Alt Title

RAMADAN, SAATNYA MOVE UP!

RAMADAN, SAATNYA MOVE UP!



Hanya orang yang meyakini akan ada perjumpaan dengan Allah saja yang akan bersungguh-sungguh untuk bersegera meninggalkan segala kemaksiatan


Ia akan bersegera melaksanakan syariat-Nya karena dirinya yakin bahwa Allah akan memberikan keberkahan dalam hidupnya dan tentunya pahala serta surga-Nya


Penulis Ummu Himmah

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com-"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 218)


Perubahan dalam hidup adalah sebuah keniscayaan. Ketika seseorang sudah balig dan sempurna berpikirnya, maka ia akan menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Bisa dipastikan setiap manusia akan memilih yang menurutnya lebih baik dan bisa mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya. 


Ada banyak hal yang membuat seseorang berubah. Peristiwa atau pengalaman hidupnya adalah sedikit dari faktor yang bisa membuat orang ingin move on. Perbedaan pengalaman dan peristiwa  ini membuat orang juga berbeda menentukan jalan perubahannya.  Move on sejatinya bukan sekadar mengubah aktivitas, tapi move on harusnya mengganti aktivitas sebelumnya. Tak sekadar move on tapi move up


Bila move on merupakan perpindahan diri dari satu titik ke titik yang lain dalam jalur horizontal, maka move up merupakan perpindahan diri dari satu titik ke titik yang lain juga, tapi dalam jalur vertikal. Maksudnya, bila move on hanya dengan pencarian kebaikan baru, maka move up melengkapi keseluruhan tadi disertai dengan peningkatan kualitas pribadi.


Jadi, move up dilakukan oleh orang-orang yang sadar bahwa ia tak cukup hanya berpindah, melainkan juga harus meningkatkan kualitas dirinya. Misalnya ketika seseorang mendapatkan informasi bahwa riba itu haram, yang ia lakukan tak sekadar tidak berutang lagi ke bank konvensional, lantas beralih ke bank berlabel syariah. Namun dia harus melepaskan diri dari semua utang riba (baik bank konvensional atau berlabel syariah, semua yang berkaitan dengan keduanya semisal leasing/kredit sepeda motor di dealer, asuransi, kartu kredit dan sebagainya). Dirinya pun tidak akan lagi mendekati hal-hal yang mengarah pada aktivitas riba dengan bersungguh-sungguh belajar muamalah sesuai syariah Islam termasuk hukum Islam yang lainnya. Inilah move up atau hijrah sesungguhnya. 


Ramadan mengajak umat Islam untuk membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan agar tak sekadar menahan lapar dan dahaga saja. Ramadan juga mengajak kita untuk rela meninggalkan segala kebiasaan yang tidak mendatangkan pahala diganti dengan aktivitas yang mendekatkan diri pada Allah seperti menghiasi waktu dengan membaca Al-Qur'an daripada melihat drama Korea atau membaca novel. Ya, ramadan membuat semua kebiasaan kita berubah. Maka ini adalah momentum yang tepat untuk hijrah, hijrah semata-mata karena Allah, karena ingin mendapatkan rida-Nya. Yuk mulai move up dengan:


Pertama, mujahadatun-nafs, yaitu bersungguh-sungguh mengendalikan diri agar tidak melakukan kesalahan. Dengan mengenal petunjuk dan agama yang benar (syariat Islam) kemudian mengamalkan petunjuk tersebut setelah mengilmunya (mempelajari hukum-hukum Islam). Setelah itu berusaha menyampaikan syariat Islam dengan segala risiko dakwahnya. 


Kedua, riyadhatun-nafs, yaitu lawanlah nafsu dengan riyadhah (latihan-latihan jiwa). Melatih diri untuk mengerjakan amalan-amalan yang berat. Supaya kita terbiasa dengan yang berat-berat sehingga semuanya terasa ringan. Misalnya membiasakan diri membaca Alquran dengan tartil dan terjemah juga tafsirnya. Shalat tarawih dan witir dengan tumakninah atau tidak terburu-buru dengan membaca surat-surat yang agak panjang di setiap rakaatnya, dan sebagainya.


Ketiga, muhasabah alias introspeksi diri. Renungkan kembali, apa kita sudah berubah? Ramadan dari tahun ke tahun apakah lebih baik? Apakah amalan yang selama ini kita laksanakan ikhlas lillahi ta'ala? Dan segenap pertanyaan lainnya yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas amal kita agar lebih baik dari hari kemarin. 


Hanya orang yang meyakini akan ada perjumpaan dengan Allah saja yang akan bersungguh-sungguh untuk bersegera meninggalkan segala kemaksiatan, dan ia akan bersegera melaksanakan syariat-Nya. Itu karena ia yakin bahwa Allah akan memberikan keberkahan dalam hidupnya dan tentunya pahala serta surga-Nya. Wallahualam bissawab.