Alt Title

From Insecure to Bersyukur

From Insecure to Bersyukur




Niatkan berubah untuk mendapat rida Allah bukan validasi manusia

mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Allah berikan

______________________________


Penulis Siska Juliana 

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, REPORTASE - Perempuan memiliki keistimewaan yang berikan oleh Allah. Hanya saja, di zaman sekarang banyak perempuan yang merasa insecure karena perbedaan penampilan fisik atau jumlah harta yang dimiliki. 


Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa insecure, komunitas Smart With Islam mengadakan kajian yang bertajuk "From Insecure to Bersyukur" yang dihadiri oleh puluhan pelajar dan mahasiswa di area Kota Bandung. 


Pemateri menjelaskan arti dari insecure. Insecure adalah kondisi saat mental kita tidak fit. Mudah galau, tidak percaya diri, lebih sering menyendiri, merasa tidak berguna, merasa tidak ada yang menghargai keberadaannya. 


Penyebab insecure di antaranya body shaming dan pola pergaulan. Di dunia nyata sering terjadi budaya bullying (fisik dan verbal) dan tidak bisa mengikuti tren. Sedangkan di dunia maya biasanya melihat keseharian orang lain di media sosial. 


Ciri-ciri orang yang terkena virus insecure, yaitu memandang diri sendri lebih rendah, menghindari berinteraksi dengan orang lain, merasa enggan untuk keluar dari zona nyaman, sering membandingkan diri dengan orang lain, memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, haus validasi dari orang lain. 


Islam punya kunci buat menjaga hati dan mental yaitu bersabar dan bersyukur.


Dari Shuhaib bin Sinan r.a., dia berkata,”Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya sendiri) dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur maka itu adalah kebaikannya, dan jika dia ditimpa banyak kesulitan dia akan bersabar, maka itu adalah semacam itu. (HR. Muslim) 


Bagaimana cara agar tidak insecure? Pemateri menjawab jangan membandingkan diri kita dengan orang lain.


“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanya melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim) 


Kemudian hidup dalam circle positif dan selalu positif thinking. 


Apa yang seharusnya kita lakukan? Niatkan berubah untuk mendapat rida Allah bukan validasi manusia, mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Allah berikan, mengkaji Islam kafah


“Daripada insecure mending kita ber-syucure," pungkasnya.