Alt Title

Profil Pemuda Dambaan Umat

Profil Pemuda Dambaan Umat

Profil pemuda semacam itu hanya akan lahir dari sistem pendidikan Islam

Mereka memiliki keimanan yang kuat dan kepribadian Islam. Perilakunya senantiasa terikat dengan perintah dan larangan Allah. Visinya menggenggam dunia untuk bekal kehidupan akhirat. Melakukan berbagai aksi perubahan menuju peradaban Islam yang cemerlang

__________________________________________


Penulis Yani Ummu Qutuz 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi AMK



KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Ironis, perayaan sumpah pemuda harusnya menumbuhkan spirit perjuangan untuk mengarahkan pemuda menjadi pemimpin masa depan. Namun, yang terjadi justru perkelahian yang berujung hilangnya nyawa seorang pemuda yang masih belia.


Dikutip dari Jabar[dot]inews[dot]id, Kamis (02/11/2023), FAA (17) tewas ditusuk Majeng (31) saat melerai perkelahian temannya pada perayaan acara peringatan sumpah pemuda di jl. Ciparungpung, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung pada Minggu (29/10/2023). 


Kapolsek Cidul mengatakan, terjadi perkelahian antara teman FAA dan teman pelaku. FAA dan Majeng yang melihat perkelahian itu mencoba melerai, namun perkelahian tak juga mereda. Pelaku habis kesabaran lalu mengeluarkan sebilah pisau dari balik jaketnya dan menusuk dada FAA hingga berlumuran darah dan roboh. Korban sempat dilarikan ke RS terdekat, namun nyawanya tak tertolong. Sementara pelaku kabur.


Inilah potret buram profil pemuda saat ini di negeri yang menerapkan sistem kapitalis sekuler, di mana agama tidak boleh turut campur dalam mengatur kehidupan. Lahirlah para pemuda yang berperilaku bebas semau gue. Mereka bebas melakukan apa pun memperturutkan hawa nafsunya. Gaya hidup bebas inilah yang akhirnya menjerumuskan mereka pada tindakan kriminal. 


Perbuatan amoral, kriminalitas hingga kejahatan pelakunya kebanyakan pemuda. Keberadaan mereka bagaikan monster yang mengancam kehidupan. Tengoklah beberapa waktu lalu terjadi pembunuhan ibu dan bayi yang dilakukan oleh dua orang remaja karena sakit hati ditegur oleh suami korban.


Ada juga seorang mahasiswa yang tega membunuh adik tingkatnya karena tergiur barang-barang milik korban. Apa yang diharapkan sebuah bangsa jika mental pemudanya seperti preman?


Pemuda dambaan umat adalah pemuda yang memiliki visi masa depan pembawa perubahan menuju peradaban Islam yang gemilang. Menjadikan dirinya pemimpin yang bijak. Selalu terdepan dalam berbuat kebajikan dan memperjuangkan kebenaran. Sebagaimana dahulu, Muhammad Al Fatih di usia 21 tahun telah berhasil menaklukan benteng Konstantinopel merebutnya dari Kekaisaran Romawi Timur. 


Tentu Al Fatih tidak sekonyong-konyong menjadi pahlawan, sejak kecil Al Fatih sudah dipersiapkan oleh ayahnya Sultan Murad dan Huma Hatun ibundanya untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, tangguh, dan selalu ada di jalan kebenaran. Dipilihkan guru-guru khusus untuk membantu Mehmed ll nama asli Al Fatih. Guru-guru tersebut bertugas membantu Mehmed ll menguasai keterampilan yang berkaitan dengan duniawi hingga menguasai ilmu agama Islam. 


Mehmed kecil juga terinspirasi oleh hadis Rasulullah yang isinya, "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (HR. Ahmad) 


Mehmed ll adalah anak yang cerdas, di bidang akademik ia mampu menguasai berbagai bahasa, seperti Arab, Persia, Latin, Yunani, dan Italia. Iya juga memiliki keterampilan di bidang sains dan matematika. Di usia 21 tahun ia tumbuh menjadi ahli perang yang pandai berkuda. Semua kemampuan tersebut didapatkannya dengan kerja keras dan pendidikan yang tidak main-main.


Kemampuan dan keahlian Al Fatih ini patut menjadi teladan. Di samping itu Al Fatih memiliki kebiasaan yang patut dicontoh. Sang penakluk itu terkenal dengan kebiasaan untuk menjaga ibadahnya, baik kewajiban salat wajibnya yang lima waktu, salat tahajud, maupun salat rawatib. Dan kebiasaannya ini ditularkan pada para pasukannya. Inilah kunci kemenangan Al Fatih.


Saat ini, bagaimana profil para pejuang Palestina. Keberanian mereka sama sekali tidak terkalahkan. Bagaimana mereka bisa tersenyum saat tempat tinggal mereka dihancurkan. Mereka tetap mengaji dalam keadaan tidak aman. Mereka tetap merasakan kedamaian dan ketenangan dalam badai kesengsaraan dan ancaman maut yang kapan saja mengintai. Mereka tetap bersabar karena kekokohan akidahnya dan berani menghadapi musuh yang menyerang Islam dan kaum muslim.


Profil pemuda semacam itu hanya akan lahir dari sistem pendidikan Islam. Mereka memiliki keimanan yang kuat dan kepribadian Islam. Perilakunya senantiasa terikat dengan perintah dan larangan Allah. Visinya menggenggam dunia untuk bekal kehidupan akhirat. Melakukan berbagai aksi perubahan menuju peradaban Islam yang cemerlang. Wallahualam bissawab. [SJ]