Alt Title

Maraknya Perundungan, Salah Siapa?

Maraknya Perundungan, Salah Siapa?


Jika tidak ditangani serius terutama oleh negara. Kasus ini akan terus terjadi selama sekulerisme bercokol di negara ini

Lawan sistem sekuler dengan Islam kaffah, agar tidak ada korban bullying yang menjadi efek domino dan merambah pada kasus pembunuhan serta tindakan kriminal lainnya

_____________________


Penulis Ummu Bagja Mekalhaq 

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Bandung, Beritsatu[dot]com (7/10/2023). Seorang santri berusia 16 tahun yang menusuk pasutri dengan sebilas pisau di kawasan Bale Endah, Kabupaten Bandung diringkus polisi.


Hal ini terjadi karena pelaku kesal setelah di-bully oleh temannya, ia kabur dari pesantren. Dengan hati yang kesal, tibalah ia di sebuah warung untuk membeli keperluannya. Dilihatnya pasutri pemilik warung tersebut terlihat sinis, sehingga menyinggung hati pelaku, terjadilah aksi biadab itu.


Dari bullying berefek domino menghantarkan pembunuhan yang menewaskan korban. Kenapa bullying makin marak terjadi ? Kasus bully sering terjadi disebabkan beberapa faktor:

 

1. Pribadi yang rapuh karena tidak kuat iman dan tidak berkepribadian Islami menyebabkan lepas kendali, menjadi pemarah, pendendam serta sulit memaafkan.


2. Faktor pola asuh yang salah. Biasanya orang tua saat memiliki anak tidak disiapkan ilmu tentang bagaimana seharusnya mengasuh dan mendidik anak sesuai Islam,  sehingga mendidik anak seadanya. Padahal dasar dalam mendidik anak ada dalam Qur'an surat Lukman ayat 12 sampai 18.


3. Lingkungan masyarakat atau sistem sosial yang rusak akibat sistem sekuler yang dipraktikkan. 


4. Negara tidak hadir untuk mengarahkan generasi agar menjadi pemimpin di masa depan, tetapi cuci otak dengan pemahaman sekuler. Dengan moderasi agama, ide HAM, dan lain sebagainya.


Sudah harusnya tugas negara berperan besar, terutama dalam memfasilitasi kurikulum berbasis Islam. Akibat dari tidak hadirnya negara dalam mengarahkan generasi secara serius, terutama dalam penerapan sistem maka lahir generasi bullying.


Karena sistem yang diterapkan negara saat ini sistem sekuler maka lahirlah generasi yang menormalkan bullying. Islam Melarang keras bullying, sesuai terjemah Al-Qur'an surat al hujurat ayat 11: "Janganlah sekumpulan laki-laki mengolok olok yang lain, boleh jadi yang diolok olok lebih baik dari yang mengolok olok."


Dampak dari bullying akan merusak kesehatan mental seseorang.  Maka, solusi yang tepat arus dengan kembali kepada Islam Kaffah. Dalam Islam semua permasalahan bisa tuntas, termasuk bullying


Jika tidak ditangani serius terutama oleh negara. Kasus ini akan terus terjadi selama sekulerisme bercokol di negara ini. Lawan sistem sekuler dengan Islam kaffah, agar tidak ada korban bullying yang menjadi efek domino dan merambah pada kasus pembunuhan serta tindakan kriminal lainnya.


Wallahualam bisssawab [Dara]