Alt Title

Generasi Muda Diburu Algoritma Kapitalis, Judol dan Pinjol Perangkap Sistematik

Generasi Muda Diburu Algoritma Kapitalis, Judol dan Pinjol Perangkap Sistematik



Kapitalisme menguasai ruang digital dengan menjadikan platform (lewat algoritma)

demi mendapatkan keuntungan 

_________________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Dalam penelitian kepada kaum muda khususnya laki laki yang berpenghasilan rendah sering terjerat pinjaman online, investasi kripto hingga judi online. Anak muda dari kelas bawah lebih menjadi sasaran utama iklan yang menjanjikan penghasilan cepat tanpa harus capek bekerja.


Para peneliti seperti Corolina Saez - Linero dari Communication, Advertising and Society (CAS) mengungkap bahwa kaum muda kelas bawah berisiko 15%, yaitu dua kali lipat berisiko menerima iklan yang menjanjikan penghasilan cepat. Sementara kaum muda kelas atas, hanya 8% menerima iklan produk keuangan. (Kompas.id, 05 Desember 2025)


Algoritma Menyasar Generasi Muda dan Menjadikan Target Pasar


Impitan ekonomi yang menerpa negeri ini terjadi pasca Covid-19, menjadikan banyak masyarakat terutama anak muda sulit mendapat pekerjaan. Ini menjadi celah anak muda dengan finansial rendah berpikir untuk mendapatkan penghasilan dengan cara instan. Ditambah dengan canggihnya teknologi, menjadikan generasi muda ingin hidup enak tanpa bekerja keras. Sebagian anak muda terjerumus ke dalam judi online dan menggiring mereka untuk melakukan pinjaman online.


Negara yang menerapkan sistem kapitalis terjadi ketimpangan sosial, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Kondisi perekonomian yang makin sulit di sistem kapitalis, membuat  para pemuda terjerumus ke dalam pinjol dan judol sebagai jalan pintas. Sistem sekuler membuat negara gagal melindungi generasi, terutama dalam sistem pendidikan. Masyarakat berpikir pragmatis, tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya.


Kapitalisme menguasai ruang digital dengan menjadikan platform (lewat algoritma) demi mendapatkan keuntungan dan menjadikan generasi sebagai pasar. Di era digital, kapitalisme menjadikan algoritma berfokus pada kebiasaan, bukan keselamatan pengguna. Karena kapitalisme berasaskan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, berfokus pada keuntungan dan menjadikan generasi sebagai sasaran.


Sistem Islam Menjamin Kesejahteraan Rakyat


Sistem Islam yang menerapkan sistem ekonomi Islam mampu menjamin kesejahteraan rakyat individu per individu, termasuk generasi mudanya. Dalam sistem ekonomi Islam, sumber daya alam dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat seadil-adilnya sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Pengelolaan dilakukan oleh negara dan hasilnya diperuntukkan bagi rakyat.

 

Tidak hanya unggul dalam bidang ekonomi, dalam pendidikan Islam mampu membentuk generasi berkepribadian Islam, yaitu generasi muda yang mampu menjadikan standar perbuatannya adalah halal dan haram. Bukan kebahagiaan bersifat materi sehingga akan menjauhi pinjol dan judol yang diharamkan dalam syariat.


Selain itu, infrastruktur digital di dalam sistem pemerintahan Islam, melindungi generasi dari konten-konten yang merusak seperti normalisasi kemaksiatan dan konten-konten kriminalitas. Negara melakukan  pengawasan ketat, seperti menyaring setiap konten yang ada di media sosial. Dipastikan media yang tersebar tidak melanggar syariat.


Dengan demikian akan terbentuk generasi muslim yang paham akan identitasnya sebagai seorang muslim dalam membangun peradaban. Pemuda juga digiring untuk selalu mentaati syariat, melakukan amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat.


Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Ali Imran ayat 104 yang artinya, 

 

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”


Sudah saatnya kita beralih kepada sistem Islam yang mampu melindungi para generasi muda dari hal-hal yang melanggar syariat. Waallahualam bissawab. [GSM/MKC]


Dwi Ummu Farhan 

Muslimah Peduli Generasi