Alt Title

Para Pengkhianat Palestina

Para Pengkhianat Palestina

 


Banyak media yang menyebarkan mengenai kehancuran Gaza. Tetapi di mana letak hati kaum muslimin? Di mana letak hati para penguasa negara Muslim? 

Seolah mata mereka sudah tertutup oleh kekuasaan yang dimilikinya. Mereka dengan senang hati menaati aturan PBB dan Konvensi Jenewa dengan melanggar perintah Allah

_____________________________


Penulis Silmi Safirah

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Sampai saat ini pembantaian penduduk Palestina oleh para zionis belum juga berhenti. Justru malah makin menjadi-jadi dengan perbuatannya itu. Korban dari agresi militer kelompok tersebut terus bertambah. Yang membuat mengiris hati adalah banyaknya korban dari kalangan anak-anak. Kelompok zionis tersebut memang ingin menghabiskan penduduk Gaza bukan untuk melawan Hamas. (www[dot]kompas[dot]id, 04/12/23)


Perbuatan mereka yang sangat keji itu sudah diketahui oleh seluruh penjuru dunia. Sebenarnya para zionis ini sudah sangat di luar batas, karena mereka bukan lagi menyerang penduduk tetapi juga beberapa rumah sakit sudah menjadi incarannya, termasuk Rumah Sakit Indonesia (detik[dot]news[dot]com, 27/11/23)


Mereka mengira bahwa pihak rumah sakit menyembunyikan tentara Hamas padahal pihak rumah sakit sudah membantahnya kalau itu tidak benar. Namun zionis tetap saja melakukan serangan terus menerus. 


Adapun yang lebih kejam, Yahudi mendapatkan dukungan dari berbagai negara Barat berupa bantuan keuangan maupun militer. Sedangkan para penguasa Islam sendiri hanya memberikan kecaman dan memohon bantuan kepada PBB. 


Penguasa Muslim Berkhianat


Banyak sekali pengkhianatan yang dilakukan para pemimpin negara muslim kepada penduduk Palestina. Di antaranya yaitu Yahudi yang dijanjikan tambahan anggaran sebanyak Rp225 triliun dari Gedung Putih. Padahal Yahudi mendapat dana dari AS sebesar Rp60 triliun setiap tahunnya (m[dot]antaranews[dot]com, 03/11/23)


Kemudian hal lain mengenai pengkhianatan pemimpin muslim terhadap Palestina adalah negara Arab dan para pemimpin Islam yang lain tidak melakukan hal serupa, mereka hanya memberikan  kecaman-kecaman dan dana serta logistik seadanya saja. Faktanya mereka memiliki pasukan militer yang kuat yang bisa digunakan untuk membela penduduk Palestina dan mengusir para zionis. 


Adapun bentuk pengkhianatan pemimpin Muslim saat ini adalah terbukanya hubungan bilateral dengan zionis tersebut. Seperti pemimpin Yordania, Qatar, Mesir dan Arab Saudi menolak embargo minyak ke negeri-negeri Yahudi dalam Konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Riyadh. (cnbcindonesia[dot]com, 15/11/23)


Bisa diartikan juga bahwa mereka ikut campur dalam memberikan bahan bakar untuk kendaraan perang penjajah zionis dalam menghancurkan Gaza, membantai para wanita, anak-anak dan bayi. 


Lebih parah lagi negara Islam malah memberikan akses jalan militer Amerika Serikat untuk membantu Yahudi. Tapi bagaimana dengan negara Islam dalam keberpihakan mereka kepada Palestina? Contohnya saja negara Yordania, mereka malah menerima pembangunan sistem rudal patriot dan menampung dua skuadron pesawat tempur AS. (international[dot]sindonews[dot]com, 30/10/23)


Tidak hanya itu di beberapa negara Muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan Turki, AS sudah lama mendirikan beberapa pangkalan militer. Pangkalan tersebut dapat memudahkan mobilisasi militer AS ke Timur Tengah.


Penguasa Muslim saat ini pun bukan hanya mengkhianati Palestina, tetapi juga mereka sudah berani mengkhianati Allah dan Rasul-Nya karena mereka sudah bersekutu dengan musuh Allah. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman :


"Hai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan teman kepercayaan kalian orang-orang yang ada di luar kalangan kalian. Mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika saja kalian paham." (QS. Ali-Imran: 118).


Kemuliaan Para Syuhada


Pembuktian kecintaan kaum Muslim Palestina khususnya Gaza adalah dengan melawan militer zionis. Mereka tidak menunggu para penguasa Muslim dunia untuk bergerak. Para pejuang Muslim Gaza bertempur melawan zionis dengan bergabung bersama Brigade Izzudin al-Qassam yang mampu membinasakan 136 kendaraan militer milik zionis seperti tank dan kendaraan dengan lapisan baja. Dan juga lebih dari 400 prajurit dikalahkan hingga tewas bersama pasukan keamanan zionis.


Para pejuang kaum Muslim Palestina yang melawan para zionis merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah yaitu jihad fi sabilillah bukan yang seperti diberitakan oleh para Yahudi zionis dengan menyebutnya teroris. Perintah Allah tersebut tercantum dalam Qur'an surah Al-Baqarah ayat 191 yang berbunyi :


"Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian."


Ada juga sabda Rasulullah saw.


"Berjihadlah kalian melawan kaum musyrik dengan harta, jiwa, dan lisan kalian. (HR. Ahmad dan Nasa'i).


Di mata Allah setiap orang yang melakukan jihad fi sabilillah sangatlah mulia. Mereka tidak wafat, mereka tetap hidup dan mendapatkan rezeki-Nya. Dalam Al-Qur'an surah Ali-Imran ayat 169, Allah berfirman :


"Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki."


Kemuliaan para syuhada yang lainnya adalah terciumnya aroma harum dari jasad-jasad mereka. 


Banyak media yang menyebarkan mengenai kehancuran Gaza. Tetapi di mana letak hati kaum muslimin? Di mana letak hati para penguasa negara Muslim? Seolah mata mereka sudah tertutup oleh kekuasaan yang dimilikinya. Mereka dengan senang hati menaati aturan PBB dan Konvensi Jenewa dengan melanggar perintah Allah.


Padahal mereka para penguasa Muslim memiliki pasukan militer yang kuat. Seperti halnya negara Arab Saudi mampu memerintahkan pasukan militernya untuk menyerang Houthi di Yaman Utara, tetapi mengangkat tangan pada zionis. Lalu ada Turki yang bisa membantu Ukraina melawan Rusia dengan berupa pengiriman drone bersenjata. Tetapi tidak sebutir peluru pun yang menembakkan para zionis. 


Padahal Allah sudah berjanji, dalam firman Allah QS. Muhammad ayat 7:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian."


Wallahualam bissawab. [SJ]