Rupiah Melemah Rakyat Makin Terpuruk
OpiniAkibat pelemahan rupiah tidak hanya barang-barang saja yang naik
tetapi juga menambah jumlah garis kemiskinan baru
_____________________
Penulis Ermawati
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI- Apa yang menyebabkan nilai rupiah semakin anjlok dan dolar semakin naik. Sementara ekspor negara kita ke luar negeri cukup besar. Seharusnya hasil dari ekspor ini bisa mengatasi masalah agar rupiah tidak anjlok.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dollar AS mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat. Pada Kamis, 04-06-2026 kurs rupiah sempat menyentuh Rp18.044 per dollar AS sebelumnya bergerak dikisaran Rp18.038 per dollar AS. (Kompas.com, 05-06-2026)
Mata uang rupiah makin melemah dan dolar makin mendominasi, mengapa demikian? Padahal nilai ekspor negara kita sangat besar seharusnya devisa yang didapat dari hasil ekspor besar dan mampu menyeimbangkan perputaran dolar yang ada di dalam negeri, tetapi mengapa tidak bisa?
Berarti ada yang salah dalam pengelolaan tata sistem ekonomi yang mengatur karena seharusnya devisa bisa menjadi garda terdepan untuk menyeimbangkan perputaran dolar agar tidak terjadi pelemahan pada rupiah.
Dengan melemahnya rupiah akan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Biaya hidup dan bahan-bahan pokok akan mengalami kenaikan menyeluruh sampai semua lapisan masyarakat terkena dampaknya. Tidak hanya orang kaya saja, justru masyarakat kecil lebih merasakan kehidupan mereka makin terimpit.
Tidak hanya masyarakat yang tinggal di kota besar, tetapi masyarakat desa pun ikut merasakan dampak dari anjloknya rupiah. Ditambah lagi perasaan was-was rakyat setiap hari mendengar banyak berita PHK di mana-mana karena perusahaan sudah tidak mampu bertahan akibat melemahnya rupiah.
Utang luar negeri yang membengkak, pajak naik terus, korupsi di mana-mana, dan nilai rupiah makin hari makin anjlok, lapangan pekerjaan tidak ada, pengangguran dimana-mana, biaya pendidikan mahal, biaya kesehatan mahal. Padahal katanya negara kita kaya akan sumber daya alam, tetapi mengapa rakyatnya masih banyak yang miskin dan banting tulang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?
Belum cukupkah semua penderitaan ini? Bahkan tekanan hidup makin bertambah besar namun anehnya pemerintah menganggap keadaan rakyat masih baik-baik saja. Hal ini membuktikan kalau pemerintahan kita tidak peka atau buta terhadap penderitaan rakyat.
Akibat pelemahan rupiah tidak hanya barang-barang saja yang naik, tetapi juga menambah jumlah garis kemiskinan baru. Mereka yang memiliki penghasilan sedikit memilih jalan keluar dengan cara pinjol atau pinjaman online. Padahal pinjol ini tidak menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah. Akhirnya, mereka terjerat lingkaran riba utang. Membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari jeratan pinjol dan akan terus bergantung pada pinjol.
Keadaan akan tetap terus begini naik turun dan juga rentan terjadi inflasi selama negara kita masih menpertahan sistem kapitalisme. Sistem kapitalis menjadikan pasar sebagai pusat kebijakan sementara kebutuhan rakyat tidak dipenuhi. Selain itu, sistem ekonomi dibangun di atas fondasi ribawi dan kapitalistik yang menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan utama tanpa memikirkan halal dan haram. Yang menjadi pertimbangan hanya keuntungan, tidak memikirkan nasib dan kehidupan rakyat.
Kehidupan rakyat makin terimpit. Negara seharusnya mencari solusi lain untuk dapat menyelesaikan masalah. Solusi yang akan mampu menyelesaikan problematika mendasar hingga ke akarnya sehingga semua problematika yang dihadapi negara segera dapat diselesaikan, jangan sampai menunggu negara ini hancur baru kita sadar.
Sistem kapitalisme ini tidak layak untuk digunakan apa lagi untuk dipertahankan karena memang sistem ini tidak dapat menyelesaikan masalah justru hanya menambah beban rakyat.
Nabi saw. bersabda:
اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه،
“Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan dari umatku, lalu ia membuat susah umatku, maka susahkanlah dia." (HR. Muslim no. 1828)
Solusi dalam IsIam negara harus menggunakan mata uang emas dan perak agar pergerakan mata uang menjadi stabil serta tidak mudah inflasi. Sumber daya alam yang dimiliki negara harus dikelola dengan baik dan benar serta tidak boleh dikelola oleh asing. Tanah, pulau tidak boleh diperjualbelikan apalagi dimiliki perorangan karena semua milik rakyat.
Melalui mekanisme pengelolaan sumber daya alam ini, kehidupan rakyat akan terjamin dan terpenuhi oleh negara. Mulai dari sandang, pangan, dan papan, pendidikan, dan kesehatan. Semua diurusi oleh negara yang menerapkan sistem ekonomi IsIam, termasuk standar halal dan haram semuanya sesuai syariat IsIam.
Rasulullah bersabda: "Jual belilah kalian emas dangan emas, perak dengan perak sesuka kalian." (HR. Al-Bukhari)
Sudah saatnya umat sadar dan cerdas dalam menentukan dan memilih hukum apa yang pantas dijadikan sebagai sandaran hidup. Hanya hukum IsIamlah yang dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang dialami negari ini dan akan menyelesaikan seluruh problem kehidupan sampai ke akarnya, bukan sekedar tambal sulam.
Hukum IsIam akan menyelesaikan masalah tanpa masalah. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama bersatu bangkit dari sistem yang terpuruk ini menuju sistem Islam yang sahih. Menjalankan dan menegakkan kembali hukum Islam secara kafah agar terwujudnya kehidupan yang sejahtera. Wallahualam bissawab. [EA/MKC]


