PHK Massal: Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya
Surat Pembaca
Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab langsung dan tidak langsung
untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya
_________________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Industri Nasional menjadi bagian yang terdampak dari konflik ketegangan antara dua negara, Amerika dan Iran.
Salah satu dampaknya terlihat dari penghentian operasional PT. Xacti Indonesia, produsen peralatan elektronik dan perangkat digital imaging yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Perusahaan tersebut resmi menutup kegiatan usahanya secara permanen di tengah tekanan ekonomi global yang kian berat.
Penutupan ini bukan hanya menimpa Xacti Indonesia saja, tetapi beberapa industri manufaktur di daerah lain pun mengalami hal yang serupa. Di Xacti Indonesia sendiri, penutupan operasional telah berdampak pada sekitar 350 karyawan.
Dalam pernyataan yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira, konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah memberi tekanan nyata terhadap dunia usaha nasional melalui setidaknya tiga jalur utama, yaitu: pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan logistik, serta membengkaknya biaya bahan baku impor. (Tirto.id, 29-05-2026)
Hal ini tentu membuat pengangguran di Indonesia makin bertambah sedangkan tempat untuk bekerja semakin sedikit. Alhasil, saat ini satu lowongan pekerjaan akan diperebutkan oleh banyak orang.
Di lansir dari Republika.co, di Sepanjang kuartal I 2026 satu lowongan pekerjaan diperebutkan sekitar 12 pencari kerja.
PHK adalah buah logis dari sistem kapitalistme yang menjadikan buruh sebagai komoditas. Buruh akan di pekerjakan jika menguntungkan dan akan di putuskan jika tidak menguntungkan.
Karena sejatinya, dalam sistem kapitalisme PHK dipandang sebagai mekanisme pasar untuk menekan biaya produksi dan menjaga akumulasi keuntungan. Perusahaan selalu berorientasi pada keuntungan maksimal. Jika mempertahankan pekerja dianggap membebani finansial maka PHK menjadi langkah rasional yang diambil oleh pemilik modal.
Lalu bagaimana dengan peran negara? Negara yang menerapkan sistem kapitalisme hanya berperan sebagai pembuat aturan. Apapun peraturan yang ditetapkan pasti akan memihak pada pemilik modal. Saat PHK banyak terjadi di mana-mana, negara kapitalis hanya memberikan jaminan sosial.
Itu pun jaminan sosial yang diberikan oleh pemerintah ini memiliki syarat yang banyak dan juga prosesnya sangat rumit. Beda hal dengan negara yang mengatur dengan aturan yang bersumber dari hukum syarak.
Dalam pandangan Islam, negara adalah ra'in (pengurus) yang bertanggung jawab penuh dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya. Rasulullah saw. bersabda: "Imam adalah ra'in (gembala) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya." (HR. Bukhari)
Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab langsung dan tidak langsung untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.
Mekanisme ini mencakup tanggung jawab penciptaan lapangan kerja, pengelolaan kepemilikan umum, dan jaminan sosial melalui Baitulmal.
Adapun mekanisme langsung dan tidak langsung yang diterapkan adalah:
1. Mekanisme Langsung
Pada mekanisme ini, negara secara proaktif bertindak sebagai penyedia dan pengelola utama untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi tanpa bergantung pada pihak swasta, seperti menjamin ketersediaan akses air bersih. Kemudian negara wajib menyediakan layanan kesehatan dan juga pendidikan dengan biaya sangat terjangkau bahkan gratis.
Negara juga wajib menjamin rasa aman bagi rakyatnya. Negara memberikan santunan berkala kepada fakir miskin, anak yatim, atau orang tua yang tidak memiliki keluarga untuk menanggung nafkah mereka.
2. Mekanisme Tidak Langsung
Negara memfasilitasi agar setiap individu dapat memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dengan mewajibkan kepala keluarga untuk bekerja. Untuk itu negara membuka lapangan
pekerjaan yang banyak.
Negara mewajibkan bagi kerabat dekat atau tetangga yang mampu untuk membantu kerabat atau tetangga mereka yang sedang mengalami kesulitan atau kelaparan. Negara melarang praktik-praktik ekonomi yang merugikan seperti menopoli untuk mencegah harta menumpuk pada sebagian orang kaya sehingga terjadi kesenjangan yang ekstrim di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengganti sistem kapitalisme buatan manusia ini dengan sistem Islam yang bersumber dari sang Pencipta. Karena sistem kapitalisme telah terbukti sebagai sistem yang rusak dan merusak. Wallahualam bissawab. [EA/MKC]
Yusmi., AMd.Kep


