Alt Title

Pita Kelam Demokrasi Kelam

Pita Kelam Demokrasi Kelam

 


Pita hitam demokrasi kelam

Catatan demi catatan dalam pelaksanaan yang penuh pertikaian

Naif dan merugi mempertahankan sistem yang bikin gaduh dan rusuh

Tidakkah terpikir untuk tidak bersikap pandir dan afkir?

_________________________



Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Politik-Media 


KUNTUMCAHAYA.com, PUISI - Ambiguitas

Omon-omon demokrasi dalam praktik yang penuh ilusi

Semenjak ditanamkan dalam benak pemikiran umat Islam

Demokrasi menjelma jadi ide yang seolah wajib sebagai iman


Nasib umat Islam pada titik nadir melihat ide asing

Tiada filter diterima serampangan tanpa pemikiran mendalam

Korban rakyat bergelimpangan di atas tanah yang diguyur kekayaan berlimpah

Oh nasib nestapa di atas bumi yang sebenarnya tiada lama


Pita hitam atas kematian puluhan petugas penjaga suara rakyat

Fokus pekerjaan lembur demi sebuah pesta yang biayanya dihambur-hambur

Satu nyawa hilang lebih berharga daripada hancurnya Indonesia

Kini nisan itu telah tertulis nama yang terkasih dari keluarga yang ditinggal pergi


Demokrasi kelam di saat dunia pada akhir masa

Peperangan lahir dari demokratisasi yang menindas rakyat

Perpecahan dalam kehidupan sebab berbeda pilihan

Makan demokrasi tak membuat kenyang justru lapar bertambah lapar


Ambisisusitas

Tali pengikat bunuh diri demokrasi bergelantungan di pohon kemarahan

Perut tiada kenyang dengan makan janji-janji politisi

Kepala tiada cerdas dengan informasi hoaks seputar kamuflase program tawaran


Pita hitam tersemat pada baju-baju penjaga suara rakyat 

Lelah jiwanya lelah nyawanya

Matanya meredup bersamaan bertumpuk surat suara yang tertusuk

Satu per satu rekapan suara yang tak bicara di papan pencatatan


Demokrasi kelam di saat pesta mengatasnamakan rakyat

Tersedia selusin sloki berisi air memabukkan di darat dan lautan

Tenda-tenda hajatan berdiri di atas darah rakyat yang menangis teriris

Sound system menyeruak memanggil rakyat yang hatinya dihantui ketakutan masa depan suram


Pita hitam demokrasi kelam

Catatan demi catatan dalam pelaksanaan yang penuh pertikaian

Naif dan merugi mempertahankan sistem yang bikin gaduh dan rusuh

Tidakkah terpikir untuk tidak bersikap pandir dan afkir?


Pita hitam tercatat dalam sejarah manusia

Demokrasi kelam dunia turut tenggelam

Tidakkah cukup peristiwa demi perstiwa menyadarkan otak reptil manusia?

Untuk kembali kepada pangkuan-Nya


Kesadaran yang mengendap cukuplah untuk segera bertindak

Tiada lagi yang bertanggung jawab di atas pilihak yang tak berpijak

Bertindak untuk kembali agat tidak tersesat di suatu saat nanti

Jika sistem bermasalah maka kembalilah kepada sebuah risalah Illahi [By]


#puisi #puisihanifk #sastra #sastraindonesia