Kaleidoskop Kasus Kekerasan dan Pembunuhan Tahun 2025
Surat PembacaSemua fenomena ini, terus terjadi dari tahun ke tahun, begitu pun sepanjang tahun 2025 kemarin
Padahal negara telah mengeluarkan undang-undang untuk melindungi korban kekerasan dan pembunuhan
_________________________
KUNTUM CAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Fenomena kasus kekerasan dan pembunuhan sepanjang tahun 2025 terus meningkat dan makin ekstrem. Melihat kasus ini, yang menjadi pelaku bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak khususnya kalangan pelajar juga bisa menjadi pelaku kejahatan. (kompas.com, 30-12-2025)
Mirisnya, pelaku-pelaku kejahatan ini, sering kali merupakan orang-orang terdekat, seperti keluarga atau teman.
Masih Maraknya Kasus Kekerasan
Semua fenomena ini, terus terjadi dari tahun ke tahun, begitu pun sepanjang tahun 2025 kemarin. Padahal negara telah mengeluarkan undang-undang untuk melindungi korban kekerasan dan pembunuhan. Namun, pada kenyataannya kasus kekerasan dan pembunuhan, masih menimpa masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.
Tak hanya sampai di situ permasalahannya, fenomena ini sering kali dikaitkan dengan masalah mental health yang buruk. Memang benar, masalah ini juga dipicu oleh faktor kesehatan mental. Akan tetapi, bukan itu akar permasalahannya, melainkan disebabkan oleh faktor berantai.
Semua fenomena kekerasan dan pembunuhan ini, tak lepas dari kegagalan negara dalam memimpin rakyat dan mengelola negara. Mulai dari penerapan sistem ekonomi yang mencekik rakyat. Selain itu, sistem digital yang menampilkan konten kekerasan, ditambah dengan faktor emosi dan dendam sehingga memicu perilaku anarkis tanpa bisa disaring.
Kegagalan negara dalam menjaga kesehatan mental rakyatnya, dan membiarkan rakyat tenggelam dalam media online. Ditambah dengan pergeseran nilai. Bahkan tidak ada nilai benar dan salah dalam melakukan perbuatan.
Bukan hanya itu saja, dengan terkikisnya moral masyarakat, media online yang mendorong perilaku anarkis, dan tidak peduli halal dan haram dalam memenuhi gaya hidup yang hedonis hingga melahirkan perilaku konsumtif.
Inilah, buah dari diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang menjadi biang permasalahan kehidupan. Dalam sistem batil ini, membuat negara lalai dalam menjaga keamanan dan menjamin kebutuhan rakyat.
Negara sekuler kapitalisme hanya berperan sebagai regulator, dan hanya mendukung oligarki, bukan sebagai periayah umat. Selain itu negara sekuler kapitalisme, memiliki sistem sanksi yang lemah dan tidak tegas, membuat para pelaku kejahatan tidak jera.
Hukum di negara sekuler kapitalisme ini, seperti halnya pedang, tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Rakyat kecil dengan mudah dijerat hukum, sedangkan para penguasa dan pemilik modal hampir tak tersentuh hukum.
Negara Islam Menjamin Kesehatan Mental Rakyat
Berbeda halnya apabila yang diterapkan adalah syariat Islam. Dalam negara Islam, keamanan dan kebutuhan akan terjamin, kesehatan mental rakyat juga akan dijaga.
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari Muslim)
Ini merupakan tujuan diterapkannya syariat Islam kafah dalam bernegara. Negara akan mengatur media online sehingga yang ditampilkan hanya konten yang bermanfaat dan mendidik. Dengan begitu, media online akan aman untuk diakses oleh generasi. Selain itu, sistem sanksi juga akan dipertegas dan hanya mengikuti ketentuan dan standar syariat Islam.
Inilah negara yang menerapkan syariat Islam kafah. Negara yang memenuhi kebutuhan rakyat dan menjamin keamanan dan kesehatan jiwa rakyat.Selain itu, dengan diterapkannya syariat Islam kafah, maka pelaksanaan syariat dari yang mencakup individu, rakyat, dan negara, menjadi lebih mudah dan praktis. Insyaa Allah... Wallahualam bissawab. [GSM/MKC]
Diana


