Alt Title

Agresi Zion*s dan Penutupan Al-Aqsa: Di Mana Perisai Umat Islam?

Agresi Zion*s dan Penutupan Al-Aqsa: Di Mana Perisai Umat Islam?




Alih-alih menciptakan stabilitas, BoP hanyalah alat hegemoni Barat

untuk memastikan kepentingan imperialisme mereka di Timur Tengah tetap terjaga

____________________


Penulis Fatimah Al Fihri

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Dunia kembali dipertontonkan kezaliman yang seolah tiada akhirnya. Entitas Zion*s Isra*l makin membabi buta dalam melancarkan agresi militernya, bahkan melampaui batas-batas kemanusiaan dan hukum internasional yang selama ini digembar-gemborkan oleh Barat. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa eskalasi kebiadaban ini telah menyentuh titik yang sangat krusial, baik dari sisi kemanusiaan maupun kehormatan agama.


Dikutip dari cnnindonesia.com, (9-3-2026) baru-baru ini serangan udara Zion*s kembali menghantam wilayah G4za. Ironisnya, serangan tersebut tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga menewaskan petugas medis yang sedang bertugas di lapangan.


Tindakan ini jelas merupakan kejahatan perang yang nyata, di mana personel medis yang seharusnya dilindungi justru menjadi target serangan maut. Tak berhenti di situ, agresi militer Zion*s meluas hingga ke wilayah regional lainnya. Serangan udara besar-besaran menghantam bangunan-bangunan di pusat kota Beirut, Lebanon, yang menewaskan ratusan orang dan memicu krisis kemanusiaan yang sangat hebat.(AntaraNews.com. 2026; Kumparan, 2026)


Gedung-gedung hancur menjadi puing dan ribuan warga sipil kehilangan tempat tinggal dalam sekejap. Puncak dari provokasi ini adalah tindakan Zion*s yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa bagi warga P4lestina. Peristiwa ini mencatatkan sejarah kelam, di mana untuk pertama kalinya warga Palestina dilarang beribadah di dalam masjid suci tersebut, sehingga mereka terpaksa melaksanakan salat di jalanan-jalanan sempit di bawah todongan senjata. Penutupan Al-Aqsa bukan sekadar masalah keamanan, melainkan penghinaan langsung terhadap akidah umat Islam sedunia.


Hegemoni Barat dan Ketiadaan Perisai Umat


Rentetan fakta memilukan di atas membawa kita pada satu analisis mendalam yaitu mengapa penindasan terhadap kaum muslim terus berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya pembelaan yang berarti?


Akar masalahnya terletak pada ketiadaan perisai (junnah) bagi umat Islam. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw., bahwa "Seorang imam (pemimpin) adalah perisai di mana umat berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya."


Selama Khil4fah Islamiah sebagai institusi politik umat Islam tidak ada, maka darah dan kehormatan kaum muslimin akan terus diinjak-injak oleh para penjajah. Keberadaan Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat sama sekali bukan jalan keluar menuju perdamaian yang adil. Alih-alih menciptakan stabilitas, BoP hanyalah alat hegemoni Barat untuk memastikan kepentingan imperialisme mereka di Timur Tengah tetap terjaga.


Misi perampasan tanah P4lestina sangat tampak di balik retorika perdamaian tersebut. BoP didesain untuk melegitimasi eksistensi entitas Zionis dan memaksa rakyat P4lestina serta negeri-negeri muslim untuk menerima bahwa penjajahan adalah sebuah kenormalan bahkan dipelihara.


Kita harus menyadari bahwa entitas Zion*s di tanah P4lestina bukanlah sekadar negara kecil yang mencari tempat tinggal. Mereka adalah entitas kolonial yang sengaja dipelihara oleh kekuatan imperialis Barat sebagai jembatan untuk memecah belah jantung dunia Islam. Keberadaannya berfungsi sebagai pangkalan militer dan politik Barat untuk memastikan kekayaan alam dan stabilitas ideologi Islam tetap berada di bawah kendali mereka.


Sistem kapitalis-sekuler yang mendominasi dunia saat ini pada hakikatnya tidak pernah mengenal konsep kebenaran (haq). Standar mereka adalah kekuatan (power), dan kepentingan (interest). Hukum internasional hanya ditegakkan jika menguntungkan negara-negara adidaya, tetapi akan diabaikan jika pelakunya adalah sekutu terdekat mereka seperti Isra*l. Maka berharap pada PBB atau diplomasi AS untuk membebaskan Al-Aqsa adalah sebuah fatamorgana yang menyesatkan.


Khilafah Sebagai Solusi Tunggal dan Hakiki


Melihat kompleksitas masalah dan pengkhianatan terhadap darah kaum muslim, maka sudah saatnya umat Islam beralih pada solusi yang berlandaskan pada akidah dan syariat Islam. Satu-satunya institusi negara yang secara historis dan normatif mampu membebaskan P4lestina serta negeri-negeri muslim lainnya dari belenggu penjajahan adalah Khil4fah Islamiah.


Khil4fah bukanlah sekadar nostalgia sejarah, melainkan kebutuhan politik dan kewajiban syar'i. Hanya Khil4fah yang akan melaksanakan kewajiban jihad fii sabilillah secara terorganisir untuk mengusir penjajah Zion*s dari seluruh jengkal tanah P4lestina. Khil4fah tidak akan mengirimkan kecaman atau bantuan kemanusiaan semata, melainkan akan menggerakkan tentara-tentara muslim untuk membebaskan Masjidil Aqsa dan menghilangkan segala pengaruh penjajah asing dari tanah suci tersebut.


Lebih jauh lagi, Khil4fah memiliki standing position yang tegas. Khil4fah akan menolak secara mutlak segala bentuk perjanjian, traktat, atau diplomasi yang mengakui legalitas entitas Zion*s di atas tanah milik umat Islam.


Dalam pandangan syariat, tanah P4lestina adalah tanah kharajiyah yang kepemilikannya berada di tangan seluruh umat Islam hingga hari kiamat, sehingga tidak ada satu orang pun yang berhak menyerahkannya kepada penjajah melalui perjanjian damai apa pun.


Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia harus sadar dan terlibat aktif dalam perjuangan mengembalikan kembali Khil4fah Islam. Perjuangan ini menuntut kita untuk melepaskan sekat-sekat nasionalisme atau negara bangsa (nation-state) yang selama ini telah melemahkan kekuatan umat. Sekat-sekat inilah yang membuat tentara di negeri-negeri muslim tetangga P4lestina hanya diam terpaku melihat saudara mereka dibantai, dengan alasan "urusan dalam negeri" negara lain.


Persatuan umat di bawah panji liwa dan roya adalah kunci pembuka kemenangan dengan tegaknya kembali Khil4fah yang mengikuti manhaj kenabian. Maka kehormatan paramedis di G4za akan terjaga, bangunan di Beirut akan terlindungi, dan pintu-pintu Masjid Al-Aqsa akan kembali terbuka lebar di bawah naungan keadilan Islam.


Sudah saatnya umat berhenti berharap pada sistem sekuler dan kembali kepada janji Allah Swt. untuk menjadi sebaik-baik umat yang memimpin peradaban dunia dengan rahmat dan kemuliaan. Wallahualam bissawab. [SM/MKC]