Jeratan Kapitalisme Penyebab Munculnya Day Care
OpiniKapitalisme telah berhasil mengalihkan fitrah yang sudah Allah Swt.
ciptakan bagi seorang ibu, yakni sebagai ummu warabbatul bait
_______________________
KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Peristiwa memilukan kembali mengguncang jagat media sosial sekaligus dunia pendidikan anak usia dini di Yogyakarta. Sebuah tempat penitipan anak (day care) bernama Irtte Aresha yang berlokasi di Sorosutan Umbulharjo, diduga menjadi lokasi penganiayaan dan penelantaran puluhan balita. Kasus ini mulai viral setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24 -04-2026).
Aparat kepolisian juga menemukan fakta mencengangkan bahwa puluhan anak dibawah umur 2 tahun diikat tangan dan kakinya sejak pagi hingga waktu penjemputan. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang mantan pengasuh yang bekerja sejak Januari 2026.
Sang mantan karyawan melaporkan ke KPAID Yogyakarta pada Senin (20-04-2026) setelah menyaksikan langsung praktik kekerasan terhadap anak-anak. Sebelum pelapor mengundurkan diri, ia telah mengumpulkan bukti-bukti untuk menguatkan laporannya.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizki Adrian mengungkapkan temuan mengerikan saat penggerebekan. Ia pun melihat langsung bahwa anak diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang diikat kakinya, ada yang diikat tangannya dan sebagainya, jelasnya.
Lebih parahnya lagi ikatan tersebut bukan sebagai hukuman, melainkan sudah menjadi bagian dari prosedur pengasuhan yang diberlakukan. Para bocah langsung diikat sejak mulai dititipkan pada pagi hari hingga waktu dijemput orang tua. Ikatan baru dilepas saat anak-anak akan dimandikan, diberikan makan, dan ketika pengasuh hendak mengirim foto dokumentasi kepada orang tua.(Republika.com, 27-04-2026)
Komersialisasi Pengasuhan dalam Jeratan Sekularisme
Dalam kapitalisme semua kegiatan harus berpotensi menghasilkan cuan termasuk day care, tempat penitipan, tempat pengasuhan anak, ini adalah komunitas penghasil cuan yang menggiurkan. Semuanya diukur dengan materi. Mereka mengatur agar biaya yang dikeluarkan seminimalis mungkin agar keuntungan dapat diraih sebesar mungkin.
Di sistem ini pemberdayaan perempuan dijadikan program yang diagung-agungkan. Perempuan atau ibu terus digiring untuk keluar rumah demi ekonomi. Para ibu keluar rumah dari pagi hingga sore bahkan hingga malam hari yang lebih menyayat hati tidak jarang meninggalkan anak dan keluarganya dalam hitungan hari, minggu, bulan, bahkan hitungan tahun.
Semua dijalani karena alasan himpitan ekonomi yang mencekik. Belum lagi biaya pendidikan yang begitu mahal. Biaya kesehatan yang juga tidak kalah mahalnya. Padahal semua ini bisa mengubur fungsi peran utama seorang ibu yaitu sebagai ummu madrasatul ula (ibu pendidik pertama untuk anak-anaknya).
Kapitalisme telah berhasil mengalihkan fitrah yang sudah Allah Swt. ciptakan bagi seorang ibu. Di mana fitrahnya seorang anak itu ingin selalu ada dalam dekapan orang tuanya, menangis, berulah sebab ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Begitupun seorang ibu pastilah ingin di rumah bersama anak-anaknya, mengatur rumah tangga dengan baik, menjadi guru pertama untuk anak-anaknya.
Islam Hadir dengan Solusi yang Tuntas
Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah Swt. telah mengutus Rasulullah saw. dengan risalah Islam. Allah Swt. kabarkan dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 107 yang artinya: "Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan rahmat untuk seluruh alam."
Kita akan mendapatkan rahmatnya Islam jika semua syariat Islam digunakan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Syariat Islam hadir dengan solusi berlapis. Tanggung jawab ayah memastikan nafkah tercukupi agar ibu fokus mendidik generasi.
Negara hadir sebagai pelindung, negara menjamin kesejahteraan keluarga sehingga Ibu tidak dipaksa menjadi buruh ekonomi. Di dalam Islam akan ditetapkan hukum yang menjeratkan, pelaku kekerasan pada anak dihukum secara adil dan tegas tanpa ruang maaf. Islam mencintai para ibu juga memuliakan ibu.
Islam akan mengembalikan kemuliaan dan menjamin setiap anak tumbuh dalam kasih sayang yang sempurna. Dalam Islam anak bukan beban yang bisa dititipkan, mereka adalah amanah yang harus dijaga. Anak adalah aset yang akan menolong orangtuanya kelak di akhirat.
Sepakatkah jika kita buang kapitalisme dan menerapkan Islam dalam seluruh sendi kehidupan? Wallahualam bissawab.[EA/MKC]
Umu Khadijah Syafa


