Polisi Urus Dapur Siapa yang Urus Keamanan?
OpiniProgram bantuan atau subsidi sering dijadikan solusi instan
untuk meredam persoalan sosial
______________________
Penulis Marlina Wati, S.E
Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Muslimah Peduli Umat
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI- Baru-baru ini, beredar berita pak Prabowo resmikan SPPG, keterlibatan Polri dalam urusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Program pemenuhan gizi memang penting untuk masa depan generasi bangsa, tetapi ketika institusi kepolisian ikut disibukkan dengan pembangunan dan pengelolaan layanan gizi, publik mulai bertanya-tanya tugas kepolisian sejatinya menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum.
Di saat kasus pencurian, begal, narkoba, dan berbagai tindak kriminal masih menjadi keresahan masyarakat, muncul kekhawatiran bahwa perhatian aparat akan terpecah. Jika polisi sibuk mengurus dapur dan distribusi makanan, lalu siapa yang benar-benar fokus menjaga keamanan rakyat? Oleh karena itu, masyarakat berharap setiap lembaga negara kembali menjalankan perannya secara tepat, agar kebutuhan gizi terpenuhi tanpa mengabaikan rasa aman yang juga menjadi hak dasar setiap warga.
Dikutip dari yoursaysuara.com, (19-2-2026) Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada Polresta Tangerang atas pembangunan 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski program ini bertujuan baik untuk meningkatkan gizi masyarakat, banyak pihak mempertanyakan mengapa kepolisian justru mendapat apresiasi karena mengurus pembangunan layanan gizi. Bukan karena prestasi dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.
Di tengah maraknya kasus pencurian, begal, narkoba, dan judi online, masyarakat berharap kepolisian lebih fokus pada tugas utamanya sebagai pelindung dan penegak hukum. Penghargaan semestinya diberikan atas keberhasilan menciptakan rasa aman dan menyelesaikan kasus kriminal. Karena itu, publik berharap kepolisian kembali menempatkan keamanan masyarakat sebagai prioritas utama, agar warga tidak hanya terpenuhi kebutuhan gizinya, tetapi juga dapat hidup dengan rasa aman.
Buruknya Keamanan dalam Sistem Kapitalisme
Belakangan ini perhatian pemerintah terlihat lebih fokus pada program-program yang berkaitan dengan urusan dapur, seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis). Program ini memang sekilas terlihat sebagai bentuk kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Namun di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan mendasar masyarakat, khususnya keamanan, justru makin memprihatinkan. Kasus perampokan, pencurian, hingga kekerasan yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa rasa aman masyarakat semakin menurun. Tidak jarang masyarakat harus hidup dalam kecemasan, bahkan di siang hari sekalipun.
Tentu kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah negara benar-benar menjalankan fungsi utamanya dalam melindungi rakyat?
Dalam sistem kapitalisme yang saat ini diterapkan, negara sering kali lebih berperan sebagai pengelola kepentingan ekonomi daripada pelindung rakyat secara menyeluruh.
Program bantuan atau subsidi sering dijadikan solusi instan untuk meredam persoalan sosial. Namun, akar masalah seperti ketimpangan ekonomi, lemahnya penegakan hukum, dan minimnya jaminan keamanan justru tidak terselesaikan. Akibatnya, program yang berkaitan dengan kebutuhan dapur rakyat seolah menjadi prioritas utama, sementara jaminan keamanan sebagai kebutuhan dasar masyarakat kurang mendapat perhatian serius.
Padahal keamanan adalah hak mendasar setiap warga negara. Tanpa keamanan, masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial dengan tenang.
Sistem kapitalisme juga sering melahirkan kesenjangan sosial yang tajam. Ketika sebagian kecil orang menguasai kekayaan dalam jumlah besar, sementara sebagian besar masyarakat hidup dalam kesulitan, potensi kriminalitas pun meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, program bantuan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Dimana negara seharusnya hadir secara menyeluruh, tidak hanya memberikan bantuan pangan atau program populis, tetapi juga memastikan keamanan dan keadilan bagi seluruh rakyat. Tanpa itu, kesejahteraan yang dijanjikan hanya akan menjadi ilusi.
Oleh karena itu, diperlukan evaluasi mendalam terhadap sistem yang diterapkan saat ini. Negara harus kembali menempatkan keamanan rakyat sebagai prioritas utama. Sebab sejatinya kesejahteraan tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan dapur, tetapi juga dari terjaminnya rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Islam Solusi Hakiki bagi Keamanan dan Kehidupan Umat
Berbeda dengan Islam, tugas aparat keamanan sangat jelas, yaitu menjaga keamanan rakyat, melindungi jiwa dan harta, serta menegakkan hukum dengan adil. Aparat tidak dibebani dengan urusan yang bukan bidangnya, karena keamanan masyarakat adalah tanggung jawab utama negara.
Ketika keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa rasa takut terhadap kejahatan, perampokan, ataupun kekerasan. Namun, realitas yang terjadi hari ini menunjukkan banyaknya persoalan keamanan di tengah masyarakat. Kasus pencurian, begal, narkoba, hingga berbagai tindak kriminal lainnya masih sering terjadi.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan saat ini belum mampu memberikan jaminan keamanan secara menyeluruh bagi rakyat. Banyak pihak menilai bahwa akar masalahnya bukan hanya pada aparat, tetapi pada sistem yang mengatur kehidupan masyarakat. Maka Islam menawarkan solusi yang menyeluruh untuk menyelesaikan persoalan umat.
Agama Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga mengatur sistem pemerintahan, hukum, ekonomi, hingga keamanan negara. Dalam sistem Islam, hukum ditegakkan secara tegas dan adil sehingga mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sekaligus menjaga masyarakat dari berbagai bentuk kezaliman. Penerapan hukum Islam secara sempurna hanya dapat terlaksana dalam sistem pemerintahan Islam, yaitu Khil4fah Islamiah.
Dalam sistem ini, negara memiliki kewajiban penuh untuk menjaga keamanan rakyat, dan menerapkan hukum syariat secara adil tanpa pandang bulu. Dengan hukum yang tegas dan kepemimpinan yang bertanggung jawab kepada Allah, keamanan dan keadilan akan lebih mudah terwujud di tengah masyarakat.
Rasululla saw. juga telah memberikan gambaran tentang pentingnya kepemimpinan yang mengurus urusan umat di dalam sebuah hadis disebutkan:
"Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pemimpin dalam Islam memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi rakyatnya, termasuk dalam hal keamanan. Selain itu, Rasulullah saw., juga bersabda: "Barang siapa di antara kalian yang pada pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa rasa aman adalah nikmat besar yang harus dijamin oleh negara. Karena itu, hanya dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam naungan Khil4fah Islamiah. Persoalan umat dapat diselesaikan secara tuntas, dan masyarakat dapat hidup dalam keamanan, keadilan, dan keberkahan. Wallahualam bissawab.


