Hijrah with Purpose
ReportaseHijrah bukan tentang siapa yang lebih dulu mulai
tetapi siapa yang bertahan sampai akhir
____________________________________
Penulis Siska Juliana
Tim Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, REPORTASE - Saat ini hijrah menjadi tren di kalangan anak muda. Namun, apa sebenarnya hijrah? Bagaimana supaya tetap istikamah di jalan kebaikan?
Untuk menjawab rasa penasaran itu, Komunitas Smart With Islam mengadakan kajian yang bertajuk "Hijrah with Purpose" pada Ahad 19 Juli 2026. Kajian ini dihadiri oleh puluhan pelajar dan mahasiswa area Kota Bandung.
Pemateri menjelaskan arti hijrah. Hijrah fisik yaitu berpindah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik untuk menjaga iman. Hijrah hati yaitu meninggalkan segala sesuatu yang Allah larang dan kembali kepada apa yang Allah cintai. Hijrah amal yaitu meningkatkan kualitas dan memperbaiki akhlak dalam keseharian. Intinya hijrah adalah berpindah secara holistik untuk lebih baik lagi (termasuk pola sikap dan pola hidup, yang di dalamnya ada algoritma, kebiasaan atau hobi).
Syariat Islam memiliki 3 dimensi hubungan yaitu habluminallah, habluminannas, hablu ma’al nafs. Sayangnya banyak orang Islam atau bahkan orang yang hijrah mereduksi agama Islam itu sendiri. Hal inilah yang membuat pemahaman mereka tidak utuh dan rancu sehingga berdampak kepada penerapan syariat yang terkesan tebang pilih dan tidak sempurna.
Terdapat the dip theory dalam hijrah. Faktor internal terdiri dari niat, keikhlasan, ilmu agama, muhasabah diri. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan/komunitas, keluarga dan teman, mentor dan guru.
Bagaimana hijrah di 3 dimensi? Pemateri menjelaskan yaitu habluminnallah dengan cara perkuat salat 5 waktu, tilawah Al-Quran rutin, perbanyak zikir dan tawakal. Habluma’al nafs yaitu menjaga akhlak dan emosi, kurangi ghibah dan maksiat lisan, bangun kebiasaan positif harian. Habluminannas terdiri dari perlakukan orang lain dengan hormat, aktif berkontribusi di komunitas, jaga amanah dan jujur.
Kabar baik bagi orang yang berhijrah. "Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan perbuatan orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka, orang-orang yang berhijrah, diusir dari kampung halamannya, disakiti pada jalan-Ku, berperang, dan terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala dari Allah. Di sisi Allahlah ada pahala yang baik.” (QS. Ali-Imran: 195)
Jangan pernah malu untuk kembali, Allah selalu membuka pintu taubat. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 53, Katakanlah: "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Pemateri menjelaskan alasan mengapa kita bisa futur, kurangnya ilmu dan pemahaman agama, lingkungan yang tidak mendukung, menjauh dari komunitas salih, terlalu banyak dosa yang menumpuk, tidak ada partner/pembimbing.
Pemateri memaparkan cara agar bangkit kembali yaitu segera bertaubat dan jangan menunda, kembali ke komunitas yang baik, perkuat ibadah ritual, cari guru/mentor spiritual, ingat tujuan awal hijrah.
Ada beberapa tips agar istikamah hijrah, antara lan:
Pertama, hijrah bukan garis finish, tetapi awal perjalanan.
Kedua, ada banyak perbedaan dalam Islam yang tetap sah selama berlandaskan dalil.
Ketiga, akan selalu ada orang yang lebih shalihah dari kamu, belajarlah dari mereka.
Keempat, kamu tidak harus mengeksklusifkan diri dari pergaulan.
Kelima, tanamkan mindset bahwa semua orang adalah guru.
Keenam, kamu tetap bisa asyik dan bersenang-senang sebagai anak hijrah.
Ketujuh, memaksimalkan peran komunitas dan keluarga dalam menjaga istikamah.
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fushshilat: 30)
"Hijrah bukan tentang siapa yang lebih dulu mulai, tetapi siapa yang bertahan sampai akhir."
“Your sins way be great, but Allah’s forgiveness is greater," pungkasnya.


