Alt Title

Blockout Peduli, Islam Kafah Solusi

Blockout Peduli, Islam Kafah Solusi

 


Boikot harus terus dilakukan tidak hanya kepada para pendukung kapitalisme tetapi juga boikot ideologi kapitalisme beserta paham turunannya yang fasad

Karena telah mengikis persatuan kaum muslimin melalui ide nasionalisme

_________________________


Penulis Mia Annisa

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Hingga saat ini belum ada titik terang pembantaian yang dilakukan oleh Israel di Palestina akan mereda. Melansir dari aceh.tribunnews.com pada Selasa, 7 Mei 2024, dikabarkan pemerintah Mesir telah menutup jalur darat Rafah dari sisi Mesir dengan balok beton. Meskipun pihak Mesir menyangkalnya dan menyebut berita itu sangat tidak bertanggung jawab. 


Tindakan hipokrit pemerintahan Mesir menutup jalur Rafah dilakukan pasca Israel melancarkan serangan udara di bagian timur kota pada hari Senin, 6 Mei 2024. Serangan ini terjadi pasca perintah evakuasi kepada 100.000 warga Palestina dari wilayah tersebut. 


Sayangnya, bersamaan dengan eskalasi serangan Israel yang makin menggila, perhatian dunia justru teralihkan pada hajatan besar Met Gala 2024 yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat. Acara ini dihadiri oleh artis-artis papan atas dunia seperti Jennifer Lopez, Bad Bunny, Chris Hemsworth serta masih banyak yang lainnya. 


Tak hanya penyelenggaraan Met Gala 2024 yang bertepatan dengan serangan Israel ke perbatasan Rafah. Di acara tersebut tidak ada satu selebritis pun yang membahasnya. Hal ini memancing kemarahan netizen atas sikap bungkam mereka mengenai isu Palestina padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar. 


Karena itulah muncul gerakan blockout 2024 yang diprakarsai oleh netizen di akun TikTok @blockout2024 dengan membagikan sederet artis dunia yang tutup mata atas persoalan Palestina. Kampanye ini menjadi trending setelah dua hari berselang gelaran Met Gala 2024. Dilansir dari Aljazeera, Selasa, 14 Mei 2024, blockout 2024 mengajak masyarakat dari seluruh negara untuk memboikot artis terkenal di media sosial seperti Instagram, Facebook, X dan TikTok.


Tak tanggung-tanggung, Blockout 2024 tak hanya menargetkan artis terkenal dari Hollywood saja. Gerakan ini juga menyasar beberapa artis dan influencer di Indonesia yang menjadi brand ambassador produk yang terafiliasi mendukung Israel. (suara.com, 2024/05/14) 


Seberapa Efektif Blockout 2024? 

Melihat betapa besar perhatian dunia terhadap Met Gala hingga muncul gerakan untuk unfollow, report hingga blokir akun sosial media selebritis secara online mampu mengalihkan perhatian dari berita dan informasi apa yang sebenarnya terjadi di Palestina. Sebab, selama ini posisi media mencoba untuk mendistorsi kejahatan dengan melakukan manipulasi yang dilakukan secara sengaja terhadap isu perang Palestina-Israel. Keadaan semacam ini sudah tak bisa disangkal lagi. (Shachar Ghannot, A Force of Distortion: Effects of Media Bias on the Israeli-Palestinian Conflict)


Selain itu kampanye ini menyebabkan para selebritas kehilangan jumlah pengikutnya. Tentunya akan mempengaruhi jumlah endorse masuk, kontrak dan kerja sama brand lainnya yang dapat menurunkan pendapatan mereka sebagai selebriti. 


Meskipun aksi blockout ini banyak menimbulkan pro dan kontra. Pihak yang kontra mengatakan aksi ini adalah tindakan yang sia-sia bahkan tidak akan berlangsung lama. Setidaknya, para selebritas harus turut serta merasakan apa yang dirasakan oleh muslim Gaza tak hanya kehilangan harta tapi jiwa dan darah mereka. Karena telah mati rasa dalam bersuara dengan alasan mereka telah melakukan kontrak kerja sebelum serangan Israel ke Gaza pada 7 Oktober tahun lalu. Sama seperti yang dirasakan dampaknya oleh perusahaan-perusahaan yang terdampak aksi boikot karena produk mereka terafiliasi dengan Israel. 


Blockout Kapitalisme

Tidak ada yang salah dengan aksi blockout ini sebagai bentuk pembelaan terhadap sesama saudara seiman, sekecil apapun usaha yang dilakukan merupakan sebuah kewajiban sekalipun berada dibelahan bumi yang berbeda.


Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah Swt.:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS Al-Hujurat: 10)


Mengingat, belakangan suara kaum muslimin sendiri tentang isu genosida muslim Gaza mulai tenggelam dan tak terdengar lagi pasca Ramadan kaum muslimin disibukan acara mudik.


Boikot harus terus dilakukan tidak hanya kepada para pendukung kapitalisme tetapi juga boikot ideologi kapitalisme beserta paham turunannya yang fasad. Karena telah mengikis persatuan kaum muslimin melalui ide nasionalisme yang menyebabkan diamnya penguasa negeri-negeri muslim terhadap pembantaian di Palestina. 


Palestina butuh aksi nyata tak hanya sekedar aksi boikot dan bantuan kemanusiaan sebab aksi ini sifatnya hanyalah parsial, tidak mampu menyelesaikan problem Palestina sampai ke akarnya. Palestina membutuhkan pasukan jihad yang dikirimkan oleh negeri-negeri muslim di bawah satu komando untuk membebaskan mereka dari penjajahan dengan menerapkan sistem Islam secara kafah. 


Upaya ini harus terus-menerus diperjuangkan serta disampaikan ke tengah-tengah umat mengenai urgensinya. Hampir 1 abad lamanya kaum muslimin mengalami kekosongan pemimpin. Padahal, kepemimpinan kaum muslimin hanya boleh kosong maksimal selama 3 hari dan 3 malamnya. Mengadakannya adalah taj' al-furudh (mahkota dari semua kewajiban). Kelalaian dalam melaksanakannya termasuk sebesar-besarnya maksiat yang (pelakunya) akan diazab oleh Allah dengan azab yang sepedih-pedihnya. Wallahualam bissawab. [GSM]