Alt Title

Menguji Kewarasan Politik Umat Islam

Menguji Kewarasan Politik Umat Islam

 


Kenapa lndonesia begitu mudah dikeruk sumber daya alamnya sampai-sampai rakyat sendiri sang pemilik sah hanya dapat sisa atau ampas saja. Selain itu pula bagaimana para penguasa dan elit politik begitu mudahnya dimainkan oleh para dalang. Siapa yang disebut dalang yaitu para pemilik modal (oligarki)

Rakyat selama ini hanya dininabobokan dengan janji palsu bahkan rakyat selalu jadi tumbal politik

_________________________


Penulis Mang Aswan

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Seniman Sunda Pemerhati Umat


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Menjelang Pemilu 2024, para tokoh politik semakin sibuk mencari dukungan umat Islam. Mereka menjelma menjadi pribadi yang religius dengan kostum Islami, pernyataan Islami, dan rajin sowan ke para ulama. Padahal itu semuanya kedok. Mereka mempolitisasi Islam demi kepentingan pribadi. Umat harus jeli, sebenarnya ke arah mana sih arah politik negeri wakanda ini?


Membaca arah politik Indonesia bila yang dijadikan fakta itu adalah pilpres maka sangatlah mudah ditebak oleh para pecandu politik. Setidaknya bisa diterawang dari dua sisi strategis yaitu investasi ekonomi dan keamanan regional (kawasan).


Investasi Ekonomi


Amerika dan sekutunya juga Jepang dan Korsel adalah pemain lama dalam investasi di Indonesia. Indonesia selain kaya akan sumber daya alam juga kaya akan sumber daya manusia. Dua faktor inilah yang menjadikan Amerika dan sekutunya plus Jepang dan Korsel tidak bisa move on dari Indonesia. Tenaga kerja yang murah, SDA yang melimpah. Perlu diingat juga bahwa Indonesia adalah pasar dari produk mereka yang sangat potensial.


Cina sebenarnya sudah lama menunggu waktu yang tepat untuk bisa masuk ke Indonesia dan menggeser dominasi Barat. Karena rezim-rezim sebelumnya sangat pro Barat tentu tidak mudah bagi bangsa kuning ini masuk begitu saja ke Indonesia apalagi dari sisi ideologi Cina yang komunis sangat dibenci oleh rakyat.


Di era Jokowi ini rupanya momentum itu didapatkan Cina yang tentunya karena adanya peran aktif dari para Cindo yang disebut Sembilan Naga yang sudah kuat dan menguasai sektor strategis di lndonesia. Kesabaran serta kegigihan Cina di bawah kendali politik Xi Jin Ping dan bagaimana komunikasi yang erat dengan para Cindo di bawah pimpinan Sofyan Wanadi.  


Akhirnya kita bisa melihat sekarang bagaimana Cina berhasil menggeser popularitas AS dan sekutunya plus Jepang dan Korsel. Cina bukan saja sudah menguasai sektor-sektor vital ekonomi dan Sumber Daya Alam tapi juga sektor politik dan partai politik pengaruh Cina sudah sangat dominan. Inilah yang menjadikan AS dan sekutunya plus Jepang dan Korsel gerah dan geram, karena lahan dan pengaruhnya diserobot oleh pemain baru yang berkomplot dengan rezim.


Keamanan Regional 


Selain sektor ekonomi dan sektor Sumber Daya Alam yang menjadi perhatian Cina dan AS, yang tak kalah pentingnya adalah keamanan kawasan. Mengapa demikian? Sebab keamanan kawasan berkaitan erat dengan  jalur ekonomi dan kemudahan dalam mengangkut hasil  sumber daya alam serta keluar masuk barang dan orang. Itulah kenapa Rempang menjadi sorotan, karena pulau ini sangat strategis bagi lalu lintas ekonomi di jalur laut. Saking strategisnya keamanan kawasan bagi Cina bisa dijawab dari banyaknya para pekerja ilegal asal Cina memanfaatkan jalur pantai atau laut lndonesia yang luas dan tidak terkontrol oleh keamanan dalam negeri lndonesia.


Khatimah


Kenapa lndonesia begitu mudah dikeruk sumber daya alamnya sampai-sampai rakyat sendiri sang pemilik sah hanya dapat sisa atau ampas saja. Selain itu pula bagaimana para penguasa dan elit politik begitu mudahnya dimainkan oleh para dalang. Siapa yang disebut dalang yaitu para pemilik modal (oligarki). Rakyat selama ini hanya dininabobokan dengan janji palsu bahkan rakyat selalu jadi tumbal politik. 


Rakyat yang 'bodoh' politik dan para elit politik yang hubud dunya (cinta dunia) tentu hal ini sangat empuk bagi para oligarki untuk terus mengendalikan situasi negeri ini sesuka mereka. Rakyat harus sadar bahwa siapa pun yang memimpin lndonesia lima tahun ke depan percayalah mereka tidak akan ikhlas mengurus anda. Kerena para capres sebenarnya sudah teken kontrak dengan para oligarki baik dari aseng dan asing bila terpilih nanti yang harus diperhatikan adalah kepentingan oligarki. Apakah tidak cukup kejadian-kejadian masa lalu yakni politik pencitraan sebagai pelajaran bagi kita? Di sinilah lagi-lagi kewarasan politik kita diuji. Wallahualam bissawab.