Alt Title

Hari Guru, Rayakan Generasi Rusak?

Hari Guru, Rayakan Generasi Rusak?

Hanya dengan pendidikan Islam, generasi yang telah ditanamkan akidah Islam. Sehingga menghasilkan generasi berkepribadian Islam

Yang mana ia akan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Sang Pencipta Allah Swt. 

_____________________________________


Penulis Ummu Ghaziya

Kontributor Media Kuntum Cahaya 



KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Perayaan Hari Guru tahun 2023 kali ini mengusung tema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar." Ini merupakan tema yang sangat bagus, mengingat tema tersebut berkaitan dengan kurikulum merdeka yang merupakan kurikulum yang digagas saat ini.


Perayaan merdeka belajar ini seharusnya dapat menjadi momentum bagus sebagai bahan evaluasi kurikulum itu sendiri. Tema ini dibuat untuk menciptakan SDM unggul menjadi Profil Pelajar Pancasila. 


Tema ini sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Tema ini juga mengibaratkan seluruh kesatuan pendidikan dan siswa-siswinya untuk "Bergerak Bersama" menyemarakkan kurikulum yang berlaku sekarang. (tirto[dot]id, 13/11/2023)


Kondisi Generasi Merdeka


Namun, apakah betul kurikulum ini dapat melahirkan generasi unggul yang dikatakan di atas. Pasalnya kurikulum yang mempunyai salah satu tujuan untuk menciptakan generasi yang berjiwa merdeka, yaitu generasi yang bebas berpikir dan berekspresi. Serta tidak merasa dikekang oleh peraturan dan bebas menciptakan potensi dirinya.


Justru kenyataannya melahirkan generasi yang sakit. Dari segi moral, generasi mengalami kemerosotan yang menimbulkan banyaknya kriminalitas. Seperti pencurian, perkelahian, pemerkosaan, narkoba, bunuh diri, sampai hilangnya rasa hormat kepada orang tua bahkan dengan guru. Lihat saja keadaan saat ini, bahkan para pendidiknya menjadi korban buah dari generasi yang sakit. 


Kesimpulan dari dunia pendidikan saat ini dengan kurikulumnya. Yaitu telah gagal mencetak generasi yang unggul. Gagal melahirkan generasi yang bermoral serta menjauhkan generasi dari perintah agama. Ini tidak terlepas dari kurikulum yang didasari oleh liberalisme, sekularisme, dan kapitalisme.


Merdeka dengan bebas berpikir dan berekspresi mengakibatkan mereka kehilangan pendidikan yang harusnya dapat menjadi pagar dirinya. Apalagi di era perkembangan saat ini, globalisasi membuat masuknya berbagai ideologi, teknologi, bahkan kebudayaan. Sedang generasi yang tidak siap menyaring berbagai informasi yang masuk. Akhirnya tidak bisa memfilter mana yang memberikan dampak positif maupun negatif.


Sistem kapitalisme yang mengusung asas sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan juga merupakan pangkal utama dari kerusakan generasi. Kondisi ini seharusnya menjadi ancaman tatkala generasi menjadi jauh dari aturan Sang Pencipta. 


Meniadakan aturan Sang Pencipta di dalam kehidupan merupakan petaka besar. Tidak ada rem untuk para generasi saat mereka mulai melampaui batas. Generasi berperilaku sesuai hawa nafsunya, tidak mengindahkan lagi aturan agama.


Kondisi Guru Merdeka 


Dalam kurikulum merdeka, guru juga dituntut untuk tunduk dan patuh dari ketentuan kurikulum. Walaupun itu bertentangan dengan apa yang guru inginkan. Melihat kondisi para anak didiknya yang seharusnya memerlukan solusi tuntas sehingga mencetak generasi yang beradab dan bermoral. 


Momen hari guru ini juga merupakan pengingat, bagaimana seharusnya para generasi memosisikan guru. Kini guru juga menjadi korban atas kerusakan generasi. Ada yang melaporkan guru karena tidak terima dimarahi. Ada yang memukuli guru karena tidak mau mengikuti peraturan. Bahkan sampai ada yang membunuh gurunya karena merasa kurang diperhatikan. 


Belum lagi sistem kapitalisme ini kurang memaknai pentingnya guru sebagai pencetak generasi unggul. Sehingga upah untuk kesejahteraan guru tidak sebanding dengan tenaga, waktu, serta ilmu yang guru telah berikan. 


Solusi Generasi Merdeka


Melahirkan generasi unggul merupakan tanggung jawab negara. Dan generasi unggul merupakan keutamaan untuk baiknya sebuah negara. Maka pentingnya mendidik generasi sejak dini dengan pendidikan yang baik serta kokoh. Islam mempunyai pendidikan terbaik untuk menghasilkan generasi unggul. 


Dalam pendidikan Islam, penanaman akidah Islam penting dilakukan sejak dini. Sehingga menghasilkan anak yang memiliki kepribadian Islam yang kuat. Dari sini didapatkan generasi yang terbiasa berperilaku sesuai dengan aturan-aturan Islam. Penanaman akidah Islam pada generasi melalui pendidikan formal maupun nonformal. Dan ini merupakan tugas keluarga, masyarakat, dan negara. 


Dalam lingkungan keluarga, anak mulai dicontohkan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Mulai dari pembiasaan ibadah yang baik dan benar. Mencontohkan anak untuk tanggung jawab terhadap kewajibannya. Mencontohkan untuk saling menghormati dan menyayangi antaranggota keluarga. Itu dapat membentuk kontrol emosional anak jika dilatih sejak dini oleh keluarganya.


Begitupun dalam lingkungan masyarakat, negara harus menciptakan masyarakat yang baik, serta lingkungan masyarakat yang baik. Sehingga anak yang berkualitas di dalam lingkungan keluarga, akan baik juga di lingkungan masyarakat. Serta anak siap mengubah lingkungan masyarakat tatkala menemukan penyimpangan di lingkungan masyarakat.


Dan yang paling utama adalah negara, karena negara bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan yang baik dan benar untuk masyarakat. Agar tercipta generasi yang berkepribadian Islam dan mampu menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi. Negara juga sebagai pelindung generasi dari segala informasi, teknologi, dan kebudayaan yang dapat merusak generasi. 


Dari sini dapat tercipta generasi unggul. Yang mempunyai moral dan perilaku yang baik. Di lingkungan keluarga, masyarakat, dan negara. Generasi yang menghormati gurunya.


Sebagaimana Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga." (Lubab al-Hadis oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi)


Hanya dengan pendidikan Islam, generasi yang telah ditanamkan akidah Islam. Sehingga menghasilkan generasi berkepribadian Islam. Yang mana ia akan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Sang Pencipta Allah Swt.. Itulah solusi tuntas yang harus dilakukan segera, demi terciptanya generasi unggul lagi takwa. Wallahu alam bissawab. [SJ]