Sistem Pendidikan Islam Membangun Peradaban Emas
OpiniSistem Islam menawarkan paradigma pendidikan
yang lengkap, menyeluruh, dan unggul
______________________________
Penulis Dewi Jafar Sidik
Tim Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Hari Pendidikan Nasional setiap tahun diperingati. Peringatan tersebut seharusnya membawa harapan bagi masa depan pendidikan di negeri ini. Namun, fakta di lapangan masih menyisakan berbagai kecemasan publik dan problematika di lingkungan pendidikan.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengutarakan wacana penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak lagi relevan dengan industri. Badru Munir Sukoco selaku Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek menuturkan wacana menutup prodi dilakukan untuk menekan kesenjangan antara kompetensi yang diperlukan dunia kerja dan lulusan kampus. (tempo.co, 29-04-2026)
Wacana tersebut memicu perdebatan banyak pihak dan memunculkan kegelisahan di kalangan publik. Kritik pun muncul karena ada kekhawatiran akan tergerusnya keberagaman ilmu pengetahuan dan menganggap industri sebagai satu-satunya tolok ukur.
Wacana penutupan prodi ini tampaknya berpotensi pada pergeseran orientasi dan esensi pendidikan ke satu arah yakni pasar tenaga kerja. Hal ini juga sepertinya berisiko mereduksi fungsi pendidikan hanya sebagai penyedia tenaga kerja dan ekonomi. Padahal, seharusnya pendidikan dijadikan sebagai sarana pembentukan manusia yang bertakwa sekaligus pembentukan suatu peradaban.
Ilusi Generasi Emas
Jika pendidikan menjadi fungsi pasar dan penyedia lapangan kerja, visi Indonesia Emas yang ingin mewujudkan generasi unggul secara menyeluruh, mungkin hanya akan menjadi ilusi semata. Apalagi jika melihat berbagai kasus kerusakan moral yang terjadi di lingkungan pendidikan belakangan ini, seakan negeri ini makin jauh untuk melahirkan generasi emas.
Dunia pendidikan saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Salah satu persoalan yang mencuat terjadinya kemerosotan moral di kalangan pendidik, dan siswa yang makin mengkhawatirkan. Kasus kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk pelecehan seksual, perundungan, menunjukkan tren peningkatan. Fenomena ini menjadi peringatan serius, kalau di dunia pendidikan belum sepenuhnya berhasil menciptakan lingkungan yang aman, dan beradab.
Persoalan berikutnya menyangkut distribusi tenaga guru dan kesejahteraannya. Disinyalir tidak sedikit guru honorer yang menerima upah di bawah standar kelayakan hidup. Di berbagai daerah juga sering kali ditemukan sekolah dengan tenaga pengajar yang minim dan kondisi bangunan rusak yang belum tertangani dengan optimal.
Permasalahan tersebut niscaya dalam sistem pendidikan saat ini, karena berdiri di atas landasan sekularisme yang meminggirkan peran agama dalam kehidupan. Pendidikan sekuler mencetak manusia untuk menjadi mesin indrustri dan minim dari nilai-nilai spiritual. Kebahagiaan dan kepuasan hidup adalah ketika terpenuhinya materi sehingga melahirkan manusia yang standar hidupnya manfaat dan tujuan hidupnya bukan keridaan Allah Taala.
Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan harus segera dicari jalan keluarnya karena akan menunda cita-cita, bahkan akan mengalami kegagalan untuk melahirkan generasi emas. Pasalnya, pendidikan demikian tampak telah kehilangan esensi utamanya yakni membentuk manusia berilmu, berakhlak, dan bermartabat yang merupakan fondasi peradaban suatu bangsa.
Keunggulan Sistem Pendidikan Islam
Sistem Islam menawarkan paradigma pendidikan yang lengkap, menyeluruh, dan unggul sebab Islam memosisikan ilmu sebagai kewajiban dan kemuliaan. Kewajiban menuntut ilmu ditegaskan dalam hadis Rasulullah saw.
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)
Adapun tujuan pendidikan dalam Islam tidak hanya melahirkan ilmuwan pembangun peradaban. Tujuan yang paling utama yakni membentuk kepribadian Islam yang utuh. Tujuan utama ini selaras dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mewujudkan manusia yang tunduk dan patuh pada penciptanya Allah Swt.. Pendidikan harus melahirkan manusia yang aktivitasnya sesuai dengan aturan penciptanya, dan sebagai bentuk pengabdian terhadap Sang Pencipta manusia.
Pemimpin negara dalam sistem Islam wajib memuliakan ilmu, para pengajarnya, dan para pencari ilmu. Dalam Islam, profesi guru yang mengajarkan ilmu adalah amal yang sangat mulia. Dalam pandangan Islam, kemuliaan guru ditandai dengan saat seorang guru mendapatkan doa-doa terbaik dari seluruh makhluk.
Pemimpin negara juga wajib menyediakan seluruh infrastruktur pendidikan yang memadai. Tanggung jawab ini mencakup penyediaan sistem pendidikan yang unggul, berkualitas, dan merata. Sejarah telah mencatat lembaga-lembaga pendidikan di era Khil4fah Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan dan didukung oleh negara.
Islam Membangun Peradaban Emas
Sistem Islam mengarahkan pendidikan untuk membangun kesadaran dan kekuatan umat. Bertujuan agar umat mandiri, berpengaruh dan bebas dari penjajahan ekonomi juga ketergantungan teknologi. Sistem pendidikan Islam dengan kekuatan fondasinya yang sempurna akan mampu mewujudkan negara adidaya yang akan membawa arah peradaban dunia.
Sistem pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan kekuasaan akan mampu melahirkan peradaban unggul. Peradaban ini akan menjadi kekuatan besar dan mandiri di tengah umat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam agama yang sempurna dengan seluruh ajarannya mampu melahirkan peradaban maju dan mulia.
Penutup
Dengan demikian, jika suatu negeri ingin menjadi negara yang mengusung peradaban emas dan menjadi negara adidaya yang maju dan kuat, tidak ada jalan lain kecuali negeri itu harus menerapkan sistem pendidikan Islam. Menerapkannya dalam naungan institusi pemerintahan yang menjadikan akidah Islam sebagai asasnya. Wallahualam bissawab.


