Alt Title

Muhasabah Akhir dan Awal Tahun Masehi

Muhasabah Akhir dan Awal Tahun Masehi

Maka tidak ada tempat untuk berleha-leha bagi semua insan dalam mengarungi kehidupan apalagi takabur dalam berbuat

Sebab, sudah menjadi kewajiban agar kaum muslim wajib tunduk dan patuh pada-Nya

______________________________________



KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - 31 Desember 2023 sudah berakhir, kini sudah memulai lembaran baru 2024. Sebelum pergantian tahun masehi ada beberapa kejadian yang sungguh mengiris hati. 


Gempa yang terjadi di beberapa daerah, salah satunya Sumedang kota yang dekat dengan kediaman saya di Cicalengka. Begitu terasa goyangan gempanya, membuat syok dan banyak yang langsung membuat status whatsapp. "Innalillahi gempa", "Astaghfirullah lini", dsb. 


Tak lama dari situ kemarin tepatnya hari Jum'at, 5 Januari 2024 ada kejadian yang menimpa kembali, yakni tabrakan kereta api. 


Dilansir media KOMPAS bahwa telah terjadi kecelakaan maut antara Kereta Api Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di petak jalur Stasiun Haurpugur-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024) pagi. menelan korban jiwa sebanyak empat orang.


Innalillahi wa innailaihi rajiun, benar-benar akhir tahun dan awal tahun yang menjadi muhasabah, karena sejatinya tidak ada yang pernah tahu sedetik kemudian akan seperti apa. Jika kita renungi kembali, dengan adanya kejadian gempa dan tabrakan kereta api ini, membuat diri lebih ingat lagi akan kematian, karena sebaik-baiknya pengingat adalah kematian. 


Maka tidak ada tempat untuk berleha-leha bagi semua insan dalam mengarungi kehidupan apalagi takabur dalam berbuat. Sebab, sudah menjadi kewajiban agar kaum muslim wajib tunduk dan patuh padaNya.


Sedangkan mereka yang berbeda keyakinan, berkewajiban untuk patuh pada aturan-aturan-Nya. Sebab, keteraturan dan keseimbangan hidup manusia terletak pada sistem Islam yang paripurna, datang dari-Nya yang Maha Sempurna. Sebagaimana Allah Swt. berfirman yang artinya, 


"Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya." (TQS. Al-An'am [6]: 61)


Kepada kaum muslim, setidaknya benahi salat, untuk diri sendiri, yang mana selama ini belum bisa berbenah dari setiap kebaikan. Itu pun jika kita sebagai umat muslim, yang sudah menjadi keharusan untuk menjalankan apa-apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang. 


Ya Allah, kami tahu, bahwa kami adalah hamba yang lemah, tak pernah luput dari dosa dan kesalahan, tapi kami memohon pada-Mu ya Allah, bimbing selalu kami di jalan-Mu, jangan sampai kami berpaling dari-Mu, tuntun selalu ke jalan kebenaran. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahualam bissawab. [SJ] 


Arsy Novianty