Alt Title

Paham "Sepilis" Mengakibatkan Maraknya Sifilis

Paham "Sepilis" Mengakibatkan Maraknya Sifilis

Maraknya sifilis ini tentunya menjadi sebuah bom waktu yang kapanpun bisa menyebabkan kehancuran generasi muda saat ini

Semua itu diakibatkan dari pergaulan bebas tanpa batas yang dimunculkan dari paham Sepilis (sekularisme, kapitalisme dan liberalisme). Paham ini hanya menggaungkan bagaimana caranya memuaskan nafsu syahwat dunia tanpa memikirkan akibatnya

_______________________________



KUNTUMCAHAYA.com - SURATPEMBACA - Maraknya kasus sifilis yang terjadi di kota-kota besar memang membuat batin kita miris. Salah satunya di Kota Bandung. Data hasil skrining yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat terjadinya peningkatan kasus sifilis dari tahun ke tahun sebesar 3%. Pada tahun 2020 sebanyak 11.430 orang melakukan skrining terhadap penyakit sifilis hasilnya 300 orang positif sifilis. Pada tahun 2021 sebanyak 12.228 orang dilakukan pemeriksaan hasilnya 332 orang terjangkit sifilis dan tahun 2022 dilakukan pemeriksaan kepada 30.322 orang hasilnya sebanyak 881 orang positif sifilis. (CNN Indonesia, 17 Juni 2023)

 

Apa itu sifilis? Sifilis atau sering disebut raja singa adalah penyakit seksual yang menular. Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri yang biasanya menyebar melalui kontak seksual dan dimulai dengan luka tanpa rasa sakit. Sifilis terjadi dalam beberapa tahapan dan gejalanya bervariasi dalam setiap tahapnya. 


Maraknya sifilis ini tentunya menjadi sebuah bom waktu yang kapanpun bisa menyebabkan kehancuran generasi muda saat ini. Semua itu diakibatkan dari pergaulan bebas tanpa batas yang dimunculkan dari paham Sepilis (sekularisme, kapitalisme dan liberalisme). Paham ini hanya menggaungkan bagaimana caranya memuaskan nafsu syahwat dunia tanpa memikirkan akibatnya.


Kebebasan dalam berperilaku adalah sebuah hal yang wajar dalam kesehariannya, sehingga tidak jarang fenomena gonta-ganti pasangan terjadi pada saat ini. Ditambah lagi dengan budaya latahnya kaum muslim yang lebih cenderung membebek kepada dunia Barat sebagai pemuja kebebasan. Kondisi ini diperparah lagi jika disahkannya legalisasi L6bt di negeri yang mayoritas muslim. Paham ini pula telah memisahkan kehidupan agama dalam setiap sendi kehidupannya. Sudah tidak memikirkan lagi mana hal yang dilarang dan mana yang diperbolehkan oleh Allah Swt.. Standar kebahagian mereka adalah bagaimana memuaskan kebutuhan jasmani yang akan mereka dapatkan, walaupun harus bertentangan dengan syariat agama yang mereka anut.


Bagaimana Islam Memandang Hal ini? 


Sesungguhnya Islam adalah sebuah ideologi yang mengatur seorang muslim dalam sistem pergaulan dalam keseharian baik itu di ranah individu, masyarakat dan bernegara. Islam tidak menafikan hubungan seksual dengan lawan jenis, tetapi cara pandang Islam berbeda. Dalam Islam kebutuhan seksual bukanlah kebututuhan jasmani tetapi pancaran dari naluri berkasih sayang yang proses penyalurannya harus membawa keberkahan dan hanya disalurkan melalui ikatan pernikahan.


Islam mengharamkan zina dan penyimpangan seksual lainnya. Sesuai firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an surah Al Isra ayat 32 yang artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji."


Dalam sistem Islam, tentunya akan menutup rapat hal–hal yang akan mengundang nafsu syahwat. Islam akan mengatur interaksi antara laki–laki dan perempuan, sehingga akan menutup celah menuju jalan zina. Dari itulah sebagai individu muslim haruslah memahami bagaimana hukum–hukum dalam sistem pergaulan antara laki–laki dan perempuan. Masyarakat sebagai penjaga dengan amar makruf nahi mungkar serta negara sebagai institusi penerapannya. Sehingga tidak akan ada lagi peningkatan kasus penyakit menular seksual atau bahkan tidak ada di dunia ini jika sistem Islam diterapkan secara menyeluruh. Wallahualam bissawab []


Santika 

Aktivis Dakwah