Alt Title

KRISIS AKHLAK LAHIR DALAM SISTEM JAHAT

KRISIS AKHLAK LAHIR DALAM SISTEM JAHAT



Rusaknya generasi hari ini tidak lepas dari eksistensi sistem sekularisme


Sekularisme yang merupakan akidah sistem kapitalis telah mencabik-cabik moral dan akhlak


Penulis Zulhilda Nurwulan

Mahasiswa Pasca Sarjana UGM


KUNTUMCAHAYA.com-Munculnya video kekerasan yang dilakukan salah seorang anak pejabat pajak, Mario Dandi membuka lebar fakta-fakta kerusakan akhlak generasi muda hari ini. Sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia, Mario Dandi telah melakukan penganiayaan secara brutal kepada David (17) di sebuah perumahan di Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Tindakan kekerasan yang dilakukan Mario disinyalir akibat adanya provokasi dari Shane Lukas, teman Mario. Lebih lanjut, tindakan kekerasan yang dilakukan Mario terhadap Dandi disebabkan rasa cemburu. 


Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mario Dandi hanya satu dari segelintir kasus penyimpangan sosial yang dilakukan oleh remaja. Selain tindakan kekerasan, generasi muda hari ini juga diracuni dengan berbagai masalah sosial seperti perzinaan, narkoba, miras dan lain-lain. Berbagai masalah sosial yang lahir dari aksi remaja ini merupakan bentuk kerusakan remaja sebagai bentuk representasi krisis akhlak yang kini tengah menyerang masyarakat khususnya para remaja.


Rusaknya generasi hari ini tidak lepas dari eksistensi sistem yang berkuasa. Sistem sekularisme yang diadopsi oleh mayoritas negara di dunia ini telah mencabik-cabik moral dan akhlak para generasi muda hingga bagian paling kecil. Sekularisme yang merupakan akidah dari sistem kapitalis ini membuat generasi muda merasa angkuh, tinggi dan sombong. Kekayaan, jabatan dan kekuasaan membuat masyarakat di sistem kapitalis-sekuler ini menjadi kalap mata, krisis akan moral dan akhlak. Buruknya tabiat masyarakat hari ini lahir dari sistem yang jahat seperti kapitalis-sekuler.


Kapitalis-Sekuler, Lahirkan Generasi Jahat


Rusaknya moral generasi hari ini menjadi buah manis bagi para kapitalis. Visi kapitalis yang ingin menjauhkan generasi muslim dari akhlak mulia mencapai hasil yang maksimal. Perlu diketahui, rapuhnya moral bangsa disebabkan hilangnya kontrol dari semua kalangan mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah yang dalam hal ini berperan sebagai pengendali hukum. Belakangan, berbagai bentuk penyimpangan sosial yang terjadi didominasi oleh pelaku yang masih terbilang remaja. Remaja sebagai tonggak peradaban tidak mampu lagi diharapkan mengubah masa depan. Remaja era kapitalis-sekuler ini sudah menjadi kacung peradaban kapitalis yang maruk harta dan dan haus pengakuan. Kesuksesan dipandang dari segi materi hingga lupa pada pencipta. Kehidupan remaja diwarnai dengan gaya hidup mewah, flexing, hura-hura, dan serba bebas. Walhasil, remaja rentan mengalami sakit mental. (Muslimahnews[dot]net)


Di samping itu, sifat apatis yang kian melekat dalam diri remaja semakin mewarnai kemunduran sikap dan pola pikir generasi ini. Sehingga, sebuah keniscayaan belas kasih sudah tidak ternilai dalam kehidupan sehari-hari remaja saat ini. Tidak dimungkiri, sistem kapitalis telah melahirkan orang-orang individualis dan berperilaku serba bebas.


Inilah potret sistem kapitalis-sekuler yang jahat yang akhirnya menghasilkan generasi yang jahat pula. Olehnya, kita butuh sistem yang lebih baik bahkan terbaik, yang mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cemerlang. Generasi cemerlang itu hanya akan terlahir dari sistem yang cemerlang pula, yaitu sistem Islam.


Islam Lahirkan Generasi Cemerlang dan Bermartabat


Generasi Islam disiapkan untuk membentuk peradaban cemerlang. Dalam menyiapkan generasi semacam ini tidak ujug-ujug, melainkan perlu perencanaan yang matang. Sehingga, menyiapkan generasi Islam dimulai sejak memilih ibu. Maksudnya, generasi Islam tentu akan lahir dari seorang ibu yang tangguh dan berilmu. Ibu sebagai pengatur rumah tangga sekaligus madrasah pertama bagi anak dalam keluarga memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral. Baik dan buruknya karakter dan moral seorang anak akan terlihat dari keluarga mana dia berasal, dan sejauh mana lingkungan dia bergaul.


Islam sebagai sistem telah mengatur kehidupan manusia dari berbagai lini kehidupan. Hal ini bertujuan agar kehidupan manusia menjadi lebih terarah dan terhindar dari berbagai penyimpangan.


Dalam bidang pendidikan, sistem pendidikan Islam mampu membentuk individu-individu berkepribadian Islam. Negara akan menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan atas seluruh rakyatnya. Pemerintahan Islam akan melakukan pengelolaan yang baik untuk menopang keberhasilan sistem pendidikannya melalui empat hal, yakni biaya pendidikan yang dibebaskan (gratis), penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, penyediaan guru yang berkualitas dan penyiapan orangtua yang berkualitas.


Telah banyak tercatat dalam sejarah tentang keberhasilan para generasi muda di zaman peradaban Islam, salah satunya adalah Muhammad Al-Fatih. Di usianya yang masih muda (21 tahun), Muhammad Al-Fatih telah dipercaya menjadi gubernur ibukota. Beliau juga telah menguasai 7 bahasa saat berusia 23 tahun. Semenjak balig hingga meninggal, ia juga tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajjud. Tak hanya itu, Muhammad Al-Fatih bahkan mampu mengukir prestasi besar yaitu menaklukkan Konstantinopel (Byzantium) saat berumur 23 tahun. 


Figur Al-Fatih di atas bisa dijadikan sebagai contoh yang baik untuk mendidik remaja hari ini yang sudah sangat jauh dari kebaikan Islam. Dengan mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa menerapkan hukum syariat dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah keniscayaan hadirnya sosok pribadi remaja yang dirindukan islam. Wallahualam.