Kasus PT Ormat Gheotermal Bekerja Sama dengan Isra*l
Surat PembacaFakta ini menunjukkan bahwa
ada rencana sistematis yang ingin mereka capai untuk kepentingan global
______________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Belum lama ini kita mendengar bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan bergabung dengan Board Of Peace (BoP) di mana beliau optimis menyatakan bahwa itu merupakan jalan untuk tercapainya perdamaian di G4za, P4lestina.
Padahal faktanya belum lewat satu pekan dari perjanjian itu ditandatangani, Isra*l sudah menyerang dan membunuh hampir 31 warga sipil G4za, termasuk di dalamnya anak-anak. (kompas.com, 19-02-2026)
Kontroversi akan persetujuan Presiden RI bergabung dengan BoP belum selesai, muncul lagi isu baru tentang terafiliasinya suatu perusahaan di Halmahera bernama PT. Ormat Gheothermal yang divalidasi langsung oleh menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyatakan bahwa, "PT Ormat Gheothermal Indonesia menang lelang untuk mengelola proyek bumi panas telaga Ranu di Halmahera Barat." Informasi ini di lansir dari akun Instagram @tendimurti.
Informasi di atas menunjukkan bahwa ada rencana sistematis yang ingin mereka capai untuk kepentingan global tentunya. Rakyat mati-matian membela P4lestina dengan hal-hal kecil mulai dari boikot, menyuarakan pendapat, sampai menyumbang untuk saudara kita di sana. Namun, pemerintah kita justru memberi peluang untuk mereka berkerja sama dengan penjajah. Padahal jelas Allah memerintahkan kita untuk memerangi kaum kafir seluruhnya, seperti tertera dalam penggalan QS. At-Taubah ayat 37:
وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya :
"..... dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."
Ketika jelas ada kaum yang memerangi agama Allah, Allah memerintahkan kita untuk membela agama-Nya dengan berperang melawan penjajah itu, bukan malah bergabung dengannya. Sudah jelas apa yang meraka lakukan sangat tersistemasi, tersusun rapi untuk menghacurkan umat Islam dan menguasai dunia, walaupun mereka tidak akan mungkin bisa mencapai itu
Maka di dalam Islam tatanan peraturan tentang infrastuktur negara jelas tidak bisa dimiliki oleh individu saja supaya tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai fitrahnya. Ini adalah bukti yang nyata bahwa mengikuti hukum buatan manusia suatu bencana besar, maka solusinya adalah kembali kepada hukum buatan Allah Swt. yaitu hukum Al-Qur'an dan Sunnah, serta tegaknya kekhilafahan Islam secara kafah. Wallahualam bissawab. [EA/MKC]
Tri Ayu Lestari, S.Pd.


