Alt Title

Bersyukur

Bersyukur

 


Rama menyesal selama ini dia tak pernah bersyukur dengan semua rezeki yang Allah Swt. berikan

Ia malah sering mengeluh jika semua keinginannya tidak terpenuhi

______________________________


Penulis Zakiyya

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, CERPEN - "Bu, lapar," rintih Rama. Ibunya hanya tersenyum. 


"Sabar, ya, Nak, lima menit lagi azan kok," ucap Bu Zainab lembut.


Di depan Rama sudah berjejer berbagai menu makanan. Dari kolak pisang, es campur, gorengan, risoles. Belum lagi teman nasi seperti gulai ayam, telur balado, sop daging, dan lain-lain.


Tak lama terdengarlah kumandang azan magrib. Rama buru-buru menyantap hidangan di depannya. "Rama, baca doa dulu," ucap Pak Bagas sambil geleng kepala.


"Bu, aku lapar," lirih Tono. 


"Sabar ya Nak, tunggu bapakmu pulang dulu. Mudah-mudahan jualan bapakmu laku hari ini," tutur Bu Mirna lembut. 


Meja di hadapan Tono belum terhidang makanan apa pun. Hanya ada teko dan tiga buah gelas.


Tak berapa lama azan pun berkumandang. Namun orang yang mereka tunggu tak kunjung datang.

 

Bu Mirna kemudian mengambil teko dan menuangkan air ke dalam gelas. "Diminum, ya, Nak. Maaf Ibu gak bisa menyediakan apa-apa buat buka puasa kita," lirih Bu Mirna sedih. Bibirnya berusaha tersenyum.


"Iya Bu gak apa-apa. Alhamdulillah kita masih bisa berbuka meskipun cuma dengan air," ucap Tono tersenyum. 


Bu Mirna mengelus kepala anaknya dengan sayang.


"Ram, kemarin kamu buka puasa sama apa?" tanya Tono disela-sela istirahat sekolah. 


"Hmmm, kolak pisang, es campur, gorengan, risoles, ah banyak lagi deh!" jawab Rama berbinar.


"Kalau kamu, Ton?" tanya Rama.


 "Hmmm, kalau aku sih cuma sama air putih, Ram," jawab Tono.


 "Dagangan bapakku kemarin tidak laku, Ram. Jadi, ya, kami tidak bisa beli makanan apa pun," lirih Tono. Namun tidak ada nada kesal dalam kata-kata Tono.


Diam-diam Rama sedih memikirkan sahabatnya itu. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya itu ternyata sehari-hari tidak bisa makan dengan layak seperti dirinya.


Rama malu. Dia selalu mengeluh dengan makanan yang dihidangkan Ibunya setiap hari. Padahal tanpa ia tahu ternyata ada keluarga yang serba kekurangan seperti Tono.


"Bu, boleh sebagian makanan ini Rama bawa?" tanya Rama. 


"Boleh Nak, emang mau kamu bawa kemana?" ujar Bu Zainab. 


Seketika tangis Rama pecah. Orang tuanya panik dan bingung kenapa Rama tiba-tiba menangis.


Rama menyesal selama ini dia tak pernah bersyukur dengan semua rezeki yang Allah Swt. berikan. Ia malah sering mengeluh jika semua keinginannya tidak terpenuhi. Padahal di luar sana banyak anak yang tidak seberuntung dirinya. Contohnya Tono.


Padahal dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7 yang berbunyi, "...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu.."


Yang berarti kita harus senantiasa bersyukur apa pun yang Allah berikan kepada kita. Banyak atau sedikit harus tetap kita syukuri.


Orang tua Rama bersyukur anaknya kini menyadari kesalahannya. Dia tidak mau lagi berlebihan terutama ketika berbuka puasa. Karena hakikatnya, berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, tapi juga menahan hawa nafsu. Termasuk nafsu ingin makan segala makanan ketika berbuka puasa.


Setelah selesai membungkus makanan, Rama beserta orang tuanya meluncur ke rumah Tono. Betapa senang hati Tono ketika Rama membawakannya makanan enak untuk dia sekeluarga. Rama pun ikut senang ketika Tono begitu lahap menyantap makanan yang dia bawa. TAMAT [SJ]