Jangan Salahkan Prabowo
OpiniJangan salahkan Prabowo jika belum mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik
Karena Prabowo mengadopsi sistem yang sama dari sebelumnya. Ini semua adalah kesalahan sistem hidup serta mabda yang diterapkan
________________________
Penulis AB. LATIF
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - “Indonesia gelap” ternyata tidak hanya sekedar tagar, tapi mencerminkan kondisi nyata dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kabinet gemuk dan tidak efektif, kebijakan yang banyak mengabaikan hak asasi manusia, ekonomi yamg semakin menjepit, perusakan alam atas nama Proyek Strategis Nasional, Korupsi semakin menggila, pajak yang kian mencekik, utang luar negeri, serta kondisi politik yang makin panas.
Hari ini membuat publik menilai bahwa akar masalahnya ada pada Prabowo Subianto. Publik juga menilai bahwa kinerja Prabowo sebagai Presiden Indonesia, tidak mampu membawa Indonesia lebih baik dari masa sebelumnya. Bahkan hari ini, seolah rakyat menjadi obyek pemerasan penguasa atas nama pajak yang dilegalkan oleh negara. Benarkah akar masalah bangsa ini adalah kesalahan Prabowo?
Banyak program prabowo yang dianggap tidak populis menguras anggaran negara. Ditengah kondisi keuangan negara yang defisit Presiden memaksa anggaran untuk MBG sebesar Rp. 335 Trilliun tahun ini, yaitu naik Rp71 trilliun dari tahun 2025. Penerima manfaat ditargetkan 82,9 juta penerima, padahal hanya sekitar 17-25 juta anak yang mengalami gizi buruk. Ini berarti ada sekitar 58 juta lebih penerima MBG bukan kalangan kekurangan gizi. Intinya ini adalah untuk bisnis SPPG. Apakah ini menjadi salah Prabowo ?
Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP. Nomor 20 tahun 2026) mengubah sejumlah ketentuan dalam PP No. 55 tahun 2022 yang memicu banyak reaksi di kalangan pelaku usaha. Artinya, pemerintah telah menghapus PP No. 55 tahun 2022 yang memberlakukan pajak 0,5% pada UMKM diganti menjadi 22% di PP No. 20 tahun 2026. Apakah kenaikan pajak UMKM ini juga salah Prabowo?
Kejahatan seksual di indonesia kini semakin meningkat. Berdasarkan data pemerintah dalam kurun Januari-Juni 2024 terdapat 5.246 kasus kekerasan seksual dari total 11.850 kasus kekerasan seksual dalam satu tahun. Bahkan survei nasional menunjukan bahwa 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan seksual. Apakah ini juga kesalahan Prabowo? (nasional.kompas.com, 14-06-2026)
Presiden Joko Widodo telah mewariskan utang negara sebesar Rp8.700 trilliun. Hari ini, Presiden Prabowo telah menambah utang sebesar Rp9.920,42 triliun per Maret 2026. Padahal sumber kekayaan alam indonesia sangat melimpah ruah. Hutan indonesia terluas ke 3 tiga di dunia. Pengekspor gas alam terbesar dunia, penghasil batu bara terbesar ke 3 di dunia, penghasil emas terbesar ke 9 dunia, penghasil nikel, dan lain sebagainya. Lalu, kemana semua kekayaan alam indonesia? apakah ini juga kesalahan Prabowo?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada dikisaran Rp17.500 hingga Rp18.200. Akibatnya, kenaikan biaya hidup rakyat makin tinggi. Harga barang naik, BBM naik. Listrik naik, harga kebutuhan pokok naik, pajak naik, banyak PHK dan lain sebagainya. Apakah ini juga kesalahan Prabowo?
Masih banyak kondisi negeri ini yang semakin carut marut di masa Presiden Prabowo. Tak heran rakyat juga mahasiswa banyak bergerak melakukan aksi protes terhadap kebijakan Prabowo. Prabowo dianggap sebagai inti dari carut marutnya indonesia. Benarkah semua ini salah Prabowo?
Siapapun Presidennya rakyat akan tetap sengsara. Mengapa demikian? ingat, indonesia pernah dipimpin Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibi, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, Presiden SBY, Presiden Jokowi, Presiden Prabowo hari ini. Apakah kemudian mereka semua mampu membawa indonesia lebih baik ? bukankah mereka ada yang ahli teknologi, nasionalis, religi atau ulama, militer, sipil, tetapi mereka tidak membawa perubahan.
Lalu, apa akar masalahnya? akar masalahnya adalah mereka semua menggunakan sistem politik yang sama, mabda yang sama. Pergantian hanya orang perorang saja, tetapi hukum dan sistem kehidupan yang mereka jalankan adalah sama yaitu kapitalisme sekulerisme demokrasi. Mereka mengadopsi sistem dan perundang-undangan kufur dari barat yang terbukti semakin menjerat dan menjajah serta menguras sumber daya alam kita untuk asing dan aseng.
Karena itu, siapa pun presidennya pasti sama dari keadaan buruk menuju keadaan buruk berikutnya. Sebab yang mereka jalankan sama, pijakan kebijakan mereka sama, dasar hukum juga sama. Tidak akan ada perubahan siapa pun Presidennya.
Jangan salahkan Prabowo jika belum mampu membawa indonesia menjadi lebih baik. Karena, Prabowo mengadopsi sistem yang sama dari sebelumnya. Ini semua adalah kesalahan sistem hidup serta mabda yang di terapkan.
Ingat sistem yang buruk akan menghsilkan keburukan sementara sistem yang baik akan menghasilkan kebaikan. Ketahuilah, bahwa sistem terbaik pasti bersumber dari zat yang Maha Baik. Zat yang Maha Baik itu hanya Allah Swt..
Sistem yang bersumber dari zat itu adalah sistem Islam atau mabda islam. Jika ingin baik terapkan sistem Islam di semua lini kehidupan. Islam kafah, yang pasti akan membawa kebaikan, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


