Alt Title

Kriminalitas Makin Kronis, Butuh Solusi Komprehensif

Kriminalitas Makin Kronis, Butuh Solusi Komprehensif



Ketika seseorang beriman, dia akan berupaya agar cara berpikir (aqliyah) dan cara bersikap (nafsiyah) sesuai Islam

Dia akan menjadi orang-orang yang menjaga diri dari kemaksiatan atau kejahatan

______________________________


Penulis Riza Maries Rachmawati

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Kasus-kasus kriminalitas yang baru-baru ini terjadi membuat kita mengelus dada dan membuat kita terus berucap istighfar. Motif pelaku tindak kriminal tersebut beragam, mulai dari kondisi emosi yang tidak terkendali sampai pada motif ekonomi. 


Seperti kasus tindak kriminal TR, seorang suami yang memutilasi istrinya YN di Dusun Sindang Jaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/5/2024). TR diduga mengalami depresi karena masalah ekonomi, polisi mengatakan bahwa pelaku memiliki utang lebih dari 100 juta kepada perseorangan dan bank. (news.republika.co.id, 05/05/2024)


Tak hanya TR, pembunuhan dan mutilasi seorang istri juga dilakukan oleh TBD (50 tahun) warga Rancah Ciamis, Jawa Barat. Kasus dalam koper di Bekasi juga tidak kalah mengerikan, jasad wanita berinisial RM (50 tahun) korban pembunuhan ditemukan dalam sebuah koper hitam di Jalan Inspeksi Kalimalang Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Kamis 25 April. 


Pelajar junior menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan oleh senior juga kembali terjadi. Kali ini pelajar Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran atau STIP Marunda berinisial P (19) yang tewas karena diduga dianiaya senior. (tirto.id, 04/05/2024)


Sistem Sekularisme Biang Kriminalitas

Kondisi emosional orang-orang saat ini makin tidak waras, pelampiasan amarah, depresi, ataupun rasa tersinggung tidak puas diluapkan hanya dengan sekadar kata-kata. Mereka sampai tega melakukan tindakan menghilangkan nyawa. 


Orang saat ini tidak takut untuk membunuh orang, kasus pembunuhan dalam koper di Bekasi contohnya. Hanya demi mendapatkan materi secara instan baik itu kepuasan jasmani ataupun uang, membunuh menjadi jalan keluarnya.


Sejumlah kasus pembunuhan secara sadis terjadi di beberapa daerah belakangan ini menggambarkan kehidupan saat ini makin tidak aman. Pelaku pembunuhan bukan lagi orang asing melainkan orang terdekat. Kondisi masyarakat yang semakin rusak dan jauh dari rasa aman ini sebenarnya hasil dari sistem kehidupan sekularisme.


Paham ini sangat berbahaya dan merusak. Sekularisme meniscayakan pemisahan agama dari kehidupan. Akhirnya kepuasaan jasmani dan materi menjadi prioritas yang harus didapatkan apa pun caranya.


Pemahaman ini jelas berpengaruh dalam pengendalian emosi ketika memiliki kehendak. Paham sekularisme juga membuat sistem pendidikan hanya menghasilkan manusia-manusia yang selalu berorientasi pada materi. Sehingga mereka menjadi sosok yang tamak memaksakan kehendak dalam memenuhi keinginannya.


Faktor inilah yang membuat seseorang melakukan tindakan kriminal dan kejahatan. Ditambah sistem sanksi dalam sistem sekularisme tidak membuat para pelaku kejahatan. Alhasil sekalipun ada penjara dan hukuman, kejahatan tetap merajalela bahkan memberikan contoh dan inspirasi pada orang lain untuk berbuat kejahatan.


Sistem Islam Mewujudkan Rasa Aman

Selama paham sekularisme masih eksis sebagai cara pandang kehidupan manusia, kejahatan akan silih berganti terjadi dan masyarakat akan makin rusak. Untuk itu, saatnya sistem Islam menggantikan sistem sekularisme yang sudah jelas nyata kebobrokannya.


Islam sebagai ideologi, menetapkan bahwa tujuan hidup manusia untuk taat pada Allah dan terikat dengan aturan-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt.: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya meraka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az Zariyat: 56)


Ibn Hazm dalam kitab al-Ihkan fi Ushul al-Ahkam juz 1 hal. 90 mengatakan, “Hakikat ibadah tidak lain adalah mengikuti dan patuh." Diambil dari al-‘ubidiyyah, seseorang hanya menyembah Zat yang ia patuhi dan yang dia ikuti perintah (ketentuan)-Nya.


Sehingga makna beribadah tidak hanya diartikan sebagai ibadah mahdhah seperti salat, zakat, puasa dan haji saja. Melainkan ibadah dalam pengertian yang luas, yakni taat kepada seluruh aturan Allah Swt. termasuk aspek muamalah, seperti ekonomi, politik, keluarga, dan pendidikan. 


Sistem Islam sendiri memiliki mekanisme yang khas dan sangat efektif dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, di antaranya:


Pertama, dengan menerapkan sistem pendidikan Islam yang memiliki tujuan menghasilkan peserta didik yang memiliki kepribadian Islam yang muncul dari keimanan. Kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan ini adalah kurikulum yang berbasis akidah Islam.


Ketika seseorang beriman, dia akan berupaya agar cara berpikir (aqliyah) dan cara bersikap (nafsiyah) sesuai Islam. Sehingga saat peserta didik tersebut terjun di masyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat, mereka akan menjadi orang-orang yang menjaga diri dari kemaksiatan atau kejahatan.


Kedua, negara akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang mampu menyejahterakan penduduknya. Kebutuhan dasar masyarakat berupa sandang, papan, pangan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan akan dipenuhi oleh negara.


Negara akan mampu membiayai semua kebutuhan masyarakat dengan menerapkan konsep kepemilikan dalam Islam dan pembagian sumber daya dalam konsep kepemilikan tadi. Disertai dengan pemerataan pendistribusian harta kepada masyarakat baik secara ekonomis maupun nonekonomis.


Ketiga, penerapan sistem sanksi Islam yang akan membuat para pelaku kejahatan jera. Dalam Islam pelaku penganiayaan dan pembunuhan akan diberi sanksi jinayat yakni qishah.


Dalam surah Al-Baqarah ayat 178-179, Allah menjelaskan sanksi qishah akan menjaga nyawa manusia dimuka bumi. Peringatan ini mudah dipahami sebab efek penerapan sistem sanksi Islam oleh negara akan menimbulkan efek jawabir (penebus dosa) dan zawajir (pencegah). 


Ketika seorang pembunuh dihukum setimpal dengan perbuatannya, yakni dibunuh. Maka hukuman ini akan menjadi penebus dosa pelaku dan membuat orang lain tidak terinspirasi melakukan kejahatan yang sama.


Demikianlah sistem Islam diterapkan secara praktis oleh Daulah Islam akan mewujudkan keamanan di tengah masyarakat. Wallahualam bissawab. [SJ]