Alt Title

Rencana Kerja Sama Sejuta Hektar Sawah Indonesia-Cina, Perlukah Kita Waspada?

Rencana Kerja Sama Sejuta Hektar Sawah Indonesia-Cina, Perlukah Kita Waspada?



Perlu diperhatikan bahwa dominasi Cina dalam lahan pertambangan kemungkinan akan berdampak pada dominasi mereka dalam sektor pertanian juga. 

Ada kekhawatiran bahwa hal ini tidak akan menguntungkan petani, melainkan akan menyebabkan lahan mereka tergusur

_______________________________


Oleh Ummu Hanan

Tim Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Dilansir dari voaindonesia.com (27/04), pemerintah berencana untuk bekerja sama dengan Cina dalam mengembangkan lahan pertanian di Kalimantan Tengah. Kesepakatan ini merupakan hasil dari pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, dalam acara High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRC di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.


Di Kabupaten Pulang Pisang, Kalimantan Tengah, terdapat lahan seluas satu juta hektar yang akan dimanfaatkan secara bertahap untuk pengembangan pertanian bersama Cina. Pemerintah juga berencana untuk melibatkan mitra lokal setempat dalam proyek ini.


Pakar: Masyarakat Wajib Waspada


Dalam konteks rencana ini, Direktur Pamong Institute, Drs. Wahyudi al-Maroky, menyarankan agar masyarakat waspada.


Wahyudi memberikan beberapa alasan terkait hal ini. Pertama, terkait dengan transfer teknologi. Ada kekhawatiran bahwa Cina akan menggunakan Indonesia sebagai pasar untuk alat teknologi pertanian buatannya.


Kedua, menurutnya, jika penduduk Indonesia dianggap belum terampil dalam menggunakan peralatan pertanian Cina, hal itu bisa menjadi alasan bagi Cina untuk membawa pekerja dari negaranya sendiri, mengakibatkan penggusuran tenaga kerja pertanian lokal. Selain itu, kehadiran peralatan pertanian Cina bisa meningkatkan utang negara karena mungkin dianggap sebagai utang.


Libatkan Ilmuan Negeri


Jika hanya tentang transfer teknologi, banyak ahli lokal seperti yang ada di ITB yang memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan teknologi pertanian. Selain itu, untuk meningkatkan sektor pertanian, IPB dapat diminta untuk melakukan penelitian yang mendalam yang berfokus pada pengembangan pertanian, lahan, varietas tanaman unggul, serta pupuk, dan sebagainya.


Lebih baik jika pemerintah berfokus pada penyediaan infrastruktur pertanian sehingga petani dapat menggunakannya dengan mudah. Di negara-negara maju dengan sektor pertanian yang kuat, peran pemerintah sentral dalam melindungi dan mengembangkan pertanian sangat penting, bukan hanya mengandalkan impor teknologi dari luar negeri.


Waspada "Penjajahan" Lahan


Berdasarkan pengalaman kerja sama sebelumnya dengan Cina di sektor pertambangan. Perlu diperhatikan bahwa dominasi Cina dalam lahan pertambangan kemungkinan akan berdampak pada dominasi mereka dalam sektor pertanian juga. Ada kekhawatiran bahwa hal ini tidak akan menguntungkan petani, melainkan akan menyebabkan lahan mereka tergusur.


Di hampir semua sektor ekonomi yang penting, pribumi seringkali tidak memiliki dominasi. Dalam sektor pertambangan, petani sering kali tergusur. Oleh karena itu, jika Cina mulai berinvestasi dalam sektor pertanian, hal ini bisa sangat berbahaya karena pertanian merupakan sumber kehidupan yang vital bagi rakyat.


Negara Wajib Libatkan Para Ahli dalam Negeri


Sinyal yang diterima dari adanya program ini adalah pemerintah tidak menunjukkan keseriusan dalam upaya membangun kemandirian masyarakat dengan memberdayakan mereka sendiri, baik melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja maupun pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini disayangkan mengingat adanya tanggung jawab pemerintah untuk tidak memberikan kesempatan lebih besar kepada negara asing untuk mendominasi sektor-sektor kunci dalam kehidupan masyarakat kita, terutama di bidang yang sangat penting seperti pertanian.


Oleh karena itu, negeri ini membutuhkan sebuah sistem yang mampu bertanggung jawab mengembangkan teknologi dalam penyediaan pangan dan pertanian. Sebuah negara yang ia mampu mengajak serta masyarakat di dalamnya untuk sama-sama berkembang dalam mengembangkan negara.


Dan sistem tersebut ialah sistem Islam yang sudah terbukti mampu memberi solusi saat paceklik di zaman Umar bin Al Khathab. Sistem yang berusaha mengembangkan kekuatan negara tanpa perlu tercekik kekuasaan asing dalam pengembangannya. Wallahualam bissawab. [GSM]