Isra*l Berulah, Kapal Bantuan P4lestina Dicegat
Surat PembacaPenghentian paksa kapal misi kemanusiaan ini adalah pengingat pahit bahwa
perjuangan P4lestina tidak bisa melalui diplomasi internasional
_________________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Lagi dan lagi, kapal-kapal yang mengangkut bahan pangan dan obat-obatan untuk P4lestina harus berhadapan dengan moncong senjata dan blokade laut.
Sejarah seolah berulang dalam siklus kekerasan yang tak kunjung usai. Di tengah jeritan kelaparan rakyat P4lestina, militer Isra*l menunjukkan arogansinya dengan mencegat, menyita kapal, dan menahan para aktivis di perairan internasional Laut Mediterania.
Isra*l Mencegat Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla untuk P4lestina
Sejumlah aktivis yang bergabung ‘Global Sumud Flotilla’ mengatakan bahwa kapal-kapal militer Israel secara ilegal mengepung armada di perairan internasional dan mengancam penculikan dan kekerasan. (detiknews.com 30-04-26)
Pencegatan kapal bantuan ini bukan sekadar prosedur keamanan, melainkan demonstrasi kekuatan yang kembali memperuncing krisis kemanusiaan di G4za dan sekitarnya.
Sangat sulit diterima akal sehat menahan bantuan medis dan pangan dengan tuduhan ancaman militer. Kapal-kapal tersebut merupakan simbol solidaritas masyarakat global yang peduli kondisi G4za yang berada di titik nadir. Mereka merupakan perwakilan masyarakat yang pesimis dan kehilangan kepercayaan pada diplomasi yang lamban.
Sekali lagi, bola panas dilemparkan ke arah komunitas internasional. Sampai kapan aksi pencegatan di perairan internasional terus dilakukan atas nama ‘prosedur standar’? Sangat disayangkan, dunia menutup mata terhadap aksi brutal Israel yang berulang. Apa yang dilakukan Israel merupakan upaya untuk memutus tali nyawa bagi warga sipil G4za yang tak berdosa.
Penderitaan P4lestina Akibat Nasionalisme
Sampai hari ini, kaum muslim seluruh dunia hanya mampu menyaksikan saudara seakidahnya terzalimi. Sekat-sekat nasionalisme telah membelenggu militer negeri-negeri muslim tidak berdaya menghadapi arogansi satu entitas penjajah. Bantuan kemanusiaan pun rentan disita, akibat tidak ada pelindung yang berdaulat. Diamnya para pemimpin negeri muslim bukanlah tanpa alasan. Inilah kegagalan dari penerapan sistem kapitalisme global yang menjangkiti dunia saat ini.
Penghentian paksa kapal misi kemanusiaan ini adalah pengingat pahit bahwa perjuangan P4lestina tidak bisa melalui diplomasi internasional. Bahkan, tidak cukup dengan retorika kosong para pemimpin dunia yang hanya mengecam keras tanpa disertai tindakan nyata. Global Sumud Flotilla mungkin gagal berlabuh, namun insiden ini menyadarkan dunia, kita butuh sistem lebih komprehensif, terstruktur, dan tidak hanya bergantung pada jalur diplomatik konvensional.
Khalifah Sebagai Perisai
Dalam sistem Islam, memberikan rasa aman untuk rakyatnya adalah kewajiban mutlak negara. Maka, di bawah naungan negara Islam (Khil4fah), seorang pemimpin akan menjalankan fungsi utamanya sebagai pelindung.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya." (HR. Muslim)
Peristiwa ‘Global Sumud Flotilla’ telah mengajarkan satu hal penting, diplomasi tanpa militer adalah kesia-siaan. Selain itu, khalifah tidak akan membiarkan kapal-kapal sipil tanpa penjagaan militer lalu dibiarkan dicegat. Sebaliknya, khalifah akan mengerahkan kekuatan angkatan laut, membentengi diri dari musuh-musuh yang berani mengganggu kedaulatan umat. Sebab khalifah tidak perlu “izin internasional” untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya yang terancam. Khalifah juga tidak akan terikat pada hukum internasional yang menguntungkan barat dan sekutunya.
Kegagalan dunia internasional menjaga rakyat P4lestina karena sistem kapitalisme tidak dirancang untuk kemaslahatan umat. Solusi yang ditawarkan dalam meja perundingan hanya berisi penuh tipu daya dan muslihat. Sudah saatnya kaum muslim beralih menerapkan sistem Islam yang mampu menjaga darah dan kehormatan mereka, menghilangkan sekat-sekat nasionalisme dan menyatukan seluruh kaum muslim di bawah panji Rasulullah ﷺ. Dengan ini, P4lestina bisa kembali merdeka dalam naungan syariat-Nya. Waallahualam bissawab. [GSM/MKC]
Eri


