Alt Title

Healthy Inside Fresh Outside

Healthy Inside Fresh Outside

 


Ibarat sebuah teko dan isi di dalamnya. Sebuah teko hanya akan mengeluarkan apa isinya. Jika berisi teh tentu akan menuangkan teh, jika berisi kopi hanya menuangkan kopi

Itulah yang terjadi dengan diri kita. Apa isi dalam kepala kita pasti akan tertuang pada cara kita berbicara dan berperilaku

____________________


Penulis Arda Sya'roni 

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, NAFSIYAH - Healthy Inside Fresh Outside, jargon ini terdengar tak asing, bukan? Ya, jargon ini selalu mengisi iklan di salah satu produk minuman kesehatan. Adapun makna dari jargon ini adalah jika sehat di dalam maka akan terlihat segar di luar. Selaras dengan jargon ini kita juga mengenal idiom yang tak kalah asing dari bahasa Latin, yaitu Mens Sana In Corpore Sano, yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Intinya kita harus sehat dulu di dalam diri kita, entah organ dalam tubuh, pikiran, jiwa dan hati, dengan demikian raga akan menjadi sehat. 


Segumpal Daging


Rasulullah saw. pernah bersabda, ”Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika rusak maka rusaklah seluruh anggota. Ketahuilah itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nah, segumpal daging ini adalah hati, ya, sobat salihah. Hati yang dipenuhi oleh hal negatif seperti iri, dengki, sombong, riya dan lain sebagainya akan membuat seseorang bertindak negatif pula. Perasaan negatif ini pastinya akan meninggalkan noktah hitam di hatinya. Bila noktah hitam itu semakin banyak, maka semakin pekatlah hatinya sehingga cahaya Allah akan sulit menembusnya.


Dalam ilmu kesehatan hati sebagai penetralisir racun dalam tubuh sehingga bila organ hati ini rusak atau tidak berfungsi dengan baik, maka racun dalam tubuh perlahan akan menyebabkan tidak optimalnya fungsi organ tubuh lainnya. Namun, dalam ilmu medis disebutkan bahwa organ hati adalah satu-satunya organ tubuh yang dapat melakukan regenerasi. Misal, dalam pelaksanaan donor hati, sebagian organ hati pendonor akan dipotong untuk diberikan pada donor. Nah, organ hati yang terpotong ini tak hanya mampu menyembuhkan dirinya, tapi perlahan akan kembali utuh seperti semula. MasyaAllah, begitu hebatnya Allah menciptakan manusia. 


Pola Pikir 


Selain hati, pola pikir turut berpengaruh bagi kesehatan tubuh dan kewarasan jiwa. Dalam menganalisa suatu fakta, indera kita berperan penting. Apa yang kita dengar, kita lihat, kita raba, kita cium, kita rasa akan tercerap dalam otak dan diolah berdasarkan informasi yang telah diterima sebelumnya. Dari sini otak akan menyampaikan hasil analisa pada seluruh anggota tubuh kita, sehingga hasil olah pola pikir kita akan terefleksi dalam pola sikap kita.


Ibarat sebuah teko dan isi di dalamnya. Sebuah teko hanya akan mengeluarkan apa isinya. Jika berisi teh tentu akan menuangkan teh, jika berisi kopi hanya menuangkan kopi. Itulah yang terjadi dengan diri kita. Apa isi dalam kepala kita pasti akan tertuang pada cara kita berbicara dan berperilaku. Pikiran negatif akan menghasilkan pemikiran yang negatif pula sehingga kerap timbul prasangka negatif kepada orang lain tanpa disertai data dan fakta akurat. Sebaliknya, pikiran positif tentu membawa afirmasi positif pula sehingga tubuh akan bereaksi positif terhadap respon dari luar.


Iman yang Kokoh


Bila hati yang bersih dan pola pikir yang benar telah dimiliki, InsyaAllah keimanan akan diraih. Dengan iman yang kokoh tertanam dalam dada akan menghadirkan kesadaran bahwa diri kita hanya hamba. Seorang hamba harus tunduk pada tuannya, bukan? Dengan demikian manusia sebagai makhluk tentu harus tunduk dan patuh pada segala perintah dan aturan Sang Pencipta. 


Iman yang kokoh pada diri seseorang akan memancarkan keindahan akhlak dalam setiap aktivitasnya. Apapun yang keluar dari lisannya adalah kebaikan. Asa yang ingin diraihnya hanya rida dan ampunan Allah semata. Segala aktifitasnya hanya kebaikan yang memberikan manfaat baik bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, agamanya dan negaranya. Wallahualam bissawab. [Dara]