Alt Title

Fenomena Tahun Baru

Fenomena Tahun Baru

Alasan muslim dilarang merayakan tahun baru karena bukan perkara yang disyariatkan dalam Islam

Karena terdapat tiupan terompet yang identik dengan orang yahudi, pemborosan, dan membuang waktu karena begadang sepanjang malam serta dapat terjerumus dalam zina

________________________________________



KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Bulan Desember yang ditunggu jutaan manusia pada jam 00:00 WIB yaitu penutup akhir tahun. Dan sebentar lagi akan ramai sebagian umat Islam mengikuti fenomena pergantian tahun.


Lonceng berbunyi, terompet berbunyi,dan kembang api dinyalakan. Statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir dan hukumnya terlarang. Karena pada jam 00:00 WIB di malam pergantian tahun sebagian umat Islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu.


Maksiat terbesar adalah malam 1 Januari dan yang paling menyedihkan sebagian umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam ikut merayakannya. Mereka tidak menyadari bahwa sudah melukai hati Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.


Maka benarlah apa yang disabdakan Rasulullah, beliau bersabda, man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum. "Barang siapa mengikuti (menyerupai) suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR Ahmad)


Alasan muslim dilarang merayakan tahun baru karena bukan perkara yang disyariatkan dalam Islam. Karena terdapat tiupan terompet yang identik dengan orang yahudi, pemborosan, dan membuang waktu karena begadang sepanjang malam serta dapat terjerumus dalam zina.


Bukan bulan dan hari pergantian tahunnya yang dipermasalahkan. Tetapi kebiasaan dan budaya hura hura, berpoya poya dan banyak kemaksiatan didalamnya.


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyuruh kita untuk senantiasa berpedoman kepada Al-Qur'an dan hadist agar kita menganggap bahwa pergantian hari itu tidak ada bedanya dengan pergantian tahun, bulan atau minggu. Beliau hanya menyuruh memakmurkan hidup kita, hari kita, waktu kita untuk ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla karena itu yang menentukan kebahagiaan dunia dan akhirat kita. Wallahualam bissawab. [Dara]


Bontang 30 Desember 2023

Ummu Rezky