Adam, berlabuhnya kapal atau bahtera Nabi Nuh di gunung Zuhdi setelah banjir bandang, diselamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Jamrud, dikeluarkan Nabi Yunus dari dalam perut ikan paus.
Bulan Muharram atau disebut juga dengan bulan Syuro bagi orang Jawa. Bulan introspeksi dan bulan spritual (prihatin). Bulan ini dianggap sakral karena batas antara dunia manusia dan gaib sangat tipis. Oleh karena itu, dalam tradisi masyarakat jawa dianjurkan harus eleng atau ingat kepada sang pencipta dan waspada, dilarang mengadakan pesta agar menghindari dari kesialan. (detikjatim.com, 4-06-26)
Pada saat ini, berbagai masalah atau persoalan hidup dalam negeri terus membelit rakyat sepanjang tahun, baik dari kemiskinan, struktural judol, prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, dan kekerasan yang kian merajalela. Sementara di G4za P4lestina, genosida terus berlangsung tidak pernah berhenti.
Umat Islam mati, kelaparan, kehausan, kedinginan, kepanasan, tidak beratap dan berdinding untuk bertahan hidup. Seluruh penguasa negeri muslim yang berada disekitarnya tidak bergerak untuk mengirim bantuan pasukan atau tentaranya untuk berjihad membebaskan saudara seiman di sana.
Negeri-negeri muslim saat ini hanya mampu memberikan kecaman-kecaman. Adapula yang sebagai penonton ketika saudara-saudara seiman di belahan bumi lain dibombardir oleh negara kufur. Mereka tidak mampu menyerukan militer untuk membebaskan umat Islam yang jelas-jelas saat ini memerangi mereka.
Bukankah kaum muslim itu bersaudara?. Kembali lagi dengan nation-state yang saat ini menyekat negeri-negeri kaum muslim sehingga rasa persaudaraan tersebut hilang. Negeri-negeri muslim saat ini sibuk memikirkan kondisi negerinya sendiri. Jika tidak menyangkut negerinya, ia tidak peduli selama negerinya aman.
Muharram kali ini harus menjadi momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah, bukan takdir yang harus diterima. Seluruh kenestapaan dalam negeri adalah buah dari penerapan sistem sekuler-kapitalis, yang memisahkan agama dari kehidupan. Standar halal dan haram tidak lagi diperhitungkan untuk mendapatkan materi, hanya asas manfaat saja yang menjadi pemikiran untuk mencapai tujuan hidupnya sehingga kerusakan merata diseluruh aspek kehidupan.
Lemahnya umat Islam di panggung Internasional, termasuk tidak mempunyai perisai dimana warga palestina diperangi. Disebabkan tidak adanya institusi yang menyatukan dan melindungi umat. Umat Islam terpecah dengan paham nasionalis serta tunduk pada kekuatan kafir. Alhasil, saat ini umat Islam tidak menjadi umat terbaik.
Umat Islam tidak mempunyai posisi tawar di dunia internasional. Bahkan umat Islam bergerak sesuai dengan arahan negara yang saat ini menguasai dunia yakni Amerika Serikat sebagai negara adidaya yang mengusung sistem sekuler-kapitalis ke seluruh dunia saat ini.
Tepat di bulan Muharram inilah, seharusnya umat muslim di seluruh dunia, tidak menyia-nyiakan momen ini. Umat Islam harus berusaha untuk hijrah dari sistem kufur sekuler- kapitalis menuju sistem Islam dalam naungan Daulah Islamiah.
Rasullullah saw. mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan. Umat Islam wajib berjuang bersama jemaah dakwah Islam ideologi yang mengambil metode dakwah Rasullullah saw. untuk menegakan kembali sistem Islam di muka bumi ini. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


